BAB XI ERGONOMI

Nama : Asriana Novi Saesa

NPM : 10507029

KELAS : 3 PA 05

BAB XI

FAKTOR-FAKTOR MANUSIAWI DALAM DESAIN LINGKUNGAN KERJA

Kondisi Tanpa Bobot Dan Gejala Gravitasional

  • Pengertian kondisi tanpa bobot dan gejala gravitasional

Kondisi tanpa bobot tidak berarti tidak ada gravitasi. Kondisi tanpa bobot adalah gaya gravitasi yaitu gaya centripetal diimbangi oleh gaya inersial yang centrifugal. Kalau kita berdiri di atas permukaan bumi atau apa saja yang melekat di bumi, maka badan kita disanggah oleh tempat kita tegak itu. Gravitasi menarik kita ke bawah, badan kita disanggah maka kita akan merasakan tekanan. Inilah yang disebut bobot. Kalau kita jatuh bebas badan kita tidak disanggah oleh apapun juga, lalu kita tidak merasakan ada tekanan di telapak kaki, sehingga kita katakanlah dalam kondisi tanpa bobot. Demikianlah penjelasan tentang pemahaman kondisi tanpa bobot atau kehilangan berat tidak identik pengertiannya dengan tidak ada gravitasi.

Kondisi tanpa bobot merupakan peristiwa sederhana yang dapat dialami sesorang bila tidak ada gaya luar yang bekerja pada orang tersebut. Pada kondisi tanpa bobot ini, percepatan  yang dialami oleh seorang astronot sama ada kaitannya dengan tidak adanya  gaya gravitasi,  justru seorang astronot membutuhkan gaya gravitasi untuk dapat mengorbit bumi.Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta. Fisika modern mendeskripsikan gravitasi menggunakan Teori Relativitas Umum dari Einstein, namun hukum gravitasi universal Newton yang lebih sederhana merupakan hampiran yang cukup akurat dalam kebanyakan kasus. gaya gravitasi adalah “pengaruh” yang menyebabkan suatu obyek ter-tarik. (gaya adalah massa benda berbanding lurus terhadap akselerasi (m.a)). Gravitasi bukanlah Energy yang dipindahkan. Sebagai contoh, bumi yang memiliki massa yang sangat besar menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar untuk menarik benda-benda di sekitarnya, termasuk makhluk hidup, dan benda-benda yang ada di bumi. Gaya gravitasi ini juga menarik benda-benda yang ada di luar angkasa, seperti bulan, meteor, dan benda angkasa lainnya, termasuk satelit buatan manusia.

Beberapa teori yang belum dapat dibuktikan menyebutkan bahwa gaya gravitasi timbul karena adanya partikel gravitron dalam setiap atom.

  • Akselerasi Dan Efek Akselerasi terhadap Kerja

Akselerasi adalah suatu proses percepatan (acceleration), maka jika di kaitkan dengan istilah dalam ilmu ergonomi terkait dengan proses keselamatan kerja akibat adanya percepatan terhadap proses kerja. Proses akselerasi dalam kerja akan meringankan beban kerja akibat adanya percepatan kerja. Percepatan, Peningkatan, dan produktivitas adalah suatu perubahan nilai tambah dari hasil perbandingan antara Input dan Output dalam produk maupun jasa dengan akselerasi waktu yang optimal. GKM–3P adalah Sistim – “Percepatan untuk Peningkatan Produktivitas” dengan mengoptimalisasikan perangkat lunak tanpa investasi dalam waktu yang relatif singkat. Perangkat lunak adalah Proses kerja, Cara kerja, Waktu kerja, Skill kerja, Tata letak fasilitas, Peralatan penunjang kerja dan lain lain. Melalui metode 3P – Perangkat tersebut harus dimak-simalkan dalam fungsi dan penggunaannya dengan melakukan perbaikan-perbaikan tanpa investasi atau sedikit investasi dengan memperhatikan CARA, MUTU dan WAKTU.

Proses penerapan GKM-3P melalui peningkatan pekerjaan, peralatan dan lay-out. Pekerjaan meliputi Pekerjaan standard, Penilaian / tela’ah waktu , C.T & T.T, Penyamarataan dari kombinasi beberapa proses kerja, dan Mencari penyebab penghentian line. Peralatan meliputi Otomatisasi kecil pada mesin, Memperhatikan ergonomic dalam proses pekerjaan seperti : Berjalan, Membungkuk, Mengangkat dsb. Lay out meliputi Pola tata ruang dan tata letak, Perubahan arus dari sistim lot kepada arus tunggal, dan lain-lain.

  • Ilusi Dan Efek ilusi Terhadap Kerja

Ilusi adalah suatu kesalahan yang terjadi dalam konteks visualisasi terhadap suatu objek. Dalam ilmu ergonomi ilusi terjadi akibat adanya stress kerja yang terjadi akibat kelelahan fisik dalam bekerja yang dialami oleh manusia. Ilusi dalam ilmu ergonomi biasanya terkait dengan masalah antropometri yang seharusnya mengukur daya jarak visualisasi yang sesuai dengan kapasitas manusia, misalnya saat perancangan meja komputer, maka dalam antropometri akan dipertimbangkan beberapa aspek jarak pandang (visual) pada manusia untuk bisa nyaman saat berhadapan dengan layar komputer, sehingga kemampuan visual tidak terganggu dan tidak mengakibatkan stress kerja yang dapat mengakibatkan kekacauan visual dan dapat menimbulkan adanya ilusi yang muncul akibat adanya gangguan pada visualisasi tersebut.

Konsep dasar perlunya analisis keselamatan pekerjaan
Setiap peristiwa kecelakaan atau musibah selalu ada penyebabnya;
Setiap jenis pekerjaan atau tugas-tugas dapatlah diuraikan ke dalam suatu urutan tahapan proses kerja yang lebih sederhana;
Setiap tahapan proses kerja akan dapat dikenali potensi bahayanya; dan
Setiap potensi bahaya yang beresiko sebagai penyebab terjadinya kecelakaan atau kerugian pada setiap tahapan proses kerja akan dapat dicegah dan dikendalikan.
PRINSIP IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA, berdasarkan kelompok energi:
Energi gravitasi dan akselerasi
Energi listrik
Energi mekanik
Energi kimia
Energi panas
Energi tekanan atau pressure
Energi suara dan vibrasi
Energi radiasi
Energi peledakan
Energi manusia
Energi mikrobiologi
Potensi bahaya dapat diidentifikasi melalui;
Analisis kecelakaan, cedera dan kejadian hampir celaka
Konsultasi dengan pekerja
Walkthrough survey
Rekomendasi pengurus P2K3;
Laporan monitoring higiene industri;
Hasil tinjauan ulang operasional pabrik;
Hasil investigasi kecelakaan atau kejadian kecelakaan yang lalu;
Laporan K3 dan eksternal audit K3
Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB)
Peraturan perundang-undangan bidang K3 dan standar K3 yang berlaku;
Pengkajian dan pemantauan kesehatan pekerja;
Program identifikasi terhadap potensi bahaya manual handling;
Evaluasi resiko bahan-bahan berbahaya;
Tinjauan ulang terhadap pabrik dan peralatan kerja;
Analisa keselamatan pekerjaan untuk tugas-tugas berbahaya; dll
PRINSIP PENGENDALIAN POTENSI BAHAYA
1. Hazards Identification yaitu proses penilaian risiko dan pengurangan resiko untuk  

keselamatan kerja.
2. Risks Assessment yaitu proses pengukuran terhadap potensi bahaya dalam kerja.
3. Risks Control yaitu proses pelatihan untuk menghadapi berbagai potensi bahaya kerja.
4. Assignment yaitu proses pembagian tugas dalam menghadapi potensi bahaya tersebut.
5. Review of Control yaitu proses melihat kembali atau meninjau kembali berbagai

proses penanggulangan atau pengendalian potensi bahaya yang telah dilakukan.

Beberapa faktor yang berpengaruh dalam pemindahan material:

  1. Berat beban yang harus diangkat dan perbandingannya terhadap berat badan operator.
  2. Jarak horizontal dari beban relatif terhadap operator.
  3. Ukuran beban yang harus diangkat (beban yang berukuran besar) akan memiliki pusat massa (centre of gravity ) yang letaknya jauh dari operator, hal tersebut juga akan mempengaruhi pandangan operator.
  4. Ketinggian beban yang harus diangkat dan jarak perpindahan beban (mengangkat beban dari permukaan lantai akan relatif lebih sulit daripada mengangkat beban dari ketinggian pada permukaan pinggang).
  5. Beban puntir (twisting load) pada operator selama aktivitas angkat beban.
  6. Prediksi terhadap berat beban yang akan diangkat. Hal ini adalah untuk mengantisipasi beban yang lebih berat dari yang diperkirakan.
  7. Stabilisasi beban yang akan diangkat.
  8. Kemudahan untuk dijangkau oleh pekerja.
  9. Frekuensi angkat, yaitu banyaknya aktifitas angkat.

Referensi :

Indriyo Gito Sudarmo, 1984 ; Prinsip Dasar Managemen. BPFE Yogyakarta.

Sukanto Reksohadiprodjo, dan  Indriyo Gito Sudarmo , 1985, Management Produksi. BPFE Yogyakarta.

Munandar, AS. 1994. Pengantar Kuliah Psikologi Industri I. Edisi 1. Karunika Jakarta.

http://dianweb.org/Sehat/ADI6.HTM

etd.eprints.ums.ac.id/3552/1/D600010184.pdf

http://one.indoskripsi.com/node/7666

trescent.wordpress.com/…/ergonomi

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image