Biofuel Antisipasi Menipisnya Bahan Bakar Fosil
Keberadaan Biofuel sangat diperlukan untuk mengantisipasi semakin berkurangnya cadangan minyak fosil atau bahan bakar fosil. Terlebih Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam yang sangat mendukung produksi biofuels.
Peneliti dari Lembaga Lingkungan Hidup Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr Ir Mohammad Nurcholis M.Agr mengatakan dengan demikian diperlukan sinergi masyarakat, pemerintah, lembaga penelitian dan perguruan tinggi untuk meramu model pengembangan biofuels yang tepat untuk masing-masing daerah.
“Bahan bakar fosil kita kian menipis sehingga pengembangan biofuel mendesak dilakukan,” jelas Nurcholis, dalam workshop bidang Energi Terbarukan dengan tema ‘Membangun masyarakat Mandiri Energi’ di Asri Medical Center-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (AMC-UMY) Rabu (5/5/2010).
Workshop ini diselenggarakan oleh Pusat Studi Pengelolaan Energi Regional (PUSPER) UMY dengan Center Novem Belanda melalui proyek INDF.
Dia mengungkapkan, keberhasilan pengembangan biofuels dapat terlaksana dengan baik jika antara pemerintah, Perguruan Tinggi (PT), lembaga penelitian, perusahaan dan petani terjadi kerjasama yang baik. Selain itu keberhasilan pengembangan biofuels juga dapat dilakukan dengan meningkatkan kemanfaatan produk penghasil biofuels.
“Sehingga orientasi produk tidak hanya untuk biofuel tetapi dapat juga sebagai pakan ternak, pupuk organik serta meminimalkan produk atau limbah yang terbuang,” katanya.
Sementara itu peneliti dari PUSPER-UMY, Saibun S.T menambahkan, biogas yang dihasilkan dari kotoran sapi maupun hewan lain seperti babi maupun kerbau tidak berbau dan berwarna, kemudian apabila dibakar akan menghasilkan nyala biru seperti gas LPG.
Untuk memperoleh biogas yang baik, kotoran-kotoran sapi tersebut mengalami proses pemurnian. Proses pemurnian dilakukan untuk menghilangkan semua zat yang ikut tercampur, antara lain, CO2, H2S, H2o.
“Jika zat-zat tersebut masih ikut tercampur, zat-zat tersebut akan menggangu proses pembakaran yang terjadi. Sehingga semakin bagus proses pemurnian, api pembakaran yang dihasilkan juga semakin baik,” kata Saibun. (Satria Nugraha/Trijaya/rhs)
Sumber: Okezone.com
Popularity: 1% [?]


