PERMASALAHAN KOPERASI DI INDONESIA DAN CARA PENANGANAN TERHADAP PERMASALAHAN KOPERASI DI INDONESIA

NAMA       : LELY YUNITA SARI

NPM           : 24209199

KELAS      : 2EB13

TUGAS      : EKONOMI KOPERASI (SOFT SKILL)

PERMASALAHAN KOPERASI DI INDONESIA DAN CARA PENANGANAN TERHADAP PERMASALAHAN KOPERASI DI INDONESIA

  1. I. Bentuk Permasalahan Terhadap Koperasi

Masalah eksternal koperasi antara lain iklim yang mendukung pertumbuhan koperasi belum selaras dengan kehendak anggota koperasi, seperti kebijakan pemerintah yang jelas dan efektif untuk perjuangan koperasi, sistem prasarana, pelayanan, pendidikan, dan penyuluhan.

Pemecahan Permasalahannya

Bicara mengenai peranan dari koperasi didalam konteks perekonomian Indonesia ialah bagaimana cara kita untuk membangun koperasi di Indonesia, bukannya kita membicarakan pembangunan koperasi di Indonesia. Sebab dalam hal konsep koperasi suatu Negara itu sangatlah berkaitan erat dengan konsep umum perkoprasian di dunia. Sebab koperasi itu sendiri merupakan salah satu badan usaha yang beranggotakan orang-perorang atau salah satu badan usah yang berlandaskan badan hukum koperasi dengan melaksanakan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Hal ini dikarenakan ide koperasi itu sendiri berawal dari suatu Negara yaitu Eropa.

Namun untuk peranan koperasi di Indonesia itu sendiri ialah Membantu untuk memajukan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu, dan Ikut serta didalam tatanan pembangunan perekonomian khususnya perekonomian nasional guna menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera, khususnya bagi perekonomian di Negara Indonesia. Tetapi menurut permasalahan diatas menurut saya sebaiknya pemerintah harus lebih bijak menangani permasalahan ini dengan mengeluarkan dan mensepakati kebijakan-kebijakan yang telah dibuat. Sebab juka apabila pemerintah lamban dalam menangani permasalahan yang dialami oleh badan usaha koperasi khususnya perkoperasian Indonesia, maka system perkoperasian Indonesia pun akan kacau dan lamban sehingga mengakibatkan perkoperasian tersebut akan bangkrut.

Selanjutnya pemerintah juga harus memberikan perhatian yang lebih kepada anggota maupun kepada masyarakat luas. Misalnya pemerintah harus menyediakan sebuah sarana yang melembaga guna pelatihan dan pembelajaran bagi setiap anggota koperasi mengenai struktur kondisi koperasi nasional maupun koperasi internasional. Selain itu, pemerintah juga harus lebih memberikan penyuluhan yang jujur kepada anggota koperasi maupun kepada masyarakat luas, guna mereka paham akan struktur kondisi koperasi sehingga tidak terjadi kesalah pahaman antara masyarakat maupun anggota koperasi kepada pengurus badan usaha koperasi tersbut.

Selain itu, masalah yang paling kelit atau yang apling sulit untuk di berantas di Negara Indonesia ini adalah masalah kebohan. Hal ini dikarena masalah factor ekonomi yang mengakibatkan masyarakat menengah kebawah kurang mengenyam pendidikan. Dengan begitu ini akan mengakibatkan kebodohan dan ketidak tahuan dimasyarakat luas, yang nantinya akan berdampak pula bagi kegiatan perekonomian dan perkoperasian di masa yang akan datang. Sebab apabila mereka ingin terjun atau ingin menjadi anggota koperasi lalu mereka tidak tahu apa basic koperasi itu sendiri maka akan mengakibatkan perkoperasian di Negara kita akan mundur dan bahkan bisa saja merugikan bangsa kita, khususnya bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, jika kita telusuri dari permasalahhan diatas pemerintah harus segera bertindak cepat dan tegas di dalam menangani masalah ini, supaya masyarakat kita pun tidak selalu larut di dalam lubang kebodohan.  Misalnya pemerintah mendirikan sarana pendidikkan yang kalau pun bisa bebas biaya bagi masyarakat yang kurang mampu. Namun, menurut saya pemerintah saat ini kurang perhatian mengenai permasalahan tersebut. Sebab sekarang masih banyak sarana pendidikkan yang dibilangnya bebas biaya bagi masyarakat yang kurang mampu, ternyata masih saja dipungut biaya-biaya. Hal ini pun yang membuat masyarakat tersebut menjadi resah dan tidak percaya akan kebijakan pemerintah tersebut.

Namun, menurut saya pemerintah cobalah menjalankan kebijkannya sesuai dengan yang ditetapkan, jangan hanya pada awalnya saja. Sebab ini juga nantinya akan berguna bagi bangsa juga dan nantinya pun akan melahirkan anak-anak Indonesia yang nantinya akan menjadi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, sehingga dapat membantu Negara di dalam menjalankan perekonomian khususnya di bidang usaha koperasi.

Selain masalah pendidikkan dan sebagainya, masyarakat juga disini harus berperang aktif dalam membantu kemajuan perekonomian Negara. Misalnya dengan mengubah pola pemikiran masyarakat itu sendiri. Contoh kita selaku warga Negara, kita harus bisa merubah pola pemikiran kita, dari yang tadinya pola pemikiran kita hanya konsumtif saja sekarang kita ubah menjadi pola pemikiran masyarakat yang produktif. Sebab apabila masyarakat selalu bersifat konsumtif maka masyarakat tersebut akan menimbulkan ketergantungan akan barang yang dikonsumsi, yang nantinya akan dapat mengakibatkan kelangkaan dan pada akhirnya kita hanya akan tergantung kepada Negara lain yaitu dengan cara mengimpor. Oleh karena itu disini masyarakat diharapkan untuk menjadi masyarakat yang produktif, agar kita dapat menghasilkan suatu barang yang nantinya akan membantu kegiatan perekonomian nasional sehingga menciptakan daya saing yang tinggi dan nantinya pun badan usaha koperasi juga akan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan bangsa ini nantinya.

  1. II. Permaslahan Koperasi Terhadap Kualitas SDM (Sumber Daya Manusia)

Kurangnya pemahaman anggota akan manfaat koperasi dan pengetahuan tentang kewajiban sebagai anggota.

Penanganan Permasalahan

Menurut saya dalam menyelesaikan masalah ini ialah Harus adanya sekelompok orang yang punya kepentingan ekonomi bersama yang bersedia bekerja sama dan mengadakan ikatan sosial. Dalam kelompok tersebut harus ada tokoh yang berfungsi sebagai penggerak organisasi yang adil, jujur dan bijaksana di dalam  menggerakkan koperasi supaya koperasi dapat berjalan ke arah sasaran yang benar.

Selain itu, sebelumnya pengurus koperasi pun harus memberikan penyuluhan terlebih dahulu kesetiap para anggotanya, supaya mereka tahu dan mengerti akan kondisi koperasi yang sebenarnya. Selain memberikan penyuluhan terhadap anggota koperasi, pengurus koperasi pun juga harus bisa melakukan pengawasan terhadap kinerja para anggotanya. Sebab nantinya kita bisa mengetahui akan kualitas sumber daya manusia kita sendiri. Apakah dia bisa membawa perkoprasian Indonesia maju nantinya ataupun sebaliknya. Sebab kalau perkoperasian di Negara kita dapat maju dan berkembang maka Negara ini pun akan makmur dan juga akan tercipta maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

PERMASALAHAN KOPERASI DI INDONESIA DAN CARA PENANGANAN TERHADAP PERMASALAHAN KOPERASI DI INDONESIA

  1. Bentuk Permasalahan Terhadap Koperasi

Pada tanggal 12 Juli 2005 kita kembali memperingati hari koperasi yang ke 58. Peringatan hari koperasi pada saat ini kita rayakan ditengah keprihatinan akan masalah kemiskinan yang masih melanda sebagian besar masyarakat. Kemiskinan ditengah ulang tahun koperasi merupakan kado ulang tahun yang sangat memprihatinkan. Setelah 58 tahun kita merdeka dan membangun, seharusnya sebagian besar rakyat kita sudah hidup sejahtera paling tidak sudah tidak ada lagi yang menderita busung lapar.

Di Indonesia, masalah kemiskinan bukanlah masalah yang baru. Sejak bangsa Indonesia merdeka, menjadi cita-cita bangsa adalah mensejahterakan seluruh rakyat. Karenanya kenyataan yang dihadapi adalah kemiskinan yang masih diderita oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Hampir setiap pemimpin di Indonesia, selalu menghadapi kenyataan ini, meskipun bentuk kemiskinan yang terjadi tidak sama di setiap era suatu pemerintahan.

Begitu pula kondisi kemiskinan di Indonesia saat ini juga tidak sama, karena semakin berat ketika bangsa Indonesia juga menghadapi pasar bebas. Bagi kelompok miskin, pasar adalah masalah baru karena menuntut persaingan yang tinggi. Kondisi ini tentu semakin memperburuk masyarakat miskin yang selama ini memang berdaya saing rendah. Jumlah rakyat miskin yang bertambah pada saat ini sebesar 16% atau menurut ukuran Bank Dunia hampir 50%, disamping akibat krisis ekonomi juga disebabkan oleh lemahnya daya saing mereka menghadapai masuknya barang-barang import.

Kompleksitasnya persoalan kemiskinan setidaknya harus segera mendapatkan solusi dan menjadi agenda utama pemerintahan saat ini dalam lima tahun mendatang. Agenda ini penting karena kalau tidak tercapai dalam kurun waktu tersebut, maka kondisi kemiskinan rakyat akan semakin parah karena kemiskinan akan menjadi masalah permanen yang semakin sulit untuk diatasi.

Menko perekonomian beberapa hari yang lalu menyampaikan kembali agenda ekonomi dengan menyebut sebagai triple track strategy, dimana pada strategi ketiga adalah penurunan kemiskinan dan kesenjangan melalui revitalisasi sektor pertanian dan pedesaan dan pengembangan usaha kecil menengah. Strategi tersebut sudah sangat tepat dan apabila diikuti dengan langhkah-langkah operasional yang tepat pula akan dapat mengurangi jumlah rakyat yang miskin cukup signifikan.

Pemecahan Permasalahannya

Bicara mengenai peranan dari koperasi didalam konteks perekonomian Indonesia ialah bagaimana cara kita untuk membangun koperasi di Indonesia, bukannya kita membicarakan pembangunan koperasi di Indonesia. Sebab dalam hal konsep koperasi suatu Negara itu sangatlah berkaitan erat dengan konsep umum perkoprasian di dunia. Sebab koperasi itu sendiri merupakan salah satu badan usaha yang beranggotakan orang-perorang atau salah satu badan usah yang berlandaskan badan hukum koperasi dengan melaksanakan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Hal ini dikarenakan ide koperasi itu sendiri berawal dari suatu Negara yaitu Eropa.

Namun untuk peranan koperasi di Indonesia itu sendiri ialah Membantu untuk memajukan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu, dan Ikut serta didalam tatanan pembangunan perekonomian khususnya perekonomian nasional guna menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera, khususnya bagi perekonomian di Negara Indonesia. Namun menurut saya kenyataannya yang terjadi tidak seperti apa yang dijelaskan dalam konteks peranan koperasi tersebut, sebab di Indonesia banyak sekali ditemukan masyarakat-masyarakat yang hidupnya masih dibawah garis kemiskinan (kurang mampu). Memang masalah kemiskinan sangatlah sulit untuk di berantas sepenuhnya sama halnya dengan masalah ketenaga kerjaan (pengangguran), tetapi saya yakin akan kinerja pemerintah di dalam menghadapi masalah ini. Namun, untuk mengatasi masalah koperasi itu sendiri adalah pemasaran akan produk olahan sendiri dan permodalan. Dalam hal pemasaran itu sendiri koperasi selalu kalah untuk menjual produk barangnya, sedangkan untuk permodalan sendiri koperasi tidak mampu memenuhi pelayanan ataupun bantuan kepada masyarakat dengan memberikan tingkat suku bunga yang rendah.

Oleh karena itu, menurut saya untuk mengatasi masalah tersebut pemerintah harus bisa menyediakan sebuah lebaga yang bertaraf nasional maupun internasional. Sebab dengan lembaga ini masyarakat merasa terbantu dan disini masyarakat pun dilatih untuk menghasilkan ataupun menyalurkan sebuah produk sendiri dengan harga yang relative rendah dan terjangkau oleh anggota koperasi dengan prosedur yang lebih mudah. Selain itu dengan lembaga ini pemerintah juga diharapkan untuk menyalurkan berbagai teknologi dan manajemen yang modern bagi masyarakat, dan juga membeli sebagian produk masyarakat, hal ini bertujuan untuk menjaga kestabilan harga yang pada nantinya akan menguntungkan pasar. Jika keuntungan tersebut diperoleh dari pasar maka akan menciptakan kesejahteraan bagi anggota koperasi tersebut.

Selain dalam masalah permodalan itu sendiri pemerintah juga harus menugaskan BRI, sebab BRI adalah sebuah sarana yang bisa menjamin untuk mengatasi kemiskinan. Supaya dengan kerja samanya antara BRI dan pemerintah ini diharapkan mampu membantu koperasi agar dapat berjalan dengan lancar, sehingga nantinya pemerintah dapat meningkatkan daya saing di masyarakat dalam negeri maupun yang diluar negeri. Selain itu, dalam hal ini pun masyarakat diharapkan untuk tidak bersifat konsumtif, sebab apabila masyarakat selalu bersifat konsumtif maka masyarakat tersebut akan menimbulkan ketergantungan akan barang yang dikonsumsi, yang nantinya akan dapat mengakibatkan kelangkaan dan pada akhirnya kita hanya akan tergantung kepada Negara lain yaitu dengan cara mengimpor. Oleh karena itu disini masyarakat diharapkan untuk menjadi masyarakat yang produktif, agar kita dapat menghasilkan suatu barang yang nantinya akan membantu kegiatan perekonomian nasional sehingga menciptakan daya saing yang tinggi dan nantinya pun badan usaha koperasi juga akan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan bangsa ini nantinya.

  1. Permaslahan Koperasi Terhadap Kualitas SDM (Sumber Daya Manusia)

Kurangnya pemahaman anggota akan manfaat koperasi dan pengetahuan tentang kewajiban sebagai anggota.

Penanganan Permasalahan

Menurut saya dalam menyelesaikan masalah ini ialah Harus adanya sekelompok orang yang punya kepentingan ekonomi bersama yang bersedia bekerja sama dan mengadakan ikatan sosial. Dalam kelompok tersebut harus ada tokoh yang berfungsi sebagai penggerak organisasi yang adil, jujur dan bijaksana di dalam  menggerakkan koperasi supaya koperasi dapat berjalan ke arah sasaran yang benar.

Selain itu, sebelumnya pengurus koperasi pun harus memberikan penyuluhan terlebih dahulu kesetiap para anggotanya, supaya mereka tahu dan mengerti akan kondisi koperasi yang sebenarnya. Selain memberikan penyuluhan terhadap anggota koperasi, pengurus koperasi pun juga harus bisa melakukan pengawasan terhadap kinerja para anggotanya. Sebab nantinya kita bisa mengetahui akan kualitas sumber daya manusia kita sendiri. Apakah dia bisa membawa perkoprasian Indonesia maju nantinya ataupun sebaliknya.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 9.8/10 (4 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
PERMASALAHAN KOPERASI DI INDONESIA DAN CARA PENANGANAN TERHADAP PERMASALAHAN KOPERASI DI INDONESIA, 9.8 out of 10 based on 4 ratings
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image