Pemahaman keanekaragaman hayati

Keanekaragaman Hayati

2.1 Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman berbagai makhluk hidup mulai dari hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, termasuk gen yang dimiliki, serta ekosistem yang menjadi lingkungan hidupnya. Keanekaragaman hayati dibagi menjadi keanekaragaman hayati tingkat spesies, genetic, dan komunitas.
Indonesia adalah salah satu dari tujuh Negara yang mendapat sebutan megabiodiversity karena memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Keanekaragaman jenis palma diketahui sebagai yang terbesar di dunia. Lebih dari 400 spesies famili Dipterocarpaceae terdapat di Indonesia. Tumbuhan berbunga mencapai 25.000 jenis. Indonesia menduduki tempat pertama dalam kekayaan jenis mamalia (515 spesies), peringkat pertama untuk kekayaan kupu-kupu ekor wallet (121 spesies), peringkat ketiga untuk kekayaan jenis reptil (lebih dari 600 spesies), peringkat keempat untuk burung (2519 jenis), nomor lima untuk jenis amphibi (270 spesies) dan ketujuh untuk tumbuhan berbunga.
Keanekaragaman hayati pada ekosistem terumbu karang amat beragam karena terumbu karang adalah tempat di mana banyak makhluk laut tinggal. Terumbu karang juga berfungsi sebagai pelindung serta penyuplai oksigen ke atmosfer yang berguna untuk menekan global warming.
Setiap makhluk hidup memerlukan faktor-faktor pendukung untuk keberlangsungan hidupnya yaitu faktor biotik dan abiotik. Oleh karena itu, keanekaragaman hayati memiliki arti penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

<!-more->

2.2 Peranan Manusia dalam Keanekaragaman Hayati

Manusia memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati. Penting bagi menusia untuk memahami dan menerapkan prinsip keanekaragaman dan pengelolaan keanekaragaman secara berkeadilan. Harus ada perubahan pendekatan dari ADA (Atur dan Awasi) menjadi Atur Diri Sendiri. Dengan penanaman ADA, masyarakat diharapkan berinisiatif dalam usaha pelestarian keanekaragaman hayati. Peningkatan kewaspadaan dapat melindungi keanekaragaman hayati di Indonesia.
Pada Earth Conference 1992 di Rio de Janeiro, dihasilkan kesepakatan yang mendukung pelaksanaan konsep ”Pembangunan Berkelanjutan. Salah satunya tercermin dalam Konvensi Keanekaragaman Hayati. Ada tiga embanan yang harus dilaksanakan negara :
1) Pelestarian keanekaragaman hayati
2) Pemanfaatan yang lestari dari unsur-unsur keanekaragaman hayati
3) Pembagian yang seimbang dari keuntungan yang diperoleh dari pemanfaatan
Strategi nasional konservasi sumber daya hayati mempunyai tiga misi, yaitu :
1) Pelestarian sistem-sistem penyangga kehidupan
2) Pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya
3) Pemanfaatan yang lestari

2.3 Peran Keanekaragaman dalam Pembangunan yang berkelanjutan.

Pembangunan berkelanjutan membutuhkan keanekaragaman diberbagai bidang penunjang perkembangan pembangunan. Dengan itu akan terjadi sebuah pembangunan yang lebih kompleks dan tidak terpacu pada satu hal saja. Keanekaragaman membuat manusia berpikir tidak saja melihat dari satu sisi, melainkan dari berbagai macam hal yang saling berkaitan. Keanekaragaman membuat sebuah kehidupan lebih bernacam-macam bagian yang saling bersinambungan satu dengan lainnya.

2.4 Peranan IPA dalam Kehidupan Primer Manusia

a. Sandang, dengan adanya penemuan mesin-mesin yang dapat mempercepat pembuatan tekstil serta menyumbangkan kepada manusia serat-serat sintetik yang lebih baik sebagai penganti kapas.
a. Papan, dengan kemajuan teknologi manusia dapat memilih bahan baku pembuatan rumah yang lebih kokoh.
b. Pangan, dengan bantuan teknologi yang canggih dapat dibuat bibit-bibit unggul, pupuk pertanian, dan alat penunjang kegiatan bertani yang lebih efisien.

2.5 Sistem Manajemen Lingkungan
Sistem manajemen lingkungan merupakan suatu proses yang menekankan upaya peningkatan efisensi perusahaan dengan meminimalisasi keluaran limbah melalui proses produksi atau teknologi bersih lingkungan. Minimalisasi limbah terdiri dari tiga aktivitas yang disebut 3R, yaitu reduce (mengurangi), recycle (mendaur ulang) dan reuse (menggunakan kembali). Dalam meminimalisasi limbah, kegiatannya adalah sebagai berikut :
a. Mencegah timbulnya limbah dan pencemaran melalui substitusi bahan baku, perubahan proses atau penggunaan teknologi alternatif.
b. Mendaur-ulang limbah yang tidak dapat dicegah keberadaannya.
c. Mengamankan limbah yang telah diolah legal.
d. mengelola limbah yang tidak dapat dicegah/ daur ulang.
Minimalisasi limbah adalah pengrangan sebanyak mungkin limbah berbahaya yang dihasilkan, diolah, disimpan, atau dikirim untuk dibuang. Minimalisasi limbah baik untuk industry, rumah tangga dan bentuk usaha lainnya adalah langkag menuju masa depan. Dalam pengelolaan limbah berbahaya, minimalisasi limbah menjadi prioritas pertama dan prioritas kedua adalah pemulihan sumber daya. Manfaat minimalisasi limbah adalah sebagai berikut :
a. Mengurangi dampak lingkungan.
b. Meningkatkan keselamatan kerja.
c. Menyesuaikan dengan peraturan.
d. Mengurangi biaya operasional.
e. Meningkatkan kepercayaan masyarakat.
f. Mengurangi kewajiban berkaitan dengan denda dan tuntutan hukum.
Pilihan minimalisasi bahan berbahaya intinya adalah pengurangan sumber yang dapat dilakukan dengan pilihan-pilihan sebagai berikut :
a. Substitusi.
b. Pengendalian persediaan.
c. Pemurnian bahan baku.
d. Penjadwalan produksi.
e. Pengaturan shift kerja yang efisien.
f. Peningkatan efisiensi.
Minimalisasi bahan dan limbah dilakukan dengan prinsip 3R, yaitu:
a. pengurangan (Reduce), suatu prinsip yang berupa pengurangan penggunaan bahan sehingga limbah yang sekarang harus juga ditangani.
b. penggunaan ulang (Reuse), suatu prinsip pemanfaatan ulang bahan-bahan yang sudah dipakai.
c. pendaur ulang (Recycle), suatu prinsip yang berupa proses kembali bahan yang sudah dipakai.

2.6 Daya Dukung Lingkungan
Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelang-sungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.Daya dukung lingkungan adalah ukuran kemampuan suatu lingkungan mendukung sejumlah populasi jenis tertentu untuk dapat hidup dalam lingkungan tersebut. Lingkungan dapat berupa tanah, wilayah geografis atau suatu ekosistem. Kelebihan populasi akan terjadi ketimpangan ekologi. Ketimpangan lingkungan tersebut dalam bentuk kekeringan, tanah longsor, erosi, dan pencemaran merupakan ungkapan keterbatasan daya dukung lingkungan.
Pelestarian Daya Dukung Lingkungan Hidup adalah rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dan/atau dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan agar tetap mampu mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lain. Daya Tampung Lingkungan Hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya. Pelestarian Daya Tampung Lingkungan Hidup adalah rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang dibuang ke dalamnya
Daya dukung lingkungan bersifat relatif dan lingkungan memiliki keterbatasan. Bila pemanfaatan dan populasi yang dapat didukung oleh lingkungan tersebut telah melewati batas kemampuan, akan terjadi berbagai bentuk ketimpangan yang menjadi masalah yang akan menimpa kehidupan makhluk di muka bumi, khususnya manusia.

2.7 Peran Sumber Daya Alam
Keberadaan sumber daya alam melalui proses alamiah, hanya dengan proses alami sumber daya ini dapat dihasilkan. Disebut sumber daya jika sesuatu itu berguna bagi kehidupan manusia. Tidak semua hal yang ada di bumi ini bisa disebut sumber daya karena manusia belum mampu memanfaatkan semua hal yang ada di bumi ini secara optimal. Manusia harus menemukan sumber daya baru yang berguna bagi kehidupannya.
Sumber daya alam penting sebagai faktor produksi. Peningkatan jumlah manusia yang ada di bumi selalu diikuti dengan peningkatan kebutuhan, hal ini membuat kebutuhan terhadap sumber daya semakin bertambah.
Pertumbuhan ekonomi di berbagai negara berkembang juga tidak lepas dari kebutuhan terhadap sumber daya. Negara berkembang cenderung memiliki produktivitas yang tinggi karena pemenuhan terhadap masyarakatnya yang juga tinggi. Pemenuhan kebutuhan penduduk yang tinggi ini biasanya diikuti dengan peningkatan di sektor industri.

2.8 Geopolitik dan geostrategi terkait dengan hasil laut
Geopolitik merupakan wawasan nasional suatu bangsa. Wawasan ini terbentuk karena bangsa yang menempati wilayah suatu negara ingin mengelola untuk kehidupannya. Dalam geopolitik terdapat 4 faktor yang mempengaruhi kekuatan suatu negara, di antaranya adalah kekayaan alam dan zona iklim, dan jumlah penduduk. Kekayaan alam merupakan faktor yang mengaitkan kemampuan industri dengan kemandirian penyediaan pangan.
Indonesia sendiri memiliki konsepsi geostartegi yang dibangun dari aspek kekuatan alamiah. Yang mana geografi, kekayaan alam, dan kemampuan penduduk termasuk ke dalam aspek kekuatan alamiah tersebut.

2.9 Sumber daya alam hayati dan non hayati
Sumber daya alam hayati adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup (biotik) seperti hasil pertanian, perkebunan, pertambangan dan perikanan.
Sumber daya alam non-hayati adalah sumber daya alam yang berasal dari benda tak hidup (abiotik) seperti air, tanah dan barang-barang tambang.
Persebaran sumber daya alam tidak selamanya melimpah. Ada beberapa sumber daya alam yang terbatas jumlahnya terkadang dalam proses pembentukannya membutuhkan jangka waktu yang relatif lama dan tidak dapat di tunggu ileh tiga atau empat generasi keturunan manusia. Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang tersedia di alam dan dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia. Sumber daya alam dibagi menjadi dua, yaitu : sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui.
Pertanian di Indonesia menghasilkan berbagai macam tumbuhan antara lain padi, jagung, kedelai, sayur-sayuran, cabai, bawang dan berbagai macam buah-buahan, seperti jeruk, apel, mangga dan durian. Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam.

2.10 Kearifan lokal

Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Dalam bahasa asing sering juga dikonsepsikan sebagai kebijakan setempat “local wisdom” atau pengetahuan setempat “local knowledge” atau kecerdasan setempat.
Sistem pemenuhan kebutuhan mereka pasti meliputi seluruh unsur kehidupan: agama, ilmu pengetahuan, ekonomi, teknologi, organisasi sosial, bahasa dan komunikasi serta kesenian. Dengan mengangkat nilai-nilai budaya yang sudah ada diharapkan dari sekian banyak nilai budaya tersebut akan saling bersinergi membentuk suatu etika lingkungan dalam masyarakat luas.

ANALISIS ARGUMENTASI

Sumber daya hayati dan non hayati

Dengan meningkatnya tingkat keasaman air laut ini memaksa organisme untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Tapi kita tidak tahu apakah organisme tersebut dapat beradaptasi atau tidak dengan air laut yang bertambah asam. Hal ini memacu kita untuk berfikir tentang apa yang terjadi di tahun-tahun medatang apabila organisme-organisme laut itu tidak dapat beradaptasi dengan air laut yang telah meningkat keasamannya.
Air laut yang semakin asam ini dapat menggangu bahkan merubah komposisi dari organisme-organisme yang hidup di dalamnya. Seperti yang kita tahu bahwa hasil laut seperti ikan, kepiting, dan tangkapan laut yang lain merupakan sumber daya alam hayati yaitu sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup (biotik). Sumber daya alam ini sangat tergantung pada lingkungan tempatnya. Lingkungan air laut yang semakin asam memaksa organisme-organisme laut ini untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Dampak yang mendasar dari situasi ini adalah menurunnya kualitas sumber daya alam tersebut atau yang lebih parah adalah musnahnya sebagian dari sumber daya alam hayati tersebut. Di masa lalu laut merupakan penyerap karbon yaitu menyerap karbon dari atmosfer tetapi yang kita alami sekarang adalah laut menjadi penghasil karbon murni ini diakibatkan oleh kegiatan industri yang berlebihan yang menghasilkan banyak gas karbon. Banyaknya gas karbon ini terserap oleh air laut dan bereaksi menghasilkan zat asam.
Selain sumber daya alam hayati terdapat juga sumber daya alam non-hayati di dalam laut. Sumber daya alam ini sangat berpengaruh pada sumber daya alam hayati meskipun sumber daya alam ini tidak terlalu terpengaruh terhadap meningkatnya keasaman air laut. Sumber daya alam ini merupakan sumber daya alam yang berasal dari benda tak hidup (abiotik).
Konservasi terhadap sumber daya alam yang selama ini dilakukan jika kita melihat hasil yang terjadi terhadap lingkungan adalah belum maksimal. Masih kurangnya kurangnya tenaga-tenaga ahli di Indonesia dapat dikatakan sebagai masalah utama mengapa pengambilan sumber daya alam selalu mengakibatkan kerusakan pada lingkungan. Perhatian terhadap lingkungan kurang diperhatikan karena mereka (yang mengexploitasi sumber daya alam) hanya memikirkan keuntungan ekonomi bagi mereka saja. Padahal jika kita merenungkan lebih dalam masalah lingkungan ini dapat mengakibatkan kerugian banyak orang.

Kearifan lokal

Sesungguhnya orang-orang terdahulu merupakan contoh yang baik dalam menjaga lingkungan agar tetap layak huni bagi kemanusiaan. Mereka telah membuat aturan-aturan yang tidak tertulis tetapi tidak sangat dihormati dan dipatuhi. Pada zaman sekarang orang-orang lebih memikir pada hal-hal yang rasional, mengabaika aturan-aturan lama yang mereka anggap hanya sebuah kebohongan belaka tanpa ada bukti ilmiah. Sebagai contoh bahwa dengan menebang hutan dapat mengakibatkan berkurangnya air hujan dan air sumur. Jika dilihat sekilas kata-kata ini hanyalah isapan jempol belaka, tidak mungkin ada pohon dapat mengatur hujan. Tapi jika memperhatikan hubungannya hal itu mungkin saja untuk terjadi, dengan adanya pohon apabila hujan turun maka air tersebut akan terserap masuk ke dalam tanah dan tersimpan di dalam tanah sebagai cadangan air dan sumur pun tidak akan kehabisan airnya. Aturan-aturan tersebut telah dibuat tidak tanpa memikirkan apa manfaatnya. Orang-orang terdahulu sangat peduli dengan lingkunganya oleh sebab itu mereka membuat aturan-aturan tersebut. Seharusnya kita lebih berfikir kritis dengan aturan-aturan yang dibuat orang-orang terdahulu, memikirkan apa konsekuensi yang didapatkan apabila kita mematuhi atau melanggar aturan tersebut. Sebenarnya jika kita mengikuti aturan tersebut maka lingkungan tempat tinggal kita akan menjadi tempat yang layak untuk dihuni, eksploitasi sumber daya alam juga akan lebih banyak mendatangkan manfaat. Kerusakan alam yang disebabkan oleh exploitasi sumber daya alam juga akan berkurang. Kearifan alam yang disebutkan disini yaitu sikap bijaksana dalam mengeksploitasi dan mengolah sumber daya alam agar bermanfaat secara maksimal dan bila ada dampak buruknya dapat diminimalisasi.

Solusi

melakukan konservasi sumber daya alam yaitu pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambunagan persediaannya dendan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Mengkaji secara ilmiah tentang perturan-peraturan tidak tertulis yang terdapat dalam masyarakat.dengan mengkaji secara ilmiah maka keraguan atas peraturan tersebut akan terkikis dan peraturan tersebut akan mudah di terima akal sehat.

DAFTAR PUSTAKA

Jasin, Maskoeri (2002), Ilmu Alamiah Dasar, Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Sumarsono. Pelestarian Keanekaragaman Hayati dan Fungsi Taman Nasional. Jakarta : Konrad Adenauer Fuondation, 1996.
Tim Penulis. 2009. Buku Ajar 3 MPKT Bangsa, Negara, dan Lingkungan Hidup. Depok: PDPT UI.o

VN:R_U [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Comments are closed.