Contoh Ceramah

Berikut ini adalah contoh Ceramah :

PERSEPSI ISLAM
TERHADAP PERKEMBANGAN SAINS DAN TEKNOLOGI

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh .

Marilah kita panjatkan puji syukur dan kehadirat Allah SWT . Atas segala nikmat yang telah dikaruniakan kepada kita semua. Dan pergunakanlah semua kenikmatan itu sebagai sarana untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Menaati semua perintahnya dan menjauhhi segala larangannya. Salawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepa junjungan besar kita, Nabi Muhammad SAW. Amin . .
Salah satu keagungan nikmat yang dikaruniakan Allah bagi umat Muhammad SAW ialah nikmat ilmu pengetahuan dan teknologi. Terbukti, kemajuan sains dan teknologi, telah memberikan kemudahan-kemudahan dan kesejahteraan bagi kehidupan manusia. Sekaligus merupakan sarana bagi kesempurnaan manusia sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya, dimana Allak telah mengaruniakan anugrah kenikmatan kepada manusia yang yang bersifat saling melengkapi, yaitu anugrah agama dan kenikmatan sains teknologi.
Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua sosok yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ilmu adalah sumber teknologi yang mapu memberikan kemungkinan munculnya berbagai penemuan, rekayasa, dan ide-ide. Sedangkan teknologi adalah terapan atu aplikasi dari ilmu yang dapat ditunjukkan dalam hasil nyata yang lebih canggih dan dapat mendorong manusia untuk berkembang lebih maju lagi.
Sebagai umat Islam kita harus menyadari, bahwa dasar-dasar filosofis untuk mengembangkan ilmu dan teknologi itu bias dikaji dan digali dalam Al-Qur’an, sebab kitab suci ini banyak mengupas keterangan mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh adalah firman Allah SWt. Dalam surat Al-Anbiya ayat 80 :

“ Telah kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara diri dalam peperanganmu “

Dari keterangan itu, jelas sekali bahwa manusia dituntut untuk berbuat sesuatu dengan sarana teknologi. Sehingga tidak mengherankan jika sejak abad 7 M, telah banyak lahir pemikir Islam yang tangguh, produktif, dan inovatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kepeloporan dan keunggulan umat Islam dalm ilmu pengetahuan sudah dimulai pada abad itu. Tapi sangat disayangkan, bahwa kemajuan-kemajuan itu tidak sempat ditindak lanjuti dengan sebaik-baiknya, sehingga tanpa sadar umat Islam akhirnya melepaskan kepeloporannya. Lalu bangsa Barat dengan mudah mengambil dan mentransfer ilmu dan teknologi yang dimiliki dunia Islam dan dengan mudah pula mereka berbuat licik, yaitu membelenggu para pemikir Islam, senhingga sampai saat ini bangsa Baratlah yang menjadi pelopor dan pengendali ilmu pengetahuan dan teknologi.
Begitulah menurut catatan sejarah bangsa Barat berhasil mengambil hazanah ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan lebih dahulu uleh kaum muslimin, kemudian mereka mengembangkannya di atas paham meterialisme tanpa mengindahkan lagi nilai-nilai Islam, sehingga terjadilah perubahan total, sampai akhirnya terlepas dari sendi-sendi kebenaran.
Para ilmuwan Barat dari abad ke abad kian mendewa-dewakan rasionalitas, bahkan telah menuhankan ilmu dan teknologi sebagai kekuatan hidupnya. Mereka menyangka bahwa dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, mereka pasti bias mencapai apa saja yang ada di bumi ini dan merasa dirinya kuasa pula menundukan langit, bahkan mengira akan dapat menundukan segala yang ada di bumi dan di langit. Sehingga tokoh-tokoh mereka merasa punya hak untuk memaksakan ilmu pengetahuan dan teknologinya itu kepada semua yang ada di bumi ini, agr mereka bisa mendikte dan memberi keputusan terhadap segala permasalahan di dunia.
Sebenarnya masyarakat barat itu patut dikasihani, karena akibat kesombongannya itu, mereka lupa, bahwa manusia, betapapun tinggi kepandaiannya, hanya bisa mengetahui kulit luar atau hal-hal yang lahiriah saja dari kehidupan semesta alam. Manusia hanya diberi ilmu pengetahuan yang sedikit dari kemahaluasan ilmu Allah SWT. Diatas orang pintar ada lagi yang lebih pintar, dan sungguh Allah STW. Benci kepada orang yang hanya tahu tentang dunia, tetapi bodoh tentang kebenaran yang ada didalamnya. Allah SWT berfirman dalam surat Ibrahim :

“ Celakalah bagi orang-orang kafir dengan siksa yang pedih. Mereka lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, dan menghalangi manusia dari jalan Allah, serta menginginkan agar jaln itu bengkok. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata. “

Peradaban modern adalah hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang gemilang, yang telah dicapai oleh manusia setelah diadakan penelitian yang tekun dan eksperimen yang mahal, yang telah dilikukan selama berabad-abad. Maka sudah sepantasnya kalau kemudian manusia melakukan penemuan-penemuannya itu guna meningkatkan taraf hidunya.
Kemajuan teknologi secara umum telah banyak dinikmati oleh masyarakat luas dengan cara yang belum pernah dirasakan bahkan oleh raja dahulu kala. Makanan lebih nikmat dan beraneka ragam, pakaian terbuat dari bahan yang jauh lebih baik dan halus, saprana-sarana transportasi dan komunikasi yangn kecepatannya amat mengagumkan, gedung dan rumah tempat tinggal dibangun dengan megah dan mewah. Dan tampaknya, manusia di masan depan akan mencapai taraf kemakmuran yang lebih tinggi, dan memperoleh kemudahan-kemudahan yang lebih banyak lagi.
Walaupun demikian, kita juga menyaksikan betapa batin manusia zaman sekarang selalu mengerang, karena sifat kerakusan semakin merajalela, dan perasaan saling iri di antara perorangan atau kelompok telah menyalakan api kebencian dimana-mana.
Kata orang bijak, sekarang ini di dunia, nafsu manusia lebih besar daripada akal sahabatnya. Dan jelas, bahwa kebanyakan manusia di dunia kini hanya mengingat kesenangan hidupnya, lupa kepada Tuhannya. Ia mengira bahwa dynia ini adalah segalanya, tak ada kelanjutannya, dan tak ada kehidupan kecuali di dunia saja.
Benar, bahwa agama islam tidak menghambat kemajuan ilmu pengengetahuan dan teknologi, juga tidak anti terhadap barang-barang produk teknologi, baik di zaman lampau, di masa sekarang, maupun di waktu-waktu yang akan datang. Demikian pula ajaran Islam tidak akan bertentangan dengan teori-teori pemikiran modern yang teratur dan lurus,dan analisa-analisa yang teliti dan obyektif.
Dalam pandangan Islam, menurut hokum asalnya, segala sesuatu itu adalah mubah. Termasuk segala apa yang disajikan oleh berbagai peradaban, baik yang lama ataupun yang baru. Semua itu, sebagaimana di ajarkan oleh Islam tidak ada yang hukumnya haram, kecuali jika terdapat nasha atau dalil yang tegas dan pasti mengharamkannya.
Bukankah Al-Qur’an sendiri telah menegaskan, bahwa agama Islam bukanlah agama yang sempit ? Allah SWT dalam surat Al-Hajj :

“ Dia tidak sekali-sekali tidak menjadikan kamu dalam agama suatu kesempitan “

Adapun peradaban modern yang begitu luas memasyarakatkan produk-produk teknologi canggih seperti televisi, video, alat-alat komunikasi, dan barang-barang mewah lainnya, serta menawarkan aneka jenis hiburan bagi setiap orang, tua, muda, atau anak-anak, yang tentunya alat-alat itu tidak bertanggung jawab atas apa yang di akibatkannya. Tetapi di atas pundak manusianyalah terletak semua tanggung jawab itu. Sebab, adanya berbagai media informasi dan alat-alat canggih yang dimiliki dunia saat ini. Dapat berbuat apa saja, kiranya faktor manusianyalah yang menentukan operasinya. Adakalanya menjadi manfaat, yaitu manakala manusia menggunakannya dengan baik dan tepat. Tetapi dapat pula mendatangkan dosa dan mala petaka, manakala manusia menggunakannya untuk mengumbar hawa nafsu dan kesenangannya semata.
Memang, dalam abad teknologi dan era globalisasi ini, umat Islam hendaklah melakukan langkah-langkah strategis dengan meningkatkan pembinaan sumber daya manusia, guna mewujudkan kualitas iman dan taqwa, serta tidak ketinggalan di ilmu pengetahuan dan teknologi.
Namun, seiring dengan upaya meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, kita pun harus jeli menentukan pilihan ini. Untuk apa semua kemajuan itu? Apakah semua itu sekedar untuk keinginan-keinginan syahwat, lau tenggelam dalam kemewahan dunia hingga melupakan akhirat, dan menjadi pengikut-pengikut setan? Ataukah sebaliknya, semua ilmu dan kemajuan itu dicari untuk menegakkan syariat Allah SWT guna memakmurkan bumi dan menegakkan keadilan seperti yang dikehendaki Allah, serta untuk meluruskan kehidupan dengan berlandaskan pada kaidah dan moral Islam?
Itulah pertanyaan dan tantangan bagi kita, yang harus kita jawab dengan pemikiran yang berwawasan jauh ke depan. Namun, terlepas dari problema dan kekhawatiran-khawatiran sebagaimana diuraikan diatas, selaku umat Islam kita harus selalu optimis dan tetap bersyukur kepada Allah SWT karena sungguh pun perubahan sosial dan tata nilai kehupan yang terus-menerus menimpa dan menyerang masyarakat Islam, tetapi kesadaran umat Islam untuk membendung dampak-dampak negative dari budaya barat itu bternyata masih amat tinggi.
Lebih-lebih pada zaman sekarang ini, dimana keyakinan manusia terhadap agama, tidak sekokoh seperti dahulu lagi, terutama di negeri-negeri maju. Maka sebagai orang-orang mukminin, kita patut mensyukuri keadaan masyarakat kita ini, dimana praktik-praktik agama masih disiarkan, meskipun sebagian besar telah kehilangan fungsinya secara utuh. Misalnya, bagi sebagian masyarakat, agama yang telah bergeser kearah yang lebih bersifat formalitas belaka, dari pada sebagian kebutuhan pokok rohaninya. Sehingga sering muncul julukan-julukan sinis, seperti Islam KTP dan sebagainya.
Sebagai penutup ceramah saya ini, mari kita tanamkan kesadaran di kalangan masyarakat kita, bahwa seandainya umat Islam mampu mengatasi kestatisannya serta dapat melepaskan diri dari trauma dan keterbelakangannya selama ini, niscaya umat Islam akan muncul kembali sebagai kekuatan yang amat besar untuk menentukan pemikiran modern abad sains dan teknologi ini, menuju tata dunia baru yang adil, sejahtera dan selamat, sesuai dengan misi yang dibawa Islam, yaitu membangun kehidupan yang aman, damai dan sejahtera. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Anbiya :
“ Dan tidak kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam “

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 7.8/10 (29 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +3 (from 9 votes)
Contoh Ceramah , 7.8 out of 10 based on 29 ratings
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image