Karakteristik Budaya Lampung ..

” Karakteristik Adat Budaya Lampung sebagai Masyarakat Muslim, perlu pembatasan ruang lingkup kebudayaan dari segi sistem kemasyarakatan saja sesuai dengan disiplin yang kami miliki. Sistem kemasyarakatan mana yang menyangkut nilai-nilai kekerabatan dan pandangan hidup masyarakat setempat, khususnya masyarakat muslim daerah lampung. Bagi masyarakat lampung pada umumnya, pandangan hidup yang mencolok sebagai standar budaya adalah Pi’il Pesenggiri. Pi’il Pesenggiri dapat diartikan sebagai kehormatan diri, malu bersalah, perasaan berharga atau harga diri. Untuk menjaga harga diri ini agar tetap terhormat, maka pribadi-pribadi dalam pergaulannya senantiasa dituntut untuk dapat bersikap dan berperilaku yang benar, baik, terpuji sesuai dengan harapan masyarakat.
Kebudayaan juga dapat diartikan sebagai keseluruhan bentuk kesenian, yang meliputi sastra, musik, pahat/ukir, rupa, tari, dan berbagai bentuk karya cipta yang mengutamakan keindahan (estetika) sebagai kebutuhan hidup manusia. Pihak lain mengartikan kebudayaan sebagai lambang, benda atau obyek material yang mengandung nilai tertentu. Lambang ini dapat berbentuk gerakan, warna, suara atau aroma yang melekat pada lambang itu. Oleh karena itu adat-istiadat merupakan salah satu elemen dari kebudayaan; dan apabila adatistiadat itu secara nyata diwujudkan dalam bentuk perilaku yang tumbuh dari dan atau menjadi ide/gagasan yang menghasilkan karya dan keindahan, maka adat-istiadat dapat diidentikkan dengan kebudayaan.
Adat budaya lampung yang melambangkan Sakay-sambayan yang berarti suka tolong menolong terhadap sesama merupakan wujud kebersamaan dalam senang dan susah. Tolong menolong ini biasanya dilakukan dalam kegiatan-kegiatan pembangunan sarana umum, pembangunan rumah, acara-acara adat, pada waktu warga masyarakat terkena musibah, atau dalam rangka membangun kehidupan masyarakat secara ekonomis. Bentuk tolong menolong dapat berupa tenaga, uang atau benda yang bernilai ekonomis, peralatan dan perlengkapan, berupa sumbangan pemikiran atau nasehat-nasehat positif yang berguna, baik bagi kepentingan bersama maupun pertolongan yang khusus ditujukan kepada anggota masyarakat yang sedang dalam kesulitan. Mengajak kerjasama (setikuhan) dalam urusan pembangunan dan kemasyarakatan menunjukkan bahwa orang lain diperhitungkan dan berguna bagi kelompok atau kerabatnya.
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image