Masa Depan Kita? Tawakal Aja!

Waktu masih kecil, sering kan orang dewasa nanya kepada kita,”kalau udah besar pengen jadi apa?” jawaban kita mecam-macam. Jadi insinyur, bintang film, penyanyi, sampai jadi menteri dan pesiden. Tentu aja jawaban itu dianggap sebagai hiburan oleh orang-orang dewasa. Nggak ada yang nanggapin dengan serius. “namanya juga anak-anak” kata mereka.
Waktu itu, kitapun menjawab tanpa beban. Apa yang asik menurut kita inginkan. Tapi setelah kita menjadi remaja, mulai ada kebingungan soal masa depan. Khususnya kamu yang mau lulus sekolah atau sedang mulai kuliah. Mau jadi apa saya di masa depan? Apakah saya bisa menjadi orang berarti buat diri saya? Apakah semua cita-cita saya akan tercapai? Apakah saya akan punya pekerjaan yang baik? Apakah nanti saya akan punya penghasilan yang baik dan cukup untuk saya dan keluaga? Banyak pertanyaan-pertanyaan seputar masa depan yang sering kali bikin kita cemas.
Jangan khawatir, itu adalah pertanyaan yang ada pada semua remaja. Bahkan, orang yang dewasapun sering kali cemas dengan masa depan mereka. Apalagi dengan melihat kondisi ekonomi dan politik bangsa kita yang sedang morat-marit, orang jadi mudah cemas. jadi, kamu tidak sendirian dalam hal ini.
Kalo mau tau, nggak ada seorangpun yang tahu apa yang bakal terjadi di masa depan. Nggak juga para tukang ramal dan paranormal. Bahkan seandainya Allah SWT. Tidak memberikan wahyu kepada para nabi dan rasul, mereka juga enggak akan tahu keadaan di masa depan. Semua itu termasuk dalam perkara gaib (seperti ajal, rezeki, bahkan hari kiamat).
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang didaratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melain kan Dia mengethuinya (pula), dan tidak jatuh sebututir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak suatupun yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (lauh mahfuzh).”(al-an,aam : 59)
Apa yang sedang kita kerjakan pada hari ini enggak jadi jaminan seratus persen akan menentukan nasib kita di masa depan. Apakah itu keadaan yang menurut kamu menyenagkan (jadi juara kelas atau berbadan sehat), atau yang tidak menyenangkan (jadi siswayang biasa-biasa saja,memiliki kekurangan fisik)? Sekali lagi, nggak ada yang bisa menjamin nasib kita di masa depan.
Jadi, jangan cemas ketika kamu nggak di terima di SMU favorit,atau nggak lulus SNMPTN sehingga kuliah di tempat lain (swasta). Begitu juga, nggak usah paniklah kalau nilai ulangan kamu di bawah enam. Dan jangan merasa dunia berakhir ketika menyadari fisik kamu tidak sempurna atau cacat.
Ketika duduk di bangku SMU, berapa kali hasil ulangan saya jauh dari memuaskan. Pertamakali mendapatkan nilai seperti itu, tentu saja saya kecewa dan uring-uringan. Tapi, alhamdulillah, selalu ada guru yang pandai memotivasi kami agar tidak putus asa, mereka selalu mencontohkan, beberapa alumni sekolah kami yang di sekolah biasa-biasa saja, tetapi ketika lulus dan bekerja ternyata punya penghidupan yang lumayan, bahkan ada yang lebih baik dari mereka yang dulunya berprestasi di sekolah. Ternyata benar. Banyak kawan-kawan seangkatan saya yang sewaktu sekolah prestasinya biasa aja, tapi kemudian punya pekerjaan yang baik. Sekali lagi, alhamdulillah.
Bacalah riwayat hidup orang-orang sukses. Banyak diantara mereka yang semula di ragukan banyak orang akan sukses. Sebagian mereka punya prestasi yang buruk, bahkan merekajuga memiliki kekurangan fisik atau cacat. Bill Gates, pemilik perusahaan microsoft yang terkemuka di dunia dan termasuk orang terkaya di dunia, dulunya drop out dari bangku kuliah di Harvard University, thomas alfa edison si penemu lampu pijar adalah seorang tunarungu dan juga bukan siswa yang berprestasi semasa sekolah. Kolonel sanders pemilik Kentucky Fried Chicken adalah mantan tentara bukan sarjana ekonomi atau koki. Pak Rhenald Kasali yang konsultan terkemuka dalam dunia bisnnis di tanah air juga pernah tidak naik kelas ketika SD. Dan masih banyak lagi orang-orang yang meraih kesuksesan berawal dari berbagai macam kekurangan dan kegagalan.
Kita juga bisa liat figur seperti Rasulullah saw., seorang anak yatim piatu dan miskin yang kemudian menjadi orang yang paling berpengarauh dalam sejarah. Bahkan seorang penulis barat Michael Hart dalam bukunya 100 tokoh paling berpengaruh di dunia menempatkan beliau pada urutan pertama. Sahabat Nabi saw. Yang bernama Abdurrahman bin Auf r.a. adalah seorang yang pincang kakinya, tapi ia tumbuh menjadi seorang pengusaha yang sukses. Begitu berhasilnya ia, sampai-sampai mengatakan, “seolah-olah setiap aku mengangkat batu, ku temukan emas di bawahnya.”
Jadi, jangan terlalu cemas akan masa depan kita. Itu semua memang rahasia yang di simpan oleh Allah. Hal pasti yang harus kita lakukan adalah bertawakal pada-Nya. Tawakal menurut Ustad Dr. Muhamad Ali Hasan dalam bukunya mafahimu Yajiibu Tashihuha Fit-tawakkuli war Rizqi Wal Ajal, adalah kepasrahan hati kepada Allah akan kebaikan yang akan kita peroleh atau kemudharatan yang akan menimpa kita. Kita pasrahkan segala urusan masa depa kita –rezeqi, jodoh, musibah, dan ajal kepada Allah swt. Inilah yang di ajarkan islam kepada umatnya.
Di masa Rasulullah pernah terjadi seseorang akan memasuki masjid tapi tidak mengikatkan untanya. Orang ini menjawab, “Aku bertawakal kepada Allah.” Rasululloh menjawab, “ikatlah ia (unta itu) dan bertawakallah.”
Sikap tawakal itu hanya dimiliki oleh kamu, remaja muslim. Seorang muslim percaya bahwa Allah menyediakan berbagai macam rezeqi bagi manusia, dan setiap orang punya rezeqinya masing-masing.
Jangan salah paham bahwa kemudian hidup itu cukup Cuma dengan tawakal. Tidak. Kita juga kudu berusaha meraih apa yang kita cita-citakan. Kalau kita ingin lulus ujian, belajar sungguh-sungguh adalah caranya. Kalo pingin tetap sehat, makan makanan bergizi dan cukup istirahat serta berolahraga harus kita lakukan. Kalo pengen hidup berkecukupan, bekerja adalah jalannya. Meski tentu saja kita tidak akan pernah tau hasil akhir usaha kita. Walau kita sudah belajar sungguh-sungguh, tapi kalau Allah menentukan kita sakit pada hari itu, maka ujianpun akan tergangu walaupun kita sudah berusaha keras untuk menjaga kesehatan, tapi mudah saja bagi Allah memberikan ujian sakit bagi hamba-hamba-Nya. Tapi, kalo kamu memahami arti tawakal dan ikhtiar, maka kamu selalu siap menerima berapapun skor akhir usahamu tanpa rasa kecewa. Man propose, God dipose.
“katakanlah, ‘sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah di tetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (at-Taubah : 51)
Apapun cita-cita dan keinginan kamu, rintislah mulai sekarang. Bila suatu saat ternyata keadaan berubah baik karena keinginanmu sendiri atau hal lain yang tidak pernah bisa kita duga dan kita tolak, maka dalam kamus agama kita, tidak ada kata “percuma” atau “sia-sia.” Bukankah usahamu menggapai cita-cita, meski nggak terwujud, tetap dinilai pahala oleh Allah ? bukankah mencari ilmu adalah amal yang sangat besar ganjarannya disisi Allah ? dan bukankah ilmu kita juga akan menambah luas wawasan hidup kita?
Teruslah berfikir positif tentang kehidupan dan usaha kita. Allah sangat cinta pada orang-orang yang bertawakal dan giat berusaha di dunia. Apapun yang akan terjadi di masa depan pasrahkan kepada Allah. Yang penting, kita udah berusaha dengan baik. Itulah prinsip usaha seorang muslim.

Sumber : Mochamad Iwan Januar
Dari Bukunya Yang Berjudul “Surga Juga Buat Remaja Lho…..”

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image