Metodologi Ekonomi

Metodologi ekonomi adalah ilmu yang mempelajari metode, umumnya metode ilmiah, yang berhubungan dengan ekonomi, termasuk prinsip tentang pertimbangan ekonomi. Istilah ‘metodologi’ juga umum meskipun salah dan digunakan sebagai sinonim dari ‘metode’.

Masalah-masalah metodologi yang dibahas, termasuk kesamaan dan kemiripan dengan ilmu alam dan ilmu sosial lain, yaitu:

  • Pengertian ekonomi.
  • Cakupan ilmu ekonomi seperti yang ditetapkan metodenya.
  • Prinsip dasar dan kepentingan operasi teori ekonomi.
  • Individualisme metodologis versus holisme dalam ekonomi.
  • Aspek penyederhanaan asumsi bermanfaat dan prediktif vs. realistis, termasuk pilihan rasional dan peningkatan keuntungan.
  • Status ekonomi secara ilmiah.
  • Keseimbangan pendekatan secara empiris dan a priori.
  • Batas dan penggunaan metode eksperimental.
  • Analisis metode matematika dan aksiomatik dalam ekonomi.
  • Penulisan dan retorika ekonomi.
  • Analisis teori dan praktik dalam ekonomi kontemporer.

A. Ilmu Ekonomi:

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.”

B. Model Ekonomi

Sering disebut sebagai The queen of social sciences. Berdasarkan teori ekonomi, disusunlah model ekonomi yang merupakan pernyataan formal sebuah teori. Model ekonomi dapat dipresentasikan secara verbal, diagramatis, dan matematis. Model yang baik tidak harus sulit, tetapi dilihat dari variabel yang digunakan. Variabel adalah ukuran yang nilainya dapat berubah dari waktu ke waktu dan dari observasi ke observasi. Dalam memilih variabel-variabel untuk model, harus memperhatikan prinsip Ockam Razor, yaitu detail-detail yang tidak relevan sebaiknya dikeluarkan dari model.

Model Siklus Lingkaran Kegiatan Ekonomi atau Circular Flow of Economic Activity di bawah ini merupakan contoh model ekonomi yang baik.

oo

Model di atas menjelaskan bahwa kesibukan pabrik, antrian panjang pekerja dan aktivitas ekonomi di dunia nyata sebenarnya hanya merupakan proses pertukaran sumber daya yang dimiliki masyarakat (rumah tangga) dengan yang dimiliki sektor perusahaan (dunia usaha). Model ini dikatakan baik, karena dengan menggunakan unsur-unsur sederhana kita mampu memahami dunia nyata.

C. Metode Deduktif dan Induktif

Terdapat dua metode analisis untuk mengambil kesimpulan tentang dunia nyata, yaitu metode deduktif dan metode induktif. Metode deduktif merupakan metode pengambilan kesimpulan untuk hal-hal khusus berdasarkan kesimpulan yang bersifat umum. Misalnya secara umum disimpulkan bila harga suatu barang meningkat, permintaan terhadapnya menurun. Jadi, bila harga cabe meningkat maka permintaan terhadap cabe menurun.

Pada awalnya metodologi ilmu ekonomi adalah deduktif. Namun dalam perkembangan selanjutnya metode ini tidak mampu lagi menjelaskan fenomena-fenomena ekonomi. Dampak positif dari metode induktif adalah meningkatnya kegiatan penelitian ekonomi, yang telah menghasilkan pemahaman-pemahaman baru dalam ilmu ekonomi, baik mikroekonomi maupun makroekonomi.

D. Ceteris Paribus dan Fallacy of Composition

Karena memiliki keterbatasan, maka model ekonomi merupakan penyederhanaan realitas ekonomi. Keterbatasan tersebut tercermin dalam istilah ceteris paribus yang bermakna faktor-faktor lain dianggap tetap yaitu dalam analisis ekonomi (hubungan dua variabel), harus disadari bahwa kesimpulan yang ditarik berdasarkan asumsi variabel-variabel lain dianggap tidak berubah.

Istilah fallacy of composition memiliki pengertian apa yang baik dalam skala kecil belum tentu baik dalam skala besar (keseluruhan). Misalnya hidup hemat sangat baik bagi individu, tetapi jika seluruh individu hidup hemat, maka permintaan agregat rendah dan pertumbuhan ekonomi pun rendah.

E. Ekonomi Positif dan Ekonomi Normatif

Dalam menjalankan tugas keilmuannya, ekonom Bering membandingkan dunia nyata dengan dunia ideal. Ketika mengamati kondisi nyata, pendekatan yang dilakukan adalah ekonomi positif (positive economics). Pernyataan positif menerangkan tentang hal-hal yang akan terjadi dalam ekonomi. Oleh karena itu kebenaran pernyataan tersebut dapat dilihat dengan membandingkan isi pernyataan itu dengan peristiwa yang sebenarnya terjadi. Pernyataan: “Apabila produksi semen turun maka harganya akan naik” adalah contoh pernyataan positif.

Pernyataan normatif adalah suatu pandangan subjektif atau suatu value judgment. Pernyataan itu bukan mengemukakan pendapat mengenai keadaan yang akan terjadi tetapi mengenai apa yang sebaiknya harus terjadi. Pernyataan “Usaha menaikkan kesejahteraan masyarakat harus dilakukan dengan berusaha agar tambahan pendapatan dinikmati secara merata oleh seluruh penduduk” adalah contoh pernyataan normatif.

* Sumber: Dari berbagai sumber & Kuliah ekonomi terapan (Cecep Warman, S,Kom)

VN:D [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Metodologi Ekonomi, 10.0 out of 10 based on 1 rating
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image