About the Author

author photo

Cool, Calm and Confidence

See All Posts by This Author

KEJAHATAN PERBANKAN BERBASIS IT

Tentunya kita sudah tidak asing lagi mendengar berbagai macam bentuk kejahatan – kejahatan dalam dunia perbankan yang berbasis IT, sebagai contoh yang baru – baru ini marak terjadi di Negara kita Bank – Bank Ternama pun sudah menjadi sasaran empuk para pembobol, entah apa niat mereka, apakah mereka tidak berfikir jernih mengenai dampak – dampak yang akan terjadi seandainya dengan tangan dinginnya mereka dan perasaan tak berdosa mereka dengan seenaknya mengambil uang yang jelas – jelas bukan haknya mereka???? Hufffhhhhh…dasar Pembobol sialan….!!!! Yang jelas seh satu kata buat Para Pembobol yaitu “BANGSAT”!!! he he he…… (Maaf Agak Vulgar)  kembali ke topic utama, yaaaa intinya saya hanya mau memperkenalkan beberapa bentuk kejahatan dalam dunia perbankan yang tentunya berbasis IT, tapi sebelum di paparkan lebih jauh lagi mengenai bentuk – bentuk kejahatannya, mungkin ada baiknya kita mereview dulu beberapa kasus yang sudah terjadi akhir – akhir ini….. Menurut Restu Iska Anna Putri, praktisi ekonomi keuangan, tinggal di sidoarjo “Carilah uang, ttang halal kalau bisa. Kalau tidak, uang apa sajalah”(Quintus Horatius Flaccus). Adagium dari satiris Yunani kuno yang hidup pada 65-8 SM itu serasa tepat untuk menggambarkan aksi para pembobol rekening lewat ATM, yang tengah jadi sorotan publik. Kita, khususnya yang punya kartu ATM, para bankir, polisi, atau pemerintah terkejut dan cemas melihat aksi pembobolan ATM yang menimpa enam bank nasional dan menguras uang nasabah sampai sekitar Rp 5 miliar (Koran Tempo, 22 Januari). Keenam bank itu adalah BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Permata, dan Bank Internasional Indonesia. Kasus pembobolan ATM mulai diterima pada 16 Januari 2010 dengan alat bernama skimmer. Alat itu konon bisa mengcopy data kartu ATM asli nasabah, termasuk PIN, tidak lebih dari satu menit. Pemakaian alat canggih ini mengindikasikan pelaku berasal dari sindikat internasional. Menurut Sekretaris Perusahaan BRI Muhammad Ali dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Sudirman, Jakarta, pada 21 Januari lalu, pembobolan ATM ketiga nasabah BRI di Bali temyata lewat pengambilan tunai di Moskow dan Toronto lewat jaringan ATM Cirrus. Memang pembobolan ATM lewat skimmer sudah banyak terjadi di mancanegara. Banyak negara telah menjadikan pembobol ATM dengan skimmer ini sebagai public enemy karena bisa menggoyahkan stabilitas ekonomi, khususnya bisnis perbankan yang berdasar pada kepercayaan.Pembobolan ATM memakai skimmer kah ini jelas lebih canggih dibanding pembobolan ATM yang masih memakai teknik lama. Selama ini sudah marak terjadi pembobolan ATM lewat call center palsu. Modusnya, ketika kartu ATM seorang nasabah bank tertelan mesin, lalu biasanya ada orang yang meminta si nasabah menghubungi call center palsu dan meminta memberitahukan PIN-nya.Alhasil, uang si nasabah akhirnya bisa dikuras lewat ATM. Pembobolan ATM kali ini juga berbeda dengan kejahatan via SMS, yang menyebutkan korban mendapat hadiah miliaran rupiah atau mendapat mobil. Di ujung pesan singkat itu, korban diminta menghubungi nomor tertentu, lalu diminta pergi ke gerai ATM dan mentransfer sejumlah uang kepada pelaku kejahatan untuk pajak mobil atau hadiah. Banyak korban mengaku terhipnosis, sehingga rela mentransfer uang, dan saldonya habis terkuras dalam sekejap. Modus operandi semacam ini sudah memakan banyak korban. Nahhh….sudah menyimak kan betapa pintarnya para Hacker – Hacker yang menyalah gunakan kemampuannya ini…..luar biasa sekali memang, dan satu pertanyaan kenapa itu bisa terjadi bukannya suatu pertanyaan yang baru, sudah sapatutnyalah kita sebagai umat manusia yang beradab memang harus dibeli akal yang sehat, pengetahuan yang cukup dan keimanan yang kuat agar kita selalu terhindar untuk memicu tindakan criminal tersebut. Oya, bentuk – bentuk Kejahatan Perbankan yang sering terjadi ini umumnya melalui beberapa cara yang diantaranya yaitu : 1. Skimmer (menangkap data di magnetic strip) Skimming adalah penggunaan secara fisik reader sekunder untuk menangkap magnetic di belakang kartu kredit atau kartu debet. Skimmer dan keypad sekundernya digunakan untuk menangkap nomor account dan PIN ATM di box ATM. Sayangnya, ketika konsumen melakukan transaksi via ATM, konsumen tidak menyadari bahwa account-nya telah disadap. Kriminalitas ATM ini dimulai dengan menangkap nomor account ATM di slot ATM card pada umumnya, dan kemudian skimmer akan merekam informasi account dari ATM card. 2. Sniffer (menangkap paket data yang lalu lalang di jaringan komunikasi) Sniffer adalah suatu aplikasi penyerang untuk melakukan pencurian ataupun penyadapan data. Data yang dimaksud tidak akan hilang secara fisik, namun akan disadap. Penyadapan ini sangat berbahaya, karena biasanya yang menjadi sasaran penyadapan ini adalah data-data penting seperti data pribadi (username, password, nomor authorisasi, dst). Hal ini dapat dicegah dengan cara terlebih dahulu melakukan enkripsi data sebelum data dikirimkan ke jaringan atau Internet, misalkan dengan menggunakan ssh atau secure shell yang berfungsi mengenkripsikan data dengan cara enkripsi 128 bit. 3. Keylogger (menangkap apa yang diketikkan di keyboard komputer) Keylogger adalah suatu aplikasi atau software yang dapat mengunci tombol keyboard dengan menggunakan program logger tertentu. Sehingga, apapun yang diketikkan oleh user di layar monitor, dapat terekam. Artinya, meskipun saat mengetikkan password di kotak password yang tampil di monitor hanyalah ‘*****’ misalnya, namun isi password tersebut dapat terekam dan otomatis dapat terbaca. Hasil rekaman ini akan langsung tersimpan pada komputer dan dikirimkan melalui internet kepada si pencuri data tersebut. Bisa lewat e-mail, irc atau bahkan bisa diamati langsung secara realtime melalui web. 4. Phishing (personal information fishing, dengan situs abal-abal, social engineering) Phising , adalah tindakan memperoleh informasi pribadi seperti User ID, PIN, nomor rekening bank, nomor kartu kredit Anda secara tidak sah. Informasi ini kemudian akan dimanfaatkan oleh pihak penipu untuk mengakses rekening, melakukan penipuan kartu kredit atau memandu nasabah untuk melakukan transfer ke rekening tertentu dengan iming-iming hadiah. Bagaimana phishing dilakukan? Teknik umum yang sering digunakan oleh penipu adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan alamat e-mail palsu dan grafik untuk menyesatkan Nasabah sehingga Nasabah terpancing menerima keabsahan e-mail atau web sites. Agar tampak meyakinkan, pelaku juga seringkali memanfaatkan logo atau merk dagang milik lembaga resmi, seperti; bank atau penerbit kartu kredit. Pemalsuan ini dilakukan untuk memancing korban menyerahkan data pribadi, seperti; password, PIN dan nomor kartu kredit
  • Membuat situs palsu yang sama persis dengan situs resmi.atau . pelaku phishing mengirimkan e-mail yang berisikan link ke situs palsu tersebut.
  • Membuat hyperlink ke web-site palsu atau menyediakan form isian yang ditempelkan pada e-mail yang dikirim.

5. Typo Site Modus kejahatan typo site ini terbilang cukup unik dan seringkali tidak disadari oleh korbannya. Caranya, pelaku membuat situs yang memiliki nama yang hampir serupa dengan situs resmi lainnya. Misalnya saja, sebuah situs resmi yang memiliki alamat di http://anakku.com/ dibuat samarannya dengan alamat http://anaku.com/. Nyaris tak bisa dibedakan bukan? Typo site dapat dengan mudah dibuat untuk domain .COM, .NET, .ORG, dan beberapa jenis domain lainnya. Setiap orang bisa menamakan situsnya tersebut dengan nama apa saja selama domain itu belum dimiliki orang lain. Dan kemudian si pembeli nama-nama domain yang mirip itu dapat membuat tampilan situsnya 100% mirip aslinya, sehingga seringkali orang yang salah ketik tidak menyadari bahwa ia sebenarnya berada di situs yang salah. Biasanya yang sering disalahgunakan adalah situs-situs dari bank resmi. Tujuannya tak lain adalah untuk menangkap user ID, password atau data-data pribadi lainnya. Data-data tersebut kemudian dimanfaatkan untuk melakukan transaksi illegal. Nahhh….sekarang sudah tau kan???

So…Be Aware Guys……Tetap Berhati – hatilah…..karena kalau ga salah kata Bang Napi Bilang “KEJATAHAN BUKAN HANYA KARENA ADA NIAT DARI PELAKUNYA, TAPI KARENA ADA KESEMPATAN, MAKA WASSSPADALAHHHH……WASSSPADAAALAAHHHH…”

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image