FAKTOR JARAK PASAR TRADISIONAL DAN UANG BELANJA TERHADAP KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI
FAKTOR JARAK PASAR TRADISIONAL DAN UANG BELANJA TERHADAP KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI
ABSTRAK
Penelitian ini menganalisis jarak pasar tradisional dan uang belanja terhadap konsumsi makanan siap saji ibu rumah tangga dan bekerja. Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner. Responden sebanyak 15 orang ibu rumah tangga dan bekerja. Hasil penelitian ini yaitu : 1) Jarak pasar yang jauh dan ongkos angkutan umum yang besar membuat para ibu jarang berbelanja ke pasar; 2) Jarak pasar yang jauh membuat para ibu lebih banyak berbelanja makanan cepat saji.
Kata kunci : Jarak pasar, uang belanja, dan konsumsi makanan cepat saji.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Untuk mendapatkan kebutuhan pokok sehari-hari, banyak cara yang ditempuh ibu-ibu rumah tangga maupun yang bekerja. Ada yang memperoleh dari warung terdekat, pedagang keliling, maupun ada ke pasar tradisional. Semua itu dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan yang dirasa lebih meringankan beban ekonomi.
Ada pertimbangan waktu, harga, dan ada pula pertimbangan kualitas barang yang diperoleh. Jarak pasar dan uang belanja merupakan faktor yang sangat dominan, dalam hal ini adalah kaitannya dengan konsumsi makanan cepat saji sebagai indikatornya.
1.2 Rumusan Masalah
Semakin meningkatnya konsumsi makanan cepat saji merupakan salah satu motivasi penulis untuk mengobservasi mengenai jarak pasar tradisional dan uang belanja terhadap konsumsi makanan cepat saji Transisi pola hidup berdampak pada perubahan pola konsumsi dan pola aktifitas, sehingga mempengaruhi komposisi tubuh. Saat ini masyarakat cenderung lebih menyukai makanan cepat saji yang tidak baik bagi kesehatan dan kecerdasan. Dalam studi yang dipublikasikan oleh Federation of the American Societies for Experimental Biology ini, peneliti menguraikan kalau penurunan kemampuan ini disebabkan oleh masalah sel, khususnya sel-sel otot. Para peneliti menemukan adanya peningkatan jumlah protein uncoupling protein 3 di sel-sel. Protein ini membuat sel-sel kurang efisien dalam menggunakan oksigen untuk membuat energi yang diperlukan untuk bergerak.
1.3 Batasan Masalah
Observasi dilakukan dengan menyebar kuesioner pada 20 responden, yaitu ibu rumah tangga dan bekerja. Kuesioner yang dikembalikan adalah 15, berarti terdapat 15 responden. Usia responden rata-rata di atas 30 tahun.
1.4 Tujuan dan Manfaat
Tujuan observasi ini adalah untuk mengetahui pengaruh jarak pasar tradisional dan uang belanja terhadap konsumsi makanan cepat saji di kalangan ibu rumah tangga dan bekerja. Manfaat observasi ini adalah mengetahui budaya konsumsi makanan cepat saji di kalangan ibu rumah tangga dan bekerja.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
Menurut James F. Engel – Roger D. Blackwell – Paul W. Miniard dalam Saladin terdapat tiga faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen , yaitu :
- Pengaruh lingkungan, terdiri dari budaya, kelas sosial, keluarga dan situasi. Sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah memahami pengaruh lingkungan yang membentuk atau menghambat individu dalam mengambil keputusan berkonsumsi mereka. Konsumen hidup dalam lingkungan yang kompleks, dimana perilaku keputusan mereka dipengaruhi oleh keempat faktor tersebut diatas.
- Perbedaan dan pengaruh individu, terdiri dari motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap, kepribadian, gaya hidup, dan demografi. Perbedaan individu merupkan faktor internal (interpersonal) yang menggerakkan serta mempengaruhi perilaku. Kelima faktor tersebut akan memperluas pengaruh perilaku konsumen dalam proses keputusannya.
- Proses psikologis, terdiri dari pengolahan informasi, pembelajaran, perubahan sikap dan perilaku. Ketiga faktor tersebut menambah minat utama dari penelitian konsumen sebagai faktor yang turut mempengaruhi perilaku konsumen dalam penambilan keputusan pembelian.
Secara sederhana, definisi pasar selalu dibatasi oleh anggapan yang menyatakan antara pembeli dan pejual harus bertemu secara langsung untuk mengadakan interaksi jual beli. Namun, pengertian tersebut tidaklah sepenuhnya benar karena seiring kemajuan teknologi, internet, atau malah hanya dengan surat. Pembeli dan penjual tidak bertemu secara langsung, mereka dapat saja berada di tempat yang berbeda atau berjauhan. Artinya, dalam proses pembentukan pasar, hanya dibutuhkan adanya penjual, pembeli, dan barang yang diperjualbelikan serta adanya kesepakatan antara penjual dan pembeli.
Dalam penelitian ini pasar yang diteliti adalah pasar tradicional. Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Beberapa pasar tradisional yang “legendaris” antara lain adalah pasar Beringharjo di Jogja, pasar Klewer di Solo, pasar Johar di Semarang. Pasar tradisional di seluruh Indonesia terus mencoba bertahan menghadapi serangan dari pasar modern yaitu pasar swalayan.
Pasar Menurut Jenisnya
Pasar Konsumsi
Pasar Konsumsi menjual barang-barang untuk keperluan konsumsi. Misalnya menjual beras, sandal, lukisan, dll. Contohnya adalah Pasar Mergan di Malang, Pasar Kramat Jati, dll.
Pasar Faktor Produksi
Pasar Faktor Produksi menjual barang-barang untuk keperluan produksi. Misalnya menjual mesin-mesin untuk memproduksi, lahan untuk pabrik, dll.
Pasar Menurut Hari
Pasar menurut hari dinamakan sesuai hari pasar itu dibuka. Misalnya Pasar Rebo dibuka khusus hari Rabu, Pasar Minggu dibuka khusus hari Minggu, Pasar Senen dibuka khusus hari Senin, dll.
Pasar Menurut Luas Jangkauan
Pasar Daerah
Pasar Daerah membeli dan menjual produk dalam satu daerah produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar daerah melayani permintaan dan penawaran dalam satu daerah.
Pasar Lokal
Pasar Lokal kayak gaber membeli dan menjual produk dalam satu kota tempat produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar lokal melayani permintaan dan penawaran dalam satu kota.
Pasar Nasional
Pasar Nasional membeli dan menjual produknya yaitu jembut dalam satu negara tempat produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar nasional melayani permintaan dan penjualan dari dalam negeri.
Pasar Internasional
Pasar Internasional membeli dan menjual produk dari beberapa negara. Bisa juga dikatakan luas jangkauannya di seluruh dunia.
Pasar Menurut Wujud
Pasar Konkret
Pasar Konkret adalah pasar yang lokasinya dapat dilihat dengan kasat mata. Misalnya ada los-los, toko-toko, dll. Di pasar konkret, produk yang dijual dan dibeli juga dapat dilihat dengan kasat mata. Konsumen dan produsen juga dapat dengan mudah dibedakan.
Pasar Abstrak
Pasar Abstrak adalah pasar yang lokasinya tidak dapat dilihat dengan kasat mata.konsumen dan produsen tidak bertemu secara langsung.Biasanya dapat melalui internet, pemesanan telepon, dll. Barang yang diperjual belikan tidak dapat dilihat dengan kasat mata, tapi pada umumnya melalui brosur, rekomendasi, dll. Kita juga tidak dapat melihat konsumen dan produsen bersamaan, atau bisa dikatakan sulit membedakan produsen dan konsumen sekaligus.
2.2 Penelitian Terdahulu
Penelitian sebelumnya dilakukan oleh oleh Desi Marwati yang berjudul ”Strategi Ketahanan Pangan, Ketersediaan dan Pola Konsumsi Pangan Keluarga Buruh Tani dan Buruh Pabrik di Desa Kebon Dalem, Kota Cilegon.” Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan pada pengeluaran per kapita dengan penyiapan dan penyajian pangan keluarga buruh tani dan buruh pabrik yang lebih sering mengkonsumsi makanan cepat saji.
BAB III
METODE PENELITIAN
Objek dari penelitian ini adalah jarak pasar tradisional dan uang belanja serta konsumsi makanan cepat saji di kalangan ibu rumah tangga dan bekerja. Survei telah dilakukan untuk mengumpulkan data primer dengan distribusi kuesioner dan wawancara. Metode penelitian ini adalah survey dengan pendekatan analisis deskriptif.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini menggunakan data para ibu rumah tangga dan bekerja. Penyebaran kuesioner sejumlah 20 buah, kuesioner yang dikembalikan sejumlah 15 buah kuesioner, maka terdapat 15 orang responden dalam penelitian ini. Berikut rincian dari obyek penelitian ini :
Tabel 1. Data dan Profil Responden
|
No |
Keterangan |
Angka |
Prosentase (%) |
|
1 |
Usia responden | ||
| < 30 tahun |
7 |
47% |
|
| > 30 tahun |
8 |
53% |
|
|
|
|
||
|
2 |
Jarak pasar |
|
|
| < 5 km |
3 |
20% |
|
| > 5km |
12 |
80% |
|
|
|
|
||
|
3 |
Frekuensi berbelanja ke pasar |
|
|
| Sering |
5 |
33% |
|
| Jarang |
10 |
67% |
|
|
|
|
||
|
4 |
Belanja kemudian memasak |
8 |
53% |
| membeli makanan jadi |
7 |
47% |
|
|
|
|
||
|
5 |
Makanan yang sering dikonsumsi |
|
|
| Lauk pauk |
7 |
47% |
|
| Makanan cepat saji |
8 |
53% |
|
|
|
|
||
|
6 |
Uang belanja/hari |
|
|
| < Rp 50.000 |
14 |
93% |
|
| > Rp 50.000 |
1 |
7% |
|
|
|
|
||
|
7 |
Kendaraan yang digunakan untuk pergi ke pasar |
|
|
| Kendaraan pribadi |
8 |
53% |
|
| Kendaraan umum |
7 |
47% |
|
|
|
|
||
|
8 |
Ongkos kendaraan umum |
|
|
| < Rp 5.000 |
4 |
27% |
|
| > Rp 5.000 |
11 |
73% |
Kuesioner
Pengaruh Jarak Pasar Tradisional dan Uang Belanja Terhadap
Konsumsi Makanan Jadi
Nama :
Usia :
- Jarak pasar tradisional dari rumah Anda?
a. <5 km b. >5 km
2. Seberapa sering berbelanja di pasar tradisional?
a. Sering b. Jarang
3. Manakah yang lebih efektif dan efisien?
a. Berbelanja kemudian memasak b. Membeli makanan jadi
4. Makanan yang lebih sering dikonsumsi?
a. Lauk pauk b. Makanan cepat saji
- Uang belanja per hari?
a. Kurang dari Rp 50.000 b. Lebih dari Rp 50.000
- Kendaraan yang dipergunakan untuk pergi ke pasar?
a. Kendaraan pribadi b. Kendaraan umum
7. Bila naik kendaraan umum, berapakah ongkosnya?
a. Kurang dari Rp 5.000 b. Lebih dari Rp 5.000
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Dari 15 responden, ditemukan bahwa jarak pasar tradisional dari tempat tinggal kurang dari 5 km, namun para responden (baik ibu rumah tangga maupun bekerja) rata-rata jarang pergi ke pasar tradisional untuk berbelanja. Ditemukan bahwa mereka lebih memilih berbelanja kemudian memasak karena alasan efisiensi. Yang menarik adalah ternyata mereka lebih sering mengkonsumsi makanan cepat saji seperti mie instant dan chicken nuggets. Dengan range uang belanja kurang dari Rp 50.000/hari, ditemukan para responden menggunakan kendaraan pribadi untuk mencapai pasar, karena ongkos angkutan umum yang lebih dari Rp 5.000 dianggap mahal dan tidak efisien.
Diperlukan responden yang lebih luas untuk mewakili perilaku belanja para ibu rumah tangga maupun bekerja, karena dimungkinkan setiap daerah akan berbeda.
Popularity: 1% [?]


