Modifikasi Perilaku

Disusun oleh :
1. Ayu merita (10507032)
2. Cucu Susilawati (10507042)
3. Dwi Putri (10507062)
4. Vennie Shella (10507248)

BAB 1

A. Latar Belakang Masalah
Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya jaman, banyak sekali perubahan yang terjadi. Perubahan itu menyelimuti hampir seluruh aspek kehidupan. Salah satu dari perubahan-perubahan itu adalah perubahan sosial. Hollander (1981) menyatakan bahwa perubahan sosial adalah suatu proses adaptasi terhadap keadaan dan kondisi baru yang diakibatkan oleh semakin terbukanya informasi, kontak budaya dan inovasi teknologi yang terus menerus. Perubahan sosial ini ternyata juga menimbulkan akibat bagi manusia itu sendiri.
Adanya perubahan yang terjadi di dalam masyarakat, juga ikut merubah nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat itu sendiri, terjadinya pergeseran nilai-nilai di dalam masyarakat, termasuk di dalamnya masalah-masalah pergaulan bebas, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, alkoholisme, seks bebas dan sebagainya. Akibat terjadinya pergeseran nilai tersebut, tampak adanya kecenderungan untuk semakin bersikap dan berperilaku negatif dan buruk (Hollander, 1981).
Adanya perubahan nilai-nilai di masyarakat juga mempengaruhi gaya hidup seseorang, salah satunya adalah cara berpakaian. Banyak sekali remaja wanita atau wanita dewasa yang berpakaian minim. Mereka tanpa rasa malu sedkitpun mengenakan pakaian yang minim. Hal tersebut wajar, karena memang terpengaruh oleh perubahan-perubahan nilai budaya tersebut.
Banyak sekali yang meganggap bahwa, berpakaian minim adalah suatu gaya yang sedang musim dan marak. Namun bagi sebagian orang berpakaian minim adalah sesuatu hal yang sangat tidak baik, negative, dan tidak pantas, karena tidak sesuai dengan norma-norma dan nilai yang berlaku di masyarakat, khususnya di Indonesia yang masih menganggap bahwa aurat adalah sesuatu hal yang harus dijaga.
Maraknya perilaku berpakaian minim, terjadi arena para remaja wanita melakukan perilaku imitasi atau modeling. Mereka meniru gaya berpakaian yang sedang model melalui media televisi, media cetak dan meniru orang lainyang telah lebih dulu mengenakan pakaian minim. Sesuai dengan teorinya Bandura (2007) yang mengatakan bahwa seseorang terkadang berperilaku mengikuti perilaku orang yang ada di sekitarnya, mereka melakukan imitasi dan modeling. Hal ini wajar karena terkadang seseorang berperilaku terpengaruh karena adanya pengaruh dan penilaian-penilaian dari orang di sekitarnya.

B. Tujuan Observasi
Tujuan dari observasi ini adalah untuk mengetahui faktor apa sajakah yang menjadi penyebab pada wanita berpakaian minim ditempat umum tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dampak-dampak apa sajakah yang ditimbulkan pada wanita yang berpakaian minim ditempat umum tersebut.

C. Manfaat Observasi
Manfaat dari penelitian ini antara lain:
1. Manfaat Teoritis
Observasi ini diharapkan dapat menambah ragam khasanah ilmu pengetahuan di bidang psikologi, khususnya psikologi sosial, psikologi kepribadian, antropologi. observasi ini juga diharapkan dapat menjadi acuan bagi penulis selanjutnya yang berkaitan dengan mengubah perilaku berpakaian minim ditempat umum.
2. Manfaat Praktis
Observasi ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat luas khususnya para wanita, mengenai dampak dari berpakaian minim ditempat umum. Agar para wanita dapat terhindar dari pelecehan seksual. Selain itu juga observasi ini diharapkan mampu memberikan solusi bagi para wanita yang masih suka berpakaian minim ditempat umum, agar dapat mengubah perilakunya tersebut agar terhindar dari hal-hal yang negatif.

BAB 2

1. Kebudayaan dan Perubahan Kebudayaan

Teori-teori yang dijadikan pedoman dalam membahas dan menganalisis perubahan kebudayaan ini diantaranya adalah teori-teori kebudayaan dan perubahan kebudayaan, serta teori perubahan sosial. Pengertian kebudayaan yang digunakan dalam pembahasan ini adalah pengertian kebudayaan menurut tokoh antropologi aliran ideasionalisme, seperti dikemukakan Goudenough (1961: 521), bahwa kebudayaan adalah sistem gagasan, sistem ide atau sistem kognitif dari suatu kelompok masyarakat, yaitu suatu sistem yang terdiri dari pengetahuan, nilai-nilai, dan norma norma yang berada dalam alam pikiran individu-individu anggota masyarakat, yang tersusun sebagai suatu pedoman dalam mengatur pengalaman dan persepsi mereka, menentukan tindakan, dan memilih alternatif yang ada. Berdasarkan pengertian kebudayaan yang dikemukakan di atas, maka perubahan kebudayaan suatu masyarakat dipahami sebagai perubahan pada tatanan ideasional pada sistem gagasan, sistem ide, sistem kognitif, yaitu pada aspek pengetahuan, nilai-nilai, dan norma-norma yang dianut oleh masyarakat yang bersangkutan. Pada antropologi Ada tiga wujud kebudayaan yakni ideas,activities, dan artifacs. tetapi secara simbolis digambarkan sebagai empat lingkaran konsentris yaitu :
1. Lingkaran 1 seperti bangunan megah seperti candi Borobudur, benda-benda bergerak seperti kapal tangki, computer dll. Hal tersebut bersifat konkret dan dapat diraba serta difoto.
2. Lingkaran 2 menggambarkan wujud tingkah laku manusianya misalnya menari, berbicara, tingkah laku dalam melakukan pekerjaan dll.kebudayaan dalam wujud ini masih bersifat konkret dapat difoto.
3. Lingkaran 3 menggambarkan wujud gagasan dari kebudayaan,dan tempatnya adalah dalam kepala tiap individu warga kebudayaan yang bersangkutan, yang dibawanya ke mana pun ia pergi. Kebudayaa dalam wujud ini bersifat abstrak tidak dapat difoto.
4. Lingkaran adalah 4 gagasan-gagasan yang telah dipelajari oleh para warga suatu kebudayaan sejak usia dini, dan sangat sukar diubah.
Perubahan pada tatanan ideasional akan membawa pada perubahan pola perilaku, interaksi sosial, dan tindakan-tindakan; perubahan-perubahan itu akhirnya akan menimbulkan perubahan social. Mengacu pada konsep kebudayaan yang dikemukakan di atas, berarti mempelajari perubahan kebudayaan suatu masyarakat dapat dilakukan dengan mempelajari perubahan sosial, yaitu perubahan pada pola-pola perilaku dan interaksi sosial anggota masyarakat yang bersangkutan, karena perilaku dan tindakan itu merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan (manunggal) dengan sistem kognitif; dengan kata lain, perilaku dan tindakan adalah konsekwensi logis dari sistem gagasan sebagai pedoman hidup.
Berkenaan dengan perubahan sosial kami petik pandangan seorang ahli , katanya, perubahan sosial merupakan perubahan penting dari struktur sosial. Yang dimaksud struktur sosial adalah pola-pola perilaku dan interaksi sosial. Dengan demikian, perubahan struktur sosial adalah perubahan pola-pola perilaku dan interaksi sosial. Menurut pakar lain, perubahan sosial adalah variasi atau modifikasi dalam setiap aspek proses sosial, pola sosial, dan bentuk-bentuk sosial, serta setiap modifikasi pola antar hubungan yang mapan dan standar perilaku.
Perubahan kebudayaan menurut ahli yang lain dapat terjadi antara lain melalui proses akulturasi, asimilasi, dan inovasi; dan perubahan kebudayaan itu pada dasarnya merupakan modifikasi yang terjadi pada perangkat-perangkat ide dan disetujui secara sosial oleh warga masyarakat yang bersangkutan. Perubahan terjadi antara lain melalui proses substitusi, inkrepentasi, difusi atau karena adanya inovasi, sementara perubahan tersebut melalui tahapan tertentu, seperti (1) tahap inovasi, (2) tahap pengintegrasian inovasi, dan (3) tahap terminal . Biodata

2. Self Mangement
CONTOH KASUS PADA SELF MANAGEMENT
Contoh 1:
Suatu waktu, ketika Murray baru saja lulus kuliah dan bekerja full time. Tetapi ia harus mengorbankan kebiasaannya dalam berlari sejauh 5 mil selama 5 hari dalam 1 minggu. Suatu saat ia menyadari bahwa ketika ia tidak melakukan kebiasaannya ia merasa kurang sehat. Pada akhirnya ia merencanakan melakukan self management. Pertama ia membuat sebuah data didalam computer ia mencatat waktu, jarak, dan hari, untuk setiap harinya dalam 1 minggu hingga tujuannya untuk berlari 5 mil dalam 5 hari?minggu tercapainya. Ia menaruh table itu di meja kerjanya agar selalu dapat dilihat dan melaksanakannya.
Murray juga membuat grafii bersama da ia bergabungkdimana ia mencatat hasil jarak ia berlari dalam 1 harinya selama 1 minggu. Setelah sarapan pagi ia selalu berlari sejauh 1 mill, lalu kembali kerumah dan berangkat kerja. Berikutnya ubtuk mencegah terjadinya kebosanan dalam menghadapi rutiunitas ia menganjak teman-temannya untuk berlari bersama dan ia bergabung dengan klub lari local hingga ia mempunyai teman untuk berlari setelah kerja.

DEFINISI MASALAH SELF MANAGEMENT
Hal ini menyangkut perilaku targer (Target Behavior) yang konsekuensi langsungnya berbeda dengan keinginan jangka panjang. Kenyataannya perilaku target yang tidak diinginkan untuk menurun diperkuat oleh konsekuensi langsung, meskipun keinginan jangka panjang negative. Atau, perilaku yang diinginkan untuk meningkat justru ditekan oleh konsekuensi langsung jangka panjang yang positif.
Penjelasan di atas merupakan dari apa yang sering terjadi dalam perilaku manusia. Di mana manusia ketika ingin menghilangkan suatu stimulus negative yang memiliki jangka waktu yang lebih pendek akan lebih susah untuk dihilangkan, karena menghasilkan respon langsung dan perilaku target yang seharusnya bisa dimunculkan akan lebih susah karena hasil respon yang dirasakan sangat lama munculnya setelah adanya proses dilakukan.

DEFINISI SELF MANAGEMENT
Self Management muncul ketika seseorang berhadapan dengan suatu perilaku pada saat yang sama dengan keinginan untuk mengkontrol munculnya perilaku lain. Self management adalah penggunaan strategi modifikasi perilaku untuk merubah perilaku diri sendiri.

JENIS-JENIS STRATEGI SELF MANAGEMENT
Dalam melakukan self-management ada jenis-jenis strategi yang bisa digunakan oleh perilaku self-management.
a. Goals Setting & Self Monitoring
b. Antecendent Manipulation
c. Behavioral Contracting
d. Aranging Reinforcers & Punishers
e. Social Support
f. Self Instruction & Self Praise

KASUS
a. Biodata
NAMA : C
UMUR : 18 TAHUN

b. Masalah
Subjek berumur 18 tahun dan seorang perempuan, ia suka sekali memakai pakaian minim dan terbuka ditempat umum. Tanpa ada rasa malu walaupun ia sudah ditegur oleh orang tuanya agar tidak berpakaian seperti itu. Subjek tidak ingin ketinggalan jaman dan subjek terlalu mengikuti trend mode yang ada tanpa memperdulikan semuanya.

c. Tujuan
Untuk mengubah perilaku menyimpang berpakaian minim ditempat umum.

d. Hasil Wawancara
wawancara
1. Penanya : kenapa sih kamu suka pake baju yang mini-mini gitu?
Penjawab : keren aja kak,lagi juga lagi tren gitu,biasanya baju yang lucu-lucu
Bentuk tanktop dan mini-mini gitu.
2. Penanya : kamu nyaman ga pakai baju itu di tempat umum?
Penjawab : nyaman-nyaman aja kak.
3. Penanya : kamu ga takut kulitnya hitam?
Penjawab : ga si kak,kan naik mobil,kalau ga naik mobil paling aku pakai sweater.
4. Penanya : kamu pernah ga ada yang ngusilin atau ngegodain kamu?
Penjawab : ada si paling Cuma godain-godain doank.
5. Penanya : biasanya kalau di sekolah bajunya mini-mini juga?
Penjawab : ya kak abis kalau baju aku ga pada di kecil-kecilin kelihatan cupu ga gaul.
6. Penanya : pernah kena razia atau di tegor guru ga baju kamu serba kecil gitu?
Penjawab : waah sering kak,aku suka kena point pelanggaran di sekolah terus kadang
Kadang suka di coret dan di gunting ma guru aku.
7. Penanya : kamu ada keinginan ga sih buat pake baju yang lebih sopan?
Penjawab : ada si tapi untuk sekarang belum deh masih mau nikmatin masa muda ka.
8. Penanyan : orang tua kamu pernah komentarin ga cara pakaian kamu?
Penjawab : dikomentari si ka tapi aku cuekin aja.

e. Hasil Observasi
OBSERVASI
NAMA : C
UMUR : 18 TAHUN
ALAMAT : BEKASI
Hari 1/23-02-2010
Jam 17.00 : subjek pergi ke salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta dengan memakai rok
mini dan baju sabrina(yang leher terbuka lebar)
Jam 9.00 : subjek menuju ke salah satu teater di Jakarta dengan memakai rok mini dan baju Sabrina.

Hari 2/24-02-2010
Jam 16.00 : subjek pergi kesalah satu café di daerah Jakarta dengan memakai dressan mini yang berbentuk tanktop

f. Rancangan :
A. Alasan treatment
Untuk bisa mengubah subjek menjadi lebih baik dan bisa mengubah cara berpakaiannya karena bisa berdampak pada dirinya di khalayak umum

B. Gambar
Langkah-langkah rancangan self management

C. Penjelasan treatment
a. Making Decicion to engage in self management
membuat keputusan untuk mengubah perilaku berpakaian minim tersebut
b. Defining the target Behavior & Competing Behavior
mengubah cara berpakaian minim di tempat umum menjadi berpakaian yang lebih sopan di tempat umum.
c. Goals Setting
merencanakan target seperti yang setiap hari selalu berpakaian minim menjadi minggu pertama sebanyak empat kali berpakaian minim,minggu kedua tiga kali berpakaian minim,minggu ketiga 2 kali berpakaian minim dan seterusnya sampai tidak berpakaian minim setiap harinya.

d. Self Monitoring
membuat agenda berupa catatan checklist apakah dirinya mampu melaksanakan target yang sudah dibuat dalam goal setting. Dengan tujuan agar dirinya tau sampai mana perkembangannya untuk merubah berpakaian minimnya tersebut.
e. Functional Assessment
apabila subjek masih sulit untuk mengubah perilakunya,subjek menggunakan baju penutup seperti sweater. Sehingga dapat mengurangi perilaku buruknya tersebut.
f. Choosing Apropriate Self Management Strategies
Disini strategi yang digunakan adalah goals setting dan self monitoring,
antecedent manipulation, arranging reinforcers & punishers,dan self instruction
&self praise adapun penjelasannya adalah :
1. Subjek menulis jadwal berpakaiannya dari hari senin sampai hari minggu lalu
ditempel didinding kamarnya, di kamar mandi, ruang makan dengan tampilan
yang menarik.
2. Seperti pada target di goals setting,seperti contoh minggu pertama ia hanya boleh
berpakaian minim empat kali maka sebanyak empat kali tersebut ia boleh
berpakaian terbuka tetapi dengan syarat memakai sweater.
3. apabila dalam goal setting subjek melanggar jadwal yang ada maka subjek harus
mendapat hukuman dari orang terdekatnya sepertinya ibunya. Ibunya harus
memberikan hukuman sepreti memotong uang jajannya sebanyak Rp 15.000/hari
4. subjek dapat mempengaruhi perilakunya sendiri dengan cara berbicara kepada
dirinya sendiri seperti “ aku pasti bisa tampil keren dan modis di tempat umum
tanpa menggunakan pakaian yang minim” setelah berhasil subjek bisa
melakukan self praise dengan mengatakan “dengan pakaian ini aku lebih elegant
dan anggun”

g. Evaluating Change
Pada tahap ini subjek diminta untuk melihat catatan checklistnya apakah
Perubahan perilakunya sudah menjalani semua program-programnya dengan
Atau tidak.
h. Reevaluting Self Management Strategies
disini bisa terlihat hasil dari perubahan perilaku subjek berhasil atau tidak.
Apabila tidak berhasil maka subjek harus mengulang strateginya tersebut.

i. Implementing Maintenance Stategies
setelah berhasil dalam evaluasi maka semua program-program modifikasi
perilaku tetap berjalan sehingga bisa menjadi suatu kebiasaan pada dirinya nanti.

PENUTUP

Kesimpulan
Ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil diakhir pembahasan ini, antara lain sbb.:
1. Bahwa perubahan budaya suatu kelompok masyarakat dapat berlangsung melalui berbagai cara dan proses, misalnya melalui proses substitusi, inkrepentasi, asimilasi, dan proses inovasi. Proses substitusi, yaitu penggantian unsur yang lama dengan unsur yang baru yang secara fungsional dapat diterima oleh unsur yang lainnya atau kehilangan suatu unsur atau seperangkat unsur-unsur tanpa ada penggantinya. Perubahan juga dapat berlaku melalui proses inkrepentasi, yaitu penambahan unsur-unsur baru dalam sebuah kebudayaan tanpa mengganti unsur-unsur yang sudah ada dalam kebudayaan tersebut. Perubahan dapat terjadi karena adanya persebaran unsur-unsur budaya dari luar, dan karena adanya upaya pembaharuan atau inovasi.

Saran
Beberapa saran yang dapat diambil diakhir pembahasan ini, antara lain sbb :
1. Bagi pihak pendidik, diharapkan dapat mengetahui bagaimana membentuk etika dan adat istiadat dan norma agama anak didiknya sejak dini. Misalnya adanya interaksi dan komunikasi terhadap anak sehingga anak dapat lebih diperhatikan.
2. Bagi pihak orang tua anak, diharapkan orang tua dapat membentuk perilaku anaknya seperti cara berpakaian yang baik dan sewajarnya, dan menerapkan disiplin berpakaian.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image