Ekonomi Islam

ISLAM SEBAGAI SISTEM HIDUP

Dalam kisah al-quran bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi. Agar bumi dengan segala isinya dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan bersama dan kemakmuran bersama maka Allah SWT memberikan petunjuk kepada para rosulnya. Dan kelengkapan petunjuk itu Allah berikan melalui Rosul akhir zaman Nabi Muhammad SAW berupa al-quranul karim yang meliputi pokok pokok Aqidah, ahlak dan syariah.

Aqidah dan akhlak bersifat konstan tidak mengalami perubahan apa pun dengan bergantinya atau berbedanya waktu dan tempat. Sejak manusia pertama Adam AS diciptakan yang pertama diajarkan adalah Allah yang esa (ketauhidan) dan tidak boleh menyembah apa pun, bergantung pada siapa pun kecuali hanya kepada Allah SWT. Hal tersebut berlaku sampai akhir zaman dan tidak berubah. Begitu juga dengan ahlak tidak mengalami perubahan, setiap manusia yang melawan kepada orang tuanya merupakan perbuatan buruk dan dosa, sedangkan perbuatan jujur seseorang akan tetap disebut akhlak yang baik sampai akhir zaman.

Berbeda dengan aqidah dan akhlak, syariah senantiasa berubah sesuai dengan kebutuhan dan taraf peradaban ummat, yang berbeda-beda sesuai dengan masa rasul masing-masing. Cara shalat pada masa Nabi Ibrahim berbeda dengan masa Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad saw., begitu juga cara-cara ibadah lainnya.

“… untuk tiap-tiap ummat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang …” ( Al-Maidah : 48)

Dan dalam hadistnya Rosullah bersabda
Para rasul tak ubahnya bagaikan saudara sebapak, ibunya (syariahnya) berbeda-beda sedangkan dinnya (tauhidnya satu) ( HR. Bukhari, Abu Daud, dan Ahmad)

Oleh karena itu syariah islam merupakan syariah yang dibawa oleh rasul terakhir, memiliki keunikan tersendiri. Syariah ini bukan saja menyeluruh atau komprehensif tetapi juga universal. Karakter istimewa ini diperlukan karena tidak akan datang lagi nabi pembawa risalah atau syariah lain untuk menyempurnakannya.

Komprehensif berarti syariah islam merangkum seluruh aspek kehidupan, baik ritual (ibadah) maupun social ( muamalah). Ibadah diperlukan untuk menjaga ketaatan dan keharmonisan hubungan manusia dengan khaliq-Nya. Ibadah juga mengingatkan secara berkelanjutan dan terus menerus tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi. Adapun muamalah diturunkan untuk menjadi aturan main manusia dalam kehidupan social.

TAUHID EKONOMI
Secara umum tugas khalifah adalah mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran dimuka bumi dalam hidup dan kehidupan, (Al-an’am, 6 : 165) serta tugas pengabdian yaitu beribadah dalam arti luas (adz-dzariyat, 51 : 56). Untuk menunaikan tugas tersebut Allah memberikan dua anugerah nikmat utama kepada manusia, manhaj al-hayat (system kehidupan dan wasilah al-hayat (sarana kehidupan). Lukman (31 : 20 ). Manhaj al-hayat adalah seluruh aturan kehidupan manusia yang sumber kepada Al-quran dan as-sunah yang berbentuk keharusan melakukan atau sebaikanya melakukan sesuatu dan meninggalkan larangan atau sebaiknya meninggalkan sesuatu. Aturan tersebut bertujuan untuk menjamin keselamatan manusia dalam sepanjang hidupnya baik keselamatan agama, jiwa raga dan kebutuhan primer lainnya. Aturan tersebut pun diperlukan untuk mengelola wasilah al-hayat sarana yang diciptakan Allah seperti udara air, tumbuhan, ternak dan harta benda lainnya.

Islam yang merupakan system kehidupan (way of life) mensyaratkan bagi setiap muslim pemeluk islam menjalankan lima rukun yaitu syahadatain, shalat, shaum, zakat dan menunaikan haji. Apabila kita perhatikan lima rukun diatas maka akan melihat bahwa dalam rukun islam menjelaskan 2 aspek. (1) Hubungan yang bersifat ritual yaitu membaca syahadatain dan menunaikan shalat (2) Berbicara tentang ekonomi, yaitu melakukan hubungan langsung dengan manusia, melalui berpuasa (shaum), berzakat dan menunaikan ibadah Haji.
a. Dalam menunaikan ibadah shaum mencerminkan bahwa kita harus merasakan untuk memperhatikan ekonomi kaum dhu’afa. Untuk melakukan pemberdayaan orang miskin tidak sekedar membahas secara teoritis kemudian diam ditempat tetapi memulai dari diri sendiri dengan belajar menahan lapar dan dahaga. Disini kita bisa melihat bahwa untuk melakukan suatu pekerjaan atau amal harus berdasarkan perintah Allah dan mendahulukan Allah.
b. Menunaikan zakat memberikan ibroh (pelajaran) bagi kita bahwa harta yang kita miliki ada bagian orang lain dan merupakan amanah dari Allah. Ketika hal ini dijalankan, maka serta merta Allah yang pertama diingat bukan hal yang lain.
c. Urusan haji tidak lepas dari kegiatan ekonomi, karena syarat orang beribadah haji adalah “manistathoa ilaihi sabila” sudah mampu. Bagi hamba Allah yang akan menunaikan ibadah haji harus berusaha keras memenuhi ekonominya untuk dibelanjakan dijalan Allah. Jika niat yang dilakukan untuk ria maka batal hajinya tetapi bila Allah yang menjadi tujuan maka hajinya akan menjadi mabrur atau diterima Allah.
Tiga bagian dari rukun islam diatas menunjukan kepada kita bahwa sesungguhnya untuk melakukan kegiatan ekonomi Allah menjadi prioritas sebab tidak pemberi rezeki kecuali Allah.

Dalam surat As-shaf (61 : 10-11) Allah berfirman :
“ Wahai orang-orang yang beriman maukah Aku tunjukan suatu bisnis yang dapat menguntungkan, menyelamatkan dari azab yang pedih? Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rosul-Nya dan berjihad dijalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya.”

Ayat tersebut menjelaskan setiap bisnis yang dapat menguntungkan bila kita menjalankan dengan system Allah, yang telah dicontohkan Rosulullah, sungguh-sungguh dan giat bekerja, melakukan pengorbanan serta istiqomah. Pendapat lain yang menjelaskan ayat tersebut adalah bila Allah mengumpamakan bahwa iman kepada Allah dan rosulnya kemudian berjihad dijalan-Nya suatu bisnis maka keuntungannya akan berlipat-lipat dunia dan akhirat.

Dari keterangan diatas islam memiliki pandangan yang jelas mengenai harta dan kegiatan ekonomi :

1. Pemilik mutlak terhadap segala sesuatu yang ada di muka bumi ini termasuk harta benda adalah Allah SWT. Kepemilikan manusia hanya bersifat relatif, sebatas melaksanakan amanah dan mengelola sesuai dengan ketentuan

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rosul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman diantara kamu dan menafkahkan dari sebagian hartanya mendapatkan pahala yang besar “ (Al-hadid, 57 : 7)

“… dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikarniakan-Nya kepada kalian…” ( an-nnur, 24 : 33)

Hadist riwayat Abu Daud, Rosul saw bersabda : “Seseorang pada hari akhir nanti pasti akan ditanya tentang empat hal : usianya untuk apa dihabiskan, jasmaninya untuk apa dipergunakan Hartanya dari mana didapat dan kemana dikeluarkan dan ilmunya untuk apa dipergunakan.”

2. Status harta yang dimiliki manusia adalah :
a. Harta sebagai amanah, titipan atau trust dari Allah SWT sehingga manusia hanya sebagai pemegang amanah karena memang tidak mampu mengadakan dari yang tiada menjadi ada
b. Harta sebagai perhiasan hidup, sbagaimana firman-Nya “dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang dingini yaitu wainita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allah lah tempat kembali yang baik (surga)” (Al-imran, 3 : 14)
c. Harta sebagai ujian keimanan, karena Allah SWT akan meminta pertanggung jawaban dari mana diperoleh dan kemana (untuk apa) harta itu dikeluarkan
d. Harta sebagai bekal ibadah, menjadi salahsatu fasilitas menuju kebahagian dunia dan akhirat.
3. Pemilikan harta dapat dilakukan antara lain dengan cara amal atau usaha (ma’isyah) yang halal dan sesuai dengan aturan ilahi. (Al-jumuah, 62 : 10)
4. Dilarang mencari harta yang dapat melupakan akan kematian, hidup poya-poya dan bermegah-megahan (At-Takatsur, 102 : 1-2), melupakan shalat dan zakat (kisah salabah) dan (An-Nur, 24 : 37) serta harta yang hanya dipusatkan pada segelintir orang kaya saja (Al-Hasyr, 59 : 7)

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image