PEMASARAN GERILYA, STRATEGI, TAKTIK DAN SENJATA BARU UNTUK MEMPEROLEH LABA BERSIH DARI SEBUAH BISNIS KECIL
PEMASARAN GERILYA, STRATEGI, TAKTIK DAN SENJATA BARU UNTUK MEMPEROLEH LABA BERSIH DARI SEBUAH BISNIS KECIL
Dunia bisnis adalah rimba yang ganas. Persaingan makin ketat. Persoalan ekonomi makin menantang sementara pasar terus berubah dengan cepat. Untuk tetap bertahan, taktik dan senjata yang konvensional bukan lagi senjata yang tepat.
Konvensional versus Tidak konvensional
Sejak dulu, pemasaran didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan untuk mempromosikan bisnis yang dimulai pada saat bisnis masih berbentuk konsep sampai dengan saat ketika konsumen sudah menjadi pelanggan tetap.
Bagi seorang pemasar konvensional, ini berarti anggaran pemasaran dalam jumlah sangat besar yang menjadi andalan hidup mereka.
Pandangan yang berbeda dapat dijumpai pada seorang pengusaha yang menganut system pemasaran gerilya. Bagi mereka, pemasaran tidaklah tergantung pada jumlah anggaran yang sudah ditentukan tetapi tergantung pada cara yang ditempuh dalam mengambil kesempatan atau peluang pasar. Pemasara bagi kaum pengusaha gerilya adalah gabungan antara strategi yang kreatif dengan taktik yang telah teruji dengan memanfaatkan senjata berupa sikap mental dan wawasan seorang pengusaha gerilya.
Bagi orang-orang yang tidak konvensional seperti kaum pengusaha gerilya, untuk menghadapi pergolakan ekonomi dan pasar yang terus berubah, diperlukan pemasaran yang fleksibel yang memungkinkan pengusaha mendekati pelanggan mereka dari berbagai arah agar pelanggan dapat dibujuk untuk membeli produk mereka.
Dalam pemasaran gerilya, yang perlu dimiliki seorang pelaku pasar adalah komitmen tinggi dan tekad yang keras untuk memenangkan pasar. Pelaku pasar harus mampu memanfaatkan waktu, energy dan imajinasi mereka dengan sepenuh jiwa.
Di samping itu, pelaku pasar juga perlu senjata yang kreatif untuk menyerang pasar dengan bijaksana. Seperti yang dikemukakan oleh Dr. Peter Drucker “seseorang tidak perlu melukai ‘sang raksasa’ untuk dapat memperoleh segmen pasar yang setia.
Pemikiran inilah yang banyak diterapkan dan dijadikan pedoman perusahaan yang menganut system pemasaran gerilya. Refleksi pemikiran mereka dapat terlihat dalam perbandingan berikutnya
Popularity: 1% [?]


