LANDASAN PENGEMBANGAN ARSITEKTUR INDONESIA

NAMA: JEFI BAKARBESSY

KELAS : 2TB02

NPM   : 25309814

Pergeseran ciptaan arsitektur yang ditandai dengan pergesaran cara membangun dari kerajinan tangan ke cara prefabricated (semacam hasil perakitan) penuh, melenyapkan salah satu kekayaan budaya indonesia.
Dahulu karya arsitektur merupakan produksi setempat yang dirancang dan dibangun dengan ketrampilan orang setempat serta memakai bahan setempat. tapi sekarang, cara membangun makin lama makin berubah, bahan bangunannya tidak lagi memakai bahan setempat.
Kalau dahulu arsitek menjadi pencipta tunggal ciptaanya, sekarang lebih banyak berfungsi sebagai koordinator kreasi arsitektur. arsitek sekarng terpaksa enggunakan bahan atau komponen bangunan yang mengenai cara produksi atau pembuatannya sama sekali tidak berpengaruh. jadi apa yang dahulu merupakan hasil kerajinan tangan murni, sekarang bergeser menjadi hasil susunan komponen industri.
Kekhawatiran (dugaan) Maclaine Point, arsitek Belanda yang sebelum perang dunia II ikut merintis pengembangan arsitektur Indonesia modern, tentang akan lenyapnya ketrampilan pertukangan tradisional di Indonesia dalam dunia pembangunan, kini telah menjadi kenyataan. Jumlah orang kalang (arsitek tradisional) yang masih hidup sampai sekarang mungkin dapat di hitung dengan 10 jari tangan kita. juga ketrampilan tukang-tukang kayu sekarang dalam ,e,buat detail konstruksi kayu jauh merosot dibanding ketrampilan yukang kayu sebelum perang.
Mekanisme dan standarisasi memang memiliki segi-segi positip. Misalnya semua komponen dapat diproduksi lebih tepat dan ketidaksempurnaan dalam produksi dapat ditekan sekecil mungkin, dan pelaksanaannya dapat dipercepat. Mekanisme mengurangi jumlah tenaga kerja. di Indonesia yang setiap tahun tenaga kerjanya melimpah, dengan mekanisme semacam itu justru menanggung dampak negatif.
Atas dasar itu, bahwa gejala-gejala arsitektur akan bergeser dari lokal ke internasional memang ada, karena penggunaan komponen-komponen bangunan yang sama, juga karena hubungan antar negara menjadi demikian mudahnya hingga pengaruh arsitektur negara lain tidak dapat dihindari. Oleh karenanya, sikap arif yang perlu dimiliki para arsitek Indonesia adalah mensenyawakan inovasi dan teknologi maju dengan kaidah-kaidah perancangan arsitektur yang bersumber dari daerah tempat bangunan berpijak dengan selalu mepertimbangkan norma, tata nilai tingkah laku manusia yang menggunakannya.

Sumber : Asitektur Pembangunan dan Konservasi Prof. Ir Eko Budihardjo, M.Sc.

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image