Apa pacaran kini sudah menjadi Budaya? dan apa pengaruhnya?

Kini hampir semua anak remaja sudah mengenal akan istilah “pacaran”, bahkan anak yang duduk di bangku sekolah dasarpun tidak sedikit yang sudah mengenal istilah ini, bagi sebagian dari mereka jika tidak mempunyai pacar maka dia anggap katro,ketinggalan zaman,ga laku, dan masih banyak istilah-istilah yang lainnya.hahhaha namun itu bergatung pada dirinya masing-masing. Adapun yang beranggapan bahwa mempunyai seorang pacar dapat menjadikan motivas dalam belajar dan menjalani aktivitas, tentunya alasan ini banyak di gunakan oleh kalangan anak pelajar. memang terkadang seorang pacar dapat menjadi sebuah motivasi untuk mendongkrak prestasi kita, misalnya saja prestasi kita yang tadinya jelek,kini berubah menjadi lebih baik karena semangat dan dukungan seorang pacar.
Namun nyatanya banyak juga yang mengalami hal sebaliknya,seorang anak yang tadinya mendapatkan prestasi gemilang tiba-tiba mengalami penurunan yang segnifikan karena sibuk mengurusi pacarnya. Disinilah letak objek yang menjadi hambatan. Bukan hal itu saja yang menjadi masalah karena sudah mengenal istilah “pacaran”. Defresi menjadi salah satu masalah yang disebabkan karena pacaran juga. Kasus ini sering kita dapatkan pada mereka yang mengalami kegagalan dalam menjaga kesetiaan akan seorang pacarnya. Dan yang paling parah adalah sex bebas. Kaum remaja sekarang tidak sedikit mengenal sex bebas akibat dari pacaran. Berawal dari penasaran dan berujung mencoba.dan letak objeknya biasanya adalah seorang pacar. Inilah yang patut menjadi perhatian bagi orang tua. disinalah orang tua harus dapat berperan aktif dalam membingbing anaknya. karena banyak kasus ini yang di sebabkan oleh kurangnya perhatian dari kedua orangnya. tentunya selain dari pergaulan juga. namun jika peranan orang tua lebih aktif diyakini oleh sebagian psikolog dapat mencegah terjadinya sex bebas. :)

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image