PENGOLONGAN BIAYA

PENGOLONGAN BIAYA

Karakteristik biaya dalam suatu perusahaan dapat digolongkan dengan berbagai macam cara. Penggolongan biaya ditentukan suatu perusahaan atas dasar tujuan yang hendak dicapai dengan penggolongan tersebut. Untuk tujuan pengalokasian biaya laporan segmentasi jenis perusahaan manufaktur, biaya dapat digolongkan berdasarkan fungsi pokok dalam perusahaan dan juga digolongkan berdasarkan perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan.

Biaya Berdasarkan Fungsi Pokok dalam Perusahaan

Pada jenis perusahaan manufaktur, biaya dapat digolongkan menjadi tiga fungsi pokok yaitu:

  1. a. Biaya Produksi

Mulyadi (1999: 14) menyatakan, “Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap dijual”.

Secara garis besar biaya produksi menurut obyek pengeluarannya dibagi menjadi: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung disebut juga dengan biaya utama (prime cost). Sedangkan biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik disebut dengan biaya konversi (conversion cost).

  1. b. Biaya Pemasaran

Mulyadi (1999: 15) menyatakan, “Biaya pemasaran merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk”.

Biaya pemasaran diantaranya adalah biaya iklan, biaya angkutan dari gudang perusahaan ke gudang pembeli dan biaya contoh (sample).

  1. c. Biaya Administrasi dan Umum

Mulyadi (1999: 15) menyatakan, “Biaya administrasi dan umum merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk”.

Biaya administrasi dan umum diantaranya adalah biaya gaji karyawan bagian keuangan, akuntansi, personalia dan bagian hubungan masyarakat, biaya pemeriksaan akuntan, biaya fotokopi.

Biaya Berdasarkan Perilaku dalam Hubungannya dengan Perubahan Volume Kegiatan

Biaya pada jenis perusahaan manufaktur dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan dapat digolongkan menjadi:

  1. Biaya Variabel

M.P. Simangunsong (1994: 3) menyatakan, “Biaya variabel, biaya yang totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume produksi”.

Untuk keperluan perencanaan dan pengendalian, biaya variabel dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu: engineered variable cost dan discretionary variable cost. Pengertian dari masing-masing biaya dapat dijelaskan pada kutipan berikut:

Mulyadi (1999: 511) menyatakan, “Engineered variable cost merupakan biaya yang antara masukan dan keluaran mempunyai hubungan erat dan nyata” dan “Discretionary variable cost merupakan biaya yang masukan dan keluarannya memiliki hubungan erat namun tidak nyata (bersifat artifisial)”.

Pengertian di atas mengartikan bahwa pada engineered variable cost jika biaya berubah maka keluaran yang dihasilkan akan berubah sebanding dengan perubahan biaya tersebut, dan sebaliknya. Contoh dari engineered variable cost yaitu biaya bahan baku.

Pada discretionary variable cost perubahan biaya akan berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan karena manajemen memutuskan kebijakan demikian dan tidak akan berlaku sebaliknya. Contoh dari discretionary variable cost yaitu kebijakan manajemen menetapkan biaya iklan dengan persentase tertentu dari hasil penjualan.

  1. Biaya Semi Variabel

M.P. Simangunsong (1994: 3) menyatakan, “Biaya semi variabel, biaya yang perubahannya tidak sebanding dengan perubahan volume produk”.

Mulyadi (1999: 512) menyatakan, “Biaya semivariabel adalah biaya yang memiliki unsur tetap dan variabel di dalamnya”.

Pengertian yang kedua dapat diartikan bahwa dalam pengalokasian biaya yang berperilaku semi variabel harus dipisahkan terlebih dahulu menjadi bagian yang termasuk biaya tetap dan bagian yang termasuk biaya variabel. Contoh dari biaya semi variabel yaitu biaya listrik dan biaya telepon.

  1. Biaya Tetap

M.P. Simangunsong (1994: 3) menyatakan, “Biaya tetap, biaya yang totalnya tetap meskipun volume produksi berubah (sampai batas perubahan volume tertentu)”.

Untuk keperluan perencanaan dan pengendalian, biaya tetap dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu: committed fixed cost dan discretionary fixed cost. Pengertian dari masing-masing biaya dapat dijelaskan pada kutipan berikut:

Mulyadi (1999: 508) menyatakan, “Committed fixed cost berupa semua biaya yang tetap dikeluarkan yang tidak dapat dikurangi guna mempertahankan kemampuan perusahaan di dalam memenuhi tujuan-tujuan jangka panjangnya” dan “Discretionary fixed cost merupakan biaya (a) yang timbul dari keputusan penyediaan anggaran secara berkala (biasanya tahunan) yang secara langsung mencerminkan kebijakan manajemen puncak mengenai jumlah maksimum biaya yang diizinkan untuk dikeluarkan dan (b) yang tidak dapat menggambarkan hubungan yang optimum antara masukan dengan keluaran (yang diukur dengan volume penjualan, jasa, atau produk)”.

Pengertian di atas mengartikan bahwa pada committed fixed cost pengeluarannya akan sulit untuk dikurangi dalam jangka pendek, sebagai contoh biaya pembangunan gedung. Sedangkan pada discretionary fixed cost dapat dihentikan atas kebijakan manajemen, sebagai contoh biaya riset dan pengembangan produk

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 7.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
PENGOLONGAN BIAYA, 7.0 out of 10 based on 1 rating
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image