Perkembangan Sistem Basis data
- Pendahuluan
Perkembangan sistem basis data semakin tahun semakin berkembang dengan untuk mengelola data dan infomasi agar dapat memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat akan data spasial yang semakin meningkat melalui kegiatan peningkatan pendayagunaan basis data untuk menunjang berbagai kegiatan yang dibutuhkan manusia. Dari berbagai kegiatan ini memberikan suatu kemudahan kepada pengguna data melalui pemanfaatan sistem penelusuran dan pemrosesan data.
Pada tahun 2005, kegiatan-kegiatan yang khusus didedikasikan
untuk meningkatkan kinerja pengelolaan basisdata adalah: pengembangan sistem informasi sumber daya dan berbagai pembenahan sistem backup data Dengan demikian penelusuran informasi ketersediaan data dapat dilakukan dengan lebih mudah, karena data sudah dikelompokkan dan disimpan pada direktori yang terstruktur.
Salah satu kegiatan terkini dalam rangka pengelolaan basis data adalah Pengembangan dan Pendayagunaan Sumberdaya Lahan Pertanian untuk Menunjang Pembangunan Pertanian. Kegiatan ini telah menghasilkan sistem katalog secara spasial untuk ketersediaan data peta analog maupun digital. Selain sistem katalog, untuk mempermudah penyebaran informasi dan pelayanan jarak jauh ke daerah, telah dibuat informasi Sumberdaya Lahan dalam bentuk CD Interaktif dan Sistem Informasi Evaluasi Sumbedaya Lahan Pertanian berbasis web (SIESLAP).
Tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang
perkembangan basis data terkini beserta produk-produknya, agar khalayak khususnya pengguna data dari kalangan akademisi, peneliti, maupun para praktisi mengetahui dan memahaminya sehingga mereka diharapkan dapat menjadi ‘educated customer’ yang dapat memanfaatkannya sistem dan produk basis data secara optimal sesuai dengan kebutuhannya.
2. Pembahasan
Definisi Basis data (database), menurut ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia (Wikipedia, 2007) adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil basis data disebut system manajemen basis data (database management system, DBMS).DBMS adalah perangkat lunak yang didesain untuk membantu dalam hal pemeliharaan dan utilitas kumpulan data dalam jumlah besar. DBMS dapat menjadi alternativepenggunaan secara khusus untuk aplikasi, semisal penyimpanan data dalam field dan menulis kode aplikasi yang spesifik untuk pengaturannya. dalam DBMS terdapat beberapa model basisdata yang digunakan yang menyatakan hubungan antara record” yang ada dalam basisdatanya:
- Flat file (Tabular) : data terletak didalam tabel tunggal
- Hirarchical : mengunakan polan parent-child, contoh ????
- Network : atau disebut DBTG (database task group) or CODASYL (converence on data system language)
- Relational : terdiri dari tabel” termonalisasi dengan field” kunci sebagai penghubung relational antar table
Beberapa model data yang terdapat pada DBMS:
- Model Data adalah himpunan deksripsi data level tinggi yang dikonstruksi untuk menyembunyikan beberapa detail dari penyimpanan level rendah. Beberapa manajemen basis data didasarkan pada model data relasional, model data hirarkis,atau model data jaringan
- Model hirarkis biasa disebut model pohon, karena menyerupai pohon yang dibalik. Model ini menggunakan pola hubungan orang tua-anak. Setiap simpul (biasa dinyatakan dengan lingkaran atau kotak) menyatakan sekumpulan medan. Simpul yang terhubung ke simpul pada level di bawahnya disebut orang tua. Setiap orang tua bisa memiliki satu (hubungan 1:1) atau beberapa anak (hubungan 1:M), tetapi setiap anak hanya memiliki satu orang tua. Simpul – simpul yang dibawahi oleh simpul orang tua disebua anak. Simpul orang tua yang tidak memiliki orang tua disebut akar. Simpul yang tidak mempunyi anak disebut daun. Adapun hubungan antara anak dan orang tua disebut cabang.
- Model jaringan distandarisasi pda tahun 1971 oleh Data Base Task Group (DBTG). Itulah sebabnya disebut model DBTG. Model ini juga disebut model CODASYL (Conference on Data System Languages), karena DBTG adalah bagian dari CODASYL. Model ini menyerupai model hirarkis, dengan perbedaan suatu simpul anak bisa memilki lebih dari satu orang tua. Oleh karena sifatnya demikian, model ini bisa menyatakan hubungan 1:1 (satu arang tua punya satu anak), 1:M (satu orang tua punya banyak anak), maupun N:M (beberapa anak bisa mempunyai beberapa orang tua). Pada model jaringan, orang tua diseut pemilik dan anak disebut anggota.
- Model relasional adalah model data yang paling banyak digunakan saat ini.Pembahasan pokok pada model ini adalah relasi, yang dimisalkan sebagai himpunan dari record. Deskripsi data dalam istilah model data disebut skema. Pada model relasional, skema untuk relasi ditentukan oleh nama, nama dari tiap field (atau atribut atau kolom), dan tipe dari tiap field.
Komponen utama DBMS dapat dibagi menjadi 4 macam :
- Perangkat Keras
- Perangkat Lunak
- Data
- Pengguna, selain itu ada beberapa komponen fungsional dalam system ini yaitu:
- File manager : mengelola alokasi kebutuhan ruang penyimpanan (storage) basisdata beserta struktur-struktur yang digunakan untuk merepresentasikan informasi yang disimpan di dalam disk.
- Database Manager : menyediakan interface antara data low-level yang disimpan didalam basisdata dengan program-program aplikasi dan queries yang dikirimkan ke system.
- Query processor : menterjemahkan pernyataan-pernyataan bahasa query ke dalam instruksi-instruksi low-level yang dimengerti oleh database manager.
- DML precompiler : mengkonversi pernyataan-pernyataan DML yang dimasukkan di dalam program aplikasi ke dalam pemanggilan prosedur normal di dalam bahasa induknya. Procompiler harus berinteraksi dengan query processor untuk membuat kode-kode yang diperlukan.
- DDL compiler : mengkonversi pernyataan DDL ke dalam sekumpulan table yang mengandung metadata atau “data mengenai data
Keuntungan Penggunaan DBMS untuk mengelola data mempunyai beberapa keuntungan, yaitu :
- Kebebasan data dan akses yang efisien
- Mereduksi waktu pengembangan aplikasi
- Integritas dan keamanan data
- Administrasi keseragaman data
- Akses bersamaan dan perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari proses serentak).
- untuk mengorganisasi dan mengelola data dalam jumlah besar
- untuk membantu dalam melindungi data dari kerusakan yang disebabkan pengaksesan yang tidak sah
- memudahkan dalam pengambilan data
- untuk memudahkan dalam pengaksesan data secara bersamaan dalam suatu jaringan
Level Abstraksi Dalam DBMS
Data dalam DBMS dapat digambarkan dalam tiga level abstraksi, yaitu konseptual, fisik, dan eksternal. Data definition language (DDL) digunakan untuk mendefinisikan skema eksternal dan konseptual. Semua vendor DBMS menyertakan perintah SQL untuk menggambarkan aspek dari skema fisik. Informasi tentang skema konseptual, eksternal dan fisik disimpan dalam katalog sistem. Memiliki beberapa tinjauan (views), skema konseptual tunggal (logical) dan skema fisik.
- Menggambarkan bagaimana cara user melihat data
- Skema konseptual mendefinisikan struktur logika
- Skema fisikal menggambarkan file dan indeks yang digunakan
Skema didefinisikan menggunakan DDL (Data Definition Language), data dimodifikasi dengan menggunakan DML (Data Management Language)
Basis data memiliki bahasa tersendiri yaitu antara lain:
- Data Definition Language (DDL), merujuk pada kumpulan perintah yang dapat digunakan untuk mendefinisikan objek – objek basis data, seperti membuat sebuah tabel basis data atau indeks primer atau sekunder.
- Data Manipulation Language (DML), mengacu pada kumpulan perintah yang dapat digunakan untuk melakukan manipulasi data, seperti penyimpanan data ke suatu tabel, kemudian mengubahnya dan menghapusnya atau hanya sekedar menampilkannya kembali.
pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi sejumlah tujuan (objektif) seperti berikut:
- Kecepatan dan kemudahan (Speed)
- Efisiensi ruang penyimpanan (Space)
- Keakuratan (Accuracy)
- Ketersediaan (Avaibility)
- Kelengkapan (Completeness)
- Keamanan (Security)
- Kebersamaan pemakaian (Sharability)
Ada beberapa program yang menggunakan database yaitu:
- SQL (Structured Query Language) adalah bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan database. Menurut ANSI (American National Standards Institute), bahasa ini merupakan standar untuk relational database management systems (RDBMS): Pernyataan-pernyataan SQL digunakan untuk melakukan beberapa tugas seperti : update data pada database atau menampilkan data dari database. Hampir semua software database mengimplementasikan bahasa SQL sebagai komponen utama dari produknya, salah satunya MySQL.
- MySQLUntuk melakukan administrasi dalam basis data MySQL, dapat menggunakan modul yang sudah termasuk yaitu command-line (perintah: mysql dan mysqladmin). Juga dapat di-download dari situs MySQL yaitu sebuah modul berbasis grafik (GUI): MySQL Administrator dan MySQL Query Browser. Selain itu terdapat juga sebuah perangkat lunak gratis untuk administrasi basis data MySQL berbasis web yang sangat populer yaitu phpMyAdmin. Untuk perangkat lunak untuk administrasi basis data MySQL yang dijual secara komersial antara lain: MySQL front, Navicat dan EMS SQL Manager for MySQLPerintah dasar MySQL Bahasa SQL memiliki struktur yang mudah dipahami karena perintah – perintahnya pada dasarnya dibuat dari bahasa Inggris. Sehingga kita dapat melakukan perintah – perintah SQL ke dalam database MySQL, yaitu:
- Memasukkan atau menambah record baru ke dalam database.
- Mengeksekusi query database
- Mengambil data dari database
- Mengubah record pada database
- Menghapus record pada database
Perintah SQL dapat diketik dengan huruf besar atau kecil (non case sensitive). Setelah selesai mengetik perintah di MySQL harus diakhiri dengan tanda titik koma sebagai penanda akhir dari perintah MySQL. Perintah SQL dapat diketik dengan huruf besar atau kecil (non case sensitive). Setelah selesai mengetik perintah di MySQL harus diakhiri dengan tanda titik koma sebagai penanda akhir dari perintah MySQL.
Sistem basis data dan informasi merupakan perpaduan antara kombinasi sumberdaya manusia dan sumberdaya teknis, yang dilengkapi prosedur organisasi, yang memproduksi informasi dalam mendukung kebutuhan manajemen. Data adalah kumpulan fakta, untuk dapat menjadi informasi, data harus diproses agar mudah dipahami, bermanfaat dan dapat digunakan. Aktifitas sistem basis data dimulai dari pengumpulan, mengolahan, penyimpanan, pemeliharaan, retrieval, analisis, dan diseminasi data. Efektifitas sistem tersebut tergantung pada kondisi data yang harus selalu terbaru, akurat, lengkap, dan mempunyai aksesibilitas tinggi bagi pengguna. Dalam perjalanannya sistem basisdata BBSDLP mengalami beberapa kali perubahan. Sebelum tahun 1987, pengelolaan data dilakukan secara manual oleh sub bagian dokumentasi di bawah Bagian Pendayagunaan Hasil Penelitian dan Bagian Kartografi di bawah Kelompok Peneliti Pedologi.
Pengelolaan basisdata secara digital dimulai saat kegiatan LREPP I tahun 1987. Untuk memperlancar pengolahan data dibentuklah Unit Komputer sebagai unit yang melayani pengolahan data terutama peta secara digital. Sistem pengelolaan data pada awalnya dibagi dalam sub-sub unit, yaitu:
- Sistem Informasi Geografi untuk mengolah data grafik,
- Database untuk mengolah data entry dan tabular,
- Sistem yang mengelola hardware dan software serta maintenance, dan
- Sekretariat untuk mengelola administrasi unit.
Tahun 2002, sejalan dengan perubahan organisasi pengelolaan basisdata dilakukan oleh masing-masing Balai Penelitian, yang pada saat itu basis data hanya berfungsi sebagai pusat pengumpul data final. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan tuntutan layanan informasi yang semakin tinggi, maka sistem pengelolaan basisdata BBSDLP dikembangkan menjadi lebih luas. Fungsi basisdata bukan hanya mengolah data akan tetapi juga membangun sistem back up, penelusuran data yang semakin banyak, katalog, penyediaan informasi data, sistem informasi, dan DSS yang mudah dimengerti dan diakses pengguna. Kelebihan lain yang dimil iki oleh sistem berjenjang ini adalah setiap saat dapat di lakukannya update data dan knowledge secara independent pada setiap jenjang oleh unit/bagian, sesuai dengan kompetensi dan keahl iannya. Dengan demikian, sistem semacam ini diharapkan dapat mewujudkan tercapainya aplikasi basisdata sumberdaya lahan yang memiliki keunggulan realtime, online dan up to date.
- Sistem Jaringan BBSDLP
Untuk meningkatkan kelancaran pengelolaan basisdata tidak terlepas dari sarana sistem jaringan baik intranet maupun internet. Infrastruktur jaringan lokal (Local Area Network – LAN) telah dibangun sejak tahun 1993, akan tetapi pemanfaatan jaringan tersebut hanya sebatas pertukaran data dalam unit basisdata dan pada ruang-ruang utama untuk sarana presentasi hasil. Tahun 1996/1996 baru dikembangkan sistem jaringan untuk interchange data antar unit di lingkup BBSDLP. Dan Tahun 2004/2005 sistem jaringan tidak hanya intranet akan tetapi juga dikembangkan ke penggunaan internet untuk melayani kebutuhan penelitian. Dengan adanya sistem jaringan ini, lalu lintas pengolahan data antar bagian atau unit menjadi lebih cepat dan mudah dilakukan. Hanya keterbatasan dari sistem jaringan LAN yang ada masih menggunakan media transmisi berupa kabel Unshielded Twisted Pair (UTP). Walau relatif lebih murah, tetapi media ini hanya efektif digunakan pada jarak yang pendek. Pada jarak yang jauh atau panjang, mudah terpengaruh oleh gangguan dan kecepatan data yang dapat ditransfer terbatas. Sistem jaringan BBSDLP masih perlu ditingkatkan secara nir kabel broadband. Sehingga jangkauan jaringan menjadi lebih luas dan lebih banyak pengguna dapat mengakses jaringan tersebut.
2. Sistem Pengelolaan Data
Untuk mendukung pelayanan informasi kepada masyarakat, kontinuitas penyediaan data perlu dijaga. Sistem pengelolaan data juga harus diperhatikan. Data yang sudah terkumpul harus memiliki backup sehingga kehilangan data dapat dicegah. Sistem backup data dan penyebaran informasi akan dapat dilakukan dengan baik, jika data dikelola dengan benar. Standardisasi terhadap attribute data spasial harus dilaksanakan untuk terbentuk DataSheet minimum yang baku, sehingga memudahkan proses data selanjutnya, seperti penggabungan, penyajian informasi secara konvensional atau digital dan lain-lain. Hal tersebut sangat diperlukan, karena sebagian besar data yang terhimpun masih berdasarkan indeks lembar peta Bakosurtanal. Padahal dengan adanya otonomi daerah, informasi yang diinginkan berbasis lokasi. Untuk itu sistem basisdata sumberdaya lahan dari entri data, backup, pengelolaan sampai penyebaran informasi mempertimbangkan hal-hal tersebut. Biasanya system backup data dilakukan dengan media CD-R, Sistem backup data ini harus terus menerus diperbaharui sesuai dengan perkembangan data dan teknologi terkini, sehingga restore data dapat dilakukan dengan mudah. Selain itu, perlu dilakukan pengecekan kekonsistensian data (recovery), dimana jika terjadi kesalahan dapat dilakukan perbaikan dengan segera. Sistem masih perlu dikembangkan lagi dengan menggunakan media backup yang lebih aman dan sistem penyimpan yang lebih baik.
3. Sistem Katalog
Untuk mempermudah dan meningkatkan pelayanan informasi tentang peta-peta yang telah dihasilkan BBSDLP, telah disusun dan dilakukan beberapa kali penyempurnaan katalog. Katalog pertama adalah Katalog Peta-peta Tanah yang disusun pada tahun 1972, selanjutnya dilakukan beberapa kali penyempurnaan, yaitu: Keadaan Peta Tanah di Indonesia (1978), Daftar Peta Tanah (1988), Daftar Peta Sumberdaya Lahan (1996), dan Atlas Indeks Peta Digital Sumberdaya Lahan Puslitbangtanak (2002). Katalog-katalog tersebut masih dibuat dalam bentuk manual/konvensional.
Sejalan dengan perkembangan teknologi dan untuk mempermudah penelusuran data yang semakin banyak, pembuatan daftar peta-peta tersebut dilakukan secara komputerisasi dengan membangun sistem penelusuran data yang telah disimpan, metadata, dan katalog digital baik dalam bentuk tabular maupun spasial. Selain itu pengemasan catalog dapat disajikan lebih ringkas dan mudah dibawa. Sistem katalog digital tersebut memiliki kelebihan dapat dilakukan pencarian data secara otomatis dan online, sehingga informasi yang dibutuhkan dapat cepat diperoleh.
4. Sistem Diseminasi Data
Untuk keperluan sosialisasi dan diseminasi kepada masyarakat pengguna diperlukan dukungan pengelolaan informasi yang baik. Peningkatan pemanfaatan informasi sumberdaya lahan dan adopsi teknologi diperlukan upaya diseminasi yang lebih efektif. Salah satu media penyebaran informasi sumberdaya lahan yang komprehensif adalah melalui CD-interaktif. Dalam pembuatan model paket informasi sumberdaya lahan dengan CD interaktif ini harus disertai dengan standar penyediaan informasi, antara lain standar layanan informasi minimum, dan standar pengelolaan dokumen, agar format yang dipakai menjadi format yang mudah digunakan dan dimengerti oleh pengguna.
Saat ini telah dihasilkan beberapa macam CD Interaktif sumberdaya lahan pertanian sebagai media untuk diseminasi hasil penelitian dan kegiatan BBSDLP. Berbagai jenis CD Interaktif tersebut adalah:
- CD Interaktif untuk seminar, seperti: Centenial Commemoration of Soil Research Institute, Seminar Multifungsi Lahan Pertanian. CD Interaktif ini berisi makalah, jadwal seminar, tujuan, dan lain-lain.
- Kumpulan paper/makalah, seperti: Kumpulan Makalah Mltifungsi Lahan Pertanian,
- Laporan Penelitian untuk kegiatan, antara lain: Primatani, dan P4MI di 5 KABUPATEN. CD Interaktif ini bersifat sangat teknis dengan menampilkan laporan secara utuh dan peta-peta hasil penelitian kegiatan terkait
- CD Interaktif Sumberdaya Lahan Pertanian. Untuk tahap pertama baru dibuat untuk 2 Provinsi, yaitu Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Jawa Barat. CD Interaktif ini menyajikan informasi tentang Sumberdaya Lahan Pertanian, dan katalog peta-peta dan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan di BBSDLP berdasarkan daerah administrasi
- CD Interaktif Katalog yang menyajikan tentang katalog baik secara spasial maupun tabular tentang peta-peta yang telah dihasilkan oleh BBSDLP.
Sedangkan sistem informasi yang telah dibuat dalam bentuk CD-interaktif adalah sistem informasi evaluasi lahan pertanian berbasis web. Sistem ini merupakan pelayanan informasi tentang evaluasi lahan (crop modelling) yang lebih mudah digunakan dan dapat dilakukan secara jarak jauh.
Setiap CD Interaktif Sumberdaya Lahan Pertanian ditampilkan peta-peta sumberdaya lahan pertanian dan foto galeri. Data peta (spasial) disajikan secara interaktif. Peta-peta tersebut disimpan dalam bentuk project yang dibuat dalam program ArcExplorer. Ada dua format data yang disajikan dalam menu peta yakni SHP (ArcView/ArcInfo) dan bitmap (JPG/BMP). Pada galeri foto disajikan sejumlah foto terkait dengan tema CD Interaktif. Galeri foto disajikan dalam dua model album elektronik, yaitu foto aktif berukuran besar dan berupa thumbnail. Dalam penyajiannya, terdapat beberapa istilah-istilah teknis/ilmiah yang digunakan. Untuk membantu pengguna memahami istilah-istilah tersebut, disediakan daftar istilah.
Sistem diseminasi ini memiliki kelebihan mudah digunakan dan bersifat interaktif. Hanya saja, cara ini masih bersifat offline, yang hanya dapat dilakukan secara stand-alone. Dengan demikian penyebaran informasinya menjadi terbatas. Sistem ini masih harus ditingkatkan menjadi layanan (service) secara online. Pengembangan yang bisa dilakukan ke depan, adalah baik penyajian informasi, pemesanan / permintaan dan pengiriman datanya maupun pembayarannya, dapat dilakukan secara online melalui situs BBSDLP.
3. Kesimpulan:
Database merupakan komponen dasar dari sebuah sistem informasi dan pengembangan serta penggunaannya sebaiknya dipandang dari perspektif kebutuhan organisasi yang lebih besar. Oleh karena itu siklus hidup sebuah system informasi organisasi berhubungan dengan siklus hidup sistem database yang mendukungnya.Sistem Manajemen Basis Data adalah perangkat lunak yang mendukung manajemen data dalam jumlah besar. DBMS dan BBSDLP menyediakan akses data yang efisien, kebebasan data, integritas data, keamanan, dan pengembangan aplikasi yang cepat, selain itu peningkatan penyediaan data dan informasi yang semakin diperlukan oleh masyarakat, sistem pengelolaan data dan informasi baik digital maupun analog hasil penelitian dan pemetaan sumberdaya lahan.
Era konvensional terjadi sebelum tahun 1987, dicirikan oleh pengelolaan data yang dilakukan secara manual. Sesudah tahun 1987 sistem basis data memasuki era dijital yang terbagi menjadi dua tahap Tahap pertama era dijital dimulai dengan dibentuknya unit komputer yang dilengkapi dengan Geographical Information Sistem (GIS) dan digital image processing. Tahap kedua era dijital dimulai tahun 2002 yang ditandai dengan perluasan fungsi basisdata yang bukan hanya mengolah data akan tetapi juga membangun sistem back up, penelusuran data yang semakin banyak, katalog, penyediaan informasi data, sistem informasi, dan Decision Support System (DSS).
Sampai saat ini, sistem yang telah berjalan tersebut masih terus dikembangkan dan disempurnakan. Proses penyempurnaannya
dilakukan secara terus menerus, sejalan dengan kebutuhan pengguna dan tuntutan perkembangan teknologi IT. Di samping itu, sistem pengelolaan basisdata juga terus ditingkatkan sesuai dengan fungsinya. Katalog data berupa tabular maupun spasial terus menerus diperbaharui sejalan dengan bertambahnya data, sedangkan media penyajian informasi yang menggunakan format CD interaktif berbasis web akan dibuat untuk semua propinsi. Modus penyajian secara off line semacam ini akan ditingkatkan menjadi online dan real time melalui jaringan internet. Sejalan dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis IT dan konsultasi sumberdaya lahan berbasis expert system, akan dilakukan pengembangan aplikasi “knowledge-based” dan Decission Support Sistem (DSS) berbasis web. Untuk itu, DSS P & K dan Sistem informasi evaluasi lahan berbasis web yang telah dikembangkan akan terus disempurnakan.
Sumber:
- www.ittelkom.ac.id
- http://www.asep-hs.web.ugm.ac.id
- http://www.idsn.or.id/index.php?option=com_content&task=view&
id=75&Itemid=106 - http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data
- Fathansyah, Basis Data, Informatika Bandung, Bandung, 2002
- http://www.cs.ui.ac.id/kuliah/BasisData/FileKuliah/db02-2.PDF
- Martina, Inge, 36 Jam Belajar Komputer Visual FoxPro 6.0, PT Elek Media
Komputindo, Jakarta, 2001. - Shofiyati, R. dan S. Bachri. 2005. Laporan Akhir Pendayagunaan
Basisdata Tanah dan Iklim Untuk Menunjang Pembangunan
Pertanian. - Haryono. 2004. Menuju Good Governance Melalui E-Government.
Workshop E-Government dan IAARD Webmail. Cipanas, 24-25
Juni 2004. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
Jakarta.
Popularity: 1% [?]


