Bogor nan eksotis part III

SEMPUR

Pada bahasan kali ini kita akan membahas tempat kongkow-kongkow anak muda Bogor.
Sebenarnya banyak tempat yang dijadikan tempat berkumpulnya anak-anak muda dan sekumpulan komunitas di Bogor, seperti taman kencana yang banyak di datangi oleh kaula muda dan pecinta skate. Bekas gedung pangrango plaza yang biasa ditempati oleh anak muda yang dimabuk asmara (pacaran), Bogor trade mall yang sering didatangi oleh sekumpulan anak-anak gaul Bogor. Jembatan layang ceger yang biasa didatangi oleh para pecinta motor untuk menjajal motornya, Sepanjang jalan jalak harupat tepatnya di CK yang biasa didatangi berbagai komunitas dari sepeda sampai motor klasik.
Namun ada satu tempat yang sedang naik daun, Atau bisa dibilang tempat ini mendadak ramai, padahal pada awalnya tempat ini adalah hanya sebuah lapangan sepakbola,
Ya nama tempat ini adalah SEMPUR.
Mungkin untuk masyarakat Bogor tempat ini tidak asing ditelinga, namun masyarakat Bogorpun mengenal sempur hanya sebuah lapangan sepakbola dan tempat dilaksanakannya Upacara kemerdekaan RI.
Namun tahukah anda bahwa sempur kini telah menjadi tempat yang paling ramai didatangi oleh masyarakat Bogor kota khususnya pada malam hari.
Banyak komunitas-komunitas tertentu yang memindahkan basecamp biasanya untuk pindah ke sempur.
Mengapa begitu?
Karena posisi sempur yang strategis terletak di tengah-tengah kota, dan kontur daratannya yang menjurus ke bawah sehingga sempur terlihat indah saat dilihat dari jalanan.
Memang dulu terdapat pedagang menjajaki dagangannya, namun bisa terhitung jari, apabila melihat kondisi sekarang tentu jauh berbeda dengan dulu, kini banyak pedagang yang berdagang di sekitar lapangan sempur dimulai pukul 6 sore. Dan pelanggannya pun tidak tanggung-tanggunga, orang yang berdatangan kesempur setiap harinya ramai sekali, apalagi saat malam minggu, sempur mendadak seperti pasar malam. Orang berdatangan tak kenal usia, Mereka datang hanya untuk makan dan bersendagurau dengan kelompoknya.
Dengan cara memesan tikar, dan memesan makanan mereka dipersilahkan memilih tempat sesuka hati di sekitar maupun di tengah lapangan sekalipun.
Mungkin anda telah dapat menggambarkan seberapa ramainya kondisi sempur sekarang,
Namun tahukah anda sejarah terciptanya tempat yang kita kenal dengan nama sempur ini. Pada zaman sebelum tahun 1900-an, Sempur merupakan kawasan yang diberi nama Kedung Halang yang meliputi Kampung Rambutan, Lebak Pilar, Sempur Kidul, Sempur Kaler, Taman Kencana dan daerah sekitarnya. Sempur merupakan daerah pengembangan pemukiman Belanda yang awalnya terpusat pada Istana Bogor dan terus menyebar dan meluas ke wilayah sekitarnya.
Saat itu Sempur memang merupakan lahan kosong. Sebuah lapang yang membentang luas diantara wilayah perbukitan yang mengarah ke Timur menuju Taman Kencana, Kebun Raya di sebelah Selatan, dan dearah Jalan Soedirman dari arah Barat yang dibelah oleh Sungai Ciliwung. Menuju arah Utara, terdapat lokasi perkebunan dan persawahan yang dikelola pribumi yang sebagian datang dari daerah luar Sempur seperti Bantarjati dan Babakan. Awal kepemilikan lahan biasanya dari inisiatif merawat dan mengelola, kemudian perlahan mulai diperjualbelikan atau sistem sewa.
Itulah sedikit sejarah tentang sempur, dan anda akan dapat membandingkan bagaimana perbedaan sempur yang dulu dan yang sekarang.
Demikianlah info tempat nongkrong yang sering didatangi masyarakat Bogor, yang kini kita kenal dengan nama SEMPUR, semoga berguna untuk anda yang bingung memilih tempat yang nyaman di Bogor kota.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Bogor nan eksotis part III, 10.0 out of 10 based on 1 rating
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image