DEFINISI LAPORAN KEUANGAN

DEFINISI LAPORAN KEUANGAN

Menurut Myer yang dikutip dalam buku “Analisa Laporan Keuangan” S. Munawir (2001,5). Laporan keuangan adalah :

“dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar itu adalah daftar neraca atau daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau daftar rugi laba”.

Menurut Dr. Mardiasmo, M.B.A.,Akt. Dalam bukunya “Akuntansi Keuangan Dasar (2001,13). Laporan keuangan adalah : “

“Laporan akuntansi yang terutama ditujukan kepada pihak ekstern perusahaan yang disajikan dan dikelompokkan menjadi dua macam yaitu: (1) Laporan keuangan utama, dan (2) Laporan keuangan yang mendukung laporan keuangan utama (laporan keuangan pendukung)”.

Berdasarkan kedua pendapat diatas disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode yang ditujukan kepada pihak ekstern peusahaan yang dapat dikelompokan menjadi dua macam yaitu: (1) Laporan keuangan utama berupa neraca dan laporan rugi laba, (2) Laporan keuangan yang mendukung laporan keuangan utama berupa laporan perubahan modal.

Bentuk – bentuk Laporan Keuangan

Sebelum menganalisa dan menafsirkan suatu laporan keuangan, seorang penganalisis harus mempunyai pengertian yang mendalam tentang bentuk maupun prinsip penyusunan laporan keuangan. Laporan yang digunakan untuk mengadakan analisis laporan keuangan ada dua yaitu:

1.   Neraca

Neraca adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Tujuan neraca adalah untuk menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan, pada suatu tanggal tertentu biasanya pada waktu dimana buku-buku ditutupdan ditentukan sisanya pada suatu akhir fiskal atau tahun kalender, sehingga neraca sering disebut dengan Balance Sheet. Dengan demikian neraca terdiri dari tiga bagian utama yaitu aktiva, hutang dan modal

a.   Aktiva, dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian utama yaitu aktiva lancar dan aktiva tidak lancar. Aktiva yang disusun dari atas ke bawah menurut tingkat likuiditasnya yang menurun, yaitu aktiva yang terletak semakin ke atas (aktiva lancar) dapat dicairkan lebih cepat daripada aktiva yang terletak pada kolom bawah (aktiva tidak lancar)

  • Aktiva lancar adalah uang kas dan aktiva lainnya yang dapat diharapkan untuk dicairka atau ditukar menjadi uang tunai, dijual atau dikonsumer dalam periode berikutnya (paling lama satu tahun atau dalam perputaran kegiatan perusahaan yang normal). Yang termasuk kelompok aktiva lancar (likuid) adalah kas atau uang tunai yang dapat digunakan untuk mambiayai operasi perusahaan, investasi jangka pendek (surat-surat berharga), piutang wesel, piutang dagang, persediaan, piutang penghasilan dan persekot atau biaya yang dibayar di muka.
  • Aktiva tidak lancar adalah aktiva yang mempunyai umur kegunaan relatif permanen atau jangka panjang (mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun atau tidak akan habis dalam satu ali putaran operasi perusahaan). Yang termasuk aktiva tidak lancar adalah investasi jangka panjang (saham, obligasi), aktiva tetap (tanah, bangunan, mesin, inventaris dan kendaraan), aktiva tetap tidak berwujud (hak cipta, merk dagang, lisensi), beban yang ditangguhkan serta aktiva lain-lain

b.   Hutang adalah semua kewajiban keuangan peusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi, di mana hutang ini merupakan sumber dana atau perusahaan yang berasal dari kreditor. Hutang dapat dibedakan ke dalam hutang lancar dan hutang jangka pajang.

  • Hutang lancar atau hutang jangka pendek adalah kewajiban keuangan perusahaan yang pelunasannya akan dilakukan dalam jangka pendek (satu tahun sejak tanggal neraca) dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan. Hutang lancar meliputi antara lain hutang dagang, hutang wesel, hutang pajak, biaya yang masih harus dibayar, hutang jangka panjng yang segera jatuh tempoh serta penghasilan yang diterima di muka
  • Hutang jangka pajang adalah kewajiban keuangan yang jangka waktu pembayarannya (jatuh temponya) masih jangka panjang (lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca), yang meliputi hutang obligasi, hutang hipotik dan pinjaman jangka panjang yang lain

c.   Modal adalah hak atau bagian yang dimiliki perusahaan yang ditujukkan dalam pos modal (modal saham), surplus dan laba yang ditahan. Atau kelebihan nilai aktiva yang dimiliki oleh perusahaan terhadap seluruh hutang-hutangnya.

Bentuk atau susunan dari neraca tidak ada keseragaman diantara perusahaan-perusahaan  tergantung pada tujuan yang akan dicapai, tetapi bentuk neraca yang umum digunakan adalah bentuk skontro (Account Form) dimana semua aktiva tercantum sebelah kiri/debet dan hutang serta modal tercantum sebelah kanan/kredit.

2.   Laporan Rugi Laba

Laporan Rugi Laba merupakan suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan, biaya, rugi-laba yang diperoleh dari satu perusahaan selama periode tertentu. Prinsip-prinsip yang umumnya diterapkan sebagai berikt:

a.   Bagian yang pertama menunjukkan penghasilan yang diperoleh dari usaha pokok perusahaan (penjualan barang dagangan atau memberikan service) diikuti dengan harga pokok dari barang/service yang dijual, sehingga diperoleh laba kotor.

b.   Bagian kedua menunjukkan biaya-biaya operasional yang terdiri dari biaya penjualan dan biaya umum/ administrasi.

c.   Bagian ketiga menunjukkan hasil-hasil yang diperoleh diluar operasi pokok perusahaan yang diikuti dengan biaya-biaya yang terjadi diluar usaha pokok perusahaan

d.  Bagian keempat menunjukkan laba atau rugi yang insidentil sehingga akhirnya diperoleh laba bersih sebelum pajak pendapatan.

Bentuk laporan rugi-laba yang biasa digunakan adalah sebagai berikut:

  • Bentuk single step, yaitu dengan menggabungkan semua penghasilan menjadi satu kelompok dan semua biaya dalam satu kelompok sehingga untuk menghitung rugi/laba bersih hanya memerlukan satu langkah yaitu mengurangkan total biaya terhadap total penghasilan.
  • Bentuk multiple step, dalam bentuk ini dilakukan pengelompokan yang lebih teliti sesuai dengan prinsip yang digunakan secara umum

Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan

Menurut S. Munawir dalam bukunya yang berjudul “Analisa Laporan Keuangan” (2001,2) Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap posisi keuangan maupun perkembangan suatu perusahaan adalah para pemilik perusahaan, manager perusahaan yang bersangkutan, para kreditur dan bankers, para investor, pemerintah dimana perusahaan tersebut berdomisili, para buruh serta pihak-pihak lainnya lagi.

Pemilih Perusahaan. Laporan keuangan diperlukan oleh pemilik perusahaan untuk menilai hasil-hasil yang telah dicapai, dan untuk menilai kemungkinan hasil-hasil yang akan dicapai dimasa yang akan datang sehingga bisa menaksir bagian keuntungan yang akan diterima dan perkembangan harga saham yang dimilikinya.

Manager Perusahaan yang Bersangkutan. Laporan keuangan bagi manager perusahaan merupakan alat untuk mempertanggung jawabkan kepada para pemilik perusahaan atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. Pertanggung jawaban pimpinan perusahaan itu dituangkan dalam bentuk laporan keuangan hanyalah sampai pada penyajian secara wajar posisi keuangan dan hasil usaha dalam suatu periode sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang dilaksanakan secara konsisten. Disamping itu laporan keuangan akan dapat digunakan oleh management untuk:

a.   Mengakui tingkat biaya dari berbagai kegiatan perusahaan

b.   Untuk menentukan /mengukur efisien tiap-tiap bagian, proses atau produksi serta untuk menentukan derajat keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan.

c.   Untuk menilai dan mengukur hasil kerja tiap-tiap individu yang telah diserahi wewenang dan tanggung jawab.

d.  Untuk menentukan perlu tidaknya digunakan kebijaksanaan atau prosedur yang baru untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Para Kreditur dan Bankers. Laporan keuangan untuk para kreditur dan bankers dibutuhan dalam pengambilan keputusan untuk memberi atau menolak permintaan kredit dari suatu perusahaan, perlu mengetahui terlebih dahulu posisi keuangan dari perusahaan yang bersangkutan. Posisi atau keadaan keuangan perusahaan peminta kredit akan dapat diketahui melalui penganalisan laporan keuangan perusahaan tersebut.

Para Investor. Para investor sangat berkepentingan atau memerlukan laporan keuangan perusahaan dimana mereka menanamkan modalnya. Mereka berkepentingan terhadap prospek keuntungan dimasa mendatang dan perkembangan perusahaan selanjutnya, untuk mengetahui jaminan investasinya dan untuk mengetahui kondisi kerja atau kondisi keuangan jangka pendek perusahaan tersebut. Dari hasil laporan analisa tersebut para investor akan dapat menentukan langkah-langkah yang harus ditempuhnya.

Pemerintah dimana Perusahaan tersebut Berdomisili. Sangat berkepentingan dengan laporan keuangan peusahaan tersebut, disamping untuk menentukan besarnya pajak yang harus ditanggung oleh perusahaan juga sangat diperlukan oleh Biro Pusat Statistik, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja untuk dasar perencanaan pemerintah.

Para Buruh. Dengan melihat laporan keuangan dimana mereka bekerja maka akan mengetahui kemampuan perusahaan untuk memberikan upah dan jaminan sosial yang lebih baik tersebut. Disamping itu dengan melihat perkembangan keuangan dan hasil-hasil operasinya, para buruh akan dapat menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan sehubungan dengan kelangsungan kerjanya

Pihak-pihak lainnya. Seperti organisasi perusahaan sejenis, Bursa Efek atau Pasar Uang dan Modal. Melalui laporan keuangan para pihak tersebut dapat menilai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendek, struktur modal perusahaan, ditribusi dari pada aktivanya, keefektifan penggunaan aktiva, hasil usaha/pendapatan yang telah dicapai, beban-beban tetap yang harus dibayar, serta nilai-nilai buku tiap lembar saham perusahaan yang bersangkutan.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 6.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
DEFINISI LAPORAN KEUANGAN , 6.5 out of 10 based on 2 ratings
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image