About the Author

author photo

Cool, Calm and Confidence

See All Posts by This Author

WE MISS YOU……. FATHER!

we miss you father …….capailah satu negara kesatuan republik indonesia. republik yang kuat berwilayah kekuasaan sabang sampai merauke. capailah kebudayaan sendiri yang berdiri diatas kaki sendiri. diatas kepribadian sendiri-sendiri. maka itu hey, pemuda-pemuda! awas-awas, kalau masih ada sasak-sasakan! kalau masih ada beatle-beatle-an! kalau masih ada rock and roll-an! ya seperti kawanmu yang bernama kus bersaudara itu! apa itu? apa tidak punya kita lagu sendiri yang sesuai dengan kepribadian indonesia sendiri? kenapa musti tiru elvis presley, elvis presley-an………. ini adalah potongan pidato Bpk ir.Soekarno alias bung karno pada era awal ’60-an. dimana saat itu beatlemania sedang merambah ke penjuru dunia yang juga termasuk ke indonesia. gaya dan musik mereka ditiru, dan bahkan musik mereka pun diplagiasi. kalo dilihat ya memang sangat biasa, nggak beda kita di jaman sekarang lah. tapi, kalau misalkan pidato bung karno tersebut diucap sekarang. apa sih yang bakal kalian bilang, yah setidaknya yang akan orang-orang jaman sekarang ucapkanlah. kalo kata anak G4O3L ‘LEBAI’.. yaaa isi dari pidato tersebut ujung-ujungnya adalah perintah penahanan yang membuat koes plus dipenjarakan di glodok (yang sekarang jadi ruko tua). alasannya, mereka dijebloskan ke penjara karena menggelar musik yang “ke-Barat-Barat-an”, yang dianggap tidak sesuai dengan kebijakan politik pada masa itu. kalo dipikir secara logika saat beatlemania sedang hype-hypenya di jakarta.. hmmh indonesia lah ya, usia negara kita baru menginjak angka 18 tahun. istilahnya baru saja akil baligh. ibarat bahasa orangtua ‘baru lepas kandang’.. nggak salah kalo dibilang ‘kaget’ akan dunia luar.. ibaratnya masih belom jago memilih mana yang baik mana yang buruk bagi bangsanya. yang apalagi mengingat lamanya bangsa kita dijajah. masih bau kencur.. mentalitas kita saat itu masih belum kuat. saat itu kita masih dalam proses menjadi ‘bangsa’ yang di cita-citakan menjadi sebuah bangsa yang mandiri. mempunyai identitas yang jelas, yang bisa diakui oleh negara luar. berdikari di bidang ekonomi serta mempunyai kepribadian yang nyata di bidang kebudayaan.. pada saat itu, beatlemania adalah sebuah fenomena budaya, dan tidak bisa disalahkan. yang akan tetapi, masyarakat pada masa itu (para beatlemania) hanya saja menanggapinya tidak dengan kedewasaan dan kepribadian yang utuh, yang notabene BUNUH DIRI. ini sama saja dengan menghanyutkan diri ke aliran yang sama sekali kita nggak tahu ujungnya dimana. dan hal ini berlaku juga pada fenomena-fenomena barat lainnya. intinya kita nggak tahu siapa diri kita? diri bangsa kita. bukan elvis, bukan pula the beatles. bahkan orang indonesia pun masih dipertanyakan. lalu siapa? NAH! itu sebenarnya hal yang ingin disampaikan bung karno lewat pidatonya. sebelum mampir kebarat,apa salahnya sih mampir ke negeri sendiri? dan lewat pidatonya bung karno seperti memberikan tantangan yang terlihat sepele tetapi nyatanya susah untuk merealisasikannya. ya terutama buat yang ‘ngaku’ sebagai pekerja seni musik di indonesia yang mencari definisi tentang seni musik. apa bener yang kita denger sekarang di RADIO, TV, konser-konser musik pop yang bener-bener bercitra rasa indonesia? trus bagaimana dengan pola jual beli rekaman sekarang ini sudah mengacu dengan budaya indonesia? emang musik indonesia sesungguhnya kayak gimana sih? NAHH.. nggak gampang kan? apa yang terjadi sekarang, dilihatdari faktanya, masih JAUUUUUUUHHH BANGEEETTT dari yang di cita-citakan atau yang diucap sama presiden pertama kita, orang yang memproklamasikan kemerdekaan indonesia saat indonesia mulai fasih bermusik. setidaknya usaha menuju arah sana udah kelihatan lah ya, ya terbukti dengan diterimanaya musik lokal sebagai ‘RAJA’ sendiri di negrinya. bukan musisi loh yang di maksud atau musik impor. walaupun secara esensi mungkin masih merupakan plagiasi dari musik impor. toh tetep aja lah, teguran keras bung karno itu SANGAT LAYAK untuk kembali dipikirkan, direnungin. biar kita cepet puas, hanya sebagai ‘PLAGIAT’. biar kita nantinya kita bakal nanya ke diri kita sendiri sebagai anak indonesia : INI YANG NAMANYA MUSIK INDONESIA? thanks majalah HAI dan wikipedia. dari tulisan ini, saya akui, saya sebenarnya bukan seorang penikmat musik lokal. BUKAN.. BUKAN berati tidak bangga atau bagaimana. yaitu seperti yang saya bilang, jati diri musik kita masih belum ada ke-khas-khasan-nya masih banyak yang mem-plgaiasi musik barat ya adalah sedikit tapi entah mengapa masih belum pas di telinga. setidaknya saya merindukan musik-musik seperti koes plus punya lah ya. biar sikap-sikap saya sangat tidak mencerminkan anak bangsa sama sekali, ya setidaknya dilihat dari kelakuannya lah ya, yang cenderung BODO AMAT sama lingkungan sekitar. tetapi saya ini sangat nasionalis lho. ha – ha – ha. saya sesungguhnya CINTA INDONESIA.. sangat cinta indonesia. saya rindu seorang pemimpin seperti BAPAK SOEKARNO,. biarpun saya hidup bukan dijaman SOEKARNO, akan tetapi saya bangga dengan apa yang beliau lakukan pada masa-nya. Hal ini saya dapat dari cerita cerita saat saya belajar sejarah disekolah maupun cerita-cerita tentang beliau dari orangtua saya atau kakek-nenek saya. hehehe..

“Beri saya Sepuluh Pemuda, Akan aku Ubah Dunia” , itulah Pesan Bapak ir. Soekarno untuk generasi generasi Mudanya

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image