Tulisan Bahasa Indonesia 2 “Resensi”

Nama : Imelda Magdalena
NPM : 10208630
Kelas : 3EA10

Resensi adalah kombinasi antara uraian, ringkasan, dan kritik terhadap sebuah buku. Resensi berfungsi bagi pembaca untuk memutuskan apakah ia akan membacanya atau tidak. Pembaca mengharapkan selain ringkasan juga penilaian terhadap mutu dan faedah buku tersebut.
Persyaratan penulisan resensi buku yaitu

1. Terdapat informasi berupa data buku (nama pengarang, penerbit, tahun terbit dan tebal buku)
2. Ulasan singkat tentang isi buku
3. Kelebihan dan Kelemahan buku
4. Manfaat buku

Contoh Resensi:
Judul : Tanah Air Bahasa: Seratus Jejak Pers Indonesia
Penulis: Taufik Rahman, dkk
Penerbit: I:BOEKOE
Cetakan: I, Desember 2007
Tebal: xiv + 460 halaman

Tirto Ardhi Soerjo memulai karyanya sebagai jurnalis saat berusia 22 tahyn lewat surat kabar Pembrita Betawi. Setahun kemudian Tirto menerbitkan surat kabar Soenda Berita, selanjutnya Medan Prijaji pada 1907. Kehadiran Medan Prijaji membuat khalayak mempunyai sarana berkeluh kesah lewat media surat kabar. Meskipun mendapatkan tekanan pemerintah kolonial, Tirto melaju dengan menerbitkan pula Soeloeh Keadilan dan Poetri Hindia. Tak berlebihan apabila Tirto disebut sebagai ‘pengguncang Bumiputera dari Bangun Tidurnya’ oleh murid Marco Kartodikromo.

Aktivitas jurnalis Siti Roehana Koedoes juga menarik untuk disimak. Perempuan ini hampir terlupakan. Padahal, dia berperan menghadirkan surat kabar khusus perempuan pada 1912 lewat Soenting Melajoe. Kiprahnya dilatari keinginan mencerahkan perempuan Indonesia lewat kegiatan membaca surat kabar. Wanita kelahiran Kota Gadang ini menggoyahkan peraturan adat yang mapan kala itu melalui tulisan-tulisan yang menekankan pentingnya pendidikan bagi perempuan. Meski bukan surat kabar khusus perempuan pertama, Soenting Melajoe hadir atas inisiatif perempuan yang memaknai aktivitas membaca surat kabar layaknya meminum air laut.

Kisah ini terangkum dalam publikasi yang diterbitkan dalam rangka memperingati Hari Pers Indonesia dan ulang tahun Persatuan Wartawan Indonesia yang bertepatan dengan hari penguburan Tirto Adhi Soerjo. Diantara 100 tokoh yang dipilih terdapat nama Dja Enadar Moeda, Douwes Dekker, sutan Takdir Alisjahbana, S.K. Trimurti, Rosihan Anwar, Petrus Kanisius Ojong, Goenawan Muhammad, Dahlan Iskan, Seno Gumira Ajidarma, Maria Hartiningsih, Fuad Muhammad Syafrudin (Udin), hingga Bondan Winarno.

Buku ini menarik untuk dibaca karena adanya pengetahuan berharga tentang tokoh pers Indonesia. Publikasi ini tidak bertujuan membuat pemeringkatan tokoh, tetapi berupaya menunjukkan perjuangan mereka mengawal bahasa Indonesia sesuai gaya dan karakteristik penulisan masing-masing.

Sumber: Buku Cerdik Bahasa Indonesia. Olo Tahe Sinaga, dkk. Mitra Wacana Media

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image