FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN SIM CARD IM3 DI KALANGAN MAHASISWA SARMAG UNIVERSITAS GUNADARMA SIMATUPANG

ABSTRACT

Peningkatan penggunaan telepon selular di kalangan masyarakat membuat persaingan antara perusahaan-perusahaan operator selular yang ada di Indonesia semakin ketat. Hal ini membuat perusahaan-perusahaan operator selular berusaha memberikan berbagai tawaran yang menarik untuk meningkatkan pangsa pasar dan mempertahankan konsumennya. Dengan ketatnya persaingan, perusahaan-perusahaan operator selular perlu untuk mengukur sikap konsumen terhadap produknya, serta mengetahui atribut apa saja yang paling mempengaruhi konsumen dalam membuat keputusan pembelian sehingga dapat meraih pangsa pasar yang sebesar-besarnya. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui atribut-atribut sim card yang paling mempengaruhi konsumen dalam proses keputusan pembelian sim card IM3.

Penelitian ini dilakukan di Universitas Gunadarma Simatupang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode penarikan sampel adalah dengan metode judgement sampling, dengan jumlah responden sebanyak 30 orang responden. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan perangkat lunak SPSS Versi 12.0. Atribut sim card yang menjadi prioritas utama bagi konsumen dalam memilih sim card IM3 adalah atribut tarif sms dan yang kedua adalah atribut harga kartu perdana. Konsumen menilai bahwa atribut tarif sms, harga kartu perdana, harga voucer isi ulang, tarif telepon, dan kekuatan sinyal merupakan atribut-atribut yang penting pada sebuah sim card IM3.

Berdasarkan penelitian, atribut yang diperhatikan konsumen untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih penggunaan sim card IM3 secara berturut-turut adalah tarif sms yang murah sebesar 90%, harga kartu perdana yang murah sebesar 80%, harga voucer isi ulang yang murah sebesar 80%, tarif telepon yang murah sebesar 76,7%, dan kekuatan sinyal sebesar 76,7%. Jadi Atribut yang menjadi prioritas utama bagi konsumen dalam memilih sim card IM3 adalah atribut tarif sms/mms yang murah.

Keyword : Perilaku konsumen, Proses keputusan pembelian dan Atribut produk.


BAB I

PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang

Saat ini salah satu alat telekomunikasi yang sangat diminati masyarakat dan semakin melonjak penggunaannya adalah telepon selular (handphone). Perkembangan telepon selular yang semakin pesat disebabkan adanya kecenderungan masyarakat lebih menyukai telepon selular dibandingkan dengan fixed line. Hal ini dikarenakan kecanggihan dan kemudahan bagi pengguna telepon selular (proses pengaktifan dan penggunaan) serta meningkatnya kebutuhan masyarakat yang beragam, sehingga memerlukan dukungan alat komunikasi dengan mobilitas tinggi dan didukung oleh perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih.

Berdasarkan keputusan Menteri Perhubungan No. 20 tahun 2001 tentang penyelenggaraan jaringan telekomunikasi bahwa jasa telekomunikasi adalah layanan telekomunikasi untuk memenuhi kebutuhan berkomunikasi dengan menggunakan jaringan telekomunikasi. Jasa ini diselenggarakan oleh penyelenggara telekomunikasi dan pihak penyedia jasa ini sering disebut dengan perusahaan operator selular.

Bagi pelaku bisnis dan profesional, telepon selular dapat memberikan kemudahan untuk meningkatkan produktifitas dan efisiensi kerja, sedangkan bagi generasi muda, telepon selular dapat dijadikan sebagai identitas status social mereka, selain fungsi utamanya sebagai alat komunikasi. Peningkatan penggunaan telepon selular di kalangan masyarakat sangat berpengaruh positif terhadap perusahaan-perusahaan operator selular di Indonesia. Apabila terjadi peningkatan jumlah pengguna telepon selular maka permintaan terhadap produk selular pun akan ikut meningkat, karena telepon selular dan kartu operator selular (sim card)  yang diproduksi oleh perusahaan operator selular merupakan dua barang yang tidak dapat dipisahkan untuk dapat berfungsi sebagai alat komunikasi.

Peningkatan penggunaan telepon selular di kalangan masyarakat membuat persaingan antara perusahaan-perusahaan operator selular yang ada di Indonesia semakin ketat. Dari sekian banyak perusahaan operator selular di Indonesia, Pada tahun 2009 posisi pertama ditempati oleh PT. Telkomsel dengan produknya yaitu Kartu AS, dan diposisi kedua adalah produk IM3 keluaran dari PT. Indosat. Untuk posisi yang ketiga ditempati oleh PT. Excelcom dengan produknya XL.

Berikut ini adalah komposisi pelanggan operator selular di Indonesia pada tahun 2009 yang dapat dilihat dalam Tabel 1 dibawah ini.

Tabel 1

Komposisi Pelanggan Operator Selular di Indonesia

Operator

Produk

Jumlah Pelanggan

Telkomsel

Kartu AS

81,644 juta

Indosat

IM3

33,1 juta

Excelcom

XL

31,437 juta

Telkom

Flexi

13,49 juta

Bakrie Telecom

Esia

10,6 juta

Hutchison

3

6,4 juta

Natrindo

Axis

5 juta

Mobile-8

Fren

2,7 juta

Smart Telecom

Smart

>2 juta

Sampoerna Telecom

Ceria

780.000

Sumber : Wikipedia, 2009

1.2 Rumusan Masalah

Dengan semakin banyaknya produk kartu operator selular yang beredar di pasaran, menuntut para perusahaan operator selular untuk dapat menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen agar dapat mampu bersaing di pasar. Sehingga produsen harus mengetahui apa yang konsumen inginkan untuk dapat menentukan strategi yang tepat dalam rangka mendapatkan konsumen yang sebanyak-banyaknya.

Berdasarkan uraian tersebut maka perumusan masalah diatas adalah :

1. Atribut sim card apakah yang paling mempengaruhi konsumen dalam memilih sim card IM3?

2. Bagaimanakah perilaku konsumen terhadap atribut-atribut yang ditawarkan produk sim card IM3?

1.3 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan perumusan masalah di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Mengetahui atribut sim card yang paling mempengaruhi konsumen dalam memilih sim card IM3.

2. Menganalisis perilaku konsumen terhadap atribut-atribut yang ditawarkan produk sim card IM3.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Penelitian ini, sebagai referensi dan studi perbandingan untuk penelitian selanjutnya

2. Bagi para produsen atau pemasaran, dapat sebagai sumber informasi dan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pengembangan produk dan rencana pemasaran.

1.5 Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini dibatasi pada produk yang diteliti, yaitu hanya pada produk sim card IM3, hal ini dikarenakan sebagian besar kalangan mahasiswa di Universitas Gunadarma Simatupang adalah pengguna sim card IM3.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah suatu tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan tersebut (Engel et al.,1994). Menurut Sumarwan (2003), perilaku konsumen adalah semua kegiatan, tindakan, serta proses psikologis yang mendorong  tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan hal-hal di atas atau kegiatan mengevaluasi.

2.2 Proses Keputusan Pembelian

Keputusan konsumen dilaksanakan dalam bentuk kegiatan membeli tidak muncul begitu saja tetapi melalui suatu tahapan tertentu. Engel et al., (1994) membagi tahapan proses keputusan pembelian konsumen menjadi tiga tahap, dimulai dengan pengenalan kebutuhan yang didefinisikan sebagai persepsi atas perbedaan antara keadaan yang diinginkan dan situasi aktual yang memadai untuk mengaktifkan proses keputusan.

Setelah konsumen mengenali suatu kebutuhan, maka tahap selanjutnya adalah pencarian informasi. Pencarian informasi dapat didefinisikan sebagai kegiatan termotivasi dari pengetahuan yang tersimpan di dalam ingatan (pencarian internal) dan pengumpulan informasi dari pasar (pencarian eksternal). Pencarian konsumen dapat diukur dari kadar, arah dan urutan pencarian informasi. Kadar menggambarkan jumlah total pencarian yang diukur melalui banyaknya toko, merek, atribut, waktu dan sumber informasi yang dipertimbangkan selama pencarian. Arah menggambarkan isi spesifik dari pencarian, maksudnya merek dan toko tertentu yang terlibat selama proses pencarian. Urutan menggambarkan urutan kegiatan pencarian terjadi.

Tahap ketiga dari proses pengambilan keputusan oleh konsumen adalah evaluasi alternatif. Evaluasi alternatif didefinisikan sebagai proses dimana suatu alternatif pilihan dievaluasi dan dipilih untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Pada tahap inilah penilaian konsumen terhadap suatu produk terbentuk. Selama tahap ini, konsumen harus : (1) menentukan kriteria evaluasi yang akan digunakan untuk menuai alternatif, (2) memutuskan alternatif mana yang akan dipertimbangkan, (3) menilai kinerja dari alternatif yang dipertimbangkan, dan (4) memilih dan menerapkan kaidah keputusan untuk membuat pilihan akhir.

Tahap keempat adalah keputusan pembelian. Konsumen mengambil keputusan tentang kapan membeli, di mana membeli dan bagaimana membayar. Engel et al., (1994) mengilustrasikan bahwa pembelian merupakan fungsi dari dua determinan yaitu niat pembelian dan pengaruh lingkungan dan atau perbedaan individu. Niat pembelian konsumen dapat digolongkan menjadi dua kategori yaitu baik produk maupun merek dan kelas produk saja. Niat kategori pertama umumnya disebut sebagai pembelian yang terencana penuh, dimana pembelian yang terjadi merupakan hasil dari keterlibatan tinggi dan pemecahan mesalah yang diperluas. Kategori kedua dapat juga disebut sebagai pembelian yang terencana jika pilihan merek dibuat di tempat pembelian.

2.3 Atribut Produk

Hart dan Stapleton (1992) mendefinisikan atribut sebagai corak dari suatu produk yang dipikirkan untuk memberikan daya tarik kepada pelanggan. Suatu “manfaat yang dirasa pelanggan” yang mungkin tidak sama antara konsumen dengan produsen, seperti; produk dilihat dari sudut pandang konsumen agak melebihi penjual. Atribut produk merupakan suatu faktor riil yang dapat memotivasi pembelian.

Sumarwan (2003) menyatakan bahwa atribut adalah karakteristik dari objek sikap. Menurut Tjiptono (2001), atribut produk adalah unsur-unsur produk yang dianggap penting oleh konsumen dan dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Engel et al., (1994) menyatakan bahwa atribut produk adalah karakteristik dari suatu produk yang berfungsi sebagai atribut evaluatif selama pengambilan keputusan. Penilaian terhadap atribut produk dapat menggambarkan sikap konsumen terhadap suatu produk sekaligus mencerminkan perilaku konsumen dalam mengkonsumsi suatu produk.

Bagi seorang konsumen, atribut atau karakteristik yang melekat dalam produk menjadi bahan pertimbangan dalam keputusan pembelian produk. Atribut produk meliputi atribut fisik dan atribut abstrak. Atribut fisik menggambarkan ciri-ciri fisik produk seperti ukuran, jenis, merek, warna, kemasan, harga, rasa, dan lain-lain. Sedangkan atribut abstrak menggambarkan karakteristik subjektif dari suatu produk bercasarkan persepsi konsumen, misalnya prestise (Nadeak,2004).

Atribut produk pada umumnya terdiri atas tiga tipe, yaitu ciri-ciri atau rupa (features), fungsi (function), dan manfaat (benefit). Ciri atau rupa dapat berupa ukuran, karakteristik estetis, komponen atau bagian-bagiannya, bahan dasar, proses manufaktur, sevis atau jasa, penampilan, harga, susunan maupun tanda merek dan lain-lain. Atribut fungsi jarang digunakan dan lebih sering diperlakukan sebagai ciri-ciri atau manfaat. Atribut manfaat dapat berupa kegunaan, kesenangan yang berhubungan dengan panca indera, manfaat nonmaterial seperti kesehatan dan penghematan, misalnya waktu. Manfaat dapat juga berupa manfaat langsung dan manfaat tidak langsung (Arief, 2003).

Berikut ini adalah atribut-atribut yang melekat pada sim card IM3, sebagai berikut :

  • Kekuatan sinyal

Sinyal merupakan suatu hal yang mutlak dibutuhkan suatu telepon selular untuk melakukan komunikasi dalam bentuk apapun. Sinyal yang kuat adalah apabila suatu telepon selular dapat digunakan oleh konsumen dalam keadaan dan aktivitas apapun. Apabila sim card yang digunakan memiliki sinyal yang lemah, maka telepon selular akan sulit digunakan untuk melakukan komunikasi.

  • Luasnya Jaringan

Luasnya jaringan merupakan atribut yang menurut konsumen sangat penting bagi suatu sim card. Hal ini berarti konsumen menilai bahwa jaringan yang luas sangat penting karena jaringan yang luas berarti suatu telepon selular dapat melakukan komunikasi di daerah manapun, baik didaerah yang strategis maupun di daerah terpencil. Hal ini sangat penting mengingat telepon selular merupakan alat komunikasi yang bersifat mobile, dapat digunakan kemanapun sang pemilik pergi dan beraktivitas.

  • Kejernihan Suara

Kejernihan suara adalah jernihnya suara yang terdengar saat proses berbicara berlangsung melalui telepon selular. Dengan suara yang jernih dapat menghindarkan konsumen dari miss communication pada saat berbicara dengan telepon selular.

  • Tarif SMS/MMS

SMS (Short Message Service) adalah proses komunikasi melalui pesan singkat berupa teks dengan menggunakan telepon selular. MMS (Multi Media Service) adalah proses komunikasi melalui pesan singkat berupa gambar atau suara dengan menggunakan telepon selular. SMS dan MMS adalah komunikasi alternatif yang dilakukan melalui telepon selular yang sering dilakukan oleh para konsumen. Hal ini dikarenakan tarif SMS pada umumnya lebih murah dibandingkan dengan tarif bicara/telepon. Sedangkan MMS sangat berguna untuk mengirimkan hal-hal penting yang tidak dapat dikirim melalui SMS dan telepon, misalnya mengirim file foto atau file suara yang singkat.

  • Tarif Telepon

Tarif telepon adalah biaya yang dibebankan untuk melakukan panggilan telepon melalui telepon selular dalam rentang waktu tertentu. Telepon merupakan fungsi utama telepon selular sebagai sebuah alat komunikasi. Jadi, tarif telepon merupakan salah satu pertimbangan konsumen untuk melakukan panggilan telepon.

  • Harga Kartu Perdana

Kartu Perdana adalah paket sim card yang pertama kali dibeli oleh konsumen untuk dimasukkan ke dalam telepon selular. Paket ini terdiri dari sebuah sim card, nomor telepon, dan buku petunjuk penggunaan sim card. Saat ini, harga kartu perdana pada umumnya gratis. Jadi waktu konsumen membeli paket perdana, harga yang tercantum adalah sama dengan nilai nominal pulsa yang ada pada sim card.

  • Harga Voucher Isi Ulang

Harga voucher isi ulang adalah harga yang harus dibayarkan konsumen untuk sebuah voucher isi ulang yang mengandung nilai nominal pulsa tertentu.

  • Masa Aktif dan Masa Tenggang

Masa aktif adalah rentang waktu dimana sim card didalam telepon selular dapat melakukan panggilan telepon keluar dan mengirim pesan SMS/MMS. Sedangkan masa tenggang adalah rentang waktu dimana setelah masa aktif sim card habis, sim card hanya dapat menerima panggilan dan menerima pesan SMS/MMS masuk. Apabila masa tenggang telah habis, maka sim card dinyatakan hangus dan tidak dapat digunakan lagi. Masa aktif dan masa tenggang akan bertambah secara otomatis saat konsumen melakukan pengisian ulang pulsa. Lama masa aktif tergantung dari besarnya nominal pulsa yang diisi, pada umumnya semakin besar nilai pulsa akan semakin lama masa aktif dari sim card.

  • Cepat Merespon Pengaduan Pelanggan

Atribut ini berarti seberapa cepat pihak perusahaan operator selular merespon dan menangani keluhan-keluhan yang disampaikan oleh para pelanggannya berkaitan dengan sim card yang digunakannya.

  • Fasilitas beragam

Beragamnya fasilitas merupakan daya tarik tersendiri bagi konsumen dalam memilih sim card yang akan digunakannya. Apalagi bagi konsumen yang menggunakan telepon selular bukan hanya untuk sekedar menelepon atau mengirim pesan singkat. Saat ini produsen sim card menawarkan berbagai fasilitas menarik bagi para konsumennya, di antaranya fasilitas internet, transfer pulsa, fasilitas kotak suara, conference call, teleconference, dan berbagai fasilitas lainnya.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah atribut-atribut yang melekat pada produk sim card IM3 dan perilaku konsumen terhadap atribut-atribut yang ditawarkan sim card IM3. Sedangkan untuk subjek penelitiannya adalah mahasiswa SARMAG (Sarjana Magister) di Universitas Gunadarma Simatupang.

3.2 Variabel Penelitian

Sesuai dengan judul penelitian ini, maka pengujian dilakukan terhadap:
1. Variabel Independen

Variabel Independen adalah suatu variabel yang keberadaannya tidak dipengaruhi oleh variabel lain, variabel independen ini merupakan faktor penyebab yang akan mempengaruhi variabel lain. Dalam penelitian ini yang berfungsi sebagai variabel independen adalah atribut produk, yaitu kekuatan sinyal, luas jaringan, kejernihan suara, fasilitas beragam, tarif sms/mms, tarif telepon, harga kartu perdana, harga voucer isi ulang, kecepatan merespon pengaduan pelanggan, masa aktif dan masa tenggang sim card.

2. Variable Dependen

Variabel dependen adalah variabel terikat yang keberadaaannya merupakan sesuatu yang dipengaruhi oleh vaeiabel independen. Perilaku konsumen dan keputusan pembelian diidentifikasikan sebagai variabel dependen.

3.3 Metode Pengambilan Sampel

Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik non probability sampling berupa judgement sampling, yaitu dengan cara memilih responden yang dirasa telah mengetahui dengan baik mengenai kinerja atribut-atribut sim card yang mereka gunakan. Alasan digunakannya teknik pengambilan sampel non probability sampling, karena populasi mahasiswa yang menggunakan sim card IM3 tidak diketahui dengan pasti jumlahnya. Maka sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 30 responden.

3.4 Metode Pengumpulan Data

Data diperoleh melalui kuesioner, dimana kuesioner penelitian ini berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai perilaku konsumen terhadap atribut-atribut produk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil penelitian, diproses kemudian dianalisis serta diinterpretasikan dengan menggunakan teori yang ada.

3.5 Teknis Analisis Data Dan Pengujian Hipotesis

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu data yang diperoleh dan dikumpulkan, kemudian dianalisis berdasarkan metode yang ditetapkan dan bertujuan untuk menguji sejauh mana atribut pada sim card IM3 mempengaruhi perilaku konsumen dalam proses keputusan pembelian. Untuk menghitung frekuensi/presentasi data kuesioner adalah dengan menggunakan perangkat lunak SPSS Versi 12.0.  Sedangkan untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, maka penyelesaiannya sebagai berikut : Jika hasil jawaban variabel independen yaitu atribut produk sebesar 75% – 100%, maka hipotesis diterima.

BAB IV

PEMBAHASAN

Dalam melakukan keputusan pembelian produk sim card, konsumen tentunya dipengaruhi oleh tingkat kepentingan atau prioritas atribut yang akan menentukan merek sim card yang dipilih. Pada tabel 2 dibawah ini merupakan hasil pengisian kuesioner oleh responden mengenai atribut sim card IM3.

Tabel 2

Hasil Jawaban Kuesioner Untuk Variabel Independen

Atribut Produk

Atribut Produk

Jawaban

Sangat Bagus

Bagus

Tidak Bagus

Kekuatan Sinyal

3

23

4

Luas Jaringan

3

20

7

Kejernihan Suara

7

20

3

Fasilitas Beragam

4

20

6

Sangat Murah

Murah

Mahal

Tarif SMS

2

27

1

Tarif Telepon

3

23

4

Harga Kartu Perdana

4

24

2

Harga Voucer isi ulang

1

24

5

Lama

Sedang

Cepat

Cepat merespon pengaduan pelanggan

11

14

5

Masa aktif

5

19

6

Masa Tenggang

5

19

6

Tabel 3

Tarif SMS/MMS

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

Sangat Murah

2

6,7

6,7

6,7

Murah

27

90,0

90,0

96,7

Mahal

1

3,3

3,3

100,0

Total

30

100,0

100,0

Pada tabel 3 diatas merupakan hasil statistic frekuensi untuk variabel tarif sms/mms menggunakan perangkat lunak SPSS 12.0. Berdasarkan penelitian, atribut tarif sms/mms merupakan atribut yang menurut konsumen paling penting pada sebuah sim card, khususnya di kalangan mahasiswa SARMAG Universitas Gunadarma Simatupang. Hal ini dicerminkan bahwa atribut tersebut memiliki nilai frekuensi/presentase yang paling tinggi dibandingkan dengan yang lainnya yaitu sebesar 90%. Artinya bahwa tarif sms/mms sangatlah penting bagi para konsumen pengguna sim card IM3, karena konsumen cukup sering menggunakan SMS/MMS sebagai salah satu cara untuk berkomunikasi.

Tabel 4

Harga Kartu Perdana

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

Sangat Murah

4

13,3

13,3

13,3

Murah

24

80,0

80,0

93,3

Mahal

2

6,7

6,7

100,0

Total

30

100,0

100,0

Pada tabel 4 diatas merupakan hasil statistic frekuensi untuk variabel Harga kartu perdana menggunakan perangkat lunak SPSS 12.0. Atribut harga kartu perdana mendapatkan nilai frekuensi/presentase sebesar 80%. Hal ini berarti Harga kartu perdana merupakan atribut penting kedua bagi konsumen, khususnya di kalangan mahasiswa maupun kalangan anak sekolah, dimana dengan harga kartu perdana yang murah dapat membantu konsumen yang masih bingung menentukan pilihan sim card mana yang akan digunakan. Jadi, konsumen sangat memperhatikan harga dari kartu perdana ini dibandingkan dengan atribut-atribut yang lainnya.

Tabel 5

HargaVoucer Isi Ulang

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

Sangat Murah

1

3,3

3,3

3,3

Murah

24

80,0

80,0

83,3

Mahal

5

16,7

16,7

100,0

Total

30

100,0

100,0

Pada tabel 5 diatas merupakan hasil statistic frekuensi untuk variabel Harga voucer isi ulang menggunakan perangkat lunak SPSS 12.0. Atribut Harga Voucher Isi Ulang adalah harga yang harus dibayarkan konsumen untuk sebuah voucher isi ulang yang mengandung nilai nominal pulsa tertentu. Atribut harga voucher isi ulang mendapatkan nilai frekuensi/presentase tertinggi ketiga sebesar 80%. Hal ini dikarenakan bahwa harga voucher isi ulang selalu dibeli oleh konsumen disaat pulsa yang dimiliki telah habis, atau masa aktif sim card telah habis. Konsumen menilai dan percaya bahwa harga voucher isi ulang sim card IM3 murah.

Tabel 6

Tarif Telepon

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

Sangat Murah

3

10,0

10,0

10,0

Murah

23

76,7

76,7

86,7

Mahal

4

13,3

13,3

100,0

Total

30

100,0

100,0

Pada tabel 6 diatas merupakan hasil statistic frekuensi untuk variabel Tarif telepon menggunakan perangkat lunak SPSS 12.0. Atribut tarif telepon mendapatkan nilai frekuensi/presentase  sebesar 76,7%. Hal ini berarti konsumen menilai bahwa tarif telepon dinilai penting oleh para konsumen. Hal ini dikarenakan menelepon merupakan fungsi utama dari telepon selular. Konsumen sim card IM3 menilai tarif telepon dari sim card yang mereka gunakan sudah tergolong murah bila dibandingkan dengan tarif telepon sim card lainnya.

Tabel 7

Kekuatan Sinyal

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

Sangat Bagus

3

10,0

10,0

10,0

Bagus

23

76,7

76,7

86,7

3,00

4

13,3

13,3

100,0

Total

30

100,0

100,0

Pada tabel 7 diatas merupakan hasil statistik frekuensi untuk variabel Kekuatan sinyal menggunakan perangkat lunak SPSS 12.0. Atribut kekuatan sinyal merupakan atribut yang menurut konsumen penting pada sebuah sim card IM3. Hal ini dicerminkan dari nilai frekuensi/presentase sebesar 76,7%. Artinya atribut ini adalah atribut yang penting menurut konsumen karena konsumen menilai bahwa sinyal yang kuat bukanlah merupakan syarat utama yang dibutuhkan untuk berkomunikasi bagi kalangan mahasiswa.

Tabel 8

Luas Jaringan

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Sangat Bagus

3

10,0

10,0

10,0

Bagus

20

66,7

66,7

76,7

Tidak Bagus

7

23,3

23,3

100,0

Total

30

100,0

100,0

Pada tabel 8 diatas merupakan hasil statistik frekuensi untuk variabel Luasnya jaringan menggunakan perangkat lunak SPSS 12.0. Atribut luasnya jaringan merupakan atribut yang menurut konsumen penting bagi suatu sim card IM3. Hal ini terlihat dari nilai frekuensi/presentase sebesar 66,7%. Artinya konsumen menilai bahwa jaringan yang luas penting karena jaringan yang luas berarti suatu telepon selular dapat melakukan komunikasi di daerah manapun, baik didaerah yang strategis maupun di daerah terpencil.

Tabel 9

Kejernihan Suara

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Sangat Bagus

7

23,3

23,3

23,3

Bagus

20

66,7

66,7

90,0

Tidak Bagus

3

10,0

10,0

100,0

Total

30

100,0

100,0

Pada tabel 9 diatas merupakan hasil statistik frekuensi untuk variabel Kejernihan suara menggunakan perangkat lunak SPSS 12.0. Atribut kejernihan suara mendapatkan nilai frekuensi/presentase sebesar 66,7%. Hal ini dikarenakan bahwa suara yang jernih akan membuat konsumen lebih nyaman berbicara melalui telepon selular.

Tabel 10

Fasilitas Beragam

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Sangat Bagus

4

13,3

13,3

13,3

Bagus

20

66,7

66,7

80,0

Tidak Bagus

6

20,0

20,0

100,0

Total

30

100,0

100,0

Pada tabel 10 diatas merupakan hasil statistik frekuensi untuk variabel Fasilitas beragam menggunakan perangkat lunak SPSS 12.0. Atribut fasilitas beragam mendapatkan nilai frekuensi/presentase sebesar 66,7%. Hal ini dikarenakan bahwa saat ini telepon selular bukan hanya berfungsi sebagai alat komunikasi konvensional yang hanya bisa menelepon atau mengirimkan pesan singkat saja melainkan tersedianya fasilitas yang beragam yang disediakan oleh operator selular.

Tabel 11

Cepat Merespon Pengaduan Pelanggan

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Lama

11

36,7

36,7

36,7

Sedang

14

46,7

46,7

83,3

Cepat

5

16,7

16,7

100,0

Total

30

100,0

100,0

Pada tabel 11 diatas merupakan hasil statistik frekuensi untuk variabel Kecepatan merespon pengaduan pelanggan menggunakan perangkat lunak SPSS 12.0. Atribut nilai cepat merespon pengaduan pelanggan mendapatkan nilai frekuensi/presentase sebesar 46,7%. Hal ini dikarenakan bahwa konsumen menginginkan agar masalah-masalah yang terjadi pada sim cardnya dapat secara cepat terselesaikan.

Tabel 12

Masa Aktif

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Lama

5

16,7

16,7

16,7

Sedang

19

63,3

63,3

80,0

Cepat

6

20,0

20,0

100,0

Total

30

100,0

100,0

Pada tabel 12 diatas merupakan hasil statistik frekuensi untuk variabel Masa aktif menggunakan perangkat lunak SPSS 12.0. Atribut masa aktif mendapatkan nilai frekuensi/presentase sebesar 63,3%. Masa aktif akan bertambah secara otomatis saat konsumen melakukan pengisian ulang pulsa, Hal ini dikarenakan bahwa masa aktif adalah batas waktu seorang konsumen untuk dapat menggunakan sim cardnya sesuai dengan fungsinya.

Tabel 13

Masa Tenggang

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Lama

5

16,7

16,7

16,7

Sedang

19

63,3

63,3

80,0

Cepat

6

20,0

20,0

100,0

Total

30

100,0

100,0

Pada tabel 13 diatas merupakan hasil statistik frekuensi untuk variabel Masa tenggang menggunakan perangkat lunak SPSS 12.0. Atribut masa tenggang mendapatkan nilai frekuensi/presentase sebesar 63,3%. Masa tenggang akan bertambah secara otomatis saat konsumen melakukan pengisian ulang pulsa, Hal ini dikarenakan bahwa masa tenggang adalah batas waktu seorang konsumen untuk dapat menggunakan sim cardnya sesuai dengan fungsinya.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan sim card IM3 di kalangan mahasiswa SARMAG Universitas Gunadarma adalah perilaku konsumen dalam keputusan pembelian produk sim card IM3 serta atribut-atribut yang melekat pada sim card tersebut, dimana Atribut yang menjadi prioritas utama adalah atribut tarif Sms/Mms yang murah.
  2. Terdapat 5 atribut yang paling mempengaruhi perilaku konsumen dalam penggunaan sim card IM3 yaitu atribut tarif Sms/Mms, harga kartu perdana, harga voucer isi ulang, tarif telepon dan kekuatan sinyal.
  3. Berikut ini adalah presentase atribut yang diperhatikan konsumen untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih penggunaan sim card IM3 secara berturut-turut adalah Tarif Sms/Mms yang murah sebesar 90%, Harga kartu perdana yang murah sebesar 80%, Harga voucer isi ulang yang murah sebesar 80%, Tarif telepon yang murah sebesar 76,7%, dan Kekuatan sinyal sebesar 76,7%.

Saran

  1. Untuk perusahaan operator selular agar tidak hanya memprioritaskan tarif sms saja yang murah melainkan kekuatan sinyal, luasnya jaringan serta kejernihan suara pada setiap sim card yang diproduksi, karena konsumen sangat membutuhkannya dalam berkomunikasi.
  2. Untuk peningkatan mutu agar lebih difokuskan pada atribut-atribut yang dianggap sangat penting menurut konsumen, tujuannya agar mempertahankan kinerja atribut-atribut yang sangat dipercaya oleh para konsumen.
  3. Untuk penelitian selanjutnya mengenai perilaku konsumen dalam keputusan pembelian sim card, agar dijelaskan lebih rinci lagi. Serta menambah sim card yang diteliti dengan beberapa sim card lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Alit Suardana, Ketut (2010). “Pengaruh Rasio Camel Terhadap Return Saham”. Jurnal Akuntansi.

Kurniawan, Febrianto (2006). “Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Atribut Sim Card Merek Simpati Dan Mentari”.

Indah Susanty, Sherly (2006). “Karakteristik dan Perilaku Konsumen Pengguna Teknologi GSM dan CDMA”.

Kadhaffi, Demitri Marvin, Solimun dan Armanu Thoyib. “Perilaku Konsumen Dalam Memilih Jasa Layanan Operator Mobile Phone Yang Berbasis Cdma Dan Gsm”

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

There Is 1 Response So Far. »


  1. MedicamentSpot.com. Canadian Health&Care.Best quality drugs.Special Internet Prices.No prescription online pharmacy. Online Pharmacy. Buy pills online

    Buy:Soma.Maxaman.Tramadol.Viagra Super Force.Super Active ED Pack.Viagra Professional.VPXL.Cialis.Levitra.Viagra Soft Tabs.Viagra Super Active+.Propecia.Zithromax.Cialis Super Active+.Cialis Soft Tabs.Cialis Professional.Viagra….

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image