Ringkasan Tentang Proses- Proses Sosial & Interaksi Sosial (Matkul: Pengantar Sosiologi & Politik)

PROSES-PROSES SOSIAL DAN
INTERAKSI SOSIAL

1. Proses Sosial
 Hubungan timbal balik antara individu atau kelompok dengan berbagai aspek kehidupan yang ada seperti aspek politik, ekonomi, sosial, budaya dan keamanan.
 Sosiologi klasik: perhatiannya pada segi struktur saja,seperti kelompok sosial,kebudayaan, lembaga sosial, stratifikasi, & kekuasaan (menekan pasa segi statis).
 Sosiologi saat ini :
a) Segi statis (struktur masyarakat) & segi dinamis (fungsi masyarakat).
Masyarakat dilihat dar :
o Segi statis:
– Kelompok –kelompok sosiala
– Kebudayaan
– Lembaga sosial
– Stratifikasi sosial
– Kekuatan
– Kaedah-kaedah sosial, dll.
o Segi dinamis: Perubahan perkem-bangan yang terjadi di dalam masyarakat dikarenakan masyarakat melakukan inte-raksi. Dan itu semua mengalami proses yang alami sehingga perubahan tersebut dapat sesuai dengan nilai-nilai sosial di masyarakat.

2. Interaksi Sosial
o Prof. DR. Soerjono Soekanto menurut pendapatnya interaksi sosial adalah kunci semua kehidupan sosial.
o Interaksi sosial merupakan bentuk umum dari proses sosial,selain itu interaksi sosial juga sebagai syarat utama terjadinya aktivitas sosial.
o Tidak ada interaksi maka tidak mungkin pula ada kehidupan bersama.
Kesimpulan dari keteranagan diatas tersebut bahawa Interaksi sosial merupakan faktor utama dalam kehidupan sosial.

o Macam-macam interaksi:
– Interaksi sosial antara kelompok-kelompok, tapi pribadi terkait.
– Interaksi sosial antara individu-individu, masyarakat terkait.
o Faktor dasar berlangsungnya proses interaksi
a. Faktor imitasi: berasal dari bahasa latin, imitari artinya meniru atau mencontoh.
 Ke arah positif: meniru tetapi tetap mematuhi kaidah-kaidah & nilai-nilai yang berlaku.
 Ke arah negatif : meniru tindakan yang menyimpang..
 Ada 2 faktor psikis:
– Adanya minat terhadap hal-hal yang akan ditirunya.
– Adanya anggapan bahwa hal-hal yang diminatinya ada satu nilainya yang berharga dan berguna bagi dirinya.
b. Faktor sugesti: suatu proses yang dapat mempengaruhi individu untuk dapat menerima norma atau pedoman tingkah laku tanpa pertimbangan terlebih dahulu. Faktor yang terjadinya sugesti:
– Hambatan daya kemampuan berpikir.
– Daya pikir yang terpecah-pecah
– Penggunaan kewibawaan
– Pengukuhan keyakinan diri.
– Pendapat mayoritas.
c. Faktor identifikasi : suatu kecenderungan menyamakan diri atau bertingkah laku yang sama seperti dilakukan pihak lain. Faktor terjadinya: Awalnya tidak disadari,kemudian timbul suatu hubungan dari motif tidak sadar dengan nilai-nilai yang menjadi sasaran identifikasi
d. Faktor simpati: suatu sikap merasa dekat untuk menumbuhkan sikap saling mengerti dan kerjasama antar individu atau kelompok.
o Syarat terjadinya interaksi sosial
a. Interaksi sosial karena adanya kontak Kontak bersifat:
– Positif : satu kerjasama
– Negatif : tidak menyebabkan kelanjutan interaksi sosial.
– Primer : face to face
– Sekunder: langsung& tak langsung.
b. Interaksi sosial karena adanya komunikasi: berasal dari basa inggris common berarti umum. Sarana komunikasi, antara lain :
 Elektronik: film, radio, televisi, telepon.
 Cetak : surat kabar, majalah, brosur, dll.
o Kehidupan yang terasing
a. Pengertian Aristoteles: ”Zoon Politicon” dan Hans Kelsen “Man is a social and political being”.
b. Kehidupan terasing ini enandakan ketidakmampuan untuk menga-dakan interaksi sosial dengan pihak-pihak lain.
c. Penyebab keterasingan:
– Secara badaniah diasingkan dari hubungan dengan orang lain.
– Cacat fisik atau cacat pada salah satu inderanya.
– Pengaruh perbedaan ras/agama.
o Bentuk-bentuk interaksi sosial

a) Cooperation (kerjasama)
b) Competition (persaingan) : Ekonomi, kebudayaan, kedudukan, dan peranan, ras atau ras/agama.
c) Conflict (pertentangan)
d) Accomodation (akomodasi). Macam-macam akomodasi :
1. Coersion: proses pelaksanaanya dengan paksaan baik secara pisik maupun psikologis. contoh: perbudakan.
2. Compromise: kesepakatan yang terjadi secara langsung agar mengurangi tuntutan. Contoh:traktat.
3. Arbitration : cara untuk mencapai compromise, apabila pertentangan tidak dapat diselesaikan sendiri.
4. Mediation: sama dengan arbitration tetapi ada pihak ketiga yang berperan sebagai penasehat.
5. Conciliation: usaha mempertemukan pihak-pihak yang berselisih suntuk mencapai perdamaian.
6. Toleration: bentuk akomadasi tidak resmi bersifat spontan.
7. Stalemate: pihak yang berten-tangan memutuskan berhenti pada titik tertentu karena kesadaran.
8. Adjudication: penyelesaikan perselisihan melalui pengadilan.

.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 7.3/10 (3 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
Ringkasan Tentang Proses- Proses Sosial & Interaksi Sosial (Matkul: Pengantar Sosiologi & Politik), 7.3 out of 10 based on 3 ratings
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image