Psikoterapi “Perspektif Psikoanalisa”

Psikoterapi “Perspektif Psikoanalisis”

Oleh : Kartika Rachmada (1059511)

3 PA 01

Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma

Salah satu terapi yang digunakan dalam psikoterapi atau terapi psikologis adalah metode Psikoanalisis atau psikoanalisa. Metode ini tidak lepas dari tokohnya yaitu Sigmund Freud yang mengenalkan teori – teori psikoanalisa. Psikoanalisa sendiri mengedepankan pengaruh masa lalu terhadap terbentuknya perilaku seseorang dimasa dewasanya. Teori – teori psikoanalisa dari Frued juga mengemukakan tentang adanya alam bawah sadar pada manusia yang mampu mendorong 3 prinsip dasar dari psikoanalisa sendiri (Id, Ego, Super Ego). Menurutnya bahwa kepribadian yang sehat adalah kepribadian yang menyadari Motivasi – Motivasi (dorongan) yang dimilikinya, dalam Psikoterapi tujuan digunakannya metode Psikoanalisa adalah untuk membuat Motivasi – motivasi yang tidak disadari menjadi disadari.

Sedangkan tujuan akhir dari metode psikoanalisa ini sendiri adalah untuk menghilangkan masalah – masalah yang berhubungan dengan neurotic dan untuk membuat klien tersebut menyadari adanya perasaan – perasaan irasional dalam dirinya,ataupun perilaku yang menyimpang yang akhirnya menimbulkan pernderitaan bagi dirinya sendiri, kesadaran dari dalam diri sendiri ini dalam PSikoanalisa oleh Freud disebut sebagai Insight.

Ada dua tehnik paling popular yang digunakan dalam terapi dengan metode psikoanalisa, yaitu :

è Asosiasi bebas

Dalam tehnik ini Freud menggunakan Hipnotis untuk mendapatkan data – data dari klien mengenai hal – hal yang dia pikirkan di alam bawah sadarnya, dengan tehnik ini klien dapat mengutarakan apapun yang dia rasakan tanpa ada yang sidembunyikan sehingga psikpoterpis dapat menganalisis masalah apa yang sebenarnya terjadi pada klien.

è Analisis Mimpi

Tehnik ini berkaitan dengan asosiasi bebas, masih bermain di alam bawah sadar, Freud mencoba untuk menggali masalah klien dari mimpi – mimpi apa yang klien lihat setiap harinya. Kebanyakan psikoterapis akan menganalisis masalah dengan melihat dari mimpi – mimpi yang terus terulang / beberapa kali terjadi.

Dalam sebuah terapi sering sekali seseorang lupa dengan jam konsultasi, ataupun dalam suatu sesi sering kali klien salah mengucapkan kata – kata atau lupa ingin mengatakan apa, dalam perspektif psikoanalisa, Freud mengatakan “There’s no accident” semua yang terjadi seperti kesalahan kata saat berucapa ataupun lupa dengan jam konsultasi bukan merupakan kesalahn biasa melainkan kejaidan tersebut menggambarkan ekspresi kesadaran dari keinginan yang tidak disadari (terpendam) maka dalam perspektif psikoanalisa, kesalahan – kesalahan / kejadian – kejadian kecil dalam sesi terapi yang dilakukan oelh klien bisa menjadi bahan analis untuk psikoterapis itu sendiri.

Dalam proses Psikoterapi yang menggunakan metode psikoanalisa tidak jarang terjadi Transference. Transference ini adalah situasi dimana klien mendapati Psikoterapisnya sebagai sosok represntatif dari figure penting di masa lalunya. Transference ini bisa jadi positif ataupun negative, bila Klien melihat Transference yang positive ketika melihat Psikoterapisnya maka itu dapat memudahkan PSikoterapis untuk menggali lebih dalam lagi tentang masalah klien karena klien pun akan dengan mudah percaya dan nyaman untuk mengungkapkan semuanya kepada psikoterapisnya. Akan berbeda bila Transference disini berbentuk Negative, misalnya saja Klien mendapati Psikoterapisnya sebagai sosok represntatife yang megingatkan dia akan seseorang yang dia benci sewaktu masih kecil, keadaan ini bisa jadi vatal karena mugnkin saja klien tidak akan percaya pada Psikoterapis dan akan cenderung menyembunyikan informasi – informasi penting dari Psikoterapisnya yang tentunya akan menghambat proses analisa data.

Interpretasi merupakan tahap akhir yang dilakuakn oleh semua psikoterapis dalam suatu sesi terapi, cara ini diterapkan di semua Metode psikoterapi yang merupakan Hasil dari terapi itu sendiri. Interpretasi dalam perspektif Psikoanalisa adalah metode dimana semua keinginan bawah sadar, pikiran, dan perilaku yang tidak disadari akhirnya terungkap. Dimana pada tahap interpretasi ini klien sudah dapat menyadari keinginan – keinginan bawah sadarnya dan dapat melihat masalah – masalah yang dihadapinya selama ini dalam sudut pandang yang berbeda.

Teori – teori psikoanalisa diatas sudah dikembangkan lagi dan disebut Neo-Freudians pengembangan teori ini dipelopori oleh Alfred Alder, Carl Jung, dan Otto Rank. Dalam Neu-Freudians ini tehnik tehnik yang digunakan dalam psikoterapi pun juga betambah, seperti Ego- Analysis, Interpersonal Psychotherapy, dan lain. Lain.

Sumber : Clinical Psychology : Timothy J Trull ( 2005)

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image