Jenis-jenis tabungan di bank syariah

Jenis-jenis tabungan di bank syariah

Ada  dua  jenis  tabungan di  bank syariah yaitu  : dengan akad Wadi’ah (titipan) dan akad Al-Mudharabah. walaupun jenis tabungan  di bank konvensional sama dengan syariah yaitu : giro, tabungan dan deposito namun mempunyai perbedaan prisipil.

a. Giro

Nasabah yang membuka rekening giro berarti melakukan akad wadi’ah ‘titipan’. Dimana  ada  dua  macam  yaitu   :  wadi’ah yadud Amanah adalah titipan yang dilakukan dengan kondisi penerima titipan (Bank)  tidak wajib mengganti  jika  terjadi  kerugian dan Wadi’ah yadudh  Dhamanah adalah titipan yang  dilakukan dengan penerima titipan bertanggung  jawab atas  nilai  (bukan  fisik)  dari  uang  yang dititipkan. Pada  dasarnya  giro berdasarkan  wadi’ah ini  tidak mendapatkan keuntungan bahkan nasabah membayar  bank karena telah menyimpan uangnya  agar  aman. Namun tidak menutup kemungkinan  bank dapat  memberikan bonus  kepada  nasabah bonus ini tidak boleh dijanjikan dimuka dilakukan karena sama dengan bunga.

  1. b. Tabungan

Akad yang  dilakukan oleh bank syariah dalam  tabungan ada dua  macam  yaitu   :  Wadi’ah dan mudharabah. Tabungan  yang menggunakan prinsip wadi’ah artinya  tabungan ini  mendapatkan keuntungan karena  titipan, dan dapat  diambil  sewaktu-waktu dengan menggunakan buku tabungan atau kartu ATM. Sedangkan tabungan yang menerapkan akad Mudharabah  mempunyai  keuntungan sebagai berikut :

  1. 1. Keuntungan dari  dana  yang  digunakan harus  dibagi  antara pemilik uang  dan mudharib (bank).
  2. 2. Adanya  tenggang  waktu antara  dan yang  diberikan dan pembagian keuntungan,  karena  untuk melakukan investasi dengan memutarkan dana itu perlu waktu yang cukup.
  1. c. Deposito

Deposito dalam  bank syariah   ditetapkan sebagai  akad Mudarabah. Pemilik uang sebagai nasabah (deposan) sedangkan bank sebagai mudharib. Tengang waktu merupakan salah satu sifat deposito bahkan dalam deposito terdapat pengaturan waktu, seperti 30 hari, 90 hari dan sebagainya.

2.3 Pengertian Bagi Hasil

Bagi hasil adalah bentuk return (perolehan kembalinya) dari kontrak investasi,dari waktu ke waktu, tidak pasti dan tidak tetap. Besar-kecilnya perolehan kembali itu bergantung pada hasil usaha yang benar-benar terjadi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sistem bagi hasil merupakan salah satu praktik perbankan syariah.

Medote bagi hasil terdiri dari dua sistem :

  1. Bagi untung (Profit Sharing) adalah bagi hasil yang dihitung dari pendapatan setelah dikurangi biaya pengelolaan dana. Dalam sistem syariah pola ini dapat digunakan untuk keperluan distribusi hasil usaha lembaga keuangan syariah.
  2. Bagi hasil (Revenue Sharing) adalah bagi hasil yang dihitung dari total pendapatan pengelolaan dana. Dalam sistem syariah pola ini dapat digunakan untuk keperluan distribusi hasil usaha lembaga keuangan syariah.

Aplikasi perbankan syariah pada umumnya, bank dapat menggunakan sistem profit sharing maupun revenue sharing tergantung kepada kebijakan masing-masing bank untuk memilih salah satu dari sistem yang ada. Bank-bank syariah yang ada di Indonesia saat ini semuanya mengguanakan perhitungan bagi hasil atas dasar revenue sharing untuk mendistribusikan bagi hasil kepada pemilik dana (deposan).

2.4       Konsep Bagi hasil

Konsep bagi hasil adalah sebagai berikut:

  1. Pemilik dana akan menginvestasikan dananya melalui lembaga keuangan syariah yang bertindak sebagai pengelola;
  1. Pengelola atau lembaga keuangan syariah akan mengelola dana tersebut dalam sistem pool of fund selanjutnya akan menginvestasikan dana tersebut dalam proyek atau usaha yang layak dan menguntungkan serta memenuhi aspek syariah;
  2. Kedua belah pihak menandatangani akad yang berisis ruang lingkup kerja sama, nominal, nisbah dan jangka waktu berlakunya jangka waktu tersebut.

2.5       Perbedaan antara Menabung di  Bank  Syariah  dan  di  Bank               konvensional

Perbedaan pertama,  dari setiap akad. Semua transaksi di bank syariahharus  berdasarkan akad  yang  dibenarkan oleh  syariah. Di  bank konvensional, transaksi pembukaan rekening,baik giro, tabungan maupun deposito berdasarkan perjanjian titipan yang tidak menggunakan prinsip manapun. Salah satu penyimpangan di  antaranya  menjanjikan imbalan dengan tingkat  bunga  tetap terhadap uang yang disetor.

Perbedaan  kedua, pada  imbalan yang  di  berikan. bank konvensional menggunakan konsep biaya (cost concept) untuk menghitung keuntungan. Artinya bunga yang dijanjikan dimuka kepada nasabah merupakan ongkos yang harus di bayar oleh bank. Bank syariah menggunakan profit sharing, artinya dana yang di terima  bank disalurkan kepada  pembiayaan. Keuntungan yang  didapat  dari pembiayaan tersebut akan dibagi dua,untuk bank dan untuk nasabah berdasarkan perjanjian pembagian keuntungan dimuka.

Perbedaan ketiga, adalah sasaran kredit / pembiayaan. Para penabung di  bank konvensional  tidak sadar  bahwa  uang yang  ditabungkan diputarkankepada semua bisnis, tanpa memandang halal atau haram bisnis tersebut. Dalam bank syariah, penyaluran dana simpanan dari masyarakat dibatasi oleh dua prinsip syariah dan dua  prinsip keuntungan

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
Jenis-jenis tabungan di bank syariah, 10.0 out of 10 based on 1 rating
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image