About the Author

author photo

Cool, Calm and Confidence

See All Posts by This Author

Persepolis

Oke, jadi gini.. Tadi malam saya baru saja dan akhirnya kesampaian untuk menonton film ini. You know what : Persepolis.
Have you ever heard this film before? not only film sih, ada juga bukunya. Yes, with the same name. Seperti pada umumnya, film ini memang diangkat dari novel karangan marjen, etdah yak lupa gua namanya, bentar googling dulu. Ohh, Marjane Satrapi.
Entah beliau berasal dari mana, antara Iran kalo nggak Prancis. Kayaknya sih Iran..

Jujur ya, saya sebenarnya masih belom 100% paham akan jalan cerita filim ini. Karena, di dvd orinya SUBTITLENYA AJA PAKE ENGLISH!! Cuma ada dua bahasa, english dan spanish. Sedangkan english gw yang pas-pasan jadi cuma he’euh aja sama omongan2nya. Ya ada sih yang di ngertiin. :D

Di film ini Marjane bercerita tentang seorang gadis kecil yang mempunyai daya khayal yang sangat tinggi. Gadis kecil ini kalo nggak salah sih beneran bercerita tentang memorum masa kecil Marjane sendiri. Yang bahwasanya si gadis kecil sering berbicara dan mebuat khayalan secara nyata mengenai adanya tuhan. Ya maksud saya ya tuhan memang ada. Cuman di tulisan ngaco saya ini artian adanya ‘tuhan’ yaitu sebuah khayalan untuk dijadikannya tempat curhat. Gadis kecil ini tumbuh sebagai seorang anak yang mempunyai pemikiran kritis mengenai politik dan sosial, karena terpengaruhnya si gadis kecil dengan nenek dan ibunya. Hingga suatu saat keharmonisan keluarganya terganggu dengan adanya Revolution Islamic in Iran. Jadi adanya revolusi ini mengubah Iran menjadi negara yang tadinya menganut sistem pemerintahan monarki (ngerti? bisa dibilang sistem pemerintahan mereka saat itu presidential ya kayaknya. Hanya mungkin saat itu Iran dipegang oleh Raja. Eh apa sekarang masih? apa perdana mentri? auk yaa) menjadi sistem pemerintahan islam. Nah kalo yang kayak gini ini kan agak serem ya, even diatas namakan Islam, ya cuma saya sendiri ya sebagai umat yang beragama islam kadang-kadang agak gimana gitu dengan hukum pemerintahan kalo berlaku seperti itu di negara sendiri. Setidaknya gini deh bagi para kaum wanita yang ada di Indonesia, seharusnya masih harus bersyukur dong, karena nasib kita-kita tidak seperti wanita-wanita di Iran. Soalnya diskriminasi antara wanita dan pria masih kentel..

Jadi adanya perubahan pemerintahan yang berevolusi ini, (khususnya di filim ini sih) sangat berpengaruh dengan pertumbuhan psikologis dari Marjane kecil ini. Soale, segala sesuatu yang terjadi di negara tersebut yang tadinya berjalan secara normal-normal aja gitu kan karena adanya revolusi islam ini tiba-tiba jadi jungkir balik. Pokoknya serba kebalik deh dari peraturan-peraturan yang biasanya. Dan karena adananya revolusi itu, saat marjane ini beranjak dewasa lah, tau nggak? dia sama sekali nggak pernah mendengarkan yang namanya musik rock seperti pada umumnya remaja-remaja yang lain lah. Sampe akhirnya umur 14 tahun si marjane ini di pindah ke Austria, itupun dia di pindahin sama orang tuanya karena tidak adanya kebeasan di negaranya. Nah, balik sih ke umumnya cerita-cerita remaja lah ye, lantaran jauh dari ortu si marjane ini di Austria malah masuk ke pergaulan bebas.Dan sampai akhirnya si Marjane ini merasa gimana ya, ya kayak udah terjerumus ke pergaulan bebas cuma dia masih ngerasa berdosa aja dengan apa yang dia lakuin. Dan akhirnya berkomitmen untuk bangkit lah insaf gitu. Di filmnya sih ngeliat dia ngejauh dari pergaulan bebasnya sih nggak gampang, ada aja gitu fail nya.

Nah akhirnya lagi, dia kembali ke pemikiran pada saat masa kecilnya, Tuhan dan Karl Marx. Dan untungnya lagi, Tuhan dan Karl Marx-nya Marjane ini tidak pernah berkonflik. Marjane curhat dan bertanya kepada mereka tentang apakah Tuhan benar-benar menginginkan Revolusi Islam. Atau apakah Om Marx mendefinisikan revolusi seperti yang terjadi di Iran. Di dalam dunia Marjane, Tuhan dan Karl Marx rupanya saling mendukung. Karl Marx sempat bilang, keep up the fight! dan Tuhan pun ikutan bilang, yes, keep up the fight!”. Dan sempat loh di dalam komiknya marjane pernah mengusir tuhan khayalannya dan tidak akan pernah kembali mempercayai tentang adanya tuhan. Kayak become a atheis gitu. Apa agnostik ya?

Intinya sih yang bikin saya seneng nonton nih ya, pertama, Filimnya susah dicari.. hahaha ya, saya suka sekali menyenangi hal-hal yang tidak banyak orang ketahui mampun disukai. Idealis? memang! Kedua, animasinya!!! Mengingatkan saya kepada film animasi yang memang dibuat bukan untuk anak-anak. Waltz With Bashir. Visualnya hanya berwarna oranye dan hitam, dan sedangkan persepolis hanya hitam dan putih, tapi di bagian pembukanya ada sih yang berwarna lebih banyak. Dan animasinya tuh lucu deh pokoknya. Masih tetep, sebnarnya film ini nggak begitu berat dari kelihatannya untuk di tonton, hanya saja ya itu, bagi saya ada beberapa kendala di bahasanya. Hahahaa..

“In life you’ll meet a lot of jerks. If they hurt you, tell yourself that it’s because they’re stupid. That will help keep you from reacting to their cruelty because there is nothing worse than bitterness and vengeance.”– Persepolis.

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image