KURANGNYA MOTIVASI BELAJAR

KURANGNYA MOTIVASI BELAJAR

Tidak semua anak yang masih mengecap pendidikan SD sampai SMU mempunyai minat yang tinggi dalam belajar. Banyak yang lebih menarik perhatiannya dari pada harus belajar. Sehingga mereka tidak betah duduk mendengarkan materi yang disampaikan oleh guru.

Intinya, belajar bukan hal yang menarik yang mereka rasakan. Sekolah hanya sekadar mengisi waktu kosong atau sekadar ikut-ikutan, setelah itu pulang. Apalagi harus mendengarkan materi pelajar yang monoton. Sangat di syukuri bila guru tidak masuk. Anak-anak bersorak gembira karena tidak terbebani hari itu.

Pada akhirnya mereka lebih memilih hal-hal baru yang membuat senang mereka. Hal yang paling menarik bagi mereka adalah teknologi. Internet, televisi, games, handphone, dan lain sebagainya. Bila hal ini yang lebih mendominasi dari minat mereka, maka orang dan guru yang akan pusing. Guru mungkin akan menyalahkan orang tua, sebaliknya orang tua malah menyalahkan guru. Sehingga tidak akan ditemukan solusinya. Sebab bagaimanapun juga ini akan berpengaruh pada masa depan anak.

Sebagai mahasiswa yang pernah juga merasakan iklim belajar selama di SD-SMU, perlu mensiasati penyebab kurangnya motivasi belajar anak. Pertama, peran guru dalam hal ini harus mampu menyampaikan materi semenarik mungkin. Melebihi daya tarik teknologi yang senang digandrungi mereka. Nah, inilah yang dinamakan seni dalam mengajar.

Selain itu seorang guru senantiasa membuat hal-hal yang baru dari sebuah materi yang lebih dekat dengan kehidupan anak. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah sentuhan komunikasi. Penyampaian yang lembut, penuh sapaan, komunikatif akan lebih baik bila penyampaian guru yang tegang, kaku, apalagi marah-marah membuat si anak menjauh dari pelajaran.

Kedua, orang tua tidak harus frustasi dengan anak-anaknya yang lebih menyukai internet atau teknologi lain. Bila hal ini terjadi pada anak, orang tua bisa membimbing anak untuk menganalisis dari sebuah teknologi tersebut.

Bagaimanapun keutuhan pencapaian dalam memotivasi anak dalam belajar perlu sinergitas antara sekolah dan rumah, guru dan orang tua. Sehingga terjalin kerja sama dalam mengarahkan anak ke zona pembelajaran yang positif.

Mata Kuliah : Pendidikan Kewarganegaraan

Sumber : www.riaupos.com

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image