Pengangguran

I. Pendahuluan
Presiden SBY pada bulan Februari lalu mengatakan jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 8,32 juta orang atau setara dengan 7,14 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 237,8 juta orang. Sebenarnya siapa saja yang bisa kita katakan sebagai seorang pengangguran? Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja (15-64 tahun) dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya, tidak bekerja sama sekali atau bekerja kurang dari dua hari selama seminggu. Masalah pengangguran adalah masalah pokok makro ekonomi yang paling utama. Dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan, kejahatan, dan masalah-masalah sosial lainnya.

II. Isi
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan dapat menyebabkan si penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan social sehingga dapat menganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Pengangguran bisa diartikan sebagai angkatan kerja yang belum bekerja atau tidak bekerja secara optimal. Berdasarkan pengertian itu, pengangguran dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu :
1. Pengangguran terselubung adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu
2. Setengah menganggur adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu
3. Pengangguran terbuka adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan, pengangguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal
Sedangkan macam-macam pengangguran bedasarkan penyebab terjadinya dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu :
a.Pengangguran konjungtural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik turunnya)kehidupan perekonomian
b.Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang
c.Pengangguran friksional adalah pengangguran yang muncul akibat adanya ketidaksesuaian antara pemberi kerja dan pencari kerja. Pengangguran ini sering disebut pengangguran sukarela
d.Pengangguran musiman adalah pengangguran yang muncul akibat pergantian musim misalnya pergantian musim tanam ke musim panen
e.Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau pergantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin
f.Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian(karena terjadi resesi). Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat
Adanya bermacam-macam pengangguran membutuhkan cara-cara mengatasinya yang disesuaikan dengan jenis pengangguran yang terjadi, yaitu sebagai berikut :
- Cara mengatasi pengangguran struktural :
1. Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja
2. Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sektor yang kelebihan ke tempat dan sektor yang kekurangan
3. Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan kerja yang kosong
4. Segera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran
- Cara mengatasi pengangguran friksional :
1. Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-indsutri baru, terutama bersifat padat karya
2. Deregulasi dan Debirokratisasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya investasi baru
3. Menggalakkan pengembangan sektor informal, seperti home industri
4. Menggalakkan program transmigrasi untuk menyerap tenaga kerja di sektor agraris dan sektor formal lainnya
5. Pembukaan proyek-proyek umum oleh pemerintah, seperti pembangunan jembatan, jalan raya, PLTU, PLTA dan lain-lain sehingga bisa menyerap tenaga kerja secara langsung maupun untuk merangsang investasi baru dari kalangan swasta
- Cara mengatasi pengangguran musiman :
1. Pemberian informasi yang cepat jika ada lowongan kerja di sektor lain
2. Melakukan pelatihan di bidang keterampilan lain untuk memanfaatkan waktu ketika menunggu musim tertentu
- Cara mengatasi pengangguran siklus :
1. Mengarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa
2. Meningkatkan daya beli masyarakat
Banyak faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengangguran antara lain :
1. Besarnya angkatan kerja tidak seimbang dengan kesempatan kerja
2. Struktur lapangan kerja tidak seimbang
3. Kebutuhan jumlah dan jenis tenaga terdidik dan penyediaan tenaga terdidik tidak seimbang
4. Meningkatnya peranan dan aspirasi angkatan kerja wanita dalam seluruh struktur angkatan kerja Indonesia
5. Penyediaan dan pemanfaatan tenaga kerja antar daerah tidak seimbang
Pengangguran berdampak besar terhadap perekonomian suatu negara, salah satu dampak negatifnya antara lain :
- Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya. Hal ini terjadi karena pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional rill (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). Oleh karena itu , kemakmuran yang dicapai oleh masyarakat pun akan lebih rendah.
- Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sektor pajak berkurang. Hal ini terjadi karena pengangguran yang tinggi akan menyebabkan kegiatan perekonomian menurun sehingga pendapatan masyarakat pun akan menurun. Dengan demikian, pajak yang harus dibayar masyarakat pun akan menurun. Jika penerimaan pajak menurun, dana untuk kegiatan ekonomi pemerintah juga akan berkurang sehingga kegiatan pembangunan pun akan terus menurun
- Pengangguran tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi. Adanya pengangguran akan menyebabkan daya beli masyarakat akan berkurang sehingga permintaan terhadap barang-barang hasil produksi akan berkurang. Keadaan demikian tidak merangsang kalangan investor (pengusaha) untuk melakukan perluasan atau pendirian industri baru. Dengan demikian tingkat investasi menurun sehingga pertumbuhan ekonomi pun tidak akan terpacu
Selain berdampak terhadap perekonomian suatu negara, pengangguran juga berdampak negatif terhadap individu yang mengalaminya dan terhadap masyarakat pada umumnya, antara lain :
- Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian
- Pengangguran dapat menghilangkan keterampilan
- Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan sosial politik

III. Penutup
Indonesia memiliki 8,32 juta pengangguran pada tahun 2011, jumlah yang cukup banyak namun sudah mengalami penurunan yang signifikan jika dibandingkan pada tahun 2007, ketika pengangguran Indonesia sebesar 10,5 juta orang. Kedua data ini didapat dari survey yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik. Jika mengacu dari data tersebut maka Indonesia masuk ke dalam 100 besar negara dalam peringkat tingkat pengangguran di seluruh dunia. Ini merupakan berita yang menggembirakan, artinya Indonesia sudah bisa mengurangi jumlah pengangguran. Namun pada kondisi di lapangan kita melihat keadaan masih tidak banyak berubah. Mungkin salah satu hal yang sangat harus diperhatikan untuk mengurangi pengangguran adalah dengan menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi para penduduknya.

Sumber :

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/02/02/15581695/Presiden.Jumlah.Pengangguran.8.32.Juta

http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran

http://murti.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/10303/PENGANGGURAN+DAN+KEMISKINAN-ok.doc

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image