Perilaku konsumen

Perilaku Konsumen & Faktor Pengaruhnya
Perilaku konsumen dan faktor yang mempengaruhinya
Konsumen mengambil banyak macam keputusan membeli setiap hari. Sedangkan untuk mempelajari mengenai alasan perilaku membeli konsumen bukan hal yang mudah dan jawabannya seringkali tersembunyi jauh dalam benak konsumen.
American Marketing Association mengemukakan (Peter & Olson, 1999:6): definisi perilaku konsumen sebagai Interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku, dan kejadian disekitar kita dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka.
Mempelajari atau menganalisa perilaku konsumen adalah suatu yang sangat kompleks terutama karena banyaknya faktor yang mempengaruhi dan kecendrungan untuk saling berinteraksi. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen meliputi (Peter & Olson, 1999:7) :
a. Budaya
Budaya adalah penentu paling dasar dari keinginan dan tingkah laku seseorang yang tercermin dari cara hidup, kebiasaan dan tradisi dalam permintaan akan bermacam-macam barang dan jasa. Dalam hal ini perilaku konsumen yang satu akan berbeda dengan perilaku konsumen lainnya karena tidak adanya homogenitas dalam kebudayaan itu sendiri.
b. Sosial
Faktor sosial juga mempengaruhi tingkah laku pembeli. Pilihan produk amat dipengaruhi oleh kelompok kecil, keluarga, teman, peran dan status sosial konsumen.
c. Pribadi
Keputusan membeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian konsumen.
d. Psikologi
Pilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh empat faktor psikologi yang penting yaitu: motivasi, persepsi, pengetahuan, seta keyakinan dan sikap.
Berdasarkan uraian diatas diketahui bahwa persepsi termasuk salah satu sub faktor psikologi yang merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen.
2.3 Persepsi Konsumen Terhadap Suatu Produk
Salah satu faktor psikologis yang mempengaruhi bentuk perilaku konsumen adalah persepsi. Bagaimana individu-individu mengambil keputusan atau membuat pilihan dari dua alternatif atau lebih, dan bagaimana kualitas pilihan terakhir mereka sebagian besar dipengaruhi oleh persepsi mereka.
Definisi persepsi menurut Kotler (1997:156) adalah: Proses yang dilalui orang dalam memilih, mengorganisasikan dan menginterpretasikan informasi guna membentuk gambaran yang berarti mengenai dunia.
Dari definisi tersebut diatas, kita mengetahui bahwa seseorang termotivasi untuk membeli adalah dipengaruhi oleh persepsinya terhadap situasi yang dihadapinya, sedangkan apa yang dipersepsikan seseorang dapat cukup berbeda dari kenyataan yang objektif. Individu-individu mungkin memandang pada satu benda yang sama tetapi mempersepsikannya secara berbeda.
Hal ini disebabkan karena adanya sejumlah faktor yang bekerja untuk membentuk dan kadang-kadang memutar balik persepsi. Persepsi seseorang dengan orang lain dapat berbeda, hal ini dapat dipengaruhi oleh tiga hal yaitu:
a. Perhatian selektif
Yaitu kecendrungan bagi manusia untuk menyaring sebagian informasi yang mereka hadapi. Sehingga informasi yang lebih menonjol yang akan mendapat tanggapan.
b. Distorsi selektif
Yaitu kecendrungan orang untuk menginterpretasikan informasi dangan cara yang mendukung apa yang telah mereka yakini.
c. Ingatan selektif
Yaitu kecendrungan orang untuk mengingat informasi yang mendukung sikap dan keyakinan mereka . (Kotler, 1997:156)
Persepsi membantu individu dalam memilih, mengatur, menyimpan, dan menginterprestasikan rangsangan menjadi gambaran dunia yang utuh dan berarti.
Definisi lainnya adalah bahwa: Persepsi sebagai makna yang kita pertalikan berdasarkan pengalaman yang lalu, stimulus (rangsangan-rangsangan) yang kita terima melalui panca indera. (Stanton,1991:128). Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi adalah menetukan arah dan bentuk perilaku konsumen terhadap sesuatu hal. Mengingat bahwa persepsi sifatnya sangat subyektif, dimana hal ini dipengaruhi oleh kepercayaan, sikap dan pandangannya terhadap suatu produk.
DINAMIKA PERILAKU KONSUMEN DAN SUDUT PANDANG PSIKOLOGI
Pengertian
a. Pengertian psikologi konsumen
Psikologi konsumen adalah the study of consumer behavior in a relation environment, dimana pada psikologi konsumen membahas tingkah laku individu sebagai konsumen. Psikologi konsumen merupakan merupakan psikologi ekonomi dalam pengertian mikro.
Definisi lain dari psikologi konsumen adalah kegiatan bersibuk diri secara luas dimana manusia sebagai konsumen dari barang dan jasa.Sasaran utama dari psikologi konsumen itu adalah perilaku konsumen, misalnya dengan keadaan dan alasannya seseorang tersebut menentukan pilihannya. Karena sasaran utamanya menjelaskan perilaku maka di samping psikologi konsumen juga digunakan istilah perilaku konsumen.
b. Pengertian perilaku konsumen
Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990), perilaku konsumen diartikan “…. Those actions directly involved in obtaining, consuming, and disposing of products and services, including the decision processes that precede and follow this action”.
Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut. Menurut Mowen (1995), “ Consumer behavior is defined as the study of the buying units and the exchange processes involved in acquiring, consume, disposing of goods, services, experiences, and ideas” .
Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). Sedangkan The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaanyang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005). Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).
Katona (dalam Munandar, 2001) memandang perilaku konsumen sebagai cabang ilmu dari perilaku ekonomika (behavioral economics). Selain itu, menurut Dieben (2004) perilaku konsumen adalah “the decision process and physical activity individuals engange in when evaluating, acquiring, using or disposing of goods and services” mencakup perolehan, penggunaan disposisi produk, jasa, waktu, dan gagasan. Dalam perilaku konsumen terdapat consumer dan customer.
Menurut Engel (dalam Mangkunegara, 2002) mengemukakan bahwa perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut. Loudon dan Bitta (1984) mendefinisikan perilaku konsumen yaitu sebagai proses pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam mengevaluasi, memperoleh, mempergunakan barang-barang dan jasa. Menurut Peter dan Oslo (dalam Rangkuti, 2002) menyatakan bahwa perilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku dan kejadian di sekitar kita dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka.
Gerald Zaltman dan Melanie Wallendorf menjelaskan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan proses dan hubungan sosial yang dilakukan oleh individu, kelompok dan oraganisasi dalam mendapatkan, menggunakan sesuatu produk sebagai suatu akibat dari pengalamannya dengan produk, pelayanan dan sumber-sumber lainnya.
PRILAKU KONSUMEN DAN DINAMIKANYA

Konsumen dibagi menjadi dua:
1.Konsumen individual
konsumen yang membeli barang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri,
biasanya Konsumen Individual bebas membeli barang dengan sedikit bahkan
tanpa pengaruh dari orang lain, konsumen jenis ini yang disebut sebagai
ultimate konsumen
2. Konsumen Institusional
konsumen jenis ini pembelian barang yang dilakukan bukan untuk menuhi
kebutuhannya sendiri namun untuk memenuhi kebutuhan orang ketiga / orang
banyak atau untuk keperluan produksi dari barang-barang tertentu, pada
konsumen jenis ini pengambilan keputusan untuk membeli suatu barang
diambil melalui banyak pertimbangan dan dipengaruhi oleh banyak orang.
Empat prinsip signifikan tentang konsumen:
• Konsumen adalah Raja
• Motivasi dan perilaku konsumen dapat dimengerti melalui penelitian
• Perilaku konsumen dapat dipengaruhi
• Pengaruh Konsumen sah secara social
PERILAKU KONSUMEN
Awal mula kita definisikan dahulu pengertian dari konsumen. Konsumen adalah seseorang atau sekelompok orang yang membeli suatu produk untuk dipakai sendiri dan tidak untuk dijual kembali. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka dia disebut pengecer atau distributor. pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu sebagai produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen.
Perilaku konsumen secara umum diartikan sebagai tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang. Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990) Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut. Menurut Mowen (1995) Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005).
James F. Engel mendefinisikanperilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses
keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.
Dua wujud konsumen 1. Personal Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk penggunaannya sendiri. 2. Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.
SIFAT DARI PERILAKU KONSUMEN
1. Consumer Behavior Is Dynamic
Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan. Sifatyang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat lain. Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi-inovasi secara berkala untuk meraih
konsumennya.
2. Consumer Behavior Involves Interactions
Dalam perilaku konsumen terdapat interaksi antara pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia, serta lingkungan. Semakin dalam suatu perusahaan memahami bagaimana interaksi tersebut mempengaruhi konsumen semakin baik perusahaan tersebut dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen serta memberikan value atau nilai bagi konsumen.
3. Consumer Behavior Involves Exchange
Perilaku konsumen melibatkan pertukaran antara manusia. Dalam kata lain seseorang memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuatu sebagai gantinya.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pelanggan
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku pelanggan. Faktor-faktor tersebut dibedakan menjadi 2 bagian yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pribadi seorang konsumen dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan sekitar seorang konsumen.
Individual Determinants of Consumer Behavior
1. Demografis, psikografis, dan kepribadian
Demografis berhubungan dengan ukuran, struktur, dan pendistribusian populasi. Demografis berperan penting dalam pemasaran. Demografis membantu peramalan trend suatu produk bertahun-tahun mendatang serta perubahan permintaan dan pola konsumsi.
Psikografis adalah sebuah teknik operasional untuk mengukur gaya hidup. Dalam kata lain psikografis adalah penelitian mengenai profil psikologi dari konsumen. Psikografis memberikan pengukuran secara kuantitatif maupun kualitatif. Bila demografis menjelaskan siapayang membeli suatu produk, lingkungan. Kepribadian adalah tampilan psikologi individu yang unik dimana mempengaruhi secara konsisten bagaimana seseorang merespon lingkungannya.
2. Motivasi konsumen
Dalam menjawab pertanyaan mengenai mengapa seseorang membeli produk tertentu, hal ini berhubungan dengan motivasi seorang konsumen. Motivasi konsumen mewakili dorongan untuk memuaskan kebutuhan baikyang bersifat fisiologis maupun psikologis melalui pembelian dan penggunaan suatu produk.
3. Pengetahuan konsumen
Pengetahuan konsumen dapat diartikan sebagai himpunan dari jumlah total atas informasi yang dimemori yang relevan dengan pembelian produk dan penggunaan produk. Misalnya apakah makanan organik itu, kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya, manfaatnya bagi kesehatan, dan lain-lain.
4. Intensi, sikap, kepercayaan, dan perasaan konsumen
Intensi adalah pendapat subjektif mengenai bagaimana seseorang bersikap di masa depan. Ada beberapa jenis intensi konsumen. Intensi pembelian adalah pendapat mengenai apa yang akan dibeli. Intensi pembelian kembali adalah apakah akan membeli barang yang sama dengan sebelumnya. Intensi pembelanjaan adalah dimana konsumen akan merencanakan sebuah produk akan dibeli. Intensi pengeluaran adalah berapa banyak uang yang akan digunakan. Intensi pencarian mengindikasikan keinginan seseorang untuk melakukan pencarian. Intensi konsumsi adalah keinginan seseorang untuk terikat dalam aktifitas konsumsi.
Sikap mewakili apa yang disukai maupun tidak disukai oleh seseorang. Sikap seorang konsumen mendorong konsumen untuk melakukan pemilihan terhadap beberapa produk. Sehingga sikap terkadang diukur dalam bentuk preferensi atau pilihan konsumen. Preferensi itu sendiri dapat dikatakan sebagai suatu sikap terhadap sebuah objek dan relasinya terhadap objek lain. Kepercayaan dapat didefinisikan sebagai penilaian subjektif mengenai hubungan antara dua atau lebih benda. Suatu kepercayaan dibentuk dari pengetahuan. Apa yang telah seseorang pelajari mengenai suatu produk mendorong timbulnya kepercayaan tertentu mengenai produk tersebut. Perasaan adalah suatu keadaan yang memiliki pengaruh (seperti mood seseorang) atau reaksi. Perasaan dapat bersifat positif maupun negatif tergantung kepada setiap individu. Perasaan juga memiliki pengaruh terhadap penentuan sikap seorang konsumen.
Tipe – Tipe Perilaku Pembelian
1. Budget Allocation (Pengalokasian budget)
2. Product Purchase or Not (Membeli produk atau tidak)
3. Store Patronage (Pemilihan tempat untuk mendapatkan produk)
4. Brand and Style Decision (Keputusan atas merek dan gaya)
Sifat dari perilaku konsumen
1. Consumer Behavior Is Dynamic yaitu, perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan.
2. Consumer Behavior Involves Interaction yaitu, dalam perilaku konsumen terdapat interaksi antara pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia, serta lingkungan.
3. Consumer Behavior Involves Exchange yaitu, perilaku konsumen melibatkan pertukaran antara manusia
Menurut dinamika psikologinya
Perilaku konsumen dapat dilihat melalui beberapa prespektif :
• Prespektif Pengaruh Konsumen,
• Prespektif Wholistic
• Prespektif Antar Budaya .
Pengaruh perspektif konsumen adalah Dalam Prespektif ini yang dititik beratkan adalah konsumen dan kebutuhan konsumen. Yang penting disini adalah pertukaran antara pelanggan dan pensupplay,
Contohnya adalah supplier yang akan selalu berusaha untuk memenuhin kebutuhan
konsumen individual, dan untuk memenuhinya supplier bias menekan produsen untuk memenuhi kebutuhannya.

PRESPEKTIF WHOLISTIC
Dalam prespektif ini, penelitian tentang konsumen mengambil konsumsis ebagai penekanan
sentral dengan meneliti semua segi dalam proses menggunakan danmenghabiskan produk untuk memenuhi kebutuhan ataumemuaskan suatu keinginan.
Contoh : ketika peneliti melakukan studi tentang kesenangan estetika yang diperoleh dari konsumsi seni,musik, barang bermerek luar dan kegiatan non manfaat lain yang dikenal sebagai konsumsi hedonik,
PRESPEKTIF ANTAR BUDAYA
• Pada Prespektif ini peneliti menaruh perhatian tentang pentingnya budaya bagi produsen,
• Memandang penelitian konsumen sebagai kebutuhan universal
• Saat ini banyak produsen yang memasarkan barang mereka jauh dari negara asal barang tersebut, hal ini yang kemudian disebut denganglobal marketing, dengan hadirnya banyak perusahaan – perusahaan dari luar,mereka mempunyai kesempatan untuk memilih, produk, atau bahkan gaya hidup yang ditawarkan.
Contoh psikologi konsumen pada kehidupan sehari – hari :
Banyak para mahasiswa/mahasiswi yang merasa uang jajan yang meraka terima kurang sebab kebutuhan kuliah cukup banyak seprti fotocopi, warnet, beli buku, ngeprint,dll. Oleh sebab itu mereka lebih memilih untuk berdagang yang modalnya tidak terlalu besar, seperti berdagang tas, sepatu, pernak pernik kebutuhan wanita atau laki-laki. Sehingga dapat menambah uang jajan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari meraka, agar mereka tidak meminta uang jajan lagi kepada orang tua mereka. Mereka bergadang harus lihat kepuasan pelanggan mereka agar menjadi pelanggan tetap mereka, misalnya mereka berdagang barang – barang yang murah tapi kualitas barangnya bagus. Sehingga dapat diminati pelanggan yang tidak lain pelanggan mereka itu teman mereka sendiri.
Referensi

http://organisasi.org/perilaku-konsumen-ringkasan-rangkuman-resume-mata-kuliah-ekonomi-manajemen

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/perilaku-konsumen-definisi-dan-tipe.html

http://www.konsumen.org/konsumen-di-wikipedia/

Assauri, Sofjan. 1999. Manajemen Pemasaran, Dasar, Konsep dan Strategi, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Gibson,L. James,dkk. 1996. Organisasi, Edisi ketujuh, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Kotler, Philip & Amstrong Gary. 1997. Dasar-Dasar Pemasaran Principles of Marketing 7e, Penerbit PT. Prehalindo, Jakarta.
Kotler, Philip. 1997. Manajemen pemasaran analisis perencanaan, Implementasi dan kontrol, jilid I, Penerbit PT. Prehallindo, Jakarta.
Kotler, Philip. 1997. Manajemen Pemasaran Analisis Perencanaan, Implementasi dan Kontrol, jilid II, Penerbit PT. Prehallindo, Jakarta.
Kotler, Philips. 1995. Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Pengendalian, Jilid I, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Malo, Manasse, Dr. 1986. Metode Penelitian Sosial, Modul 1-5, Penerbit Karinika, Universitas terbuka, Jakarta.
Mc. Carthy E. Jerome. 1993. Dasar-Dasar Pemasaran, Penerbit Erlangga, Yogyakarta.Nasir, Moh, Ph.D. 1999. Metode Penelitian, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.
Nitisemito, S. Alex. 1993. Marketing, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.
Peter, J. Paul & Olson, Jerry C. 2000. Consumer Behavior Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran, Jilid I, Edisi keempat, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Robbins Stephen P. 1996. Perilaku Organisasi : Konsep, Kontoversi dan Aplikasi, Jilid 1, Penerbit PT. Prehallindo, Jakarta.
Stanton, J. William,1988. Prinsip Pemasaran, Edisi ketujuh, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Stanton, J. William.1991. Prinsip Pemasaran, Jilid I, Edisi ketujuh, Penerbit Erlangga,Jakarta.
Swatha, Basu. DH, Irawan. 1990. Manajemen Pemasaran Modern, Edisi kedua, cetakan keempat, Penerbit Liberthy, Yogyakarta.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image

Perilaku konsumen

Perilaku Konsumen & Faktor Pengaruhnya
Perilaku konsumen dan faktor yang mempengaruhinya
Konsumen mengambil banyak macam keputusan membeli setiap hari. Sedangkan untuk mempelajari mengenai alasan perilaku membeli konsumen bukan hal yang mudah dan jawabannya seringkali tersembunyi jauh dalam benak konsumen.
American Marketing Association mengemukakan (Peter & Olson, 1999:6): definisi perilaku konsumen sebagai Interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku, dan kejadian disekitar kita dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka.
Mempelajari atau menganalisa perilaku konsumen adalah suatu yang sangat kompleks terutama karena banyaknya faktor yang mempengaruhi dan kecendrungan untuk saling berinteraksi. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen meliputi (Peter & Olson, 1999:7) :
a. Budaya
Budaya adalah penentu paling dasar dari keinginan dan tingkah laku seseorang yang tercermin dari cara hidup, kebiasaan dan tradisi dalam permintaan akan bermacam-macam barang dan jasa. Dalam hal ini perilaku konsumen yang satu akan berbeda dengan perilaku konsumen lainnya karena tidak adanya homogenitas dalam kebudayaan itu sendiri.
b. Sosial
Faktor sosial juga mempengaruhi tingkah laku pembeli. Pilihan produk amat dipengaruhi oleh kelompok kecil, keluarga, teman, peran dan status sosial konsumen.
c. Pribadi
Keputusan membeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian konsumen.
d. Psikologi
Pilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh empat faktor psikologi yang penting yaitu: motivasi, persepsi, pengetahuan, seta keyakinan dan sikap.
Berdasarkan uraian diatas diketahui bahwa persepsi termasuk salah satu sub faktor psikologi yang merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen.
2.3 Persepsi Konsumen Terhadap Suatu Produk
Salah satu faktor psikologis yang mempengaruhi bentuk perilaku konsumen adalah persepsi. Bagaimana individu-individu mengambil keputusan atau membuat pilihan dari dua alternatif atau lebih, dan bagaimana kualitas pilihan terakhir mereka sebagian besar dipengaruhi oleh persepsi mereka.
Definisi persepsi menurut Kotler (1997:156) adalah: Proses yang dilalui orang dalam memilih, mengorganisasikan dan menginterpretasikan informasi guna membentuk gambaran yang berarti mengenai dunia.
Dari definisi tersebut diatas, kita mengetahui bahwa seseorang termotivasi untuk membeli adalah dipengaruhi oleh persepsinya terhadap situasi yang dihadapinya, sedangkan apa yang dipersepsikan seseorang dapat cukup berbeda dari kenyataan yang objektif. Individu-individu mungkin memandang pada satu benda yang sama tetapi mempersepsikannya secara berbeda.
Hal ini disebabkan karena adanya sejumlah faktor yang bekerja untuk membentuk dan kadang-kadang memutar balik persepsi. Persepsi seseorang dengan orang lain dapat berbeda, hal ini dapat dipengaruhi oleh tiga hal yaitu:
a. Perhatian selektif
Yaitu kecendrungan bagi manusia untuk menyaring sebagian informasi yang mereka hadapi. Sehingga informasi yang lebih menonjol yang akan mendapat tanggapan.
b. Distorsi selektif
Yaitu kecendrungan orang untuk menginterpretasikan informasi dangan cara yang mendukung apa yang telah mereka yakini.
c. Ingatan selektif
Yaitu kecendrungan orang untuk mengingat informasi yang mendukung sikap dan keyakinan mereka . (Kotler, 1997:156)
Persepsi membantu individu dalam memilih, mengatur, menyimpan, dan menginterprestasikan rangsangan menjadi gambaran dunia yang utuh dan berarti.
Definisi lainnya adalah bahwa: Persepsi sebagai makna yang kita pertalikan berdasarkan pengalaman yang lalu, stimulus (rangsangan-rangsangan) yang kita terima melalui panca indera. (Stanton,1991:128). Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi adalah menetukan arah dan bentuk perilaku konsumen terhadap sesuatu hal. Mengingat bahwa persepsi sifatnya sangat subyektif, dimana hal ini dipengaruhi oleh kepercayaan, sikap dan pandangannya terhadap suatu produk.
DINAMIKA PERILAKU KONSUMEN DAN SUDUT PANDANG PSIKOLOGI
Pengertian
a. Pengertian psikologi konsumen
Psikologi konsumen adalah the study of consumer behavior in a relation environment, dimana pada psikologi konsumen membahas tingkah laku individu sebagai konsumen. Psikologi konsumen merupakan merupakan psikologi ekonomi dalam pengertian mikro.
Definisi lain dari psikologi konsumen adalah kegiatan bersibuk diri secara luas dimana manusia sebagai konsumen dari barang dan jasa.Sasaran utama dari psikologi konsumen itu adalah perilaku konsumen, misalnya dengan keadaan dan alasannya seseorang tersebut menentukan pilihannya. Karena sasaran utamanya menjelaskan perilaku maka di samping psikologi konsumen juga digunakan istilah perilaku konsumen.
b. Pengertian perilaku konsumen
Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990), perilaku konsumen diartikan “…. Those actions directly involved in obtaining, consuming, and disposing of products and services, including the decision processes that precede and follow this action”.
Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut. Menurut Mowen (1995), “ Consumer behavior is defined as the study of the buying units and the exchange processes involved in acquiring, consume, disposing of goods, services, experiences, and ideas” .
Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). Sedangkan The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaanyang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005). Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).
Katona (dalam Munandar, 2001) memandang perilaku konsumen sebagai cabang ilmu dari perilaku ekonomika (behavioral economics). Selain itu, menurut Dieben (2004) perilaku konsumen adalah “the decision process and physical activity individuals engange in when evaluating, acquiring, using or disposing of goods and services” mencakup perolehan, penggunaan disposisi produk, jasa, waktu, dan gagasan. Dalam perilaku konsumen terdapat consumer dan customer.
Menurut Engel (dalam Mangkunegara, 2002) mengemukakan bahwa perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut. Loudon dan Bitta (1984) mendefinisikan perilaku konsumen yaitu sebagai proses pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam mengevaluasi, memperoleh, mempergunakan barang-barang dan jasa. Menurut Peter dan Oslo (dalam Rangkuti, 2002) menyatakan bahwa perilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku dan kejadian di sekitar kita dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka.
Gerald Zaltman dan Melanie Wallendorf menjelaskan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan proses dan hubungan sosial yang dilakukan oleh individu, kelompok dan oraganisasi dalam mendapatkan, menggunakan sesuatu produk sebagai suatu akibat dari pengalamannya dengan produk, pelayanan dan sumber-sumber lainnya.
PRILAKU KONSUMEN DAN DINAMIKANYA

Konsumen dibagi menjadi dua:
1.Konsumen individual
konsumen yang membeli barang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri,
biasanya Konsumen Individual bebas membeli barang dengan sedikit bahkan
tanpa pengaruh dari orang lain, konsumen jenis ini yang disebut sebagai
ultimate konsumen
2. Konsumen Institusional
konsumen jenis ini pembelian barang yang dilakukan bukan untuk menuhi
kebutuhannya sendiri namun untuk memenuhi kebutuhan orang ketiga / orang
banyak atau untuk keperluan produksi dari barang-barang tertentu, pada
konsumen jenis ini pengambilan keputusan untuk membeli suatu barang
diambil melalui banyak pertimbangan dan dipengaruhi oleh banyak orang.
Empat prinsip signifikan tentang konsumen:
• Konsumen adalah Raja
• Motivasi dan perilaku konsumen dapat dimengerti melalui penelitian
• Perilaku konsumen dapat dipengaruhi
• Pengaruh Konsumen sah secara social
PERILAKU KONSUMEN
Awal mula kita definisikan dahulu pengertian dari konsumen. Konsumen adalah seseorang atau sekelompok orang yang membeli suatu produk untuk dipakai sendiri dan tidak untuk dijual kembali. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka dia disebut pengecer atau distributor. pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu sebagai produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen.
Perilaku konsumen secara umum diartikan sebagai tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang. Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990) Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut. Menurut Mowen (1995) Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005).
James F. Engel mendefinisikanperilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses
keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.
Dua wujud konsumen 1. Personal Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk penggunaannya sendiri. 2. Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.
SIFAT DARI PERILAKU KONSUMEN
1. Consumer Behavior Is Dynamic
Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan. Sifatyang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat lain. Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi-inovasi secara berkala untuk meraih
konsumennya.
2. Consumer Behavior Involves Interactions
Dalam perilaku konsumen terdapat interaksi antara pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia, serta lingkungan. Semakin dalam suatu perusahaan memahami bagaimana interaksi tersebut mempengaruhi konsumen semakin baik perusahaan tersebut dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen serta memberikan value atau nilai bagi konsumen.
3. Consumer Behavior Involves Exchange
Perilaku konsumen melibatkan pertukaran antara manusia. Dalam kata lain seseorang memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuatu sebagai gantinya.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pelanggan
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku pelanggan. Faktor-faktor tersebut dibedakan menjadi 2 bagian yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pribadi seorang konsumen dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan sekitar seorang konsumen.
Individual Determinants of Consumer Behavior
1. Demografis, psikografis, dan kepribadian
Demografis berhubungan dengan ukuran, struktur, dan pendistribusian populasi. Demografis berperan penting dalam pemasaran. Demografis membantu peramalan trend suatu produk bertahun-tahun mendatang serta perubahan permintaan dan pola konsumsi.
Psikografis adalah sebuah teknik operasional untuk mengukur gaya hidup. Dalam kata lain psikografis adalah penelitian mengenai profil psikologi dari konsumen. Psikografis memberikan pengukuran secara kuantitatif maupun kualitatif. Bila demografis menjelaskan siapayang membeli suatu produk, lingkungan. Kepribadian adalah tampilan psikologi individu yang unik dimana mempengaruhi secara konsisten bagaimana seseorang merespon lingkungannya.
2. Motivasi konsumen
Dalam menjawab pertanyaan mengenai mengapa seseorang membeli produk tertentu, hal ini berhubungan dengan motivasi seorang konsumen. Motivasi konsumen mewakili dorongan untuk memuaskan kebutuhan baikyang bersifat fisiologis maupun psikologis melalui pembelian dan penggunaan suatu produk.
3. Pengetahuan konsumen
Pengetahuan konsumen dapat diartikan sebagai himpunan dari jumlah total atas informasi yang dimemori yang relevan dengan pembelian produk dan penggunaan produk. Misalnya apakah makanan organik itu, kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya, manfaatnya bagi kesehatan, dan lain-lain.
4. Intensi, sikap, kepercayaan, dan perasaan konsumen
Intensi adalah pendapat subjektif mengenai bagaimana seseorang bersikap di masa depan. Ada beberapa jenis intensi konsumen. Intensi pembelian adalah pendapat mengenai apa yang akan dibeli. Intensi pembelian kembali adalah apakah akan membeli barang yang sama dengan sebelumnya. Intensi pembelanjaan adalah dimana konsumen akan merencanakan sebuah produk akan dibeli. Intensi pengeluaran adalah berapa banyak uang yang akan digunakan. Intensi pencarian mengindikasikan keinginan seseorang untuk melakukan pencarian. Intensi konsumsi adalah keinginan seseorang untuk terikat dalam aktifitas konsumsi.
Sikap mewakili apa yang disukai maupun tidak disukai oleh seseorang. Sikap seorang konsumen mendorong konsumen untuk melakukan pemilihan terhadap beberapa produk. Sehingga sikap terkadang diukur dalam bentuk preferensi atau pilihan konsumen. Preferensi itu sendiri dapat dikatakan sebagai suatu sikap terhadap sebuah objek dan relasinya terhadap objek lain. Kepercayaan dapat didefinisikan sebagai penilaian subjektif mengenai hubungan antara dua atau lebih benda. Suatu kepercayaan dibentuk dari pengetahuan. Apa yang telah seseorang pelajari mengenai suatu produk mendorong timbulnya kepercayaan tertentu mengenai produk tersebut. Perasaan adalah suatu keadaan yang memiliki pengaruh (seperti mood seseorang) atau reaksi. Perasaan dapat bersifat positif maupun negatif tergantung kepada setiap individu. Perasaan juga memiliki pengaruh terhadap penentuan sikap seorang konsumen.
Tipe – Tipe Perilaku Pembelian
1. Budget Allocation (Pengalokasian budget)
2. Product Purchase or Not (Membeli produk atau tidak)
3. Store Patronage (Pemilihan tempat untuk mendapatkan produk)
4. Brand and Style Decision (Keputusan atas merek dan gaya)
Sifat dari perilaku konsumen
1. Consumer Behavior Is Dynamic yaitu, perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan.
2. Consumer Behavior Involves Interaction yaitu, dalam perilaku konsumen terdapat interaksi antara pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia, serta lingkungan.
3. Consumer Behavior Involves Exchange yaitu, perilaku konsumen melibatkan pertukaran antara manusia
Menurut dinamika psikologinya
Perilaku konsumen dapat dilihat melalui beberapa prespektif :
• Prespektif Pengaruh Konsumen,
• Prespektif Wholistic
• Prespektif Antar Budaya .
Pengaruh perspektif konsumen adalah Dalam Prespektif ini yang dititik beratkan adalah konsumen dan kebutuhan konsumen. Yang penting disini adalah pertukaran antara pelanggan dan pensupplay,
Contohnya adalah supplier yang akan selalu berusaha untuk memenuhin kebutuhan
konsumen individual, dan untuk memenuhinya supplier bias menekan produsen untuk memenuhi kebutuhannya.

PRESPEKTIF WHOLISTIC
Dalam prespektif ini, penelitian tentang konsumen mengambil konsumsis ebagai penekanan
sentral dengan meneliti semua segi dalam proses menggunakan danmenghabiskan produk untuk memenuhi kebutuhan ataumemuaskan suatu keinginan.
Contoh : ketika peneliti melakukan studi tentang kesenangan estetika yang diperoleh dari konsumsi seni,musik, barang bermerek luar dan kegiatan non manfaat lain yang dikenal sebagai konsumsi hedonik,
PRESPEKTIF ANTAR BUDAYA
• Pada Prespektif ini peneliti menaruh perhatian tentang pentingnya budaya bagi produsen,
• Memandang penelitian konsumen sebagai kebutuhan universal
• Saat ini banyak produsen yang memasarkan barang mereka jauh dari negara asal barang tersebut, hal ini yang kemudian disebut denganglobal marketing, dengan hadirnya banyak perusahaan – perusahaan dari luar,mereka mempunyai kesempatan untuk memilih, produk, atau bahkan gaya hidup yang ditawarkan.
Contoh psikologi konsumen pada kehidupan sehari – hari :
Banyak para mahasiswa/mahasiswi yang merasa uang jajan yang meraka terima kurang sebab kebutuhan kuliah cukup banyak seprti fotocopi, warnet, beli buku, ngeprint,dll. Oleh sebab itu mereka lebih memilih untuk berdagang yang modalnya tidak terlalu besar, seperti berdagang tas, sepatu, pernak pernik kebutuhan wanita atau laki-laki. Sehingga dapat menambah uang jajan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari meraka, agar mereka tidak meminta uang jajan lagi kepada orang tua mereka. Mereka bergadang harus lihat kepuasan pelanggan mereka agar menjadi pelanggan tetap mereka, misalnya mereka berdagang barang – barang yang murah tapi kualitas barangnya bagus. Sehingga dapat diminati pelanggan yang tidak lain pelanggan mereka itu teman mereka sendiri.
Referensi

http://organisasi.org/perilaku-konsumen-ringkasan-rangkuman-resume-mata-kuliah-ekonomi-manajemen

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/perilaku-konsumen-definisi-dan-tipe.html

http://www.konsumen.org/konsumen-di-wikipedia/

Assauri, Sofjan. 1999. Manajemen Pemasaran, Dasar, Konsep dan Strategi, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Gibson,L. James,dkk. 1996. Organisasi, Edisi ketujuh, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Kotler, Philip & Amstrong Gary. 1997. Dasar-Dasar Pemasaran Principles of Marketing 7e, Penerbit PT. Prehalindo, Jakarta.
Kotler, Philip. 1997. Manajemen pemasaran analisis perencanaan, Implementasi dan kontrol, jilid I, Penerbit PT. Prehallindo, Jakarta.
Kotler, Philip. 1997. Manajemen Pemasaran Analisis Perencanaan, Implementasi dan Kontrol, jilid II, Penerbit PT. Prehallindo, Jakarta.
Kotler, Philips. 1995. Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Pengendalian, Jilid I, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Malo, Manasse, Dr. 1986. Metode Penelitian Sosial, Modul 1-5, Penerbit Karinika, Universitas terbuka, Jakarta.
Mc. Carthy E. Jerome. 1993. Dasar-Dasar Pemasaran, Penerbit Erlangga, Yogyakarta.Nasir, Moh, Ph.D. 1999. Metode Penelitian, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.
Nitisemito, S. Alex. 1993. Marketing, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.
Peter, J. Paul & Olson, Jerry C. 2000. Consumer Behavior Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran, Jilid I, Edisi keempat, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Robbins Stephen P. 1996. Perilaku Organisasi : Konsep, Kontoversi dan Aplikasi, Jilid 1, Penerbit PT. Prehallindo, Jakarta.
Stanton, J. William,1988. Prinsip Pemasaran, Edisi ketujuh, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Stanton, J. William.1991. Prinsip Pemasaran, Jilid I, Edisi ketujuh, Penerbit Erlangga,Jakarta.
Swatha, Basu. DH, Irawan. 1990. Manajemen Pemasaran Modern, Edisi kedua, cetakan keempat, Penerbit Liberthy, Yogyakarta.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image

Perilaku konsumen

Perilaku Konsumen & Faktor Pengaruhnya
Perilaku konsumen dan faktor yang mempengaruhinya
Konsumen mengambil banyak macam keputusan membeli setiap hari. Sedangkan untuk mempelajari mengenai alasan perilaku membeli konsumen bukan hal yang mudah dan jawabannya seringkali tersembunyi jauh dalam benak konsumen.
American Marketing Association mengemukakan (Peter & Olson, 1999:6): definisi perilaku konsumen sebagai Interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku, dan kejadian disekitar kita dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka.
Mempelajari atau menganalisa perilaku konsumen adalah suatu yang sangat kompleks terutama karena banyaknya faktor yang mempengaruhi dan kecendrungan untuk saling berinteraksi. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen meliputi (Peter & Olson, 1999:7) :
a. Budaya
Budaya adalah penentu paling dasar dari keinginan dan tingkah laku seseorang yang tercermin dari cara hidup, kebiasaan dan tradisi dalam permintaan akan bermacam-macam barang dan jasa. Dalam hal ini perilaku konsumen yang satu akan berbeda dengan perilaku konsumen lainnya karena tidak adanya homogenitas dalam kebudayaan itu sendiri.
b. Sosial
Faktor sosial juga mempengaruhi tingkah laku pembeli. Pilihan produk amat dipengaruhi oleh kelompok kecil, keluarga, teman, peran dan status sosial konsumen.
c. Pribadi
Keputusan membeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian konsumen.
d. Psikologi
Pilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh empat faktor psikologi yang penting yaitu: motivasi, persepsi, pengetahuan, seta keyakinan dan sikap.
Berdasarkan uraian diatas diketahui bahwa persepsi termasuk salah satu sub faktor psikologi yang merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen.
2.3 Persepsi Konsumen Terhadap Suatu Produk
Salah satu faktor psikologis yang mempengaruhi bentuk perilaku konsumen adalah persepsi. Bagaimana individu-individu mengambil keputusan atau membuat pilihan dari dua alternatif atau lebih, dan bagaimana kualitas pilihan terakhir mereka sebagian besar dipengaruhi oleh persepsi mereka.
Definisi persepsi menurut Kotler (1997:156) adalah: Proses yang dilalui orang dalam memilih, mengorganisasikan dan menginterpretasikan informasi guna membentuk gambaran yang berarti mengenai dunia.
Dari definisi tersebut diatas, kita mengetahui bahwa seseorang termotivasi untuk membeli adalah dipengaruhi oleh persepsinya terhadap situasi yang dihadapinya, sedangkan apa yang dipersepsikan seseorang dapat cukup berbeda dari kenyataan yang objektif. Individu-individu mungkin memandang pada satu benda yang sama tetapi mempersepsikannya secara berbeda.
Hal ini disebabkan karena adanya sejumlah faktor yang bekerja untuk membentuk dan kadang-kadang memutar balik persepsi. Persepsi seseorang dengan orang lain dapat berbeda, hal ini dapat dipengaruhi oleh tiga hal yaitu:
a. Perhatian selektif
Yaitu kecendrungan bagi manusia untuk menyaring sebagian informasi yang mereka hadapi. Sehingga informasi yang lebih menonjol yang akan mendapat tanggapan.
b. Distorsi selektif
Yaitu kecendrungan orang untuk menginterpretasikan informasi dangan cara yang mendukung apa yang telah mereka yakini.
c. Ingatan selektif
Yaitu kecendrungan orang untuk mengingat informasi yang mendukung sikap dan keyakinan mereka . (Kotler, 1997:156)
Persepsi membantu individu dalam memilih, mengatur, menyimpan, dan menginterprestasikan rangsangan menjadi gambaran dunia yang utuh dan berarti.
Definisi lainnya adalah bahwa: Persepsi sebagai makna yang kita pertalikan berdasarkan pengalaman yang lalu, stimulus (rangsangan-rangsangan) yang kita terima melalui panca indera. (Stanton,1991:128). Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi adalah menetukan arah dan bentuk perilaku konsumen terhadap sesuatu hal. Mengingat bahwa persepsi sifatnya sangat subyektif, dimana hal ini dipengaruhi oleh kepercayaan, sikap dan pandangannya terhadap suatu produk.
DINAMIKA PERILAKU KONSUMEN DAN SUDUT PANDANG PSIKOLOGI
Pengertian
a. Pengertian psikologi konsumen
Psikologi konsumen adalah the study of consumer behavior in a relation environment, dimana pada psikologi konsumen membahas tingkah laku individu sebagai konsumen. Psikologi konsumen merupakan merupakan psikologi ekonomi dalam pengertian mikro.
Definisi lain dari psikologi konsumen adalah kegiatan bersibuk diri secara luas dimana manusia sebagai konsumen dari barang dan jasa.Sasaran utama dari psikologi konsumen itu adalah perilaku konsumen, misalnya dengan keadaan dan alasannya seseorang tersebut menentukan pilihannya. Karena sasaran utamanya menjelaskan perilaku maka di samping psikologi konsumen juga digunakan istilah perilaku konsumen.
b. Pengertian perilaku konsumen
Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990), perilaku konsumen diartikan “…. Those actions directly involved in obtaining, consuming, and disposing of products and services, including the decision processes that precede and follow this action”.
Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut. Menurut Mowen (1995), “ Consumer behavior is defined as the study of the buying units and the exchange processes involved in acquiring, consume, disposing of goods, services, experiences, and ideas” .
Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). Sedangkan The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaanyang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005). Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).
Katona (dalam Munandar, 2001) memandang perilaku konsumen sebagai cabang ilmu dari perilaku ekonomika (behavioral economics). Selain itu, menurut Dieben (2004) perilaku konsumen adalah “the decision process and physical activity individuals engange in when evaluating, acquiring, using or disposing of goods and services” mencakup perolehan, penggunaan disposisi produk, jasa, waktu, dan gagasan. Dalam perilaku konsumen terdapat consumer dan customer.
Menurut Engel (dalam Mangkunegara, 2002) mengemukakan bahwa perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut. Loudon dan Bitta (1984) mendefinisikan perilaku konsumen yaitu sebagai proses pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam mengevaluasi, memperoleh, mempergunakan barang-barang dan jasa. Menurut Peter dan Oslo (dalam Rangkuti, 2002) menyatakan bahwa perilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku dan kejadian di sekitar kita dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka.
Gerald Zaltman dan Melanie Wallendorf menjelaskan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan proses dan hubungan sosial yang dilakukan oleh individu, kelompok dan oraganisasi dalam mendapatkan, menggunakan sesuatu produk sebagai suatu akibat dari pengalamannya dengan produk, pelayanan dan sumber-sumber lainnya.
PRILAKU KONSUMEN DAN DINAMIKANYA

Konsumen dibagi menjadi dua:
1.Konsumen individual
konsumen yang membeli barang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri,
biasanya Konsumen Individual bebas membeli barang dengan sedikit bahkan
tanpa pengaruh dari orang lain, konsumen jenis ini yang disebut sebagai
ultimate konsumen
2. Konsumen Institusional
konsumen jenis ini pembelian barang yang dilakukan bukan untuk menuhi
kebutuhannya sendiri namun untuk memenuhi kebutuhan orang ketiga / orang
banyak atau untuk keperluan produksi dari barang-barang tertentu, pada
konsumen jenis ini pengambilan keputusan untuk membeli suatu barang
diambil melalui banyak pertimbangan dan dipengaruhi oleh banyak orang.
Empat prinsip signifikan tentang konsumen:
• Konsumen adalah Raja
• Motivasi dan perilaku konsumen dapat dimengerti melalui penelitian
• Perilaku konsumen dapat dipengaruhi
• Pengaruh Konsumen sah secara social
PERILAKU KONSUMEN
Awal mula kita definisikan dahulu pengertian dari konsumen. Konsumen adalah seseorang atau sekelompok orang yang membeli suatu produk untuk dipakai sendiri dan tidak untuk dijual kembali. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka dia disebut pengecer atau distributor. pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu sebagai produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen.
Perilaku konsumen secara umum diartikan sebagai tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang. Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990) Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut. Menurut Mowen (1995) Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005).
James F. Engel mendefinisikanperilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses
keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.
Dua wujud konsumen 1. Personal Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk penggunaannya sendiri. 2. Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.
SIFAT DARI PERILAKU KONSUMEN
1. Consumer Behavior Is Dynamic
Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan. Sifatyang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat lain. Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi-inovasi secara berkala untuk meraih
konsumennya.
2. Consumer Behavior Involves Interactions
Dalam perilaku konsumen terdapat interaksi antara pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia, serta lingkungan. Semakin dalam suatu perusahaan memahami bagaimana interaksi tersebut mempengaruhi konsumen semakin baik perusahaan tersebut dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen serta memberikan value atau nilai bagi konsumen.
3. Consumer Behavior Involves Exchange
Perilaku konsumen melibatkan pertukaran antara manusia. Dalam kata lain seseorang memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuatu sebagai gantinya.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pelanggan
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku pelanggan. Faktor-faktor tersebut dibedakan menjadi 2 bagian yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pribadi seorang konsumen dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan sekitar seorang konsumen.
Individual Determinants of Consumer Behavior
1. Demografis, psikografis, dan kepribadian
Demografis berhubungan dengan ukuran, struktur, dan pendistribusian populasi. Demografis berperan penting dalam pemasaran. Demografis membantu peramalan trend suatu produk bertahun-tahun mendatang serta perubahan permintaan dan pola konsumsi.
Psikografis adalah sebuah teknik operasional untuk mengukur gaya hidup. Dalam kata lain psikografis adalah penelitian mengenai profil psikologi dari konsumen. Psikografis memberikan pengukuran secara kuantitatif maupun kualitatif. Bila demografis menjelaskan siapayang membeli suatu produk, lingkungan. Kepribadian adalah tampilan psikologi individu yang unik dimana mempengaruhi secara konsisten bagaimana seseorang merespon lingkungannya.
2. Motivasi konsumen
Dalam menjawab pertanyaan mengenai mengapa seseorang membeli produk tertentu, hal ini berhubungan dengan motivasi seorang konsumen. Motivasi konsumen mewakili dorongan untuk memuaskan kebutuhan baikyang bersifat fisiologis maupun psikologis melalui pembelian dan penggunaan suatu produk.
3. Pengetahuan konsumen
Pengetahuan konsumen dapat diartikan sebagai himpunan dari jumlah total atas informasi yang dimemori yang relevan dengan pembelian produk dan penggunaan produk. Misalnya apakah makanan organik itu, kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya, manfaatnya bagi kesehatan, dan lain-lain.
4. Intensi, sikap, kepercayaan, dan perasaan konsumen
Intensi adalah pendapat subjektif mengenai bagaimana seseorang bersikap di masa depan. Ada beberapa jenis intensi konsumen. Intensi pembelian adalah pendapat mengenai apa yang akan dibeli. Intensi pembelian kembali adalah apakah akan membeli barang yang sama dengan sebelumnya. Intensi pembelanjaan adalah dimana konsumen akan merencanakan sebuah produk akan dibeli. Intensi pengeluaran adalah berapa banyak uang yang akan digunakan. Intensi pencarian mengindikasikan keinginan seseorang untuk melakukan pencarian. Intensi konsumsi adalah keinginan seseorang untuk terikat dalam aktifitas konsumsi.
Sikap mewakili apa yang disukai maupun tidak disukai oleh seseorang. Sikap seorang konsumen mendorong konsumen untuk melakukan pemilihan terhadap beberapa produk. Sehingga sikap terkadang diukur dalam bentuk preferensi atau pilihan konsumen. Preferensi itu sendiri dapat dikatakan sebagai suatu sikap terhadap sebuah objek dan relasinya terhadap objek lain. Kepercayaan dapat didefinisikan sebagai penilaian subjektif mengenai hubungan antara dua atau lebih benda. Suatu kepercayaan dibentuk dari pengetahuan. Apa yang telah seseorang pelajari mengenai suatu produk mendorong timbulnya kepercayaan tertentu mengenai produk tersebut. Perasaan adalah suatu keadaan yang memiliki pengaruh (seperti mood seseorang) atau reaksi. Perasaan dapat bersifat positif maupun negatif tergantung kepada setiap individu. Perasaan juga memiliki pengaruh terhadap penentuan sikap seorang konsumen.
Tipe – Tipe Perilaku Pembelian
1. Budget Allocation (Pengalokasian budget)
2. Product Purchase or Not (Membeli produk atau tidak)
3. Store Patronage (Pemilihan tempat untuk mendapatkan produk)
4. Brand and Style Decision (Keputusan atas merek dan gaya)
Sifat dari perilaku konsumen
1. Consumer Behavior Is Dynamic yaitu, perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan.
2. Consumer Behavior Involves Interaction yaitu, dalam perilaku konsumen terdapat interaksi antara pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia, serta lingkungan.
3. Consumer Behavior Involves Exchange yaitu, perilaku konsumen melibatkan pertukaran antara manusia
Menurut dinamika psikologinya
Perilaku konsumen dapat dilihat melalui beberapa prespektif :
• Prespektif Pengaruh Konsumen,
• Prespektif Wholistic
• Prespektif Antar Budaya .
Pengaruh perspektif konsumen adalah Dalam Prespektif ini yang dititik beratkan adalah konsumen dan kebutuhan konsumen. Yang penting disini adalah pertukaran antara pelanggan dan pensupplay,
Contohnya adalah supplier yang akan selalu berusaha untuk memenuhin kebutuhan
konsumen individual, dan untuk memenuhinya supplier bias menekan produsen untuk memenuhi kebutuhannya.

PRESPEKTIF WHOLISTIC
Dalam prespektif ini, penelitian tentang konsumen mengambil konsumsis ebagai penekanan
sentral dengan meneliti semua segi dalam proses menggunakan danmenghabiskan produk untuk memenuhi kebutuhan ataumemuaskan suatu keinginan.
Contoh : ketika peneliti melakukan studi tentang kesenangan estetika yang diperoleh dari konsumsi seni,musik, barang bermerek luar dan kegiatan non manfaat lain yang dikenal sebagai konsumsi hedonik,
PRESPEKTIF ANTAR BUDAYA
• Pada Prespektif ini peneliti menaruh perhatian tentang pentingnya budaya bagi produsen,
• Memandang penelitian konsumen sebagai kebutuhan universal
• Saat ini banyak produsen yang memasarkan barang mereka jauh dari negara asal barang tersebut, hal ini yang kemudian disebut denganglobal marketing, dengan hadirnya banyak perusahaan – perusahaan dari luar,mereka mempunyai kesempatan untuk memilih, produk, atau bahkan gaya hidup yang ditawarkan.
Contoh psikologi konsumen pada kehidupan sehari – hari :
Banyak para mahasiswa/mahasiswi yang merasa uang jajan yang meraka terima kurang sebab kebutuhan kuliah cukup banyak seprti fotocopi, warnet, beli buku, ngeprint,dll. Oleh sebab itu mereka lebih memilih untuk berdagang yang modalnya tidak terlalu besar, seperti berdagang tas, sepatu, pernak pernik kebutuhan wanita atau laki-laki. Sehingga dapat menambah uang jajan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari meraka, agar mereka tidak meminta uang jajan lagi kepada orang tua mereka. Mereka bergadang harus lihat kepuasan pelanggan mereka agar menjadi pelanggan tetap mereka, misalnya mereka berdagang barang – barang yang murah tapi kualitas barangnya bagus. Sehingga dapat diminati pelanggan yang tidak lain pelanggan mereka itu teman mereka sendiri.
Referensi

http://organisasi.org/perilaku-konsumen-ringkasan-rangkuman-resume-mata-kuliah-ekonomi-manajemen

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/perilaku-konsumen-definisi-dan-tipe.html

http://www.konsumen.org/konsumen-di-wikipedia/

Assauri, Sofjan. 1999. Manajemen Pemasaran, Dasar, Konsep dan Strategi, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Gibson,L. James,dkk. 1996. Organisasi, Edisi ketujuh, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Kotler, Philip & Amstrong Gary. 1997. Dasar-Dasar Pemasaran Principles of Marketing 7e, Penerbit PT. Prehalindo, Jakarta.
Kotler, Philip. 1997. Manajemen pemasaran analisis perencanaan, Implementasi dan kontrol, jilid I, Penerbit PT. Prehallindo, Jakarta.
Kotler, Philip. 1997. Manajemen Pemasaran Analisis Perencanaan, Implementasi dan Kontrol, jilid II, Penerbit PT. Prehallindo, Jakarta.
Kotler, Philips. 1995. Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Pengendalian, Jilid I, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Malo, Manasse, Dr. 1986. Metode Penelitian Sosial, Modul 1-5, Penerbit Karinika, Universitas terbuka, Jakarta.
Mc. Carthy E. Jerome. 1993. Dasar-Dasar Pemasaran, Penerbit Erlangga, Yogyakarta.Nasir, Moh, Ph.D. 1999. Metode Penelitian, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.
Nitisemito, S. Alex. 1993. Marketing, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.
Peter, J. Paul & Olson, Jerry C. 2000. Consumer Behavior Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran, Jilid I, Edisi keempat, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Robbins Stephen P. 1996. Perilaku Organisasi : Konsep, Kontoversi dan Aplikasi, Jilid 1, Penerbit PT. Prehallindo, Jakarta.
Stanton, J. William,1988. Prinsip Pemasaran, Edisi ketujuh, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Stanton, J. William.1991. Prinsip Pemasaran, Jilid I, Edisi ketujuh, Penerbit Erlangga,Jakarta.
Swatha, Basu. DH, Irawan. 1990. Manajemen Pemasaran Modern, Edisi kedua, cetakan keempat, Penerbit Liberthy, Yogyakarta.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image

Perilaku konsumen

Perilaku Konsumen & Faktor Pengaruhnya
Perilaku konsumen dan faktor yang mempengaruhinya
Konsumen mengambil banyak macam keputusan membeli setiap hari. Sedangkan untuk mempelajari mengenai alasan perilaku membeli konsumen bukan hal yang mudah dan jawabannya seringkali tersembunyi jauh dalam benak konsumen.
American Marketing Association mengemukakan (Peter & Olson, 1999:6): definisi perilaku konsumen sebagai Interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku, dan kejadian disekitar kita dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka.
Mempelajari atau menganalisa perilaku konsumen adalah suatu yang sangat kompleks terutama karena banyaknya faktor yang mempengaruhi dan kecendrungan untuk saling berinteraksi. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen meliputi (Peter & Olson, 1999:7) :
a. Budaya
Budaya adalah penentu paling dasar dari keinginan dan tingkah laku seseorang yang tercermin dari cara hidup, kebiasaan dan tradisi dalam permintaan akan bermacam-macam barang dan jasa. Dalam hal ini perilaku konsumen yang satu akan berbeda dengan perilaku konsumen lainnya karena tidak adanya homogenitas dalam kebudayaan itu sendiri.
b. Sosial
Faktor sosial juga mempengaruhi tingkah laku pembeli. Pilihan produk amat dipengaruhi oleh kelompok kecil, keluarga, teman, peran dan status sosial konsumen.
c. Pribadi
Keputusan membeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian konsumen.
d. Psikologi
Pilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh empat faktor psikologi yang penting yaitu: motivasi, persepsi, pengetahuan, seta keyakinan dan sikap.
Berdasarkan uraian diatas diketahui bahwa persepsi termasuk salah satu sub faktor psikologi yang merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen.
2.3 Persepsi Konsumen Terhadap Suatu Produk
Salah satu faktor psikologis yang mempengaruhi bentuk perilaku konsumen adalah persepsi. Bagaimana individu-individu mengambil keputusan atau membuat pilihan dari dua alternatif atau lebih, dan bagaimana kualitas pilihan terakhir mereka sebagian besar dipengaruhi oleh persepsi mereka.
Definisi persepsi menurut Kotler (1997:156) adalah: Proses yang dilalui orang dalam memilih, mengorganisasikan dan menginterpretasikan informasi guna membentuk gambaran yang berarti mengenai dunia.
Dari definisi tersebut diatas, kita mengetahui bahwa seseorang termotivasi untuk membeli adalah dipengaruhi oleh persepsinya terhadap situasi yang dihadapinya, sedangkan apa yang dipersepsikan seseorang dapat cukup berbeda dari kenyataan yang objektif. Individu-individu mungkin memandang pada satu benda yang sama tetapi mempersepsikannya secara berbeda.
Hal ini disebabkan karena adanya sejumlah faktor yang bekerja untuk membentuk dan kadang-kadang memutar balik persepsi. Persepsi seseorang dengan orang lain dapat berbeda, hal ini dapat dipengaruhi oleh tiga hal yaitu:
a. Perhatian selektif
Yaitu kecendrungan bagi manusia untuk menyaring sebagian informasi yang mereka hadapi. Sehingga informasi yang lebih menonjol yang akan mendapat tanggapan.
b. Distorsi selektif
Yaitu kecendrungan orang untuk menginterpretasikan informasi dangan cara yang mendukung apa yang telah mereka yakini.
c. Ingatan selektif
Yaitu kecendrungan orang untuk mengingat informasi yang mendukung sikap dan keyakinan mereka . (Kotler, 1997:156)
Persepsi membantu individu dalam memilih, mengatur, menyimpan, dan menginterprestasikan rangsangan menjadi gambaran dunia yang utuh dan berarti.
Definisi lainnya adalah bahwa: Persepsi sebagai makna yang kita pertalikan berdasarkan pengalaman yang lalu, stimulus (rangsangan-rangsangan) yang kita terima melalui panca indera. (Stanton,1991:128). Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi adalah menetukan arah dan bentuk perilaku konsumen terhadap sesuatu hal. Mengingat bahwa persepsi sifatnya sangat subyektif, dimana hal ini dipengaruhi oleh kepercayaan, sikap dan pandangannya terhadap suatu produk.
DINAMIKA PERILAKU KONSUMEN DAN SUDUT PANDANG PSIKOLOGI
Pengertian
a. Pengertian psikologi konsumen
Psikologi konsumen adalah the study of consumer behavior in a relation environment, dimana pada psikologi konsumen membahas tingkah laku individu sebagai konsumen. Psikologi konsumen merupakan merupakan psikologi ekonomi dalam pengertian mikro.
Definisi lain dari psikologi konsumen adalah kegiatan bersibuk diri secara luas dimana manusia sebagai konsumen dari barang dan jasa.Sasaran utama dari psikologi konsumen itu adalah perilaku konsumen, misalnya dengan keadaan dan alasannya seseorang tersebut menentukan pilihannya. Karena sasaran utamanya menjelaskan perilaku maka di samping psikologi konsumen juga digunakan istilah perilaku konsumen.
b. Pengertian perilaku konsumen
Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990), perilaku konsumen diartikan “…. Those actions directly involved in obtaining, consuming, and disposing of products and services, including the decision processes that precede and follow this action”.
Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut. Menurut Mowen (1995), “ Consumer behavior is defined as the study of the buying units and the exchange processes involved in acquiring, consume, disposing of goods, services, experiences, and ideas” .
Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). Sedangkan The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaanyang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005). Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).
Katona (dalam Munandar, 2001) memandang perilaku konsumen sebagai cabang ilmu dari perilaku ekonomika (behavioral economics). Selain itu, menurut Dieben (2004) perilaku konsumen adalah “the decision process and physical activity individuals engange in when evaluating, acquiring, using or disposing of goods and services” mencakup perolehan, penggunaan disposisi produk, jasa, waktu, dan gagasan. Dalam perilaku konsumen terdapat consumer dan customer.
Menurut Engel (dalam Mangkunegara, 2002) mengemukakan bahwa perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut. Loudon dan Bitta (1984) mendefinisikan perilaku konsumen yaitu sebagai proses pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam mengevaluasi, memperoleh, mempergunakan barang-barang dan jasa. Menurut Peter dan Oslo (dalam Rangkuti, 2002) menyatakan bahwa perilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku dan kejadian di sekitar kita dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka.
Gerald Zaltman dan Melanie Wallendorf menjelaskan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan proses dan hubungan sosial yang dilakukan oleh individu, kelompok dan oraganisasi dalam mendapatkan, menggunakan sesuatu produk sebagai suatu akibat dari pengalamannya dengan produk, pelayanan dan sumber-sumber lainnya.
PRILAKU KONSUMEN DAN DINAMIKANYA

Konsumen dibagi menjadi dua:
1.Konsumen individual
konsumen yang membeli barang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri,
biasanya Konsumen Individual bebas membeli barang dengan sedikit bahkan
tanpa pengaruh dari orang lain, konsumen jenis ini yang disebut sebagai
ultimate konsumen
2. Konsumen Institusional
konsumen jenis ini pembelian barang yang dilakukan bukan untuk menuhi
kebutuhannya sendiri namun untuk memenuhi kebutuhan orang ketiga / orang
banyak atau untuk keperluan produksi dari barang-barang tertentu, pada
konsumen jenis ini pengambilan keputusan untuk membeli suatu barang
diambil melalui banyak pertimbangan dan dipengaruhi oleh banyak orang.
Empat prinsip signifikan tentang konsumen:
• Konsumen adalah Raja
• Motivasi dan perilaku konsumen dapat dimengerti melalui penelitian
• Perilaku konsumen dapat dipengaruhi
• Pengaruh Konsumen sah secara social
PERILAKU KONSUMEN
Awal mula kita definisikan dahulu pengertian dari konsumen. Konsumen adalah seseorang atau sekelompok orang yang membeli suatu produk untuk dipakai sendiri dan tidak untuk dijual kembali. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka dia disebut pengecer atau distributor. pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu sebagai produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen.
Perilaku konsumen secara umum diartikan sebagai tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang. Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990) Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut. Menurut Mowen (1995) Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005).
James F. Engel mendefinisikanperilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses
keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.
Dua wujud konsumen 1. Personal Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk penggunaannya sendiri. 2. Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.
SIFAT DARI PERILAKU KONSUMEN
1. Consumer Behavior Is Dynamic
Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan. Sifatyang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat lain. Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi-inovasi secara berkala untuk meraih
konsumennya.
2. Consumer Behavior Involves Interactions
Dalam perilaku konsumen terdapat interaksi antara pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia, serta lingkungan. Semakin dalam suatu perusahaan memahami bagaimana interaksi tersebut mempengaruhi konsumen semakin baik perusahaan tersebut dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen serta memberikan value atau nilai bagi konsumen.
3. Consumer Behavior Involves Exchange
Perilaku konsumen melibatkan pertukaran antara manusia. Dalam kata lain seseorang memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuatu sebagai gantinya.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pelanggan
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku pelanggan. Faktor-faktor tersebut dibedakan menjadi 2 bagian yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pribadi seorang konsumen dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan sekitar seorang konsumen.
Individual Determinants of Consumer Behavior
1. Demografis, psikografis, dan kepribadian
Demografis berhubungan dengan ukuran, struktur, dan pendistribusian populasi. Demografis berperan penting dalam pemasaran. Demografis membantu peramalan trend suatu produk bertahun-tahun mendatang serta perubahan permintaan dan pola konsumsi.
Psikografis adalah sebuah teknik operasional untuk mengukur gaya hidup. Dalam kata lain psikografis adalah penelitian mengenai profil psikologi dari konsumen. Psikografis memberikan pengukuran secara kuantitatif maupun kualitatif. Bila demografis menjelaskan siapayang membeli suatu produk, lingkungan. Kepribadian adalah tampilan psikologi individu yang unik dimana mempengaruhi secara konsisten bagaimana seseorang merespon lingkungannya.
2. Motivasi konsumen
Dalam menjawab pertanyaan mengenai mengapa seseorang membeli produk tertentu, hal ini berhubungan dengan motivasi seorang konsumen. Motivasi konsumen mewakili dorongan untuk memuaskan kebutuhan baikyang bersifat fisiologis maupun psikologis melalui pembelian dan penggunaan suatu produk.
3. Pengetahuan konsumen
Pengetahuan konsumen dapat diartikan sebagai himpunan dari jumlah total atas informasi yang dimemori yang relevan dengan pembelian produk dan penggunaan produk. Misalnya apakah makanan organik itu, kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya, manfaatnya bagi kesehatan, dan lain-lain.
4. Intensi, sikap, kepercayaan, dan perasaan konsumen
Intensi adalah pendapat subjektif mengenai bagaimana seseorang bersikap di masa depan. Ada beberapa jenis intensi konsumen. Intensi pembelian adalah pendapat mengenai apa yang akan dibeli. Intensi pembelian kembali adalah apakah akan membeli barang yang sama dengan sebelumnya. Intensi pembelanjaan adalah dimana konsumen akan merencanakan sebuah produk akan dibeli. Intensi pengeluaran adalah berapa banyak uang yang akan digunakan. Intensi pencarian mengindikasikan keinginan seseorang untuk melakukan pencarian. Intensi konsumsi adalah keinginan seseorang untuk terikat dalam aktifitas konsumsi.
Sikap mewakili apa yang disukai maupun tidak disukai oleh seseorang. Sikap seorang konsumen mendorong konsumen untuk melakukan pemilihan terhadap beberapa produk. Sehingga sikap terkadang diukur dalam bentuk preferensi atau pilihan konsumen. Preferensi itu sendiri dapat dikatakan sebagai suatu sikap terhadap sebuah objek dan relasinya terhadap objek lain. Kepercayaan dapat didefinisikan sebagai penilaian subjektif mengenai hubungan antara dua atau lebih benda. Suatu kepercayaan dibentuk dari pengetahuan. Apa yang telah seseorang pelajari mengenai suatu produk mendorong timbulnya kepercayaan tertentu mengenai produk tersebut. Perasaan adalah suatu keadaan yang memiliki pengaruh (seperti mood seseorang) atau reaksi. Perasaan dapat bersifat positif maupun negatif tergantung kepada setiap individu. Perasaan juga memiliki pengaruh terhadap penentuan sikap seorang konsumen.
Tipe – Tipe Perilaku Pembelian
1. Budget Allocation (Pengalokasian budget)
2. Product Purchase or Not (Membeli produk atau tidak)
3. Store Patronage (Pemilihan tempat untuk mendapatkan produk)
4. Brand and Style Decision (Keputusan atas merek dan gaya)
Sifat dari perilaku konsumen
1. Consumer Behavior Is Dynamic yaitu, perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan.
2. Consumer Behavior Involves Interaction yaitu, dalam perilaku konsumen terdapat interaksi antara pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia, serta lingkungan.
3. Consumer Behavior Involves Exchange yaitu, perilaku konsumen melibatkan pertukaran antara manusia
Menurut dinamika psikologinya
Perilaku konsumen dapat dilihat melalui beberapa prespektif :
• Prespektif Pengaruh Konsumen,
• Prespektif Wholistic
• Prespektif Antar Budaya .
Pengaruh perspektif konsumen adalah Dalam Prespektif ini yang dititik beratkan adalah konsumen dan kebutuhan konsumen. Yang penting disini adalah pertukaran antara pelanggan dan pensupplay,
Contohnya adalah supplier yang akan selalu berusaha untuk memenuhin kebutuhan
konsumen individual, dan untuk memenuhinya supplier bias menekan produsen untuk memenuhi kebutuhannya.

PRESPEKTIF WHOLISTIC
Dalam prespektif ini, penelitian tentang konsumen mengambil konsumsis ebagai penekanan
sentral dengan meneliti semua segi dalam proses menggunakan danmenghabiskan produk untuk memenuhi kebutuhan ataumemuaskan suatu keinginan.
Contoh : ketika peneliti melakukan studi tentang kesenangan estetika yang diperoleh dari konsumsi seni,musik, barang bermerek luar dan kegiatan non manfaat lain yang dikenal sebagai konsumsi hedonik,
PRESPEKTIF ANTAR BUDAYA
• Pada Prespektif ini peneliti menaruh perhatian tentang pentingnya budaya bagi produsen,
• Memandang penelitian konsumen sebagai kebutuhan universal
• Saat ini banyak produsen yang memasarkan barang mereka jauh dari negara asal barang tersebut, hal ini yang kemudian disebut denganglobal marketing, dengan hadirnya banyak perusahaan – perusahaan dari luar,mereka mempunyai kesempatan untuk memilih, produk, atau bahkan gaya hidup yang ditawarkan.
Contoh psikologi konsumen pada kehidupan sehari – hari :
Banyak para mahasiswa/mahasiswi yang merasa uang jajan yang meraka terima kurang sebab kebutuhan kuliah cukup banyak seprti fotocopi, warnet, beli buku, ngeprint,dll. Oleh sebab itu mereka lebih memilih untuk berdagang yang modalnya tidak terlalu besar, seperti berdagang tas, sepatu, pernak pernik kebutuhan wanita atau laki-laki. Sehingga dapat menambah uang jajan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari meraka, agar mereka tidak meminta uang jajan lagi kepada orang tua mereka. Mereka bergadang harus lihat kepuasan pelanggan mereka agar menjadi pelanggan tetap mereka, misalnya mereka berdagang barang – barang yang murah tapi kualitas barangnya bagus. Sehingga dapat diminati pelanggan yang tidak lain pelanggan mereka itu teman mereka sendiri.
Referensi

http://organisasi.org/perilaku-konsumen-ringkasan-rangkuman-resume-mata-kuliah-ekonomi-manajemen

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/perilaku-konsumen-definisi-dan-tipe.html

http://www.konsumen.org/konsumen-di-wikipedia/

Assauri, Sofjan. 1999. Manajemen Pemasaran, Dasar, Konsep dan Strategi, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Gibson,L. James,dkk. 1996. Organisasi, Edisi ketujuh, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Kotler, Philip & Amstrong Gary. 1997. Dasar-Dasar Pemasaran Principles of Marketing 7e, Penerbit PT. Prehalindo, Jakarta.
Kotler, Philip. 1997. Manajemen pemasaran analisis perencanaan, Implementasi dan kontrol, jilid I, Penerbit PT. Prehallindo, Jakarta.
Kotler, Philip. 1997. Manajemen Pemasaran Analisis Perencanaan, Implementasi dan Kontrol, jilid II, Penerbit PT. Prehallindo, Jakarta.
Kotler, Philips. 1995. Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Pengendalian, Jilid I, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Malo, Manasse, Dr. 1986. Metode Penelitian Sosial, Modul 1-5, Penerbit Karinika, Universitas terbuka, Jakarta.
Mc. Carthy E. Jerome. 1993. Dasar-Dasar Pemasaran, Penerbit Erlangga, Yogyakarta.Nasir, Moh, Ph.D. 1999. Metode Penelitian, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.
Nitisemito, S. Alex. 1993. Marketing, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.
Peter, J. Paul & Olson, Jerry C. 2000. Consumer Behavior Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran, Jilid I, Edisi keempat, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Robbins Stephen P. 1996. Perilaku Organisasi : Konsep, Kontoversi dan Aplikasi, Jilid 1, Penerbit PT. Prehallindo, Jakarta.
Stanton, J. William,1988. Prinsip Pemasaran, Edisi ketujuh, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Stanton, J. William.1991. Prinsip Pemasaran, Jilid I, Edisi ketujuh, Penerbit Erlangga,Jakarta.
Swatha, Basu. DH, Irawan. 1990. Manajemen Pemasaran Modern, Edisi kedua, cetakan keempat, Penerbit Liberthy, Yogyakarta.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image

Perilaku konsumen

Perilaku Konsumen & Faktor Pengaruhnya
Perilaku konsumen dan faktor yang mempengaruhinya
Konsumen mengambil banyak macam keputusan membeli setiap hari. Sedangkan untuk mempelajari mengenai alasan perilaku membeli konsumen bukan hal yang mudah dan jawabannya seringkali tersembunyi jauh dalam benak konsumen.
American Marketing Association mengemukakan (Peter & Olson, 1999:6): definisi perilaku konsumen sebagai Interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku, dan kejadian disekitar kita dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka.
Mempelajari atau menganalisa perilaku konsumen adalah suatu yang sangat kompleks terutama karena banyaknya faktor yang mempengaruhi dan kecendrungan untuk saling berinteraksi. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen meliputi (Peter & Olson, 1999:7) :
a. Budaya
Budaya adalah penentu paling dasar dari keinginan dan tingkah laku seseorang yang tercermin dari cara hidup, kebiasaan dan tradisi dalam permintaan akan bermacam-macam barang dan jasa. Dalam hal ini perilaku konsumen yang satu akan berbeda dengan perilaku konsumen lainnya karena tidak adanya homogenitas dalam kebudayaan itu sendiri.
b. Sosial
Faktor sosial juga mempengaruhi tingkah laku pembeli. Pilihan produk amat dipengaruhi oleh kelompok kecil, keluarga, teman, peran dan status sosial konsumen.
c. Pribadi
Keputusan membeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian konsumen.
d. Psikologi
Pilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh empat faktor psikologi yang penting yaitu: motivasi, persepsi, pengetahuan, seta keyakinan dan sikap.
Berdasarkan uraian diatas diketahui bahwa persepsi termasuk salah satu sub faktor psikologi yang merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen.
2.3 Persepsi Konsumen Terhadap Suatu Produk
Salah satu faktor psikologis yang mempengaruhi bentuk perilaku konsumen adalah persepsi. Bagaimana individu-individu mengambil keputusan atau membuat pilihan dari dua alternatif atau lebih, dan bagaimana kualitas pilihan terakhir mereka sebagian besar dipengaruhi oleh persepsi mereka.
Definisi persepsi menurut Kotler (1997:156) adalah: Proses yang dilalui orang dalam memilih, mengorganisasikan dan menginterpretasikan informasi guna membentuk gambaran yang berarti mengenai dunia.
Dari definisi tersebut diatas, kita mengetahui bahwa seseorang termotivasi untuk membeli adalah dipengaruhi oleh persepsinya terhadap situasi yang dihadapinya, sedangkan apa yang dipersepsikan seseorang dapat cukup berbeda dari kenyataan yang objektif. Individu-individu mungkin memandang pada satu benda yang sama tetapi mempersepsikannya secara berbeda.
Hal ini disebabkan karena adanya sejumlah faktor yang bekerja untuk membentuk dan kadang-kadang memutar balik persepsi. Persepsi seseorang dengan orang lain dapat berbeda, hal ini dapat dipengaruhi oleh tiga hal yaitu:
a. Perhatian selektif
Yaitu kecendrungan bagi manusia untuk menyaring sebagian informasi yang mereka hadapi. Sehingga informasi yang lebih menonjol yang akan mendapat tanggapan.
b. Distorsi selektif
Yaitu kecendrungan orang untuk menginterpretasikan informasi dangan cara yang mendukung apa yang telah mereka yakini.
c. Ingatan selektif
Yaitu kecendrungan orang untuk mengingat informasi yang mendukung sikap dan keyakinan mereka . (Kotler, 1997:156)
Persepsi membantu individu dalam memilih, mengatur, menyimpan, dan menginterprestasikan rangsangan menjadi gambaran dunia yang utuh dan berarti.
Definisi lainnya adalah bahwa: Persepsi sebagai makna yang kita pertalikan berdasarkan pengalaman yang lalu, stimulus (rangsangan-rangsangan) yang kita terima melalui panca indera. (Stanton,1991:128). Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi adalah menetukan arah dan bentuk perilaku konsumen terhadap sesuatu hal. Mengingat bahwa persepsi sifatnya sangat subyektif, dimana hal ini dipengaruhi oleh kepercayaan, sikap dan pandangannya terhadap suatu produk.
DINAMIKA PERILAKU KONSUMEN DAN SUDUT PANDANG PSIKOLOGI
Pengertian
a. Pengertian psikologi konsumen
Psikologi konsumen adalah the study of consumer behavior in a relation environment, dimana pada psikologi konsumen membahas tingkah laku individu sebagai konsumen. Psikologi konsumen merupakan merupakan psikologi ekonomi dalam pengertian mikro.
Definisi lain dari psikologi konsumen adalah kegiatan bersibuk diri secara luas dimana manusia sebagai konsumen dari barang dan jasa.Sasaran utama dari psikologi konsumen itu adalah perilaku konsumen, misalnya dengan keadaan dan alasannya seseorang tersebut menentukan pilihannya. Karena sasaran utamanya menjelaskan perilaku maka di samping psikologi konsumen juga digunakan istilah perilaku konsumen.
b. Pengertian perilaku konsumen
Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990), perilaku konsumen diartikan “…. Those actions directly involved in obtaining, consuming, and disposing of products and services, including the decision processes that precede and follow this action”.
Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut. Menurut Mowen (1995), “ Consumer behavior is defined as the study of the buying units and the exchange processes involved in acquiring, consume, disposing of goods, services, experiences, and ideas” .
Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). Sedangkan The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaanyang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005). Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).
Katona (dalam Munandar, 2001) memandang perilaku konsumen sebagai cabang ilmu dari perilaku ekonomika (behavioral economics). Selain itu, menurut Dieben (2004) perilaku konsumen adalah “the decision process and physical activity individuals engange in when evaluating, acquiring, using or disposing of goods and services” mencakup perolehan, penggunaan disposisi produk, jasa, waktu, dan gagasan. Dalam perilaku konsumen terdapat consumer dan customer.
Menurut Engel (dalam Mangkunegara, 2002) mengemukakan bahwa perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut. Loudon dan Bitta (1984) mendefinisikan perilaku konsumen yaitu sebagai proses pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam mengevaluasi, memperoleh, mempergunakan barang-barang dan jasa. Menurut Peter dan Oslo (dalam Rangkuti, 2002) menyatakan bahwa perilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku dan kejadian di sekitar kita dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka.
Gerald Zaltman dan Melanie Wallendorf menjelaskan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan proses dan hubungan sosial yang dilakukan oleh individu, kelompok dan oraganisasi dalam mendapatkan, menggunakan sesuatu produk sebagai suatu akibat dari pengalamannya dengan produk, pelayanan dan sumber-sumber lainnya.
PRILAKU KONSUMEN DAN DINAMIKANYA

Konsumen dibagi menjadi dua:
1.Konsumen individual
konsumen yang membeli barang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri,
biasanya Konsumen Individual bebas membeli barang dengan sedikit bahkan
tanpa pengaruh dari orang lain, konsumen jenis ini yang disebut sebagai
ultimate konsumen
2. Konsumen Institusional
konsumen jenis ini pembelian barang yang dilakukan bukan untuk menuhi
kebutuhannya sendiri namun untuk memenuhi kebutuhan orang ketiga / orang
banyak atau untuk keperluan produksi dari barang-barang tertentu, pada
konsumen jenis ini pengambilan keputusan untuk membeli suatu barang
diambil melalui banyak pertimbangan dan dipengaruhi oleh banyak orang.
Empat prinsip signifikan tentang konsumen:
• Konsumen adalah Raja
• Motivasi dan perilaku konsumen dapat dimengerti melalui penelitian
• Perilaku konsumen dapat dipengaruhi
• Pengaruh Konsumen sah secara social
PERILAKU KONSUMEN
Awal mula kita definisikan dahulu pengertian dari konsumen. Konsumen adalah seseorang atau sekelompok orang yang membeli suatu produk untuk dipakai sendiri dan tidak untuk dijual kembali. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka dia disebut pengecer atau distributor. pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu sebagai produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen.
Perilaku konsumen secara umum diartikan sebagai tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang. Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990) Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut. Menurut Mowen (1995) Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005).
James F. Engel mendefinisikanperilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses
keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.
Dua wujud konsumen 1. Personal Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk penggunaannya sendiri. 2. Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.
SIFAT DARI PERILAKU KONSUMEN
1. Consumer Behavior Is Dynamic
Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan. Sifatyang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat lain. Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi-inovasi secara berkala untuk meraih
konsumennya.
2. Consumer Behavior Involves Interactions
Dalam perilaku konsumen terdapat interaksi antara pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia, serta lingkungan. Semakin dalam suatu perusahaan memahami bagaimana interaksi tersebut mempengaruhi konsumen semakin baik perusahaan tersebut dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen serta memberikan value atau nilai bagi konsumen.
3. Consumer Behavior Involves Exchange
Perilaku konsumen melibatkan pertukaran antara manusia. Dalam kata lain seseorang memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuatu sebagai gantinya.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pelanggan
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku pelanggan. Faktor-faktor tersebut dibedakan menjadi 2 bagian yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pribadi seorang konsumen dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan sekitar seorang konsumen.
Individual Determinants of Consumer Behavior
1. Demografis, psikografis, dan kepribadian
Demografis berhubungan dengan ukuran, struktur, dan pendistribusian populasi. Demografis berperan penting dalam pemasaran. Demografis membantu peramalan trend suatu produk bertahun-tahun mendatang serta perubahan permintaan dan pola konsumsi.
Psikografis adalah sebuah teknik operasional untuk mengukur gaya hidup. Dalam kata lain psikografis adalah penelitian mengenai profil psikologi dari konsumen. Psikografis memberikan pengukuran secara kuantitatif maupun kualitatif. Bila demografis menjelaskan siapayang membeli suatu produk, lingkungan. Kepribadian adalah tampilan psikologi individu yang unik dimana mempengaruhi secara konsisten bagaimana seseorang merespon lingkungannya.
2. Motivasi konsumen
Dalam menjawab pertanyaan mengenai mengapa seseorang membeli produk tertentu, hal ini berhubungan dengan motivasi seorang konsumen. Motivasi konsumen mewakili dorongan untuk memuaskan kebutuhan baikyang bersifat fisiologis maupun psikologis melalui pembelian dan penggunaan suatu produk.
3. Pengetahuan konsumen
Pengetahuan konsumen dapat diartikan sebagai himpunan dari jumlah total atas informasi yang dimemori yang relevan dengan pembelian produk dan penggunaan produk. Misalnya apakah makanan organik itu, kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya, manfaatnya bagi kesehatan, dan lain-lain.
4. Intensi, sikap, kepercayaan, dan perasaan konsumen
Intensi adalah pendapat subjektif mengenai bagaimana seseorang bersikap di masa depan. Ada beberapa jenis intensi konsumen. Intensi pembelian adalah pendapat mengenai apa yang akan dibeli. Intensi pembelian kembali adalah apakah akan membeli barang yang sama dengan sebelumnya. Intensi pembelanjaan adalah dimana konsumen akan merencanakan sebuah produk akan dibeli. Intensi pengeluaran adalah berapa banyak uang yang akan digunakan. Intensi pencarian mengindikasikan keinginan seseorang untuk melakukan pencarian. Intensi konsumsi adalah keinginan seseorang untuk terikat dalam aktifitas konsumsi.
Sikap mewakili apa yang disukai maupun tidak disukai oleh seseorang. Sikap seorang konsumen mendorong konsumen untuk melakukan pemilihan terhadap beberapa produk. Sehingga sikap terkadang diukur dalam bentuk preferensi atau pilihan konsumen. Preferensi itu sendiri dapat dikatakan sebagai suatu sikap terhadap sebuah objek dan relasinya terhadap objek lain. Kepercayaan dapat didefinisikan sebagai penilaian subjektif mengenai hubungan antara dua atau lebih benda. Suatu kepercayaan dibentuk dari pengetahuan. Apa yang telah seseorang pelajari mengenai suatu produk mendorong timbulnya kepercayaan tertentu mengenai produk tersebut. Perasaan adalah suatu keadaan yang memiliki pengaruh (seperti mood seseorang) atau reaksi. Perasaan dapat bersifat positif maupun negatif tergantung kepada setiap individu. Perasaan juga memiliki pengaruh terhadap penentuan sikap seorang konsumen.
Tipe – Tipe Perilaku Pembelian
1. Budget Allocation (Pengalokasian budget)
2. Product Purchase or Not (Membeli produk atau tidak)
3. Store Patronage (Pemilihan tempat untuk mendapatkan produk)
4. Brand and Style Decision (Keputusan atas merek dan gaya)
Sifat dari perilaku konsumen
1. Consumer Behavior Is Dynamic yaitu, perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan.
2. Consumer Behavior Involves Interaction yaitu, dalam perilaku konsumen terdapat interaksi antara pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia, serta lingkungan.
3. Consumer Behavior Involves Exchange yaitu, perilaku konsumen melibatkan pertukaran antara manusia
Menurut dinamika psikologinya
Perilaku konsumen dapat dilihat melalui beberapa prespektif :
• Prespektif Pengaruh Konsumen,
• Prespektif Wholistic
• Prespektif Antar Budaya .
Pengaruh perspektif konsumen adalah Dalam Prespektif ini yang dititik beratkan adalah konsumen dan kebutuhan konsumen. Yang penting disini adalah pertukaran antara pelanggan dan pensupplay,
Contohnya adalah supplier yang akan selalu berusaha untuk memenuhin kebutuhan
konsumen individual, dan untuk memenuhinya supplier bias menekan produsen untuk memenuhi kebutuhannya.

PRESPEKTIF WHOLISTIC
Dalam prespektif ini, penelitian tentang konsumen mengambil konsumsis ebagai penekanan
sentral dengan meneliti semua segi dalam proses menggunakan danmenghabiskan produk untuk memenuhi kebutuhan ataumemuaskan suatu keinginan.
Contoh : ketika peneliti melakukan studi tentang kesenangan estetika yang diperoleh dari konsumsi seni,musik, barang bermerek luar dan kegiatan non manfaat lain yang dikenal sebagai konsumsi hedonik,
PRESPEKTIF ANTAR BUDAYA
• Pada Prespektif ini peneliti menaruh perhatian tentang pentingnya budaya bagi produsen,
• Memandang penelitian konsumen sebagai kebutuhan universal
• Saat ini banyak produsen yang memasarkan barang mereka jauh dari negara asal barang tersebut, hal ini yang kemudian disebut denganglobal marketing, dengan hadirnya banyak perusahaan – perusahaan dari luar,mereka mempunyai kesempatan untuk memilih, produk, atau bahkan gaya hidup yang ditawarkan.
Contoh psikologi konsumen pada kehidupan sehari – hari :
Banyak para mahasiswa/mahasiswi yang merasa uang jajan yang meraka terima kurang sebab kebutuhan kuliah cukup banyak seprti fotocopi, warnet, beli buku, ngeprint,dll. Oleh sebab itu mereka lebih memilih untuk berdagang yang modalnya tidak terlalu besar, seperti berdagang tas, sepatu, pernak pernik kebutuhan wanita atau laki-laki. Sehingga dapat menambah uang jajan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari meraka, agar mereka tidak meminta uang jajan lagi kepada orang tua mereka. Mereka bergadang harus lihat kepuasan pelanggan mereka agar menjadi pelanggan tetap mereka, misalnya mereka berdagang barang – barang yang murah tapi kualitas barangnya bagus. Sehingga dapat diminati pelanggan yang tidak lain pelanggan mereka itu teman mereka sendiri.
Referensi

http://organisasi.org/perilaku-konsumen-ringkasan-rangkuman-resume-mata-kuliah-ekonomi-manajemen

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/perilaku-konsumen-definisi-dan-tipe.html

http://www.konsumen.org/konsumen-di-wikipedia/

Assauri, Sofjan. 1999. Manajemen Pemasaran, Dasar, Konsep dan Strategi, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Gibson,L. James,dkk. 1996. Organisasi, Edisi ketujuh, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Kotler, Philip & Amstrong Gary. 1997. Dasar-Dasar Pemasaran Principles of Marketing 7e, Penerbit PT. Prehalindo, Jakarta.
Kotler, Philip. 1997. Manajemen pemasaran analisis perencanaan, Implementasi dan kontrol, jilid I, Penerbit PT. Prehallindo, Jakarta.
Kotler, Philip. 1997. Manajemen Pemasaran Analisis Perencanaan, Implementasi dan Kontrol, jilid II, Penerbit PT. Prehallindo, Jakarta.
Kotler, Philips. 1995. Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Pengendalian, Jilid I, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Malo, Manasse, Dr. 1986. Metode Penelitian Sosial, Modul 1-5, Penerbit Karinika, Universitas terbuka, Jakarta.
Mc. Carthy E. Jerome. 1993. Dasar-Dasar Pemasaran, Penerbit Erlangga, Yogyakarta.Nasir, Moh, Ph.D. 1999. Metode Penelitian, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.
Nitisemito, S. Alex. 1993. Marketing, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.
Peter, J. Paul & Olson, Jerry C. 2000. Consumer Behavior Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran, Jilid I, Edisi keempat, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Robbins Stephen P. 1996. Perilaku Organisasi : Konsep, Kontoversi dan Aplikasi, Jilid 1, Penerbit PT. Prehallindo, Jakarta.
Stanton, J. William,1988. Prinsip Pemasaran, Edisi ketujuh, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Stanton, J. William.1991. Prinsip Pemasaran, Jilid I, Edisi ketujuh, Penerbit Erlangga,Jakarta.
Swatha, Basu. DH, Irawan. 1990. Manajemen Pemasaran Modern, Edisi kedua, cetakan keempat, Penerbit Liberthy, Yogyakarta.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image