KALIMAT INDUKTIF DAN KALIMAT DEDUKTIF

Kalimat induktif dan kalimat deduktif

  • paragraf induktif

adalah sebuah paragraf dimana ide pokoknya terletak di akhir paragraf,dan kalimat penjelasnya berada pada bagian awal paragraf.

  • Ciri ciri paragraf induktif :

–  Kalimat utama berada di akhir paragraph

– kalimat disusun dari uraian/penjelasan bersifat khusus diikuti dengan   kalimat pernyataan umum

  • Contoh paragraf induktif :
  1. Kita harus membiasakan diri hidup sehat.Hidup sehat dimulai dari sikap cermat dalam segala hal.Salah satunya,kita harus cermat dan teliti ketika mengkonsumsi suatu Produk.Sebagai konsumen,kita harus teliti membaca petunjuk penggunaan atau aturan pakai yang ada dalam kemasan tersebut.Apalagi yang menyangkut dengan kesehatan.Karena kesehatan sangat penting dalam hidup kita. -Karena kesehatan sangat penting dalam hidup kita adalah kalimat utamanya
  1. Sebelum kita makan,kita harus mencuci tangan terlebih dahulu.Makanan yang kita makan harus terbungkus,jangan sampai membeli makanan di sembarangan tempat.Apalagi ini musim lalat,harus dijaga betul tentang pilihan makanannya.Menjaga kesehatan memang sangat penting daripada mengobati. -Menjaga kesehatan memang sangat penting daripada mengobati adalah kalimat utamanya
  • paragraf deduktif

ð adalah paragraf yang ide pokok atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama.

  • Ciri paragraf deduktif :

– kalimat utama berada di awal paragraf
– kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan khusus

Contoh paragraf deduktif :

  1. Kegiatan ultah panser biru yang ketiga bahkan mencapai klimaksnya.Ketika mereka menggelar jalan santai selupuh ribu peserta bahkan membirukan kota Semarang.Apalagi panitia telah menyiapkan doorprize besar besaran.Ada motor , TV , kulkas , VCD player , tape dan ratusan hiburan lainnya. – Kegiatan ultah panser biru yang ketiga adalah kalimat utamanya
  1. Kegiatan LKMSM ( Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Siswa Muslim ) pada bulan Ramadhan sangat meriah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Siswa-siswi Kota Depok yang diadakan di sekolah SMAN 1 Depok.Dan yang dibimbing oleh Mahasiswa GUNADARMA Depok.Semua Siswa-siswi yang mengikuti kegiatan tersebut sangat semangat apalagi para Panitia dan Pembimbing sudah menyiapkan Hadiah dan Sertifikat untuk Siswa yang berprestasi saat mengikuti acara.Kegiatan LKMSM ( Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Siswa Muslim ) pada bulan Ramadhan sangat meriah adalah kalimat utamanya

Paragraf Deduktif dan Paragraf Induktif
Di bawah ini dikutipkan beberapa macam contoh paragraf. Paragraf yang meletakkan kalimat topik pada awal paragraf disebut paragraf deduktif, sedangkan paragraf yang meletakkan kalimat topik di akhir paragraf disebut paragraf induktif.
Pengarang jenis pertama meletakkan kalimat topiknya di bagian awal paragraf yang bersangkutan. Perhatikan kalimat yang dicetak dengan huruf tebal
Arang aktif ialah sejenis arang yang diperoleh dari suatu pembakaran yang mempunyai sifat tidak larut dalam air. Arang ini dapat diperoleh dari pembakaran zat-zat tertentu, seperti ampas tebu, tempurung kelapa, dan tongkol jagung. Jenis arang ini banyak digunakan dalam beberapa industri pangan atau nonpangan. lndustri yang menggunakan arang aktif adalah industri kimia dan farmasi, seperti pekerjaan memurnikan minyak, menghilangkan bau yang tidak murni, dan menguapkan zat yang tidak perlu.

Pengarang jenis kedua meletakkan kalimat topiknya pada bagian akhir paragraf,. Seminggu kemudian seorang anak wanita hilang ketika pulang dari sekolah. Sehari kemudian polisi menemukan bercak-bercak darah di kursi belakang mobil John . Polisi juga menemukan potret dua orang anak yang tewas di jalan Jenderal Sudirman di dalam kantung celana John. Dengan demikian, John adalah orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban tentang hilangnya tiga anak itu.
Ada pula paragraf yang tidak memperlihatkan kalimat utamanya. Gagasan utama sebuah paragraf itu berada di seluruh paragraf. Paragraf seperti ini tidak mempunyai kalimat yang umum. Semua kalimat bersifat khusus. Biasanya paragraf seperti ini terdapat pada paragraf yang bersifat naratif. Misalnya:
Pada tengah hari itu Pak Lurah datang. Bapak Bupati datang ke tarnpat itu. Tiga jam kemudian kita melihat orang-orang telah berkumpul di arena itu. Tidak pula ketinggalan artis-artis muda belia. Para wartawan pun telah pula memanfaatkan waktu.

Suatu hal lagi yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa kalimat topik itu harus kalimat yang ideal, bukan kalimat topik yang membingungkan . Kalimat topik itu harus bersifat umum, jangan mendetail. Kalimat topik yang ideal adalah kalimat topik yang jelas maksudnya dan mudah dipahami. Pembaca tidak usah berpikir lama lama apa yang dimaksudnya oleh penulis. Biasanya, kalimat yang mudah dipahami itu adalah kalimat yang sederhana, ringkas, dan tidak berbelit-belit. Sebaliknya, kalimat topik yang tidak ideal atau kalimat tidak jelas dan membingungkan, dan harus dihindari.

Misalnya
Membingungkan : Sistem pondasi cakar ayam penemuan almarhum Prof. Sedyatmo yang terkenal akhir-akhir ini di kalangan internasional, terutama di negara Asean karena dipakai untuk membangun berbagai struktur di atas tanah lembek.
Seharusnya : Sistem fondasi cakar ayam dipakai untuk membangun berbagai struktur di atas tanah lembek.Kalimat topik yang baik adalah kalimat yang umum atau kalimat yang tidak mendetail. Perhatikan contoh berikut.
Umum : Penelitian ini memerlukan berbagai faktor agar selesai dengan memuaskan.
Mendetail : Penelitian ini memerlukan biaya yang banyak, waktu yang cukup,.
Seperti sudah dikemukakan sebelumnya, sebuah paragraf itu terdiri atas satu kalimat topik dan beberapa buah kalimat penjelas. Kalimat-kalimat penjelas itulah yang membuat paragraf itu benar-benar “bicara” kepada pembacanya. Cara menjelaskan kalimat topik itu dapat dengan mengulasnya, menyokong, menceritakan, atau memberikan definisi secara jelas. Dengan demikian, sebuah paragraf menjadi suatu pembicaraan yang meyakinkan. Penulis yang berpengalaman tidak akan membuat kalimat penjelas yang masih bersifat umum karena kalimat penjelas yang masih umum akan menyebabkan pembaca harus
Kemajuan teknologi di negara Republik Indonesia pada akhir-akhir ini sangat dirasakan oleh masyarakat sebagai suatu prestasi besar bangsa Indonesia. Hal itu ditunjang oleh beberapa faktor nyata yang sangat dibanggakan. Kehadiran Industri Pesawat Terbang Nusantara, ditambah pula dengan kehadiran Puspitek dan beberapa pembangkit tenaga listrik memberikan bukti tentang kemajuan teknologi itu. Apalagi, di sana-sini tidak pula ketinggalan beberapa industri mobil, Pernyataan tersebut dikemukakan oleh beberapa industri mobil, elektronik, dan obat-obatan

Pengembangan paragraf

Mengarang itu adalah usaha mengembangkan beberapa kalirnat topik. Dengan demikian, dalam karangan itu kita hams mengembangkan beberapa paragraf demi paragraf.
Penggemar seruling buatan Frederick Morgan bersedia menunggu lima belas tahun asal memperoleh sebuah seruling buatan Morgan. Pemyataan tersebut dikemukakan oleh beberapa penggemar seruling Eropa.

Hal ini terjadi setelah Morgan mengumumkan bahwa pemesanan serulingnya ditutup.

Pada pertengahan bulan Juli Morgan menghentikan pemesanan seruling karena terlalu banyak pihak yang memesan seruling buatannya. Jika seruling dibuat terus-menerus, Morgan harus bekerja selama 14 tahun guna memenuhi pesanan tersebut. Seruling buatan Morgan sangat berperan pada musik di dunia Eropa sejak tahun 1950.
Dewasa ini Morgan tergolong ahli pembuat instrumen tiup kelas dunia. Beberapa ahli lainnya adalah Hans Caolsma (Utrecht), Mortin Skovroneck (Bremen), Fredrick van Huene (Amerika Serikat), Klaus Scheele (Jerman), serta Shigchoru Yamaoka

Kalau kita amati, ternyata paragraf-paragraf yang terakhir lebih ”berbicara” daripada paragraf sebelumnya, yang mengandung tiga buah kalimat topik. Paragraf terakhir hemat akan kalimat topik, tetapi kreatif dengan kalimat-kalimat penjelas.

Teknik pengembangan paragraf

Teknik pengembangan paragraf itu, secara garis besarnya, ada dua macam :

  1. dikatakan kalimat topik itu dilukiskan dan digambarkan dengan kalimat-kalimat penjelas sehingga di depan pembaca tergambar dengan nyata apa yang dimaksud oleh penulis.
    2.. Di dalam praktik, kedua teknik di atas dapat dirinci lagi menjadi beberapa cara yang lebih praktis :
    (a) dengan memberikan contoh,
    (b) dengan menampilkan fakta-fakta,
    (c) dengan memberikan alasan-alasan
    (d) dengan bercerita.
    Perhatikan contoh-contoh di bawah ini.

a.DenganMemberikanContoh/Fakta
Biasanya,pembaca senang membaca paragraf-paragraf yang dikembang- kan dengan cara ini. Perhatikan pragraf berikut.
Kegiatan KUD di desa-desa yang belum dewasa sering dicampuri oleh tengkulak-tengkulak. Misalnya, di Desa Kioro. Apa saja kegiatan KUD selalu dipantau oleh tengkulak-tengkulak. Kadang-kadang bukan memantau lagi namanya, tetapi langsung ikut serta menentukan harga gabah penduduk yang akan dijual ke koperasi. Tengkulak itulah yang mengatur pembagian uang yang ditangani oleh ketua koperasi, mengatur pembelian padi, dan sebagainya. Demikian pula halnya dalam menjual kembali ke masyarakat.

.

Dalam menggunakan cara ini, penulis hendaknya pandai memilih contoh-contoh yang umum, contoh yang representatif, yang dapat mewakili keadaan yang sebenarnya, dan bukan contoh yang terlalu dicari-cari.
b. berdasarkan logika, dibuktikan dengan uraian-uraian yang logis dengan menjelaskan sebab-sebab mengapa demikian. Olahraga itu sangat perlu untuk mengimbangi kegiatan duduk berjam-jam di belakang meja kantor. Kalau tidak demikian, pegawai itu akan menderita beberapa penyakit karena tidak ada keseimbangan kerja otak dan kerja fisik. Kalau pegawai itu menderita sakit, berarti dia membengkalaikan pekerjaan kantor yang berarti pula melumpuhkan kegiatannegara.

c.Dengan bercerita
Biasanya pengarang mengungkapkan kembali peristiwa-peristiwa yang sedang atau sudah berlaku apabila ia mengembangkan paragraf dengan cara ini. Dengan paragraf itu, pengarang berusaha membuat Kota Wonosobo telah mereka lalui. Kini jalan lebih menanjak dan sempit berliku-liku. Bus meraung-raung ke dataran tinggi Dieng. Di samping kanan jurang menganga, tetapi pemandangan di kejauhan adalah hutan pinus menyelimuti punggung bukit dan bekas-bekas kawah yang rnemutih. Pemandangan itu melalaikan goncangan bus yang tak henti-hentinya berkelak-kelok. Sesekali atap rumah berderet kelihatan di kejauhan,

A.9 Pembagian Paragraf menurut Teknik Pemaparannya
Sejalan dengan uraian pada subbab A.8 tadi, paragraf menurut teknik pemaparannya dapat dibagi dalam empat macam, yaitu deskriptif, ekspositoris, argumentatif, dan naratif.
a. Deskriptif
Paragraf deskriptif disebut juga paragraf melukiskan (lukisan). Paragraf ini melukiskan apa yang terlihat di depan mata. Jadi, paragraf ini bersifat tata ruang atau tata letak. Pembicaraannya dapat berurutan dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan. Dengan kata lain, deskriptif berurusan dengan hal-hal kecil yang tertangkap oleh pancaindera.
Contoh sebuah paragraf deskriptif :
Pasar Tanah Abang adalah sebuah pasar yang sempuma. Semua barang ada di sana. Di toko yang paling depan berderet toko sepatu dalam dan luar negeri. Di lantai dasar terdapat toko kain yang lengkap berderet-deret. Di samping kanan pasar terdapat warung-warung kecil penjual sayur dan bahan dapur. Di samping kiri ada pula berjenis-jenis buah-buahan. Pada bagian belakang kita dapat menemukan berpuluh-puluh pedagang daging. Belum lagi kita harus melihat lantai satu, dua, dan tiga.

b. Ekspositoris
Paragraf ekspositoris disebut juga paragraf paparan. Paragraf ini menampilkan suatu objek. Peninjauannya tertuju pada satu unsur saja, Penyampaiannya dapat menggunakan perkembangan analisis

kronologis atau keruangan.
Contoh paragraf ekspositoris:
Pasar Tanah Abang adalah pasar yang kompleks. Di lantai dasar terdapat sembilan puluh kios penjual dasar kain. Setiap hari rata-rata terjual tiga ratus meter untuk setiap kios. Dari data ini dapat diperkirakan berapa besamya uang masuk ke kas DKI dari Pasar Tanah Abang.

c. Argumentatif
Paragraf argumentatif sebenarnya dapat dimasukkan ke dalam ekspositoris. Paragraf argumentatif disebut juga persuasi. Paragraf ini lebih bersifat membujuk atau meyakinkan pembaca terhadap suatu hal atau objek. Biasanya, paragraf ini menggunakan perkembangan analisis.
Contoh paragraf argumentatif :
Dua tahun terakhir, terhitung sejak Boeing B-737 milik maskapai penerbangan Aloha Airlines celaka, isu pesawat itu mencuat ke permukaan. Ini bisa dimaklumi sebab pesawat yang badannya koyak sepanjang 4 meter itu sudah dioperasikan lebih dari 19 tahun. Oleh karena itu, adalah cukup beralasan jika orang menjadi cemas terbang dengan pesawat berusia tua.
Di Indonesia, yang mengagetkan, lebih dari 60% pesawat yang beroperasi adalah pesawat tua. Amankah? Kalau memang aman, lalu bagaimana cara merawatnya dan berapa biayanya sehingga ia tetap nyaman dinaiki?

d.Naratif
Karangan narasi biasanya dihubung-hubungkan dengan cerita. Oleh sebab itu, sebuah karangan narasi atau paragraf narasi hanya kita temukan dalam novel, cerpen, atau hikayat.
Contoh paragraf naratif:
Malam itu ayah kelihatan benar-benar marah. Aku sarna sekali dilarang berteman dengan Syairul. Bahkan ayah mengatakan bahwa aku akan diantar dan dijemput ke sekolah. Itu semua gara-gara Slamet yang telah memperkenalkan aku dengan Siti.
(Sikumbang, 1981: 1–42 dan Parera, 1983: 3–24).

Latihan
1. Alihkan paragraf yang induktif di bawah ini menjadi paragraf yang
deduktif.
Bahasa Muna belum tentu dapat dipakai dengan baik oleh seorang turunan Inggris yang lahir di Raha (Muna) yang hidup dari kecil, dewasa, sampai tua di tempat itu. Hal ini sangat berbeda dengan bahasa Buton dan bahasa-bahasa lain di Makasar. Bahasa-bahasa yang disebut terakhir ini dapat dipahami dengan mudah oleh pendatang dari daerah lain serta dapat mereka pergunakan dengan baik dalam berbahasa sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa Muna agak

sukar dipelajari oleh penutur asing.

2. Kalimat mana yang membuat paragraf ini sumbang.Garis bawahilah!
Pimpinan Wisma Kartika memperhitungkan berapa buah rumah yang dapat dibangunnya dengan 300 ton pasir yang tertumpuk di Jalan H. Asnawi. Dari pasir itu ia dapat membangun sebuah kompleks rumah murah yang terdiri atas 125 buah rumah. Tidak demikian halnya dengan PT Beling Jaya. Pimpinan Beling Jaya akan memperhitungkan jumlah keuntungan yang diperolehnya dari pasir itu kalau pasir itu dibuat kaca. Lain lagi pandangan seorang pekerja kapaI keruk. Pekerja kapal keruk memandang pasir itu sebagai penghalang yang perlu disingkirkan karena pasir merupakan musuh besarnya ketika mengeruk sebuah dasar sungai. Kapal keruk itu mondar-mandir di sekitar Sungai Batanghari. Jadi, jelaslah bahwa setiap orang akan memandang suatu objek dengan makna yang berbeda sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (4 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
KALIMAT INDUKTIF DAN KALIMAT DEDUKTIF, 10.0 out of 10 based on 4 ratings
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image