Realitas Sosial Masyarakat Indonesia

Pengelompokan Masyarakat Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan yang wilayahnya dihuni oleh berbagai etnis dengan adat istiadat yang beragam. Karakteristik budaya tiap etnis tersebut pun sangat unik. Hildred Geertz menyebutkan bahwa di Indonesia terdapat lebih dari 300 suku bangsa yang berbeda-beda. Skinner menyebutkan lebih dari 35 suku bangsa. Sementara itu, Sutan Takdir Alisyahbana memperkirakan bahwa ada sekitar 200-250 suku bangsa.

Ada beberapa faktor yang mendorong keberagaman masyarakat Indonesia:

  1. Keadaan geografis Indonesia. Dari jejak sejarah bangsa Indonesia diketahui bahwa nenek moyang masyarakat Indonesia berasal dari Yunan, yaitu suatu wilayah di Tiongkok bagian selatan. Mereka datang secara bergelombang dalam waktu dan jalur yang berbeda. Di Indonesia, mereka menyebar dan mendiami sekitar 13.600 pulau. Kondisi geografis yang terpisah-pisah ini mengakibatkan penduduk yang menempati pulau-pulau itu tumbuh menajdi kesatuan-kesatuan suku bangsa yang terisolasi dengan yang lain. Mereka kemudian mengembangkan pola perilaku, bahasa, dan ikatan-ikatan kebudayaan lainnya yang berbeda satu sama lain.
  2. Pengaruh kebudayaan asing. Indonesia terletak pada posisi silang antara dua samudera dan dua benua. Kondisi yang strategis ini merupakan daya tarik tersendiri bagi bangsa-bangsa asing untuk datang, singgah, dan menetap di Indonesia. Ada yang datang utnuk berdagang. Ada pula yang datang untuk menyebarkan agama yang diantunya. Sejak 400 tahun SM, para pedagang berkebudayaan Hindu dan Buddha dari India dan Cina berdatangan ke Indonesia. Kemudian, pada sekitar abad ke-13, pengaruh Islam mulai masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang dari Gujarat dan India. Kemudian, sekitar abad ke-16, pengaruh Eropa mulai masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda. Dari interaksi mereka dengan penduduk lokal, terjadi amalgamasi dan asimilasi kebudayaan. Akhirnya, terbentuklah ras, suras, agama, dan kepercayaan yang berbeda-beda di Indonesia.
  3. Iklim yang berbeda. Iklim yang berbeda antara daerah yang satu dan daerah yang lain di kawasan Indonesia menimbulkan kondisi alam yang berbeda. Kondisi ini akhirnya membentuk pola-pola perilaku dan sistem mata pencaharian yang berbeda-beda. Akibatnya, terjadi keragaman regional antara daerah-daerah di Indonesia.
  4. Pembangunan. Pembangunan di berbagai sekktor juga member andil bagi keragaman masyarakat Indonesia, khususnya secara vertical. Kemajuan dan industrialisasi yang terjadi dalam masyarakat Indonesia menghasilkan kelas-kelas sosial yang didasarkan pada aspek ekonomi. Kelas-kelas sosial tersebut adalah kelas atas yang terdiri dari para pengusaha dan pemilik modal, kelas menengah yang terdiri dari eksekutif muda, serta kelas bawah yang terdiri dari pekerja dan buruh.

Sumber :

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2001. Sosiologi. Jakarta: ESIS

www.google.com

Mata kuliah : Sosiologi dan Politik

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 9.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Realitas Sosial Masyarakat Indonesia, 9.0 out of 10 based on 1 rating
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image