BANDA NAIRA

BANDA NAIRA

Tentang Banda Naira

Banda Neira atau Banda Naira adalah salah satu pulau di Kepulauan Banda, dan merupakan pusat administratif kecamatan Banda,kabupaten Maluki Tengah, Maluku, Indonesia. Secara administratif, Banda Neira terbagi dalam 6 desa, yakni Dwiwarna, Kampung Baru,Merdeka, Nusantara, Rajawali, dan Tanah Rata.

pertigaan menuju benteng belgica

Topografi pulau ini cenderung datar, sehingga memungkinkan didirikannya kota kecil. Pulau Banda Neira memiliki kantor pemerintahan, toko, dermaga, dan bandara. Penduduk pulau ini berjumlah 14.000.

Banda Neira pernah menjadi pusat perdagangan pala dan fuli dunia, karena Kep. Banda adalah satu-satunya sumber rempah-rempah yang bernilai tinggi itu hingga pertengahan abad ke-19. Kota modernnya didirikan oleh anggota VOC, yang membantai penduduk Banda untuk mendapatkan palanya pada tahun 1621 dan membawa yang tersisa ke Batavia (kini Jakarta) untuk dijadikan budak

street on banda naira

Pulau kecil ini pernah menjadi tujuan para pelaut Asia dan Eropa. Saat itu rempah-rempah sama bahkan lebih berharga dari emas. Benteng-benteng kuno, pelabuhan dan rumah tua bergaya kolonial, menjadi saksi bisu bahwa pulau kecil di Maluku Tengah ini pernah jadi pusat perekonomian dunia.
Banda Naira tidak besar. Bisa dijelajahi dengan berjalan kaki selama 3 jam. Jalan aspal menghubungkan seluruh Pulau. Kendaraan roda empat bisa dihitung dengan jari. Selain kendaraan dinas milik pemerintah dan polisi, tidak ada warga yang memiliki mobil.

Pulau kecil ini juga menyimpan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tokoh-tokoh pergerakan seperti Muhammad Hatta dan Sjahrir pernah diasingkan di Banda Naira. Rumah bekas peninggalan mereka pun masih terpelihara dan dijadikan museum.

Untuk mencapai Banda Naira, ada kapal feri yang berangkat setiap dua minggu sekali dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Selain itu bisa juga dicapai lewat Ambon dengan kapal cepat. Kini ada penerbangan yang melayani rute Ambon-Banda Naira, satu minggu sekali.

Urusan penginapan, ada beberapa alternatif. Hotel rata-rata bertarif Rp 300-400 ribu permalam. Tapi jika ingin hemat, ada beberapa losmen nyaman yang tarif permalamnya hanya Rp 100 ribu.
daftar harga makanan d salah satu rumah makankerajinan mutiara
Untuk makanan, harganya memang lebih tinggi dari Pulau Jawa. Sekali makan bisa habis Rp 20 sampai 30 ribu. Wajar saja, biaya mengirimkan bahan makanan ke sini memang tidak murah. Tapi jika sudah jauh-jauh ke sini, sirup pala dan ikan bakar, jangan sampai dilewatkan. Oleh-oleh asli Banda adalah segala jenis olahan pala seperti manisan, sirup dan selai, dan kerajinan mutiara.

Tempat-tempat bersejarah.

Benteng belgica

benteng

Benteng dari batu setinggi 10 meter itu masih terawat baik. Dulu di benteng inilah Vereenigde Oostindische Compagnie (Perserikatan Perusahaan Hindia Timur) atau VOC mempertahankan monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku. Itulah Benteng Benteng Belgica, pusat pertahanan VOC di Banda Naira.
3124542937_8d33817181_o
Benteng ini awalnya adalah benteng milik Portugis yang didirikan sekitar tahun 1611. Namun setah Portugis keluar dari Banda, VOC membangun benteng di atas benteng peninggalan portugis ini. Kondisi benteng dipugar habis-habisan menjadi sangat megah dan kokoh pada zamannya.

3124542957_bb68cd5de9_o

Benteng ini berbentuk segi lima. Di setiap sudutnya terdapat menara pengawas dengan jendela pengintai. Beberapa meriam mengarah ke laut. Siap menghancurkan lawan yang mendekat dari laut. Saat itu bola-bola besi yang dimuntahkan meriam, sanggup mengkaramkan kapal-kapal yang mendekat.

segi lima
Dulu benteng ini sanggup menampung 50 orang tentara dan perlengkapannya. Pada tahun 1796, Benteng Belgica diserang dan berhasil direbut oleh pasukan Inggris.
benteng dan meriam
Dari atas benteng, pemandangan Pulau Banda dan Pulau Gunung Api yang terletak di depannya, terlihat jelas. Saat matahari tenggelam, pemandangan sangat indah.
Letaknya hanya 15 menit berjalan kaki dari pelabuhan Banda Naira. Benteng Belgica berdiri kokoh. Lengkap dengan meriam-meriamnya yang mengarah ke laut. Pengunjung bisa naik ke atas menara benteng dan melihat laut lepas dan Pulau Banda Naira dari atas benteng yang dibangun pada abad ke-17 ini.

Istana Mini

istana miniii

Istana Mini, rumah tinggal Gubernur Jenderal VOC JP. Coen di Banda Naira, dibangun pada 1622. Disebut mini karena bentuknya mirip Istana Merdeka Jakarta dan Istana Bogor yang dibangun 150 tahun kemudian (1870-an), tapi ukurannya jauh lebih kecil.

patung
Ada patung perunggu Raja Belanda Willem III di taman belakang istana. Patung itu dibuat pada 1870-an.

istana minii
Selain cerita sejarah pemerintahan JP. Coen, di dalamnya juga terdapat cerita misteri. Menurut pemandu wisata, JP. Coen dulu memiliki seorang pembantu yang bernama Spock. Sang pembantu ini merasa tertekan tinggal di pulau terpencil dan depresi. Hal ini membuat Spock bunuh diri.

Sebelum bunuh diri, ia menulis curahan hatinya di sebuah kaca dengan cara memahatnya. Dalam curahan hatinya, ia menyebutkan kalau dirinya sangat ingin berkumpul dengan keluarganya. Hingga saat ini, goresan tulisan Spock di kaca masih ada yang dilindungi dengan kaca tambahan dan pengunjung bisa melihatnya. Konon, di istana tersebut sering terlihat penampakan makhluk gaib yang menurut warga setempat itu adalah Spock.

Monumen Pembantaian Banda.

lubang buayaluubang buaya

Monumen Parigi Rante (Sumur Rantai) dibuat untuk memperingati pembunuhan 40 tokoh Banda pada 1621, yang mengawali genosida Jan Pieterzoon Coen terhadap rakyat Pulau Banda. Membantai 6.000 orang dan mengusir lainnya. Pulau Banda yang kosong kemudian dia sewakan kepada partikelir Belanda yang mau berinvestasi mencari dan mendatangkan budak/koeli dari Sumatra dan Jawa dalam sistem perkebunan tanam paksa.

painting toopainting
Pembantaian itu juga diabadikan dalam sebuah lukisan yang kini dipajang di Museum Rumah Budaya, tak jauh dari lukisan Jan Pieterzoon Coen. Lukisan pembantaian itu sangat sadis, mungkin tidak seharusnya dilihat anak-anak.

daftar nama tahanan politik yg d buang

Di lokasi pembantaian itu kini berdiri Monumen Parigi Rante. Nama 40 pejuang dan Orangkaya Banda terukir di sana bersama sederet tokoh pejuang Indonesia yang pernah dibuang ke Banda seperti Tjipto Mangunkusumo, Iwa Kusumasumantri, Hatta, dan Sjahrir.

Rumah Pengasingan Hatta.

pengasingan hatta

Rumah pengasingan Hatta di Banda Naira (1936-40). Di dalam ada beberapa benda kenangan. Mesin ketik tua. Kacamata. Bung Hatta dijuluki “Om Kaca Mata” karena memakai kacamata tebal untuk membaca dan menulis. Dia dianggap terlalu serius, kutubuku.
skolah hattakacamata hattamesin ketik hattatempayan ujan

Ada jajaran bangku sekolah tempat Hatta-Sjahrir mengajar anak-anak Banda Naira. Ada tempayan penadah air hujan. “Om Hatta suka minum air hujan,” kata Emmy Baadila, penjaga rumah.

Rumah Pengasingan Sjahrir.

pengasingan sjahrir

Berbeda dengan Hatta yang terlalu serius, Sjahrir easy-going, suka musik, dansa, dan bermain dengan anak-anak Banda.
mesin ketik sjahrirmegaphone sjahrir
Sementara Hatta penyendiri, Sjahrir tidak tahan kesendirian. Bertahun-tahun setelah kemerdekaan, Sjahrir sakit dan kemudian meninggal, dalam status tahanan. Dia dipenjara oleh negeri yang ikut dia perjuangkan kemerdekaannya. Rumah pengasingan Sutan Sjahrir di Banda Naira (1936-1940), kini jadi museum. Ada benda-benda peninggalan almarhum: ada mesin ketik tua seperti milik Hatta, tapi yang paling mencolok adalah gramaphon tua.

Gladys Presella ND

3sa04

12609525

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
Share

There Are 3 Responses So Far. »

  1. Banda is the best, very Beautiful and wonderful..(Y)

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  2. Banda is the best, very Beautiful and wonderful

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  3. indeed.:D

    VN:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VN:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image