RATU KECANTIKAN

“Ibu tahu satu-satunya hal yang aku harapkan tidak akan terjadi?” keponakanku Kim bertanya kepada kakak perempuanku yang sedang menyisir rambutnya yang panjang dan coklat kemerah-merahan.
“Apa itu sayang?” ibunya bertanya
“Aku tidak mau menang dalam pemilihan ratu kecantikan.”
Pada usia tujuh belas tahun, Kim sudah berani mengikuti kontes ratu kecantikan di Georgia. Dia tumbuh berbeda dari anak-anak lainnya. Lahir dengan berat 2,8 pon, dia cukup beruntung untuk bisa terus hidup. Dia sempat menderita kelumpuhan pada otaknya.
Pada usia dibawah sepuluh tahun, dia beberapa kali dioperasi. Dia harus berusaha lebih keras dari anak-anank seusianya untuk terus hidup. Dia mendapat simpati dari banyak orang karena sering digosoa anak-anak karena kakinya yang kecil dan menggunakan penyangga.
“Aku akan terpilih karena orang kasihan padaku. Aku mau menang tanpa belas kasihan orang lain.”
“Kamu yakin ingin mengikutinya?” ibunya bertanya.
Kakakku carol menyimpan kecemasannya akan kontes kecantikan ini. Dia selalu memberi semangat kepada Kim untuk bisa mandiri dan berpartisipasi penuh. Carol sudah terlatih melihat penderitaan anaknya selama ini dan dia kagum akan anaknya yang tumbuh dewasa pemuh keteguhan hati dan kebijakan.
April 1997, malam yang ditunggu-tunggu. Setelah mengikuti tiga babak penjurian, dan setelah Kim dengan sukses berjalan di atas panggung dengan mengenakan gaun malam berwarna biru, musik menandakan waktu pengumuman pemenang telah tiba.
“Ratu kecantikan dengan Kepribadian menarik adalah Kim Stohlmann”
Mata Kim terbelalak dan dia menjerit kesenangan. Tangannya menutup mulutnya. Mungkin tidak ada jeleknya terpilih menjadi pusat perhatian publik. Bunga, tepuk tangan, dan pandangan kagum para kontestan yang memilihnya karena kemurahan hati dan semangatnya yang berani. Dia tidak melihat adanya air mata yang menetes di mata ibunya, tetapi matanya sendiri berkaca-kaca. Ada semacam keajaiban yang datang tiba-tiba mengejutkannya. Kim masih merasa gembira saat musik kembali terdengar, mengiringi acara selanjutnya. Terdengar bunyi mikrofon dan pembawa acara berbicara dengan suara yang berat dan merdu.
“Pemenang runner-up ketiga akan dipanggil untuk menerima mahkota jika pemenang lainnya berhalangan hadir. Dan sekarang, pemenang runner-up ketiga adalah…. Kim Stohlmann.”
Dia telah menang.
Ulet.
Berani.
Cantik.
Kim Stohlmann..

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image