Berani Kerja di Lapangan, Kunci Sukses jadi Entrepreneur
Wiraswasta (entrepreneur) biasanya solusi yang paling banyak dipilih pascapemutusan hubungan Kerja (PHK). Namun sayangnya, banyak para wiraswasta dadakan ini gagal karena tidak mencurahkan segala sumber daya yang dia miliki secara maksimal.
“Seandainya 6.500 pegawai Dirgantara yang di-PHK, belajar -entrepreneur- ketika mereka masih duduk di bangku sekolah, saya pikir mereka akan memiliki kemampuan lebih baik dan mampu meng-entrepreneur- kan kompetensinya,” ungkap Vice President PT Primatama Karya Persada -JAPFA Comfeed Group Agus Wahyudi seperti dikutip dari situs Institut Pertanian Bogor (IPB) Selasa (25/5/2010).
Agus menambahkan, untuk menjadi seorang entrepreneur, seseorang harus berani mengambil setiap peluang dan menanggung konsekuensi. DIa juga harus berani bekerja hingga 20 jam tiap hari dan tidak menggunakan akhir minggu-nya untuk bersantai. Intinya, menjadi entrepreneur adalah pilihan hidup yang tidak mudah dan tidak instan. Kesuksesan seorang entrepreneur merupakan rangkaian perjuangan dan kumpulan dari kegagalan.
Agus yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Industri Peternakan Ayam Ras (PINTAR) Lampung juga mengingatkan, “Banyak orang ingin berhasil dalam bekerja, tapi enggan melaksanakan pekerjaan-pekerjaan lapang dan teknis. Karena merasa sudah lulusan perguruan tinggi, mereka pun tidak mau mengerjakan pekerjaan kasar.”
Alumnus Fakultas Peternakan (Fapet) IPB Angkatan 26 ini berbicara dalam Trobos Goes to Campus dan Workshop Public Speaking, beberapa waktu lalu di Kampus IPB Darmaga. Acara ini diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fapet dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB.
Agus juga mengisahkan perjuangannya mencapai jabatannya sekarang. Ditegaskan Agus, tidak ada waktu bersantai dalam melakukan pekerjaannya. Di saat orang lain libur, dia bahkan tidak segan mengendarai truk perusahaan untuk mengantar langsung sisa pakan di gudang kepada peternak. Tindakannya ini memperkuat hubungan emosional dengan pelanggan sehingga ketika ditawari produk kompetitor, mereka menolak. Selain itu, Agus juga berani menerima tantangan dari perusahaan yang saat itu dihindari semua manajer perusahaan karena mencurahkan energi, tenaga dan waktu yang tidak sedikit.
Dalam acara yang bertujuan meningkatkan kemampuan public speaking mahasiswa Fapet dan FKH IPB ini juga hadir Head of Organization Development PT Sierad Produce, Nikko Priambodo dan Praktisi Public Speaking Ahmad Yulianto sebagai pembicara.
Sumber: Okezone.com
Popularity: 1% [?]


