MACAM-MACAM DAN BENTUK SALURAN DISTRIBUSI
Macam-macam dan Bentuk Saluran Distribusi
Menurut Basu Swastha (1996:209) :
- 1. Saluran Distribusi Barang Konsumsi
Merupakan saluran distribusi barang konsumsi yang menghubungkan antara produsen dan konsumen terdiri atas :
Produsen – Konsumen
Ini adalah bentuk saluran distribusi yang paling pendek dan paling sederhana.saluran distribusi ini tidak menggunakan perantara , ini dikarnakan produsen dapat menjual barangnya langsung kepada konbsumen. Oleh karena itulah saluran ini disebut dengan saluran distribusi langsung.
Produsen – Pangecer – Konsumen
Masih seperti saluran yang diatas saluran ini masih disebut saluiran distribusi langsung. Disini pengecer besar langsung melakukan pembelian kepada perusahaan. Adapun beberapa produsen mendirikan toko pengecer, sehingga secara langsung melayani konsumen.
Produsen – Pedagang besar – Pengecer – konsumen
Saluran distribusi ini banyak dipergunakan oleh produsen, karena produsen hanya melayani dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani oleh pengecer kecil. Salujran ini juga disebut saluran distribusi tradisional.
Produsen – Agen – Pengecer – Konsumen
Disini produsen memilih agen sebagai penyalurnya. Ia diberi wewenang untuk menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada pengecer besar.
Produsen – Agen – Pedagang besar – Pengecer – Konsumen
Untuk saluran distribusi ini produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan produknya kepada pedagang besar yang kemudian menjualnya ketoko-toko kecil. Agen yang terlibat dalam saluran distribusi ini terutama agen penjualan.
- 2. Saluran Distribusi Barang Industri
Merupakan saluran distribusi barang industri yang menghubungkan antara produsen dan pemakai industri terdiri atas :
Produsen – Pemakai Industri
Saluran ini merupakn saluran yang pendek didalam distribusi barang industri. Mengingat pendeknya saluran ini maka disebut juga saluran distribusi langsung, biasanya saluran distribusi langsung ini diebut produsen bilamana terjadi trasaksi penjualan pemakai industri cukup besar. Saluran distribusi langsung ini biasanya dipergunakan oleh industru-industri yang besar dan alat-alat berat.
Cotoh : Kapal laut, Pesawat terbang.
Produsen – Distributor Industri – Pemakai Industri
Produsen barang-barang jenis perlengkapan operasi dan asesosi ini dapat mengunakan distributor industri untuk mencaai pasar.
Contoh : Radio, TV.
Produsen – Agen – Pemakai Industri
Saluran distribusi ini dipakai oleh produsen guna mencari atau memasuki daerah pemasaran baru. Disamping itu untuk memperkenalkan produk barunya produsen ini tidak mempunyai departemen pasar. Produsen lebih senang menggunakan agen.
Produsen – Agen – Distributor Industri – Pemakai Industri
Mengingat panjangnya saluran distribusi ini maka,saluran ini dapat dipakai oleh perusahaan mengingat daya jual perusahaan sangat kecil untuk dijual secara langsung. Disamping itu faktor penyimpanan juga mendapat perhatian oleh karena itu berdasarkan atas lembaga penyaluran fisik maka distribusi dibagi menjadi tiga macam, yaitu :
- Distribusi langsung, yaitu penyaluran barang-barang yang secara langsung dilakukan oleh produsen ke konsumen tanpa melalui lembaga-lembaga distribusi.
- Distribusi semi langsung, yaitu apabila dalam penyaluran barang-barang satu atau lebih lembaga distribusi pada satu level tertentu saja seperti koperasi atau lembaga perusahaan yang ditunjuk.
- Distribusi tidak langsung, yaitu apabila dalam penyaluran barang-barangnya terdapat beberapa level lembaga-lembaga distribusi yang panjang.
2.5 Metode Analisa Regresi Linier Sederhana
Digunakan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara variabel x (biaya distribusi) dengan variabel y (hasil penjualan). Adapun persamaan yang digunakan untuk menghitung variabel regresi tersebut :
- Persamaan Regresi Linier
y = a + bx
dimana :
y = hasil
x = biaya distribusi
a = besarnya hasil penjualan
b = besarnya perubahan y (hasil penjualan) apabila x (biaya distribusi) berubah sebesar satu satuan
- Koefisien Regresi
Untuk menghitung a dan b dapat digunakan rumus metode kuadrat terkecil, yang rumusnya :
n (åxy) – (åx) (åy)
b =
n (åx²) – (åx²)
dimana :
b = menunjukkan besarnya perubahan y (hasil penjualan) apabila x (biaya distribusi) berubah nilai sebesar satu satuan
- Konstanta
åy – b (åx)
a =
n
dimana :
a = besarnya hasil penjualan, apabila x = 0 (tidak ada biaya distribusi)
2.6 Metode Analisa Koefisien Korelasi
Digunakan untuk mengetahui kuat atau tidaknya hubungan antara variabel x (biaya distribusi) dengan variabel y (hasil penjualan). Koefisien korelasi diberi lamabang r dan dirumuskan sebagai berikut :
n åxy – åx . åy
r =
√ n åxy² – (åx)² . √ n åy² – (åy)²
dimana :
r = koefisien korelasi
n = jumlah data
x = variabel bebas (biaya distribusi) pada n periode
y = variabel tidak bebas (hasil penjualan) pada n periode
- Jika r = positif berarti bahwa kedua variabel tersebut yaitu variabel x (biaya distribusi) dan variabel y (hasil penjualan) adalah searah dan kuat yang artinya bahwa pengaruh x terhadap y adalah besar.
- Jika r = negatif berarti bahwa kedua variabel tersebut yaitu variabel x (biaya distribusi) dan variabel y (hasil penjualan) adalah kuat tetapi tidak searah yang artinya blia terjadi kenaikan biaya distribusi akan mengakibatkan turunnya hasil penjulan atau sebaliknya, jika biaya distribusi turun maka hasil penjualan akan meningkat.
- Jika r = 0 maka dalam hal ini hubungan anatara kedua variabel tersebut lemah sekali atau tidak ada hubungan diantara keduanya.


