Tanggapan Dunia Internasional terhadap Bahasa Indonesia

Ucapan berasal dari suara, suara berasal dari mulut (pita suara) yaitu alat musik tertua dunia dibanding alat musik lainnya. Dengan adanya mulut ini akan dapat memberikan suatu ucapan atau untuk berkomunikasi dengan yang lainnya yang disebut dengan Bahasa.
Bahasa yang dipergunakan diseluruh belahan dunia sangat memiliki perbedaan yang sangat mencolok, baik dari segi intonasi suara, maupun bentuk tulisan dari bahasa yang dipergunakan tersebut. Misalnya di Negara Prancis memiliki bahasa yang diucapkan dengan penempatan lidah yang agak ke depan di banding bahasa lain, misalnya penggunaan bahasa Jawa yang menggunakan intonasi atau dialek yang agak ditekan dibanding bahasa lain, kesemuanya itu mempunyai ciri khas masing – masing.
Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional dan bahasa yang sangat populer di masyarakat Negara kita. Bahasa ini mempunyai banyak pengaruh dari bahasa melayu dan sedikit dari bahasa asing, penggunaannya pun telah banyak diperbaiki contoh nya bila dulu ditulis pemboeloeh darah sekarang ditulis pembuluh darah yang disesuaikan dengan EYD ( Ejaan Yang Disempurnakan ).
Kenyataan nya pada zaman sekarang Bahasa Indonesia ini tidak lagi populer di Negara kita, tetapi telah populer atau terkenal di masyarakat dunia atau di Negara – Negara lainnya, sebagai contoh Bahasa Indonesia sejajar dengan Bahasa Inggris, Prancis dan Jepang sebagai bahasa kedua yang diprioritaskan, berdasarkan perkataan Konsul Jenderal RI di Ho Chi Minh City untuk periode 2007-2008.

Guna mengembangkan dan memperlancar studi Bahasa Indonesia, pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di kota itu membantu berbagai sarana yang diperlukan beberapa universitas, sarana yang dibantu antara lain peralatan komputer, alat peraga, bantuan dosen dan bantuan keuangan bagi setiap kegiatan yang berkaitan dengan upaya promosi Bahasa Indonesia di wilayah kerja universitas masing-masing.
Perguruan tinggi itu juga mengadakan lomba pidato dalam Bahasa Indonesia, lomba esei tentang Indonesia dan pameran kebudayaan. Universitas Hong Bang, Universitas Nasional HCMC dan Universitas Sosial dan Humaniora membuka studi Bahasa Indonesia.

Jumlah mahasiswa yang terdaftar sampai sekarang telah mencapai ratusan orang dan menurut universitas-universitas itu, minat untuk mempelajari Bahasa Indonesia cenderung meningkat.

Ia berpendapat sebagian pemuda Vietnam melihat adanya keperluan untuk mempelajari Bahasa Indonesia, mengingat kemungkinan meningkatnya hubungan bilateral kedua negara yang berpenduduk terbesar di ASEAN di masa depan.
Dan bila dilihat di mata internasional, maka bahasa Indonesia telah mendapat kedudukan yang tinggi yang di hargai oleh Negara – Negara lain. Kesemuanya itu adalah sebuah penghargaan untuk Bahasa Indonesia dan sebuah peristiwa yang penting untuk bangsa ini.

Dengan banyaknya lembaga penyelenggara pengajaran Bahasa Indonesia di luar negeri tentunya merupakan suatu potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyebarluaskan berbagai informasi tentang Indonesia.
Dapat dikatakan lembaga penyelenggara pengajaran BIPA di luar negeri itu merupakan agen Indonesia yang potensial untuk ikut serta memperkenalkan Indonesia di dunia internasional.Untuk itu sudah sepantasnya pemerintah termasuk perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri menjalin kerja sama yang lebih erat dengan lembaga-lembaga tersebut.

Sejak 15 tahun lalu, perbincangan tentang BIPA telah diselenggarakan dan sampai hari ini penyelenggaraan pengajaran Bahasa Indonesia ini tampaknya semakin tertata dengan rapi.Namun dalam perjalanannya, pengajaran BIPA bukan tidak mendapat tantangan atau hambatan yang tidak kecil. Bahkan untuk Sumut sendiri pengajaran BIPA terkesan jalan ditempat dan belum seperti yang diharapkan.

Kepala Pusat Bahasa Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Busmin Guming, mengatakan, penyelenggaraan pembelajaran BIPA di Sumut masih cenderung bersifat musiman. Hal ini ditandai dengan masih rendahnya jumlah institusi yang memberi perhatian khusus dan terencana untuk mengelola BIPA secara berkelanjutan. Keadaan ini menjadi tantangan serius bagi pemerhati dan penyelenggara BIPA seperti Balai Bahasa Medan.

Untuk itu, diperlukan perhatian serius untuk pengelolaan penyelenggaraan yang lebih baik, sehingga Sumut menjadi tujuan kunjungan penutur asing, baik yang berwisata, berbisnis atau bekerja dan tempat belajar Bahasa Indonesia yang lebih baik.
Menurut dia, perencanaan penyelenggaraan BIPA sangat dipengaruhi oleh jumlah penutur asing yang datang ke Sumut yang ingin mempelajari dan menguasai bahasa Indonesia untuk tujuan komunikasi.

Dalam kunjungan penutur asing ke daerah ini, dimulai dengan layanan dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris sejak dari kantor imigrasi, ke hotel, pusat-pusat perbelanjaan sampai dengan ke tempat bekerja atau tujuan wisata mereka
Keterpaduan layanan dengan Bahasa Indonesia yang baik dapat menginspirasi mereka untuk belajar Bahasa Indonesia.

Oleh karena itu banggalah kalian sebagai orang Indonesia dan pergunakanlah bahasa Indonesia ini untuk berkarya lebih dan mengharumkan nama bangsa Indonesia ini di mata dunia.

diposting dari :

http://www.hartartoanugerah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=91:tanggapan-dunia-internasional-terhadap-bahasa-indonesia&catid=38:tulisan-di-tahun-2010&Itemid=57

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image