analisis estimasi biaya “panrik roti”

1. Jelaskan dengan ringkas prosesnya :
Proses produksi roti tawar:
1.Tahap Penimbangan Bahan Baku dan Penyiapan Loyang.
Semua bahan baku yang diperlukan seperti tepung terigu, gula, garam, telur, mentega, margarine, bahan pengembang roti, dan bahan pendukung lainnya dipersiapkan sesuai takaran. Untuk menjamin kualitas dari produk yang akan dihasilkan, akan digunakan bahan baku yang berkualitas dan mendapatkan sertifikat halal. Selain menyiapkan bahan baku juga dipersiapkan loyang yang akan digunakan. Loyang diolesi mentega agar nantinya roti tidak lengket pada hasil selesai pembakaran.
2.Tahap Pengadukan dan Pencampuran Bahan-Bahan
Tahap yang kedua adalah tahap pengadukan dan pencampuran bahan-bahan. Pada tahap ini digunakan mesin mixer yang berfungsi untuk mencampur bahan-bahan adonan untuk menjadikan campuran yang merata dalam jangka waktu tertentu. Lama pengadukan tergantung jenis tepung terigu dimana semakin tinggi protein yang terkandung dalam tepung terigu maka akan semakin lama pengadukannya. Adonan yang telah dimixer sesuai batas waktu kemudian didiamkan selama kurang lebih 5 menit sebelum ke proses selanjutnya.
3.Tahap Fermentasi
Adonan yang sudah diaduk dan tercampur rata kemudian akan difermentasi. Proses ini diperlukan agar tidak menghasilkan roti keras dan berpori-pori kasar. Adonan dimasukan kedalam mesin proofer selama kurang lebih 30 menit.
4.Tahap Pengempesan
Tahap ini menghentikan sementara proses fermentasi karena adonan akan dibagi. Caranya adalah adonan ditinju manual dengan tangan agar gas dalam adonan terbuang.
5.Tahap Pembagian Adonan
Adonan yang sudah dikempeskan akan dibagi sesuai dengan ukuran dan jenis roti yang akan diproduksi dengan dimasukkan ke dalam mesin bun divider. Mesin bun divider ini fungsinya adalah membagi adonan dalam jumlah besar menjadi adonan dalam jumlah yang kecil. Mesin ini akan membagi adonan menjadi 36 bagian untuk kemudian ditimbang lagi sesuai jenis produk yang diinginkan.
6.Tahap Penimbangan
Pada tahap ini adonan akan ditimbang sesuai dengan berat dan jenis roti yang akan dibuat.
7.Tahap Pembentukan
Adonan yang sudah ditimbang sesuai dengan berat yang diinginkan akan dimasukkan ke dalam cetakan sesuai dengan berat yang diinginkan.
8.Tahap Fermentasi Kedua
Adonan yang sudah ada dalam loyang dimasukkan ke dalam mesin prover selama kurang lebih 15 menit untuk menjalani proses fermentasi. Proses ini diperlukan agar adonan bias mengembang dengan kualitas yang maksimal.
9.Tahap Pembakaran
Proses selanjutnya setelah roti melewati tahap fermentasi adalah tahap pembakaran. Roti akan dimasukkan kedalam oven dengan suhu pembakaran yang sesuai. Temperatur oven sangat menentukan kualitas akhir dari roti yang dibuat, jadi temperaturnya harus sesuai dengan jenis roti yang akan dibakar. Lamanya pembakaran ditentukan oleh jenis roti yang diproduksi. Produk roti tawar menggunakan temperatur oven kurang lebih 200 derajat Celcius.
10.Tahap Pendinginan
Tahap selanjutnya adalah tahap pendinginan. Roti yang sudah melalui tahap pembakaran kemudian didinginkan di suhu ruangan selama 45-90 menit. Roti tawar akan dipotong jika roti sudah benar-benar dingin karena jika masih panas akan merusak bentuk.
11.Tahap Finishing
Setelah roti tawar dingin maka akan dipotong dengan mesin potong roti (Bread slicer). Untuk mesin dengan 31 pisau akan menghasilkan 240 irisan roti.
12.Tahap Pengemasan
Tahap selanjutnya adalah tahap pengemasan. Roti tawar akan dikemas dalam plastic agar roti terhindar dari jamur. Selain itu, plastic dapat menghindarkan pengerasan kulit roti akibat menguapnya kandungan air dalam roti.
13.Tahap Penyimpanan
Tahap yang terakhir adalah roti yang sudah dikemas disimpan di bakery untuk dijual ke konsumen.

2. Gambarkan Diagran proses produksi (jika perlu dengan foto komponennya ):

3. Susulah daftar mesin dan peralatan sesuai diagram proses produksinya (jika perlu nama pabrik / manufaktur pembuat mesin dan peralatannya):
Daftar Peralatan dan Mesin
Keterangan
Merk dan Type
Mixer
Holytek M-120
Dough Moulder
Holytek DM-307
Bun Divider
Holytek DD-36
Proofer
Sinmag SM-32
Automatic Gas Oven
Holytek CC-306FG/3dek
Bread Slicer
Holytek BS-302
Cyclone Turbine Ventilator
Penambah daya Listrik

4. Buatkan daftar perkiraan harga tiap komponen sesuai dalam diagram proses produksi :

Rincian Biaya Mesin
Keterangan
Harga (Rp)
Jumlah
Total (Rp)
Mixer Holytek M-120
7.000.000
1
7.000.000
Dough Moulder Holytek DM-307
13.000.000
1
13.000.000
Bun Divider Holytek DD-36
7.250.000
1
7.250.000
Proofer Sinmag SM-32
18.000.000
1
18.000.000
Automatic Gas Oven Holytek CC-306FG/3dek
65.000.000
1
65.000.000
Bread Slicer Holytek BS-302
4.750.000
1
4.750.000
Cyclone Turbine Ventilator
Penambah daya Listrik
3.000.000
1
3.000.000
Total
 
 
118.000.000

Rincian Biaya Tools and Sparepart
Keterangan
Harga (Rp)
Jumlah
Total (Rp)
Rak Loyang/Pan
150.000
3
450.000
Rak Peralatan
300.000
2
600.000
Loyang Roti Tawar
10.000
50
500.000
Cetakan Roti Tawar
12.000
50
600.000
Timbangan 100gr
250.000
1
250.000
Total
 
 
2.400.000

Estimasi Biaya Tanah & Bangunan
Keterangan
Biaya (Rp)
Tanah & Bangunan
Rp.450.000.000,00

Estimasi Instalasi Listrik dan Air
Keterangan
Biaya (Rp)
Listrik
Rp.5.000.000,00
Air
Rp.3.500.000,00
Total
Rp.8.500.000,00

Data Permintaan, Peramalan, dan Kebutuhan Produksi
Asumsi waktu produksi dalam 1 tahun adalah 360 hari.
Waktu produksi dalam 1 hari adalah 8 jam.
Produk yang diproduksi berdasarkan peramalan adalah 500 produk per-hari = 180.000 per-tahun.
Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah produk adalah 1,8 menit.
Efisiensi mesin sebesar 95 %.
Reliabilitas sistem kerja adalah 85 %.

Estimasi Biaya Bahan Baku (Direct Material)
Material yang dipakai
Pemakaian (Kg)
Harga/Kg
Total Biaya Pemakaian
Total Biaya (Rp/Tahun)
Tepung
0.25
Rp. 3.900,00
Rp. 975,00
Rp. 175.987.500,00
Susu Bubuk
0.01
Rp. 6.500,00
Rp. 65,00
Rp. 11.732.500,00
Mentega
0.017
Rp. 6.000,00
Rp. 102,00
Rp. 18.411.000,00
Fernipan
0.0033
Rp. 41.250,00
Rp. 136,00
Rp. 24.548.000,00
Baker Bonus
0.0125
Rp. 53.125,00
Rp. 664,00
Rp. 119.852.000,00
Garam
0.0042
Rp. 1.200,00
Rp. 5,00
Rp. 902.500,00
Baking Powder
0.015
Rp 1.000,00
Rp. 15,00
Rp. 2.707.500,00
Total
Rp. 354.141.000,00

Estimasi Biaya Tenaga Kerja
Keterangan
Jumlah (Orang)
Gaji/Bulan (Rp)
Biaya/Tahun (Rp)
Tenaga Kerja tidak langsung perkantoran:
Kepala Produksi
1
Rp.1.800.000,00
Rp.21.600.000,00
Total

Rp.21.600.000,00
Tenaga Kerja Langsung:
Pekerja Roti
5
Rp.1.200.000,00
Rp.72.000.000,00
Bag. Gudang
1
Rp.850.000,00
Rp.10.200.000,00
Total

Rp.82.200.000,00
Tenaga Kerja tidak langsung non perkantoran:
Cleaning Service/OB
2
Rp.800.000,00
Rp.9.600.000,00
Total

Rp.9.600.000,00

Estimasi Biaya Listrik
Keterangan
Harga (Rp)
Total (Rp/bulan)
Total (Rp/Tahun)
Pemakaian 2.2 KWH
790
23700
284400
Pemakaian 2 KWH
63200
1896000
22752000
Biaya Beban
69520
2085600
25027200
Total

48063600
Biaya Utility
Keterangan
Jumlah
Harga Satuan (Rp)
Total (Rp/bulan)
Total (Rp/Tahun)
LPG
20 Tangki/bulan
75000
1500000
18000000
Air
1,5 m2/thn
8050
362250
4347000
Listrik
-

-
48063600
Total
 
 
 
70410600

Biaya Maintenance Mesin
Keterangan
Depresiasi (Rp)
Biaya Maintenance (5%)
Mixer Holytek M-120
1.260.000
63.000
Dough Moulder Holytek DM-307
2.340.000
117.000
Bun Divider Holytek DD-36
1.305.000
65.250
Proofer Sinmag SM-32
3.240.000
162.000
Automatic Gas Oven Holytek CC-306FG/3dek
11.700.000
585.000
Bread Slicer Holytek BS-302
855.000
42.750
Cyclone Turbine Ventilator
540.000
27.000
Total
 
1.062.000

Factory overhead merupakan pengeluaran yang tidak berkaitan langsung dengan produksi, seperti biaya-biaya: factory supplies, maintenance, listrik, air, minyak gas, transportasi, utility dan depresiasi mesin.
Estimasi Factory Overhead
Keterangan
Biaya (Rp/Tahun)
Utility
70410600
Depresiasi Total
30166200
Maintenance
1508310
Total
102085110

Estimasi Biaya Investasi Awal
No
Komponen Biaya Investasi
Jumlah
Satuan
Harga/unit (Rp)
Total Harga (Rp)
Umur (Th)
Nilai Sisa (Rp)
Depresiasi (Rp)
1
Tanah & Bangunan
300
m2
1500000
450000000
50
45000000
8100000
2
Instalasi Listrik
1
unit
5000000
5000000
50
500000
90000
3
Instalasi Air
1
unit
3500000
3500000
50
350000
63000
4
Mixer Holytek M-120
1
unit
7000000
7000000
5
700000
1260000
5
Dough Moulder Holytek Dm-307
1
unit
13000000
13000000
5
1300000
2340000
6
Bun Divider Holytek Dd-36
1
unit
7250000
7250000
5
725000
1305000
7
Proofer Sinmag Sm-32
1
unit
18000000
18000000
5
1800000
3240000
8
Automatic Gas Oven Holytek CC-306FG/3dek
1
unit
65000000
65000000
5
6500000
11700000
9
Bread Slicer Holytek Bs-302
1
unit
4750000
4750000
5
475000
855000
10
Cyclone Turbine Ventilator
1
unit
3000000
3000000
5
300000
540000
11
Rak Loyang/Pan
3
unit
150000
450000
5
22500
85500
12
Rak Peralatan
2
unit
300000
600000
5
30000
114000
13
Loyang Roti Tawar
50
unit
10000
500000
5
25000
95000
14
Cetakan Roti Tawar
50
unit
12000
600000
5
30000
114000
15
Timbangan 100gr
1
unit
250000
250000
5
12500
47500
16
Meja Produksi
3
unit
160000
480000
5
24000
91200
17
Generator
1
unit
7000000
7000000
50
700000
126000

Total

586380000

58494000
30166200
Modal sendiri 75% (Rp)

439785000

Modal pinjaman 25% (Rp)

146595000

Estimasi Modal Kerja
Komponen Biaya
Tahun 0
Tahun 1
Tahun 2
Tahun 3
Tahun 4
Tahun 5
Tahun 6
Tahun 7
Tahun 8
A. Biaya Tetap
 
 
 
 
 
 
 
 
 
1. PBB:
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Tanah & Bangunan
225000000
225000000
225000000
225000000
225000000
225000000
225000000
225000000
225000000
2. Depresiasi (Penyusutan)
30166200
30166200
30166200
30166200
30166200
30166200
30166200
30166200
30166200
3. Tenaga Kerja Tak Langsung Perkantoran

21600000
21600000
21600000
21600000
21600000
21600000
21600000
21600000
B. Biaya Variabel

1. Biaya Bahan Langsung:

353160000
353160000
353160000
353160000
353160000
353160000
353160000
353160000
2. Biaya Bahan Tak Langsung

9000000
9000000
9000000
9000000
9000000
9000000
9000000
9000000
3. Biaya Factory Overhead

102085110
107189365.5
112548833.8
118176275.5
124085089.2
130289343.7
136803810.9
143644001.4
4. Tenaga Kerja Langsung

82200000
125400000
125400000
125400000
125400000
125400000
125400000
125400000
5. Tenaga Kerja Langsung Non Perkantoran

9600000
9600000
9600000
9600000
9600000
9600000
9600000
9600000
Total Modal Kerja
255166200
832811310
881115565.5
886475033.8
892102475.5
898011289.2
904215543.7
910730010.9
917570201.4
Modal Sendiri 75%
815983132.5

Modal Pinjaman 25%
271994377.5

Total Fixed Cost

276766200
276766200
276766200
276766200
276766200
276766200
276766200
276766200
Total Variabel Cost

556045110
604349365.5
609708833.8
615336275.5
621245089.2
627449343.7
633963810.9
640804001.4

Keterangan untuk perhitungan biaya tetap:
PBB Tanah & Bangunan = 0,5% x total luas tanah
Penyusutan = dari total penyusutan tabel investasi awal
Tenaga kerja tak langsung perkantoran = Dari tabel tenaga kerja tak langsung perkantoran

Keterangan untuk perhitungan biaya variable:
Biaya bahan langsung = Biaya Material/Bahan baku
Biaya bahan tak langsung = Biaya factory supplies
Biaya overhead pabrik = Rp. 102.085.110; dimana setiap tahun diasumsikan naik sebesar 5%.
Gaji tenaga kerja langsung = Rp. 82.200.000; selama 1 tahun
Gaji tenaga kerja langsung perkantoran = Rp. 9.600.000.

Tahun 0 = Tahun pabrik belum beroperasi.
Modal kerja sendiri = Tahun 0 dan tahun 1, dari pinjaman kepada bank 75%.
Modal kerja pinjaman dari bank = Tahun 0 dan tahun 1, dari pinjaman kepada bank 25%.

Estimasi Harga Pokok Penjualan
No
Komponen Biaya
Biaya(Rp)
1
PBB
225000000
2
Penyusutan
30166200
3
Tenaga Kerja Tak Langsung Perkantoran
21600000
4
Biaya Bahan Langsug
353160000
5
Biaya Bahan Tak Langsung
9000000
6
Biaya Overhead Pabrik
102085110
7
 

8
Tenaga Kerja Langsung
82200000
9
Tenaga Kerja Tak Langsung Non Perkantoran
9600000

Biaya Fabrikasi Total
832811310
10
Ditambah Persediaan WIP 1 Januari (Th 1)
0

Total
832811310

Dikurangi Persediaan WIP 31 Desember (Th 1)
0

Harga Pokok Produksi
832811310
11
Ditambah Persediaan Barang Jadi 1 Januari (Th 1)
0

Total
832811310

Dikurangi Barang Jadi 31 Desember (Th 1)
0

Harga Pokok Penjualan (HPP)
832811310

 

Harga Jual (Rp)
1207576400

HPP/Unit
4626.7295

Harga Jual/Unit (Rp)
6708.757775

Keterangan tabel dan contoh perhitungannya:
Harga jual = HPP+ PPN (10% x HPP) + profit (35% x HPP)
Harga jual = Rp. 832.811.310 + (0,1 x Rp. 832.811.310) + (0,4 x Rp. 832.811.310)
= Rp. 1.207.576.400
HPP/unit = HPP/Jumlah produksi 1 tahun
HPP/unit = Rp. 832.811.310/180000 = Rp. 4626.7295
Harga jual/unit (Rp) = Harga jual/jumlah produksi 1 tahun
Harga jual/unit (Rp)= Rp. 1.207.576.400/180000 = Rp. 6708,757775

Estimasi Pembayaran Angsuran Pokok dan Bunga Bank
Tahun
Hutang Bank
Anggaran Pokok (Rp)
Bunga Bank (Rp)
Pembayaran Ke Bank (Rp)
0
418589377.5
0
0
0
1
366265705.3
52323672.19
10464734.44
62788406.63
2
313942033.1
52323672.19
9156642.633
61480314.82
3
261618360.9
52323672.19
7848550.828
60172223.02
4
209294688.8
52323672.19
6540459.023
58864131.21
5
156971016.6
52323672.19
5232367.219
57556039.41
6
104647344.4
52323672.19
3924275.414
56247947.6
7
52323672.19
52323672.19
2616183.609
54939855.8
8
0
52323672.19
1308091.805
53631763.99

Keterangan tabel dan contoh perhitungan.
Hutang bank pada tahun ke-0 yaitu nilai kumulatif pinjaman bank (25%) dari investasi awal dengan biaya modal kerja. Untuk kolom selanjutnya hutang bank didapat dari hutang bank awal – anggaran pokok tiap tahunnya.
Hutang bank tahun ke-0 = Rp. 146.595.000 + Rp. 271.994.377.5
= Rp. 418.589.377.5
Hutang bank tahun ke-1 = Rp. 418.589.377.5 – Rp. 52323672.19
= Rp. 366.265.705.3
Anggaran pokok = hutang bank awal / lamanya rencana pengembalian pinjaman (8 tahun)
Anggaran Pokok = Rp. 418.589.377.5 / 8 = Rp. 52.323.672.19
Bunga bank = hutang bank sebelumnya x 12 % bunga bank
Bunga bank = Rp. 418.589.377.5 x 12% = Rp. 10.464.734.44
Pembayaran ke bank = anggaran pokok + bunga pokok
Pembayaran ke bank = Rp. 52.323.672.19 + Rp. 10.464.734.44
= Rp. 62.788.406.63

Estimasi Rugi Laba
No
Komponen Analisis
Tahun 1 (Rp)
Tahun 2 (Rp)
Tahun 3 (Rp)
Tahun 4 (Rp)
Tahun 5 (Rp)
Tahun 6 (Rp)
Tahun 7(Rp)
Tahun 8(Rp)
1
Total Penjualan
1207576400
1207576400
1207576400
1207576400
1207576400
1207576400
1207576400
1207576400
2
Biaya Produksi (Operasional)
832811310
881115565.5
886475033.8
892102475.5
898011289.2
904215543.7
910730010.9
917570201.4
3
Pendapatan Kotor
374765089.5
326460834
321101365.7
315473924
309565110.3
303360855.8
296846388.6
290006198.1
4
Penyusutan Biaya Investasi
30166200
30166200
30166200
30166200
30166200
30166200
30166200
30166200
5
Pendapatan Bersih (Sebelum Bunga Dan Pajak)
344598889.5
296294634
290935165.7
285307724
279398910.3
273194655.8
266680188.6
259839998.1
6
Bungan Kredit 12%
10464734.44
9156642.633
7848550.828
6540459.023
5232367.219
3924275.414
2616183.609
1308091.805
7
Pendapatnan (Sebelum Pajak)
334134155.1
287137991.4
283086614.9
278767265
274166543
269270380.4
264064005
258531906.3
8
Pajak
31197668.29
26498051.92
26092914.27
25660979.28
25200907.09
24711290.82
24190653.28
23637443.41
9
Pendapatan Bersih (Setelah Pajak)
302936486.8
260639939.4
256993700.6
253106285.7
248965636
244559089.6
239873351.7
234894462.9
10
Profit On Sales (%)
25%
22%
21%
21%
21%
20%
20%
19%

Berikut ini merupakan keterangan tabel dan contoh perhitungannya.
Total penjualan = Harga jual (tabel HPP).
= Rp. 1.207.576.400
Biaya Produksi = Besarnya total biaya modal kerja yang dikeluarkan
dalam tahun ke-n (tabel modal kerja).
= Rp. 832.811.310 (Contoh Tahun Ke-1)
Pendapatan kotor = Total penjualan – Biaya Produksi
Pendapatan kotor = Rp. 1.207.576.400 – Rp. 832.811.310
= Rp. 374.765.089.5
Penyusutan biaya investasi = Total biaya penyusutan pada tabel investasi
= Rp. 30.166.200
Pendapatan bersih (sebelum bunga + pajak) = Pendapatan kotor – penyusutan biaya investasi
= Rp. 374.765.089.5 – Rp. 30.166.200
= Rp. 344.598.889.5
Bunga kredit pinjaman = Dari tabel angsuran pokok
= Rp. 10.464.734,44
Pendapatan (sebelum pajak) = pendapatan bersih sebelum bunga dan pajak – bunga kredit
Pendapatan (sebelum pajak) = Rp. 344.598.889.5 – Rp. 10.464.734,44
= Rp. 334.134.155.1
Pajak = (pendapatan kotor – anggaranan pokok – bunga kredit) x 10%
Pajak = (Rp. 374.765.089.5 – Rp. 52.323.672.19 – Rp. 10.464.734,44) x 10%
= Rp. 31.197.668.29
Pendapatan bersih setelah pajak = pedapatan bersih sebelum pajak – Pajak
Pendapatan bersih setelah pajak = Rp. 334.134.155.1 – Rp. 31.197.668.29
= Rp. 302.936.486.8
Profit on sales = (pendapatan bersih setelah pajak/total penjualan) x 100%
Profit on sales = (Rp. 302.936.486.8/ Rp. 1.207.576.400) x 100% = 25%.

Proyeksi Estimasi Aliran Kas
Perhitungan aliran kas ini terdiri atas beberapa metode, yaitu initial cash flow, operational cash flow, dan terminal cash flow. Initial cash flow merupakan langkah awal dalam proyeksi perkiraan aliran kas. Initial cash flow ini dipengaruhi oleh biaya investasi awal dan modal kerja, yang dapat dirumuskan sebagai berikut :
Initial Cash Flow = Biaya Investasi Awal + Biaya Modal Kerja (tahun 0 + tahun 1)
Initial Cash Flow = Rp. 586.380.000 + (Rp. 255.166.200 + Rp. 832.811.310) = Rp. 1.674.357.510.
Operatinal cash flow atau cross sheet merupakan bentuk cash flow yang menyajikan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan operasi produksi. Cross sheet dipengaruhi oleh laba setelah pajak, penyusutan, dan bunga.

Operational Cash flow
Tahun
Pendapatan Setelah Pajak
Depresiasi
Bunga
Hasil
1
302936486.8
30166200
9418260.994
342520947.8
2
260639939.4
30166200
8240978.37
299047117.8
3
256993700.6
30166200
7063695.745
294223596.4
4
253106285.7
30166200
5886413.121
289158898.9
5
248965636
30166200
4709130.497
283840966.5
6
244559089.6
30166200
3531847.873
278257137.4
7
239873351.7
30166200
2354565.248
272394117
8
234894462.9
30166200
1177282.624
266237945.5

Berikut ini merupakan contoh perhitungan untuk Operatinal cash flow.
Proceeds thn ke-1 = pendapatan setelah pajak + penyusutan + bunga (1 – pajak 10%)
Proceeds thn ke-1 = Rp. 302.936.486.8+ Rp. 30.166.200 + Rp. 302.936.486.8 (1 – 0,1)
= Rp. 342520947.8
Terminal cash flow (TCF) = modal kerja (tahun ke-0 + tahun ke-1) + total nilai sisa (tabel investasi)
Terminal cash flow (TCF) = (Rp. 255.166.200 + Rp. 832.811.310) + Rp. 58.494.000
= Rp. 1.114.921.510
.
Payback Period (PP)
Payback period adalah periode dimana jumlah total pengeluaran sama dengantotal pemasukan yang termasuk pengeluaran adalah investasi tahun ke- 0 dan pengeluaran-pengeluaran pada tahun beikutnya
Tahap 1
Payback period = Rp. 1.674.357.510
Tahun 1 = Rp. 342520947.8
Sisa = Rp. 1331836562
Tahun 2 = Rp. 299047117.8
Sisa = Rp. 1032789444
Tahun 3 = Rp. 294223596.4
Sisa = Rp. 738565848
Tahun 4 = Rp. 289158898.9
Sisa = Rp. 449406949.2
Tahun 5 = Rp. 283840966.5
Sisa = Rp. 165565982.7
Tahun 6 = Rp. 278257137.4
Sisa = Rp. -112691154.7

Tahap 2
Payback period =
= 0.21
= 0,21 × 12 bulan
= 2.52 bulan
= 2,52 × 30 hari
= 2 bulan 10,6 hari ≈ 2 bulan 11 hari
Payback period = payback period tahap 1 + payback period tahap 2.
= 5 tahun + 2 bulan + 11 hari
Jadi, payback period = 5 tahun 2 bulan 11 hari.

Estimasi Break Even Point
Break even point atau titik pulang pokok proyek adalah lama waktu sebuah gagasan usaha dapat mengembalikan sebuah modal yang ditanam. Ongkos-ongkos yang terjadi dalam penentuan titik pulang pokok pada dasarnya terdiri atas dua bagian, yaitu ongkos tetap (fixed cost) dan ongkos variabel (variable cost).
Break Even Point Rupiah (BEP)
Fixed cost
Variabel cost
Produk/th
Sales
Total variabel/produk per tahun
(total variabel/produk per tahun)/sales
1-(total variabel/produk per tahun)/sales
BEP
276766200
556045110
180000
6708.757775
3089.1395
0.460463711
0.539536289
512970499.9
276766200
604349365.5
180000
6708.757775
3357.496475
0.500464704
0.499535296
554047336.2
276766200
609708833.8
180000
6708.757775
3387.271299
0.504902906
0.495097094
559013986.5
276766200
615336275.5
180000
6708.757775
3418.534864
0.509563019
0.490436981
564325714.7
276766200
621245089.2
180000
6708.757775
3451.361607
0.514456137
0.485543863
570012764.9
276766200
627449343.7
180000
6708.757775
3485.829687
0.519593911
0.480406089
576108850.6
276766200
633963810.9
180000
6708.757775
3522.021172
0.524988573
0.475011427
582651667.6
276766200
640804001.4
180000
6708.757775
3560.02223
0.530652969
0.469347031
589683499.8

Break Even Point Unit (BEP)
Fixed cost
Variabel cost
Produk/th
Sales
Total variabel/produk per tahun
BEP (Dibulatkan)
276766200
556045110
180000
6708.757775
3089.1395
76462.8143
276766200
604349365.5
180000
6708.757775
3357.496475
82585.68199
276766200
609708833.8
180000
6708.757775
3387.271299
83326.00538
276766200
615336275.5
180000
6708.757775
3418.534864
84117.76571
276766200
621245089.2
180000
6708.757775
3451.361607
84965.4711
276766200
627449343.7
180000
6708.757775
3485.829687
85874.14688
276766200
633963810.9
180000
6708.757775
3522.021172
86849.41194
276766200
640804001.4
180000
6708.757775
3560.02223
87897.56906

BEP (rupiah) tahun ke-1= = =Rp. 512.970.499.9.

BEP (unit) = = = 76462.8143 unit
≈76463 unit.

6. Kesimpulan:
1.Apakah pabrik ini akan mendapatkan keuntungan yang cukup
2.Apakah Anda nanti yakin mampu untuk merealisasikan
3.Bagaimana dengan bahan baku
4.Bagaimana dengan SDM
5.Jelaskan jika Anda mendapat pesaing produk Import dari China atau Negara lain.

1.Ya, pabrik roti ini akan mendapatkan keuntungan yang cukup, hingga tahun ke 8. Meskipun persentasi profitnya semakin menurun.
2.Ya, kami yakin merelisasikan pabrik ini berdasarkan estimasi biaya finansial yang telah dilakukan.
3.Semua bahan baku yang diperlukan seperti tepung terigu, gula, garam, telur, mentega, margarine, bahan pengembang roti, dan bahan pendukung lainnya dipersiapkan sesuai takaran. Untuk menjamin kualitas dari produk yang akan dihasilkan, akan digunakan bahan baku yang berkualitas dan mendapatkan sertifikat halal.
4.Sumber daya manusia atau pekerja pada pabrik ini terdiri dari pekerja langsung dan tidak langsung non perkantoran. Pembagian ini ditujukkan agar terdapat bagian-bagian pekerjaan dalam pengolahan pabrik ini sehingga menjadi maksimal. Pekerja tersebut diperoleh dari berbagai golongan dan jenis kelamin. Mayoritas SDM tersebut adalah warga sekitar lingkungan pabrik.
5.Untuk menghadapi persaingan dari Negara-negara lain, kami mengatasinya dengan meningkatkan kualitas produk (roti) serta menonjolkan keunggulan produk kami pada saat melakukan promosi. Peningkatan kualitas tersebut dalam hal kualitas bahan baku yang digunakan, meskipun bahan baku yang digunakan sama namun bahan baku yang kami gunakan asli dari produk dalam negeri dan tanpa menggunakan bahan pengawet. Sehingga hal tersebut yang kami jadikan alasan mengapa produk roti kami layak menjadi produk unggulan.
Selain dalam hal produk, kami juga mengatasinya dalam hal sumber daya manusia. Pekerja kami akan memberi pelayanan yang ramah, jujur serta terampil, sehingga dapat melayani konsumen dengan baik dan tidak membosankan.

VN:F [1.6.8_931]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.6.8_931]
Rating: 0 (from 0 votes)

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image