MAKALAH PENGENDALIAN KUALITAS QUALITY CONTROL MATERIAL SHEET IRON

MAKALAH PENGENDALIAN KUALITAS

QUALITY CONTROL

MATERIAL SHEET IRON

P.T. NOK INDONESIA

Disusun Oleh:

Nama / NPM                   : Armada / 36409196

Kelas                               : 3 ID 05

Mata Kuliah                    : Pengendalian Kualitas

Dosen                              : Ratih Wulandari

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA

BEKASI

2011

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebagai salah satu perusahaan yang menghasilkan produk secara massal, PT. NOK Indonesia tidak lepas dari berbagai permasalahan yang ada. Permasalahan ini terkait dengan adanya kecacatan atau ketidaksesuaian produk yang dihasilkan dengan spesifikasi yang diinginkan..Persentase cacat material bahan baku  yang besar menunjukkan bahwa terjadi masalah pada proses receiving marerial  sehingga mengakibatkan kecacatan pada produk. Masalah pada proses produksi dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti ukuran material yang tidak sesuai spesifikasi,penggunaan material yang kurang baik atau komposisi yang tidak sesuai, kerusakan pada mesin, operator yang kurang ahli, metode kerja yang salah, dan sebagainya. Karakteristik kecacatan dapat berbeda sesuai dengan masalah yang dialami pada proses produksinya.

PT. NOK Indonesia adalah perusahaan manufaktur dengan produk utama berupa oil seal, spring dan bush untuk industri otomotif yang berlokasi di Kawasan Industri MM2100 Jl. Sulawesi II Blok F3 Cikarang Barat, Bekasi – Jawa Barat. Dalam usahanya menjadi penghasil oil seal terbaik di Indonesia, PT. NOK Indonesia berupaya mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan,dengan menjaga dan mengontrol kualitas material pembentuk produk. sehingga selain menjaga kualitas produk, proses produksi, penyimpanan maupun delivery produk, PT. NOK Indonesia juga melakukan monitoring kualitas material dengan membentuk Departemen Quality Control.

Departemen Quality Control (QC) adalah salah satu divisi di PT. NOK Indonesia yang bertugas mengontrol kualitas material  yang akan dipakai untuk produksi. PT. NOK Indonesia memakai metode QC yang merupakan sistem yang digunakan untuk memelihara level kualitas sesuai dengan yang diinginkan. Ruang lingkup penelitian yang akan dilakukan adalah pada Quality Control untuk material Sheet Iron PT. NOK Indonesia, yang merupakan salah satu komponen pembentuk oil seal.

1.2 Perumusan Masalah

Perumusan masalah ini merumuskan bagaimana material yang diterima agar dapat memenuhi standar material yang digunakan untuk pembuatan oil seal.Data hasil pengukuran material ini didapat  dari data hasil random checking di PT. NOK Indonesia. Metode yang digunakan adalah Quality Control, dimana dilakukan proses pengawasan, pengukuran, identifikasi masalah dan tindakan perbaikan yang diperlukan  agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan PT. NOK Indonesia.

1.3 Pembatasan Masalah

Penelitian dibatasi pada section Quality Control untuk material Sheet Iron pada Quality Control Department menggunakan metode pengukuran 3 dimensi yaitu thickness, lebar, dan panjang dari material sheet iron. Data terdiri dari 10  hari  random dimensi sheet iron dengan tiap pengukuran dilakukan 5 kali pengambilan lembar sampel sheet ironPengendalian kualitas yang dilakukan terhadap studi kasus dalam modul ini hanya menggunakan peta kontrol variabel, yaitu peta  dan peta R serta perhitungan pengendalian kualitas. Perhitungan dilakukan dengn perhitungan secara manual.

1.4 Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai tugas akhir Mata Kuliah Pengendalian Kualitas. Adapun tujuan dari penelitian Quality Control yang diambil dari hasil penelitian di PT. NOK Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan nilai UCL, LCL, serta CL untuk peta X pada dimensi thickness,lebar dan panjang material..
  2. Menentukan nilai UCL, LCL serta CL untuk peta R pada dimensi thickness.lebar dan panjang material.

iii.  Mengontrol dimensi material agar sesuai dengan standar dimensi mataerial yang akan dipakai.

iv.  Menganalisa hasil pengukuran material.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Alat dan Teknik Perbaikan Kualitas

Ada beberapa alat yang sering digunakan dalam memperbaiki kondisi perusahaan untuk dapat meningkatkan mutu produk atau jasa yang dihasilkannya. Teknik dan alat tersebut dapat berwujud 2 jenis, yaitu yang menggunakan data verbal dan yang menggunakan data numerik.Alat-alat yang mengunakan data verbal antara lain peta kontrol X dan  R,diagram tulang ikan,diagram alir  dan wawancara, (Ariani, 2004).

Peta kontrol adalah grafik yang digunakan untuk menentukan apakah suatu proses berada dalam keadaan terkontrol atau keluar kontrol, peta kontrol digunakan agar dapat mengetahui kondisi proses. Dengan mengetahui kondisi proses dengan mengggunakan peta kontrol maka dapat diketahui sumber variasi proses dan dapat diketahui pola dari proses tersebut apakah terkontrol dengan baik atau tidak, berapa banyak data yang keluar dari batas kontrol atas dan batas kontrol bawah. Peta kontrol adalah suatu diagram yang menunjukkan batas-batas dimana suatu hasil pengamatan masih dapat ditolerir dengan nilai tertentu yang menjamin bahwa proses produksi masih berada dalam keadaan baik. Berikut ini adalah jenis-jenis peta kontrol:

  1. Peta Kontrol Untuk Pengukuran

Peta kontrol variabel : `X, R, s, yang diukur misalnya adalah dimensi, temperatur, besarnya tegangan, dan lain-lain.

  1. Peta Kontrol Untuk Atribut

Terdapat dua buah peta kontrol untuk atribut yaitu peta kontrol untuk bagian yang tidak memenuhi syarat atau gagal, contohnya adalah peta kontrol P, dan peta kontrol untuk mengetahui banyaknya cacat dari suatu unit atau kelompok, contohnya seperti peta kontrol C

Peta kontrol `X adalah grafik yang menggambarkan letak nilai-nilai X (ratarata) suatu subgrup (sampel) relatif tehadap batas kontrol atas dan bawahnya. Rumus BKA dan BKB peta kontrol X adalah sebagai berikut:

Peta Kontrol R adalah suatu grafik yang menggambarkan letak nilai-nilai jangkauan atau range anggota subgroup atau sampel relatif terhadap batas-batas kontrolnya. Rumus BKA dan BKB peta kontrol R adalah sebagai berikut:

Kegunaan dari peta kontrol `X dan R adalah dapat membantu menentukan apakah nilai-nilai dari proses produksi dalam keadaan normal atau tidak. Sehingga berdasarkan informasi dari peta kotrol tersebut dapat diambil kesimpulan dan tindakan-tindakan apa saja yang harus diambil. Berikut ini adalah langkah-langkah membuat peta `X dan R :

  1. Pilih proses yang akan dikendalikan
  2. Ambil kurang lebih 20 sampel dari setiap sampelnya terdiri atas n kali pengukuran hitung rata-rata sampel X dan R
  3. Hitung rata-rata sampel R dan rata-rata X.

Hitung batas kontrol atas dan bawahnya

Diagram tulang ikan digunakan untuk menganalisis persoalan dan faktor-faktor yang menimbulkan persoalan tersebut. Diagram tulang ikan dapat dipergunakan untuk menyimpulkan sebab-sebab variasi dalam proses, mengidentifikasi kategori dan sub kategori sebab-sebab yang mempengaruhi suatu karakteristik kualitas tertentu, untuk memberikan petunjuk mengenai macam-macam data yang perlu dikumpulkan.Diagram sebab akibat merupakan salah satu diagram yang digunakan untuk mencari tahu tentang sumber penyebab dari kegagalan yang terjadi selama proses produksi. Pembuatan diagram sebab akibat ini dilakukan dengan pengungkapan pendapat dengan semua karyawan yang terkait dan pihak perusahaan terhadap faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebab kegagalan dalam proses seperti manusia, material, mesin, metode kerja dan lingkungan.

Diagram alir adalah gambaran skematik atau diagram yang menunjukkan seluruh langkah dalam suatu proses dan menunjukkan bagaimana langkah itu saling berinteraksi satu sama lain. Diagram alir digambarkan dengan simbol-simbol dan setiap orang yang bertanggung jawab untuk memperbaiki suatu proses harus mengetahui seluruh langkah dalam proses tersebut.Wawancara adalah cara untuk memacu pemikiran kreatif guna mengumpulkan ide-ide dari suatu kelompok dalam waktu yang relatif singkat. Wawancara dapat digunakan berkaitan dengan hal-hal menentukan penyebab yang mungkin dari masalah-masalahdalam proses atau solusi terhadap masalah-masalah itu, memutuskan masalah apa yang perlu diselesaikan, menginginkan untuk menjaring sejumlah besar persepsi alternatif.

Alat-alat yang mengunakan data numerik antara lain lembar pengecekan, diagram pareto, histogram, diagram penyebaran, peta kontrol (Ariani, 2004). Lembar pengecekan adalah alat yang sering digunakan untuk menghitung seberapa sering sesuatu itu terjadi dan sering digunakan dalam pengumpulan dan pencatatan data. Diagram pareto dikembangkan oleh seorang ahli yang bernama Vilfredo Pareto merupakan alat yang digunakan untuk membandingkan berbagai kategori kejadian yang disusun menurut ukurannya untuk menentukan pentingnya atau prioritas kategori kejadian-kejadian atau sebab-sebab kejadian

yang akan dianalisis, sehingga dapat memusatkan perhatian pada sebab-sebab yang mempunyai dampak terbesar terhadap kejadian tersebut.

Histogram adalah alat yang digunakan untuk menunjukkan variasi data pengukuran dan variasi setiap proses, dalam penyusunannya histogram tidak menggunakan urutan apapun. Diagram penyebaran adalah gambaran yang menunjukkan kemungkinan hubungan (korelasi) antara pasangan dua macam variabel dan mewujudkan keeratan hubungan antara dua variabel tersebut yang sering diwujudkan sebagai koefisien korelasi, diagram penyebaran juga dapat digunakan untuk mencek apakah suatu variabel dapat digunakan untuk mengganti variabel yang lain.

Kegunaan dari pada tujuh alat dalam menerapkan kontrol kualitas yang telah disebutkan diatas adalah sebagai berikut:

  1. Mengetahui masalah.
  2. Mempersempit ruang lingkup masalah.
  3. Mencari faktor yang diperkirakan merupakan penyebab.
  4. Memastikan factor yang diperkirakan merupakan penyebab.
  5. Mencegah kesalahan akibat kurang hati-hati.
  6. Melihat akibat perbaikan .
  7. Mengetahui “outliers” yaitu hasil yang menyimpang atau terpisah dari hasil lainnya.

Beberapa prosedur yang harus ditempuh untuk membuat OC adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan  presentase tujuan.
  2. Memilih 4 angka lain, yaitu :

Pada AQL diperhitungkan juga 5% resiko produsen.

Presentase kerusakan keseluruhan barang yang dapat ditenggang (Lot Tolerance Percent Defective, LTPD).

Resiko konsumen, β, biasanya ditetapkan sebesar 10%.

2.2 Quality Control

Pengendalian kualitas (Quality Control) adalah memenentukan komponen-komponen mana  yang rusak dan menjaga  agar bahan-bahan untuk produksi mendatang jangan sampai rusak. Pengendalian kualitas merupakan alat bagi manajemen untuk memperbaiki kualitas produk bila diperlukan, mempertahankan kualitas yang sudah tinggi dan mengurangi jumlah bahan yang rusak (Reksohadiprojo, 1995).

Pada intinya, pengendalian kualitas menentukan ukuran, cara dan persyaratan fungsional suatu produk dan menspesifikasikannya untuk maksud-maksud produksi, sedangkan pemeriksaan adalah untuk mengecek apakah barang-barang yang diproduksi sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh bagian pengendalian kualitas.

  1. A. Perencanaan Standar Kualitas, Penentuan dan Pengawasan

Sebelum dilakukan pengecekan, perlu ditentukan standar yang akan memberikan batasan yang jelas antara produk yang layak dan produk yang tidak layak. Langkah-langkah yang perlu diambil untuk penentuan standar adalah sebagai berikut:

  1. Mempertimbangkan persaingan dan kualitas produk pesaing.
  2. Mempertimbangkan kegunaan terakhir produk.
  3. Kualitas yang sesuai dengan harga jual.
  4. Perlu adanya team yang terdiri dari mereka yang berkecimpung dalam bidang-bidang sebagai berikut:
  • Sales, yang mewakili konsumen.
  • Design, yang mengatur disain & kualitas teknis.
  • Purchase, yang menentukan kualitas bahan.
  • Produksi, yang menentukan biaya produksi berbagai kualitas alternatif.
  1. Setelah ditentukan, disesuaikan dengan keinginan konsumen dengan kendala teknik produksi, tersedianya bahan dan sebagainya maka kualitas ini perlu dipelihara.
  1. B. Macam-macam Pengendalian Kualitas

Pembagian-pembagian dalam pengendalian kualitas adalah secara desentralisasi, pengawasan proses terakhir dan diproses serta pengendalian kualitas pada proses produksi “continous” dan pada proses produksi yang “intermittent”. Pada dasarnya pengendalian kualitas adalah sama dimana terdapat penentuan standar kualitas, pemeriksaan, dan tujuan agar biaya pemeriksaan rendah dan waktu yang diperlukan lebih sedikit. Perbedaan terletak pada dasar dilakukannya pemeriksaan, dimana untuk ”intermittent” pemeriksaan dilakukan berdasarkan pemesanan, sehingga setiap waktu perlu ditentukan standar untuk pemesanan tertentu. Sedangkan pada proses produksi continous pengendalian kualitas tanpa pemesanan dan dapat dilaksanakan dengan teknik statistis.

BAB III

METODE PENGUMPULAN DATA

3.1 Flowchart Pengumpulan  Data

Flowchart pengumpulan data dijelaskan secara umum berdasarkan kegiatan yang dilakukan pada saat pengumpulan data.Flowchart pengumpulan dari awal adalah sebagai berikut:

Selesai

Pengumpulan data dilakukan pada seksi Quality Control,dengan menginspeksi material yang ada di gudang P.T.NOK Indonesia.Material yang akan diinspeksi yaitu mareial sheet iron,yaitu salah satu komponen material pembentuk oiseal.Berikut ini tabel data yang didapat dari hasil pengukuran:

Tabel 2.1 Check sheet dimensi Thickness

Laporan Kualitas Material Sheet Iron

Tanggal  : 01 s/d 14 November 2011
Size          : SHEET IRON (SI) 2.3 X 1219 X 1500MM
Jenis material : SPCC – SD
Dimensi : Thickness

TGL

Ukuran (mm)

SI 1

SI 2

SI 3

SI 4

SI 5

01-Nov -11

2.301

2.295

2.301

2.31

2.293

02-Nov-11

2.298

2.295

2.3

2.301

2.294

03-Nov-11

2.301

2.298

2.295

2.31

2.295

04-Nov-11

2.31

2.31

2.301

2.297

2.305

07-Nov-11

2.301

2.31

2.31

2.295

2.31

08-Nov-11

2.31

2.301

2.295

2.29

2.301

09-Nov-11

2.295

2.309

2.301

2.297

2.305

10-Nov-11

2.31

2.308

2.302

2.295

2.299

11-Nov-11

2.297

2.305

2.298

2.302

2.298

14-Nov-11

2.31

2.303

2.296

2.297

2.308

Dari data diatas ingin dicari nilai UCL, CL, LCL pada peta X dan peta R, apakah terdapat data yang berada pada kendali batas kontrol.

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Perhitungan Manual

Perhitungan manual yang dilakukan tiap inspeksi item yang terdiri dari perhitungan manual untuk peta kontrol , peta kontrol R. Berikut ini akan disajikan perhitungan manual untuk menentukan nilai X dan R terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan perhitungan manual yang lainnya.

Tabel 4.1 Perhitungan dimensi Thickness sheet iron

SI 1

SI 2

SI 3

SI 4

SI 5

X

R

1

2.301

2.295

2.301

2.31

2.293

2.300

0.017

2

2.298

2.295

2.3

2.301

2.294

2.298

0.007

3

2.301

2.298

2.295

2.31

2.295

2.300

0.015

4

2.31

2.31

2.301

2.297

2.305

2.305

0.013

5

2.301

2.31

2.31

2.295

2.31

2.305

0.015

6

2.31

2.301

2.295

2.29

2.301

2.299

0.02

7

2.295

2.309

2.301

2.297

2.305

2.301

0.014

8

2.31

2.308

2.302

2.295

2.299

2.303

0.015

9

2.297

2.305

2.298

2.302

2.298

2.300

0.008

10

2.31

2.303

2.296

2.297

2.308

2.303

0.014

23.014

0.138

Rata-rata

2.30136

0.0138

Peta X data thickness material sheet iron

  1. Peta Kontrol
LCLx       = – A2 .

= 2,3 – (0,577)(0,0138)

= 2,292

Perhitungan manual untuk peta kontrol  dilakukan dengan berdasarkan nilai rata-rata dari data dalam Tabel 3.1. Berikut ini adalah perhitungan manual untuk peta kontrol  dalam menentukan batas kontrol atas, batas kontrol bawah, dan gambar grafiknya.

UCLx      =  + A2 .

= 2,3 + (0,577)(0,0138)

CLx = 2,3

= 2,307963

Perhitungan manual untuk peta kontrol R dilakukan dengan berdasarkan nilai rata-rata dari data dalam Tabel 3.1. Berikut ini adalah perhitungan manual untuk peta kontrol R dalam menentukan  kontrol atas, batas kontrol bawah, dan gambar grafiknya.

LCLR = D3 .

= (0) . (0,0138)

= 0

UCLR = D4 .

= 2,114 . (0,0138)

CLR = 0.0138

= 0,029173

BAB V

ANALISA DAN KESIMPULAN

Berdasarkan dari analisis dan perhitungan diatas maka dapat diambil beberapa analisa dan kesimpulan dari Quality Control pengukuran dimensi thickness,lebar dan panjang dari material sheet iron di PT.NOK Indonesia.

Untuk peta X analisa pata X UCL,dari perhitungan data  didapatkan hasil 2,307963mm,sedangkan CL 2,3mm dan LCL  2,292MM.Pada dimensi panjang hasil nilai UCL (batas kendali atas)  dan LCL (batas kendali bawah) untuk pengukuran thickiness material yaitu 2.3x1219x1500mm dan mm dengan CL (center line) yaitu 2.3mm. UCL (batas kendali atas)  dan LCL (batas kendali bawah) untuk pengukuran dimensi thickness  pada peta R yaitu 0mm dan mm dengan CL (center line) yaitu 0.0138mm. Pada grafik peta X dan R semua data tidak ada yang diluar dari batas kendali atas dan bawah, dengan kata lain semua data terkontrol dengan baik.

VN:D [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (2 votes cast)
VN:D [1.9.22_1171]
Rating: +3 (from 3 votes)
MAKALAH PENGENDALIAN KUALITAS QUALITY CONTROL MATERIAL SHEET IRON, 10.0 out of 10 based on 2 ratings
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image