Semenjak majalah Times Amerika memberitakan pantai Kuta, Bali adalah pantai yang sangat kotor dan berserakan sampah banyak fakta yang bisa kita ambil. Banyak pendapat bilang bahwa Bali memang kerap banjir sampah. Diperkirakan sampah di Bali dapat mencapai 5.094 M3 Sehari. Padahal yang bisa kita ketahui, Pulau Dewata ini sudah mencanangkan `Pulau Bersih dan Hijau` (Bali Clean and Green). Seharusnya masalah banjir sampah yang terjadi ini dapat diatasi pemerintah Bali dengan mudah.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik mengakui kebenaran berita majalah TIMES bahwa memang terjadi penumpukan sampah di Pantai Kuta, Bali.Namun, penumpukan sampah yang terjadi itu bukan sepenuhnya kesalahan dari masyarakat yang jorok dan tidak menjaga lingkungan. Penumpukan sampah tersebut terjadi akibat terbawa oleh angin barat dan peristiwa tersebut terjadi selama sepekan dalam satu tahun. Biasanya, Jero wacik dan masyarakat Bali akan berusaha mengembalikan keadaan pantai kesayangan mereka itu dengan selalu membersihkan tumpukan sampah setiap harinya. Sebenarnya peristiwa penumpukan sampah ini bukan hal yang baru karena setiap tahun pasti ada kejadian seperti ini.

Masyarakat Bali yang sangat mencintai keindahan alamnya dengan cepat mengatasi adanya tumpukan sampah ini. Pemerintah setempat dan berbagai kalangan masayarakat bergotong royong untuk membersihkan pantai Kuta menjadi seperti sedia kala. Benar saja, 2 hari setelah pantai Kuta di beritakan oleh media-media, pantai ini sudah kembali bersih.
Pemerintah mengerahkan beberapa truk sampah yang bertugas mengirim sampah-sampah tersebut ke TPA Suwung. Meski sampah kembali lagi ke bibir pantai karena adanya hujan deras dan angin kencang, masyarakat setempat akan terus berupaya untuk membersihkan sampah-sampah tersebut.

Dengan kata lain, yang menyebabkan tumpukan sampah di Pulau Kuta, Bali itu adalah murni karena angin. Namun demikian, masyarakat harus selalu menjaga kebersihan pantai tersebut dan pantai yang lainnya di Bali karena tidak mungkin sampah ada begitu saja tanpa ada yang membuangnya sembarangan. Sampah di Pulau Bali harus selalu menjadi sorotan pemerintah disana karena pada kenyataannya bahwa Bali adalah aset pariwisata paling berharga yang Indonesia punya.

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image