About the Author

author photo

Cool, Calm and Confidence

See All Posts by This Author

Fenomena Gadget Mahal di Kalangan Remaja

Perkembangan Teknologi dari tahun ke tahun sudah menunjukkan kemajuan yang sangat dahsyat sehingga bisa mempengaruhi “life style” seseorang, sebagai bukti contoh kecil gadget yang sudah tidak asing lagi di telinga kita yaitu telephone cellular atau handphone, karena pada zaman sekarang ini hampir semua kalangan tidak mengenal batas umur, waktu, ruang dan status sosal baik anak – anak, remaja, orang tua, pebisnis, pedagang dan lain – lainnya sudah tidak bisa lepas lagi dari yang namanya teknologi tersebut, kebutuhan hidup untuk bisa selalu terhubung dengan sesama, bersosialisasi, prastise dan gengsi sudah merupakan suatu alasan. Namun terlepas dari itu semua sudah sepatutnya kita waspada juga karena semakin pesat suatu perkembangan hal yang baru bukan merupakan suatu hal yang tidak mungkin dapat menimbulkan dampak negatifnya.

Sebagaimana contoh baru – baru ini yang sering terjadi dikalangan anak – anak yang tidak sedikit sampai merengek – rengek minta pada orang tuanya untuk dibelikan handphone tersebut hanya karena untuk gengsi – gengsian tanpa melihat dari fungsi handphone tersebut. Untuk sebagian kalangan orang tua yang mampu dari segi financial itu bukan merupakan suatu masalah dengan mengeluarkan kocek dari ratusan sampai jutaan rupiah, namun yang jadi masalah dan bahkan kita kalau mendengar pun akan terasa sangat miris sekali yaitu seandainya orang tua nya tersebut bukan dari kalangan yang bisa dikatakan mampu dari segi financial, tidak jarang kita mendengar orang tua sampai pinjam uang, atau bahkan sampai jual – jual barang berharga hanya untuk memenuhi kebutuhan gadget sang anak. Bahkan ada beberapa kasus anak – anak remaja yang sampai rela menghabisi masa hidupnya hanya karena tidak dapat dipenuhi keinginannya untuk memiliki gadget mahal tersebut. Tentunya sebagai orang tua wajib memperhatikan anak – anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan – pergaulan yang hanya mementingkan gengsi. Seperti yang dilansir, menurut Sosiolog FISIP Universitas Indonesia, Kahardityo Suprapto yang menekuni soal komunitas informasi di Jakarta, anak muda inilah yang dinamakan generasi platinum atau ada juga yang menyebutnya sebagai generasi Z. “Saya lebih condong menyebutnya the native gadget. Namun, esensinya sama, mereka sangat paham berinteraksi dengan gadget atau peralatan komunikasi informasi,” ujarnya. Generasi platinum punya karakter unik yang lebih eksploratif selaras arah perkembangan teknologi dan berbasis jejaring sosial.

Tentang penyebutan generasi Z, Kahardityo mengatakan, sebetulnya melanjutkan penyebutan generasi sebelumnya yang dinamakan generasi X dan Y.”Generasi Z ini beda sekali jika dibandingkan dengan generasi X yang lahir tahun 1965 hingga 1980. Beda juga dengan generasi Y atau Generasi Milenium yang lahir tahun 1981-1995,” ujarnya. Perbedaan paling mencolok bisa dilihat dari kemampuan memanfaatkan gadget. “Saking keranjingan, mereka seperti disetir oleh industri teknologi, yang semua produknya langsung ditelan mentah-mentah,” ujarnya.

Oleh karena itu Berbijak hatilah kita sebagai generasi muda dalam menyikapi suatu perkembangan Teknologi, lihatlah sisi penggunaan yang kita anggap perlu, jangan sampai kita tergoda dan terjerumus dalam tuntutan prestise, gengsi ataupun cuman gaya – gayaan saja. Karena gadget mahal bukanlah suatu tuntutan atau jaminan kita akan menjalankan hidup ini bisa lebih baik. Setuju atau tidak memang ini merupakan suatu fenomena yang tidak bisa kita pungkiri lagi, tergantung bagaimana kita menyikapi.

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image