Tulisan “Tentang Penyakit Lupus”

Nama: Imelda Magdalena
NPM : 10208630
Kelas : 4EA10

Apa itu Lupus?
Lupus merupakan penyakit kelainan, penyakit ini setara dengan kanker yang dapat berdampak pada kematian. Tidak sedikit juga penyandang penyakit lupus ini. Telah tercatat sekitar mencapai 5 juta jiwa yang telah terdeteksi penyakit ini setiap tahunnya. Nama lupus tersendiri diambil dari seekor binatang yaitu srigala atau anjing hutan
Penamaan tersebut bukan karena penyakit ini berasal dari srigala atau anjing hutan, tapi lebih menjurus akan penyakit tersebut dikarenakan kelainan kulit berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi. Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan, rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.
Penyakit ini dalam ilmu kedokteran disebut Systemic Lupus Erythematosus (SLE), yaitu ketika penyakit ini sudah menyerang seluruh tubuh atau sistem internal manusia. Dalam ilmu imunologi atau kekebalan tubuh, penyakit ini adalah kebalikan dari kanker atau HIV/AIDS. Pada Lupus, tubuh menjadi overacting terhadap rangsangan dari sesuatu yang asing dan membuat terlalu banyak antibodi atau semacam protein yang malah ditujukan untuk melawan jaringan tubuh sendiri. Dengan demikian, Lupus disebut sebagai autoimmune disease (penyakit dengan kekebalan tubuh berlebihan).
Jenis penyakit Lupus ini memiliki tiga macam bentuk, yang pertama yaitu Cutaneus Lupus, seringkali disebut discoid yang memengaruhi kulit. Kedua, Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang menyerang organ tubuh seperti kulit, persendian, paru-paru, darah, pembuluh darah, jantung, ginjal, hati, otak, dan syaraf. Ketiga, Drug Induced Lupus(DIL), timbul karena menggunakan obat-obatan tertentu. Setelah pemakaian dihentikan, umumnya gejala akan hilang.

Hal-hal yang dapat menyebabkan penyakit kambuh :
– Menghindari stress
– Menjaga agar tidak langsung terkena sinar matahari
– mengurangi beban kerja yang berlebihan
– menghindari pemakaian obat tertentu

Ciri ciri penyakit lupus
penyakit lupus akan menyerang sistem kekebalan tubuh secara berlebihan, sehingga mengganggu kesehatan tubuh. Lupus juga dikenal sebagai “Si Peniru Ulung” karena sering menyerupai penyakit lain dan gejala penyakit lupus terkadang sulit dibedakan dengan penyakit kulit lainnya. Penyakit lupus atau dalam dunia kedokteran disebut sistemik lupus eritematosus. Jika menyerang dada akan timbul rasa sakit yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan jika bernapas. Bila jantung terserang akan takikardi (jantung berdebar cepat) atau udem/bengkak pada kaki sedangkan jika mengenai paru-paru terserang penderita biasanya sesak napas. Sistem otot yang terserang akan menunjukkan ciri-ciri penyakit lupus yang khas berupa rasa lemah atau sakit di otot atau pada pesendian, baik dengan ataupun tanpa pembengkakan serta menunjukkan kemerahan pada daerah yang terserang.
Ciri ciri penyakit lupus secara otomatis akan menurunkan jumlah sel darah merah, putih, dan sel pengatur pembekuan darah. Pada saluran pencernaan muncul gejala sakit perut, mual, muntah, diare, atau sukar buang air besar. Ginjal akan mengalami gangguan fungsi yang mengakibatkan pengeluaran racun hasil metabolisme tidak berjalan seperti semestinya.

Gejala Penyakit Lupus
secara umum akan didapatkan penderitanya merasa lemah, kelelahan berlebihan, demam, dan pegal-pegal Gejala ini muncul ketika lupus sedang aktif dan menghilang ketika tidak aktif. Pada organ tertentu seperti kulit gejalanya berupa ruam merah berbentuk mirip kupu-kupu di kedua pipi dikenal dengan istilah butterfly rush, kerontokan rambut dan sariawan.

Pengobatan Penyakit Lupus
Untuk pengobatan penyakit lupus sebenarnya belum ada referensi yang kuat bagaimana cara pengobatan, hingga saat ini masih dalam proses penelitian. Namun pada penderita dokter biasanya hanya mengurangi gejala penyakit lupus yang timbul. Contoh kasusnya misalnya jika menyerang tulang atau persendian seperti yang telah dijelaskan tadi, maka biasanya terjadi peradangan seperti arthritis maka dokter akan memberikan obat anti inflamasi untuk mengurangi rasa sakit akibat arthritis. Contoh lainnya misalnya jika timbul ciri ciri penyakit lupus berupa ruam di kulit maka dokter akan memberi kortikosteroid (biasanya berupa lotion atau krim).

Sumber:

http://tipsku.info/penyebab-penyakit-lupus/

http://turunberatbadan.com/1119/ciri-ciri-penyakit-lupus/

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image