About the Author

author photo

i am boy live in a city always rain.... now my age are twenty years old my hobby is adventure... i like hicking to gede pangrango mountain

See All Posts by This Author

BREAK EVENT POINT

BREAK EVENT POINT

Pengertian Break Even Point

Break Even point adalah suatu teknik analisa untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, keuntungan dan volume kegiatan sering pula disebut “ Cost – Profit – Volume analisis ( C. P. V Analisis ) atau Analisis Break Even Adalah suatu keadaan dimana seluruh penerimaan (total revenues) secara persis hanya mampu menutup seluruh pengeluaran (total cost).

Apabila suatu perusahaan hanya mempunyai biaya variabel saja, maka tidak akan muncul masalah break even dalam perusahaan tersebut. Masalah break even akan muncul apabila suatu perusahaan disamping mempunyai biaya variabel juga mempunyai biaya tetap. Besarnya biaya variabel secara totalitas akan berubah – rubah sesuai dengan perubahan volume produksi, sedangkan besarnya biaya tetap secara totalitas tidak mengalami perubahan meskipun ada perubahan volume produksi.

Adapun biaya yang termasuk golongan biaya variabel pada umumnya adalah bahan mentah, upah buruh langsung, komisi penjualan. Sedangkan yang termasuk golongan biaya tetap pada umumnya adalah deprisiasi aktiva tetap, sewa, bunga hutang, gaji pegawai, gaji pimpinan, gaji staf research, dan biaya kantor.

PEMBAHASAN

Analisa break even point adalah suatu teknik analisa untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, keuntungan dan volume aktivitas. Masalah break even akan muncul dalam perusahaan apabila perusahaan tersebut mempunyai biaya variabel dan biaya tetap. Suatu perusahaan dengan volume produksi tertentu dapat menderita kerugian dikarenakan penghasilan penjualannya hanya mampu menutup biaya variabel dan hanya bisa menutup sebagian kecil biaya tetap.

Karena adanya unsur variabel di suatu fihak dan unsur tetap di lain fihak, maka dapat terjadi bahwa suatu perusahaan dengan volume produksi tertentu menderita kerugian, karena penghasilan penjualannya hanya menutup biaya variabel dan sebagian saja dari biaya tetap. Ini berarti bahwa bagian dari penghasilan penjualan yang tersedia untuk menutup biaya tetap tidak cukup untuk menutup biaya tetapnya. Penghasilan penjualan setelah dikurangi biaya variabel merupakan bagian dari penghasilan penjualan yang tersedia untuk menutup biaya tetap biasanya dinamakan “ contribution margin “ atau “ contribution to fixed cost “. Apabila Contribution margin lebih besar dari pada biaya tetap, berarti penjualanlebih besar dari pada biaya total, maka perusahaan mendapatkan keuntungan.

Contribution margin adalah selisih antara penghasilan penjualan dan biaya variabel, yang merupakan jumlah untuk menutup biaya tetap dan keuntungan. Perusahaan akan memperoleh keuntungan dari hasil penjualannya apabila Contribution Marginnya lebih besar dari biaya tetap, yang berarti total penghasilan penjualan lebih besar dari total biaya.

Break even point ditinjau dari konsep Contribution Margin menyatakan bahwa Volume penjualan dimana Contribution Margin tepat sama besarnya dengan total biaya tetapnya.

Asumsi dasar dalam analisa break even point, antara lain :

  1. Biaya dapat diklasifikasikan kedalam komponen biaya variabel dan biaya tetap.
  2. Total biaya variabel berubah secara proporsional dengan volume Produksi atau penjualan, sedangkan total biaya variabel per unit Tetap konstan.
  3. Total biaya tetap tidak mengalami perubahan, meskipun ada

Perubahan volume produksi atau penjualan, sedangkan biaya

Tetap per unit akan berubah karena adanya perubahan volume Kegiatan.

  1. Harga jual per unit tidak akan berubah selama periode melakuKan analisa.
  2. Perusahaan hanya membuat dan menjual satu jenis produk. Jika Membuat dan menjual lebih dari satu jenis produk, maka perbandingan penghasilan penjualan antara masing – masing produk ( disebut Sales Mix ) akan tetap konstan.
  3. Kapasitas produksi pabrik relatif konstan.
  4. Harga factor produksi relatif konsran.
  5. Efisiensi produksi tidak berubah.
  6. Perubahan pada persediaan awal dan akhir jumlahnya tidak berarti.
  7. Volume merupakan factor satu – satunya yang mempengaruhi biaya.

Biaya tetap (Fixed Cost)

  • Adalah biaya yang jumlanya tetap secara totalitas walaupun

volume produksi berubah-ubah

  • Biaya tetap per unit output adalah berubah-ubah, sebab semakin banyak output yang dihasilkan sementara biaya itu tetap, maka biaya tetap per unit akan semakin kecil. Sebaliknya apabila output semakin kecil sementara biaya itu tetap, maka biaya tetap per unit akan semakin besar
  • Biaya tetap per unit output akan berbanding terbalik dengan jumlah output

Contoh biaya tetap

  • Biaya penyusutan yang menggunakan metode garis lurus
  • Biaya gaji pimpinan/karyawan yang jumlahnya tetap

Biaya variabel

  • Adalah biaya yang jumlahnya berubah secara totalitas sesuai

perubahan volume produksi

  • Biaya variabel per unit selalu tetap

Pendekatan Grafis

Dalam pendekatan grafis, BEP digambarkan sebagai

titik potong antara garis penjualan dengan garis

biaya total (Biaya total = Biaya tetap + Biaya

variabel)

Y (Rupiah)

X (unit)

Pendekatan Grafik

Dalam pendekatan grafik ini dengan cara menggambarkan unsur-unsur biaya dan pendapatan ke dalam suatu gambar grafik.• Pada grafik tersebut nampak garis-garis biaya variabel, biaya tetap, total biaya dan garis total penghasilan

Gambar Break-Even Point

Contoh Aplikasi

Perusahaan Indojaya yang bergerak di   bidang produksi kain, memiliki :

–        Biaya tetap sebesar Rp. 300.000,-.

–        Biaya variabel per unit Rp.40,-

–        Harga jual per unit Rp. 100,-

–        Kapasitas produksi maksimal 10.000 unit.

Perhitungan Break-Even Point

Cara Trial and Error

yaitu dengan menghitung keuntungan operasi suatu volume produksi/penjualan tertentu.

  • Apabila perhitungan tersebut menghasilkan keuntungan maka diambil volume penjualan/produksi yang lebih rendah, dan sebaliknya.
  • Demikian dilakukan seterusnya hingga dicapai volume penjualan produksi dimana penghasilan penjualan tepat sama dengan besarnya biaya total.

Misal dari contoh aplikasi, diambil volume produksi 6.000 unit, maka dapat dihitung keuntungan operasi adalah:

  • ( 6.000 x Rp 100 ) – ( Rp 300.000 + ( 6.000 x Rp 40 ) )
  • Rp 600.000 – ( Rp 300.000 + Rp 240.000 )
  • Rp 60.000 atau

hasil dalam unit adalah Rp. 60.000 / Rp 100 = 6000 unit

Jadi, pada volume produksi 6.000 unit perusahaan masih mendapatkan keuntungan. Ini berarti bahwa BEP-nya terletak di bawah 6.000 unit.

Misal kita ambil volume produksi 5.000 unit, dan hasil perhitungannya adalah :

  • ( 5.000 x Rp 100 ) – ( Rp 300.000 + ( 5.000 x Rp 40 ) )
  • 500.000 – ( Rp 300.000 + 200.000 )
  • Rp 0

Ternyata pada volume produksi penjualan 5.000 unit tercapai break-even point yaitu yang di mana keuntungan netonya sama dengan nol.

Rumus Aljabar/Matematis

  1. Dasar unit

BEP ( Q )      = FC

P-V

BEP             = Rp 300.000 = 5.000 unit

Rp 100 – Rp 40

  1. Dasar sales (dalam rupiah)

BEP    = FC

1-VC

S

BEP    = Rp 300.000

1-Rp 400.000 = Rp 500.000

Rp 1.000.000

Efek Perubahan Berbagai Faktor Terhadap BEP

Efek perubahan harga jual per unit dan jumlah biaya terhadap BEP

  • Analisa BEP digunakan asumsi bahwa harga jual per unit tetap  konstan(P).
  • Bila P naik memiliki efek yang menguntungkan karena BEPnya akan turun.

Dalam gambar BEP, titik break-even-nya akan bergeser ke kiri, yang berarti untuk tercapainya BEP cukup diperlukan jumlah produk yang lebih kecil.

© Misal dari contoh aplikasi, harga jual per unitnya naik dari Rp100,- menjadi Rp160,-

Dengan adanya kenaikan P, BEPnya akan berubah menjadi lebih kecil. BEP yang baru sesudah kenaikan harga tersebut dapat dihitung sebagai berikut:

BEP    = Rp 300.000

1- Rp 400.000

Rp 100.000 x 160%

= Rp 400.000

Dalam Unit  = Rp 400.000 = 2.500 unit

Rp 160

Atau Rumus Matematika untuk menentukan  BEP adalah

TR (penjualan)      = VC (beban variabel)    +       FC (beban tetap)

BEP ( Unit )  =   Total Biaya Tetap

Harga Jual per unit – Biaya Variabel/unit

BEP ( Rp )     = Total Biaya Tetap

1 –  Total Biaya Variabel

Total hasil penjualan

Efek perubahan “sales-mix” terhadap BEP

q     Sales-mix untuk mencari break-even point dari dua atau lebih produk yang dihasilkan perusahaan.

q     Apabila ada perubahan sales-mix, maka BEP-nya secara totalitas akan berubah.

q     Perhitungannya dengan cara mencari break-even point satu jenis produk karena adanya variable cost dan harga jual per unit yang berbeda dari masing-masing jenis produk.

Contoh Soal

Perusahaan “IndoJaya” bergerak dalam bidang produksi “kain batik” dan “stagen” merencanakan perluasan daerah pemasarannya.

@     Penjualan kain batik direncanakan sebesar 25.000 unit @ Rp 3.500 dan stagen sebesar 15.000 unit @ Rp 1.000.

@     Variable cost untuk setiap jenis produk adalah Rp 2.000 per unit kain batik, dan Rp 600 per unit stagen.

@     Fixed cost untuk kedua jenis produk tersebut adalah    Rp 28.275.000.

@     Hitunglah break-even point untuk kedua jenis produk tersebut!

BEP    = r

1-TV

S

BEP    = 28.275.000,-

1-59.000.000,-

102.500.000,-

= 28.275.000,-

0,4243902

= Rp 66.625.000,- ( pembulatan )

Catatan :

Penjualan kain batik : 25.000 x 3.500 = 87.500.000

Penjualan  stagen     : 15.000 x 1.000 = 15.000.000 +

102.500.000(total penjualan )

Fixed cost = 28.275.000

Variabel operating cash : kain batik =25.000 x 2.000 = 50.000.000

Stagen     = 15.000 x 600   = 9.000.000 +

T V                59.000.000

r        = fixed cost

TV      = total variabel

S        = total penjualan

KESIMPULAN

Break Even point atau BEP adalah suatu analisis untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapatkan keuntungan / profit.

Rumus Analisis Break Even :
BEP = Total Fixed Cost / (Harga perunit – Variabel Cost Perunit)

Keterangan :
– Fixed cost : biaya tetap yang nilainya cenderung stabil tanpa dipengaruhi unit yang diproduksi.
– Variable cost : biaya variabel yang besar nilainya tergantung pada benyak sedikit jumlah barang yng diproduksi.

Analisis BEP bertujuan menemukan satu titik baik dalam unit maupun rupiah yang menunjukan biaya sama dengan pendapatan.

//

Dengan mengetahui titik tersebut, berarti dalam padanya belum diperoleh keuntungan atau Dengan kata lain tidak untung tidak rugi. Sehingga dikala penjualan permisi lewat melebihi BEP maka mulailah keuntungan diperoleh. Sasaran analisis BEP tidak lain mengetahui pada tingkat volume berapa titik impas berada. Dalam kondisi lain, analisis BEP pun digunakan untuk membantu pemilihan jenis produk atau proses dengan mengidentifikasi produk atau proses yang mempunyai total biaya terendah untuk suatu volume harapan. Sedangkan dalam pemilihan lokasi, analisis BEP dipakai untuk menentukan lokasi berbiaya total terendah, yang berarti total pendapatan tertunggi untuk kapasitas produksi yang ditentukan. Analisis BEP dibedakan antara penggunaan untuk produk tunggal dan atau untuk beberapa produk sekaligus. Mayoritas perusahaan memproduksi atau menjual lebih dari satu produk menggunakan fasilitas yang sama. Seperti alfamart di dalamnya tidak hanya sekedar menjual cokelat SILVER QUEEN. Disadari maupun tidak sekarang adalah diketahui bahwa menghitung BEP lebih dari satu produk sedikit sukar. Kesukaran muncul karena kekaburan biaya tetap untuk masing-masing produk. Namun kesukaran demikian telah terpecahkan melalui perhitungan bukan untuk per jenis produk melainkan semua produk yang terlibat menggunakan kontribusi penjualan setiap produk.

BEP amatlah penting kalau kita membuat usaha agar kita tidak mengalami kerugian, apa itu usaha jasa atau manufaktur, diantara manfaat BEP  adalah

  • alat perencanaan untuk hasilkan laba
  • Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume     penjualan, serta hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat penjualan yang bersangkutan.
  • Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan
  • Mengganti system laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca dan dimengerti

Setelah kita mengetahui betapa manfaatnya BEP dalam usaha yang kita rintis, kompenen yang berperan disini yaitu biaya, dimana biaya yang dimaksud adalah biaya variabel dan biaya tetap, dimana pada prakteknya untuk memisahkannya atau menentukan suatu biaya itu biaya variabel atau tetap bukanlah pekerjaan yang mudah, Biaya tetap adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh kita untuk produksi ataupun tidak, sedangkan biaya variabel adalah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu unit produksi jadi kalau tidak produksi maka tidak ada biaya ini

Salah satu kelemahan dari BEP yang lain adalah Bahwa hanya ada satu macam barang yang diproduksi atau dijual. Jika lebih dari satu macam maka kombinasi atau komposisi penjualannya (sales mix) akan tetap konstan. Jika dilihat di jaman sekarang ini bahwa perusahaan untuk meningkatkan daya saingnya mereka menciptakan banyak produk jadi sangat sulit dan ada satu asumsi lagi
yaitu Harga jual persatuan barang tidak akan berubah berapa pun jumlah satuan barang yang dijual atau tidak ada perubahan harga secara umum. Hal ini demikian pun sulit ditemukan dalam kenyataan dan     prakteknya.
Bagaimana cara menghitungnya?

Untuk menghitung BEP kita bisa hitung dalam bentuk unit atau price tergantung untuk kebutuhan

REFERENSI

1. Andri Apriyono on: 20 February 2009, Break Even Point

2. Hidayat Wiweko, SE., MSi., Pusat Pengembangan Ajar – UMB

3. Bambang Riyanto, Dasar – Dasar Pembelanjaan Perusahan

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image