Kecerdasan Jenis Lain

Bagi seorang pengamat iseng-iseng, Judy yang berumur empat tahun barangkali tampak seperti anak yang pendiam di antara teman-teman mainnya yang lebih suka bergaul. Ia hanya diam sajja pada jam bermain, hanya berdiri di tepi lapangan melihat teman-temannya ikut bermain tetapi Judy hanya berdiam diri, tapi sebetulnya Judy adalah pengamat tajam politik sosial kawan-kawannya. Di taman kanak-kanak itu barangkali ia adalah murid yang paling luar biasa di antara teman-teman yang lainnya dalam segi pemahaman tentang gejolak perasaan diri orang-orang di sekitarnya. Kemampuan itu tidak tampa sampai guru Judy mengumpulkan murid-murid yang berumur empat tahun itu untuk bermain apa yang mereka sebut permainan sekolah-sekolahan. Permainan iu tiruan ruang kelas taman kanak-kanak tempat Judy bersekolah, dengan boneka-boneka lidi yang kepalanya di tempeli foto-foto mungil murid-murid dan para guru merupakan tes ketajaman pengamatan siswa. Ketika Judy diminta untuk menempatkan setiap anak di bagian ruangan yang paling mereka sukai yaitu bagian seni, bagian balok main dan selanjutnya Judy dapat melakukan dengan ketelitian yang sangat sempurna. Ketika diminta untuk menempatkan setiap anak berdekatan dengan anak-anak yang lain yang mereka sukai sebagai teman bermain, Judy memperlihatkan bahwa ia mampu menempatkan teman-temannya yang saling cocok untuk seluruh kelas itu. Ketelitian Judy menunjukkan bahwa is memahami peta pergaulan yang sempurna tentang kelasnya, suatu tingkat kecermatan yang luar biasa bagi seorang anak yang berusia empat tahun. Ini adalah ketrampilan yang dalam kehidupan di masa datang barangkali memungkinkan bagi Judy untuk tumbuh menjadi bintang dalam setiap bidang yang menitik beratkan pada “kecakapan bergaul”, mulai dari penjualan, manajemen hingga diplomasi. Sumber [Emotional Intelligence by Daniel Goleman]

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image