RUANG TERBUKA HIJAU PERKOTAAN

Nama : Jefi Bakarbessy

NPM   : 25309814

Kelas   : 2TB02

Salah satu hasil positif yang telah dicapai dalam laporan pelaksanaan lokakarya perencanaan dan manajemen pembangunan kota yang berwawasan lingkungan di DKI Jakarta (maret 1995),adalah perlunya ditindaklanjuti undang-undang no 24 Tahun 1992 tentang penataan ruang yang diharapkan mampu untuk mengatasi kendala pelaksanaan manajemen pembangunan. Penetapan undang-undang no 24 tahun 1992 tentang penataan ruang mempunyai arti penting bagi kota DKI Jakarta. Di dalam undang-undang tersebut, penataan ruang didefenisikan sebagai proses perencanaan ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian ruang. Selanjutnya pasal 27 ayat (2) menggariskan bahwa….. daerah khusus ibukota Jakarta, pelaksanaan penataan ruang dilakukan oleh gubernur kepala daerah dengan memperhatikan pertimbangan departemen, lembaga dan badan pemerintah lainnya serta kooordinasi dengan pemerintah daerah sekitarnya sesuai dengan ketentuan undang-undang no 11 tahun 1990 tentang susunan pemerintahan daerah khusus ibukota negara republic Indonesia Jakarta.

Mengacu pada undang-undang penataan ruang tersebut, maka pemerintah mengeluarkan instruksi mentri dalam negeri no 14 tahun 1988 tentang penataan ruang terbuka hijau kota.

Tujuan instruksi mendagri no 14 tahun 1988 adalah (1) meninggalkan mutu lingkungan hidup perkotaan yang nyaman, segar, bersih, dan sebagai sarana pengamanan lingkungan, dan (2) menciptakan leserasian lingkungan dan lingkungan binaan yang berguna untuk kepentingan masyarakat. Manfaat penyediaan ruang terbuka hijau adalah menumbuhkan kesegaran, kenyamanan,keindahan lingkungan, menurunkan polusi, dan mewujudkan keserasian lingkungan.

Dalam konteks pemanfaatan, pengertian ruang terbuka hijau kota mempunyai lingkup labih luas dari sekedar pengisian hijau tumbuh-tumbuhan, sehingga mencakup pula pengertian dalam bentuk pemanfaatan ruang terbuka bagi kegiatan masyarakat. Ruang terbuka kota dapat diklasifikasi, baik dari tata letak dan fungsinya. Bedasarkan tata letaknya,ruang terbuka hijau kota bias berwujud ruang terbuka kawasan pantai (coastal open space), dataran banjir sungai (river flood plain), ruang terbuka pengaman jalan bebas hambatan (greenways) dan ruang terbuka pengaman kawasan bahaya kecelakaan di ujung landasan Bandar udara.menurut dinas tata kota, ruang terbuka hijau kota meliputi (a) Ruang Terbuka Hijau Makro, seperti kawasan pertanian, perikanan, hutan lindung, hutan kota dan landasan pengaman Bandar udara, (b) Ruang Terbuka Hijau Medium, seperti kawasan area pertamanan (city park), saran olahraga, sarana pemakaman umum (c) Ruang Terbuka Hijau Mikro, lahan terbuka yang ada disetiap kawasan pemukiman yang disediakan dalam benktuk fasilitas umum seperti taman bermain (play ground), taman lingkungan (community park), dan lapangan olahraga.

Sumber : Komponen Perancangan Arsitektur Lansekap, Prinsip-Prinsip dan Aplikasi Disain. Ir. Rustam Hakim, MT. IALI dan Ir. Hardi Utomo, MS. IAI

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image