Program Kreativitas Mahasiswa: Rekreatif atau Kreatif?

Lulusan sebuah perguruan tinggi dituntut untuk memiliki academic knowledge, skill of thinking, management skill dan communication skill. Kekurangan atas salah satu dari keempat keterampilan/kemahiran tersebut dapat menyebabkan berkurangnya mutu lulusan. “

Kalimat tersebut dikutip dari Pedoman PKM. PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) adalah program yang sudah lama diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat (Ditlitabmas) Dirjen DIKTI – Kemdikbud. Padahal program tersebut selalu ditawarkan setiap tahun. Jenis kegiatan atau skim PKM meliputi:

1.    PKM-Penelitian (PKM-P),
2.    PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T),
3.    PKM-Kewirausahaan (PKM-K),
4.    PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M),
5.    PKM-Penulisan Ilmiah (PKM-AI), dan
6.    PKM-Gagasan Tulisan (PKM-GT).

Apa pengertian dari masing-masing jenis PKM tersebut dapat dilihat pada pedoman PKM yang dipublikasikan Dirjen DIKTI di sini.

PKM memang menjadi salah satu cara Dirjen DIKTI untuk mengasah kreativitas mahasiswa melalui proses kompetisi. Ya, mahasiswa harus berjuang terlebih dahulu sebelum memperoleh hibah berupa bantuan biaya pelaksanaan kegiatan PKM. Mahasiswa mulai berjibaku dengan pembuatan proposal, dikirimkan ke Dirjen DIKTI melalui lembaga kemahasiswaan, lalu menunggu keputusan siapa pemenangnya. Pemenangnya memang ditetapkan oleh Dirjen DIKTI setelah memperolah masukan dari para reviewer yang memeriksa ribuan proposal dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Mahasiswa kreatif diharapkan makin banyak melalui ajang ini.

“Kemampuan berpikir dan bertindak kreatif pada hakekatnya dapat dilakukan setiap manusia apalagi yang menikmati pendidikan tinggi. Oleh karena, kreativitas merupakan jelmaan integratif 3 (tiga) faktor utama dalam diri manusia, yaitu: pikiran, perasaan dan keterampilan” –Pedoman PKM Dirjen DIKTI.

Sayangnya, program tersebut kurang atau memang tidak diminati oleh mayoritas mahasiswa UG. Hanya puluhan saja yang membuat proposal, dan yang akhirnya memenangkan hibahnya pun bisa dihitung dengan jari. Semoga ke depannya lebih baik lagi.

*****

Menjadi mahasiswa kreatif memang tidak harus melalui PKM, namun saat mahasiswa tidak punya ajang melatih kreativitasnya secara mandiri, apakah perguruan tinggi tidak akan menghasilkan lulusan yang kreatif?  Pertanyaan yang tidak mudah dijawab karena proses belajar-mengajar bersifat multi-aspek atau dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya mutu dosen, motivasi mahasiswa, kurikulum beserta metode mengajarnya, daya dukung sarana dan prasarana pembelajaran. Jadi rendahnya minat mengikuti PKM mungkin merupakan kesalahan atau tanggung jawab kolektif.

Namun, kondisi tersebut tidak harus membuat surut nyali atau hilang motivasi dalam mengejar kreativitas. Jika di ajang PKM masih belum saatnya, kegiatan kemahasiswaan di Universitas Gunadarma bisa dimanfaatkan. Seni, olahraga, kepedulian sosial, bahkan mata kuliah yang adaptif terhadap pengembangan softskill bisa dimanfaatkan sebagai ajang mengasah kreatifitas. Ya, kreativitas pun banyak ragam dan skalnya. Semuanya diawali dari niat kita masing-masing.

Harus diakui bahwa budaya membaca dan menulis masih menjadi masalah mendasar di perguruan tinggi. Apalagi budaya meneliti yang mungkin baru digeluti saat mendekati akhir studi. Kemampuan menulis dan meneliti sebenarnya bisa diintegasikan dalam proses perkuliahan. Toh, meneliti itu tidak harus dalam skala besar. Saat kita menyimak dengan seksama tentang apa yang ada atau terjadi di lingkungan, topik atau bahan riset pun bermunculan. Semoga proses perkuliahan bisa merangsang mahasiswa untuk peka terhadap berbagai masalah di masyarakat. Lebih jauh lagi, berusaha untuk mencari solusinya melalui berbagai program kreativitas mahasiswa.

Jika upaya itupun kurang berhasil, jangan-jangan, benar pula yang dikatakan oleh Prof Masrukhi tentang “Inilah Lima Wajah Mahasiswa Indonesia, seperti diberitakan oleh Kompas.com (28/9/2011). Lima wajah tersebut adalah idealis-konfrontatif, idealis-realistis, oportunis, professional, dan rekreatif. “Prof. Masrukhi menilai, saat ini banyak mahasiswa yang lebih berorientasi pada gaya hidup“. Duh, apakah memang kondisinya seperti itu? Masa mahasiswa datang ke kampus cuma untuk bergaya saja. Rasanya, masih ada mahasiswa yang benar-benar belajar dan berkeinginan untuk meningkatkan kemampuannya melalui pendidikan tinggi. Memang tersisa satu pertanyaan: Seberapa banyak yang seperti itu?

 

*****

 

Btw, saat memenangkan hibah PKM dan terpilih untuk mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional (PIMNAS), ajang kreativitas pun bisa diselingi rekreasi karena pelaksanaan PIMNAS biasanya di luar Jakarta.

Terakhir, setujukah Anda dengan sinyalemen bahwa mahasiswa itu lebih mengedepankan gaya hidup atau bersifat rekreatif saja?

There Are 18 Responses So Far. »

  1. menurut pandangan pribadi saya sebagai salah satu mahasiswa UG , program kreatifitas mahasiswa yang di adakan setiap tahun adalah kegiatan yang rekreatif. saya bisa mengatakan hal seperti itu karena kreatif mahasiswa tidak sepenuhnya dapat dituangkan dalam kegiatan PKM, ini terlihat dari antusiasme peserta yang sangat minim. faktor-faktor yang mempengaruhi nya adalah kurangnya penyuluhan mengenai informasi tentang PKM tersebut, bukan hanya itu PKM yang diadakan lebih terkesan dipaksakan untuk setiap mahasiswa yang mendapatkan beasiswa. untuk kreatifitas itu lahir dari pemikiran yang ikhlas dan tanpa adanya paksaan. hal ini bisa membuat setiap mahasiswa yang mengikuti akan menyelesaikannya dengan asal-asalan tanpa adanya kreatifitas dalam penulisan. hal yang perlu di buat agar PKM ini menjadi kegiatan yang diminati dengan cara, memacu atau memberikan rangsangan bagi setiap mahasiswa untuk bisa mengapresiasikan pendapat mereka melalui blog masing-masing dan di respon oleh pihak kampus. dengan adanya respon tersebut mahasiswa akan merasa di hargai setiap pemikiran-pemikirannya dan dengan sendiri nya mereka akan mengikuti kegiatan PKM tersebut.

  2. Pendapat saya, seharusnya di setiap universitas mengadakan seleksi keahlian yang sesuai dengan jurusan yang mereka inginkan..keahlian harus dimiliki lebih dahulu dengan lengkap,dari yang paling dasar.jika para mehasiswa sudah memiliki dasarnya dan para pengajar tinggal hanya mengasah dan membimbing untuk menjadikan mahasiswa siap pakai.karena dunia pekerjaan berbeda dengan dunia pendidikan “dunia kerja ditujukan untuk menghasilkan sesuatu yang di jual sedangkan dunia pendidikan yang selalu mengedepankan penelitian dan pengembangan,sayangnya mahasiswa hanya sibuk mengejar nilai dan tidak mengedepankan hal-hal praktis” budi setiawan, ST

  3. Menurut pendapat saya, program kreatifitas yang dijalankan setiap tahunnya di universitas khususnya universitas gunadarma, merupakan kegiatan yang reaktif karena tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan yang sama dan memiliki motivasi yang tinggi. contohnya seperti yang diungkapkan di tulisan di atas, hanya puluhan mahasiswa dari ribuan mahasiswa yang ada di universitas gunadarma yang berminat untuk mengikuti PKM (program kegiatan mahasiswa). penyebabnya pun banyak tidak hanya dari diri pribadi mahasiswanya tersebut tetapi bisa dari sarana dan prasarana dari kampus yang bersangkutan seperti kurangnya cara pengajaran. tetapi yang lebih penting kita harus memotivasi diri kita sendiri untuk lebih kreatif dan mendorong diri kita untuk belajar dengan sungguh-sungguh untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.

  4. Lima wajah mahasiswa Indonesia memang bener kebanyakan dari mahasiswa Indonesia demikian. Banyak yang datang ke kempus hanya untuk bergaya, mementingkan gadget dan tidak sedikit mahasiswa yang berkuliah dari niat diri sendiri namun paksaan dari orang tua, sehingga ada mahasiswa yang bolos. Dibalik itu semua masih ada beberapa mahasiswa yang memiliki jiwa rekreatif dan berkeinginan untuk maju. Tetapi para mahasiswa bingung untuk menuangkan ide-ide kreatif mereka. Dengan adanya beberapa jenis PKM dari dikti mahasiswa dapat menuangkan ide-ide mereka dan mendapatkan program hibah dari dikti serta nilai plus untuk mata kuliah softskill mereka. Akan tetapi program PKM ini mahasiswa masih mendapatkan kendala untuk mencari pembimbingnya, semestinya dosen-dosen yang dapat menjadi pembimbing dapat mensosialisasikan dikelas yang mereka masuki.
    Dikti sudah memberikan wadah untuk mahasiswa berkreasi melalui program PKM, oleh karena itu mari kita sebagai mahasiswa semangat dan hilangkan gambaran buruk mengenai mahasiswa Indonesia. Bahwa kita adalah mahasiswa Indonesia yang unggul.

  5. @Linduben: Kadang motivasi itu perlu stimulus eksternal ya? :) semoga ke depannya mahasiswa semakin bergairah ya, dengan dukungan berbagai pihak tentunya

    @Budi: semoga tidak terlena dengan nilai yang mentereng, namun lupa dengan mengasah kemampuan yang kadang tidak tercermin di nilai tersebut ya :)

    @Siti, memang banyak faktor penentu, namun kadang semuanya diawali dari niat masing-masing ya :)

    @Awal, semoga semua pihak lebih bersemangat lagi ya, dengan berbagai peningkatan sarana dan prasaran yang kondusif terhadap kegiatan ilmiah

    Trims, semuanya ya :)

  6. Setuju dengan cara pandang penulis yang melihat suatu masalah secara sosiologis (kesalahan kolektif), yang mana perilaku individu dipengaruhi oleh fakta sosial yang berkembang di lingkungan sosialnya. Dengan cara pandang demikian, maka kalau didalami, diskusi akan mengarah ke solusi.
    Sedikit usulan solusi dari saya tentang permasalahan ini yang saya gambarkan dalam ilustrasi:
    Seandainya,, banyak cewek-cewek cantik zaman modern ini yang merindukan, meng-idolakan, dan memimpikan untuk memiliki cowok-cowok yang jago menulis, cowok2 yang jago penelitian, cowok2 yang peduli akan sesama, cowok2 yang pintar berwirausaha, cowok2 yang mandiri, dan cowok2 yang kreatif,, maka pasti cowok2 di lungkungannya akan termotivasi untuk membuktikan kepada lingkungannya tersebut.
    Begitu juga sebaliknya..
    Namun saat ini, faktanya belum demikian..
    Jadi, untuk memancing agar ilustrasi di atas bisa diterapkan, tidak ada salahnya pihak Kampus sesekali mengadakan acara2 atau lomba2 kreativitas, namun dibalut dengan gaya acara yang santai dan berbau entertainment.
    Sehingga kalau sukses, kedepannya formasi acaranya bisa diatur dan disesuaikan antara unsur kreativitas, kemampuan, dan keahlian, dengan unsur entertainment dan gaya hidup.

    Terima kasih

    Salam kenal dan salam peduli dari dari Andi (Team Merakyat)

  7. Sebetulnya banyak mahasiswa UG yang berminat namun karena sosialisasi dikampus kurang, banyak mahasiswa yang tidak tahu mengenai program ini. Berbeda sekali dengan kampus tetangga, tidak hanya kemahasiswaan yang mensosialisasikan pkm, BEM juga ikut andil dalam mensosialisasikan program ini. Sangat disayangkan saat mengikuti PKM banyak ketidak jelasan informasi, seperti pemberitahuan pemenang, dana, dan informasi tentang monev juga terlalu mepet. Bagaimana mahasiswa akan semangat jika hanya ada satu minggu untuk mengerjakan persiapan monev ~~mematahkan semangat (–____–“)!! bahkan lebih tragis mengetahui informasi yang update mengenai PKM dari universitas lain, Seminggu kemudian baru dapet informasi dari kampus. #curhat

  8. sebagai civitas academica, saya setuju bahwa menjadi mahasiswa kreatif memang tidak harus melalui PKM. banyak ajang-ajang lain yang bisa dikembangkan oleh mahasiswa. namun PKM juga merupakan upaya nyata DIKTI untuk memberi kesempatan dan apresiasi kepada mahasiswa untuk memacu pengembangan potensinya.
    sepengamatan saya, bukannya mahasiswa UG tidak berminat untuk mengikuti ajang ini, tetapi kurang gencarnya sosialisasi dan waktu yang terlalu dekat dengan batas deadline penyerahan PKM yang membuat mahasiswa menjadi pesimis mengikuti ajang ini.
    akan lebih baik lagi apabila ada wadah khusus bagi mahasiswa yang berminat untuk mengikui PKM, sehingga arahnya lebih jelas, dan otuputnya lebih berkualitas. diharapkan wadah tersebut dapat menjadi ajang berbagi informasi dan pengalaman dan membawa kebermanfaatan sehingga mahasiswa bisa lebih aktif dan peluang partisipasi gunadarma dalam PKM bisa meningkat.
    adapun bagi mahasiswa yang proposalnya telah lolos di seleksi awal, baiknya lebih diperhatikan dan dimotivasi, maupun dalam bentuk bantuan apabila mengalami kesulitan ketika melakukan penelitiannya. sehingga tidak patah arang di tengah jalan.
    semoga mahasiswa gunadarma bisa menjadi mahasiswa yang aktif dan kreatif.
    terima kasih.

  9. menurut saya pak, sebenarnya mahasiswa UG memiliki kreatifitas yang tinggi untuk membuat sebuah karya tulis, tetapi minat dan keinginan untuk membuatnya yang masih kurang. banyak kendala yang membuat minat kurang seperti malas untuk melakukan penulisan, kriteria yang mengharuskan beda fakultas dan beda angkatan dan lain sebagainya.

    saya juga pernah mengikuti lomba ini, tetapi kejelasan mengenai siapa saja pemenang tidak diumukan atau saya yang tidak tahu informasinya, sehingga saya hanya ikut saja tanpa tahu bagaimana hasil akhirnya.

    padahal menurut saya program PKM ini sangat membantu para mahasiswa khususnya yang belum menginjak semester 6 dan 8 untuk belajar membuat sebuah karya tulis yang baik dan benar.

    -terimakasih-

  10. “Terakhir, setujukah Anda dengan sinyalemen bahwa mahasiswa itu lebih mengedepankan gaya hidup atau bersifat rekreatif saja?”

    menurut saya pak tidak semua mahasiswa mengedepankan gaya hidup (rekreatif) tetapi ada pula yang mengedepankan kreatifitas ditambah dengan mengedepankan gaya hidup. sehingga antara kreatifitas dan rekreatif berjalan seimbang.

    untuk mewujudkan itu banyak mahasiswa yang harus didorong dari banyak pihak seperti dari teman-teman maupun dari dosen, sehingga minat mahasiswa untuk kreatif akan semakin besar.

    jadi menurut saya mahasiswa sekarang lebih mengedepankan gaya hidup tidak sepenuhnya setuju.

    -terimakasih-

  11. dengan adanya kegiatan seperti PKM ini tentu sangat rekreatif karena didalam kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk mengasah seberapa kereatifnya. Klau melihat kegiatan PKM yang ada di Universitas Gunadarma secara programnya sudah bagus dan menarik tetapi dalam segi informasi/pemberitahuan kepada mahasiswa masih kurang sehingga peserta yang ikut berpartisifasipun jumlahnya sedikit. menanggapi pernyataan oleh Prof Masrukhi memang benar adanya untuk sekarang ini, tetapi bukan tidak mungkin jika kegiatan-kagiatan untuk mengasah kreatifitas mahasiswa dijalankan dengan seoptimal mungkin dan kegiatanya pun diperbanyak bukan tidak mungkin pernyataan tersebut bisa dikatakan tdk benar.

  12. Memang sangat disayangkan apabila ada mahasiswa yang menganggap bahwa kuliah itu untuk memenuhi gaya hidup. Tapi menurut saya masih sangat banyak kok mahasiswa yang benar-benar ingin meningkatkan mutu mereka melalui perguruan tinggi. Kalo ditanya seberapa banyak, saya melihat teman-teman saya kebanyakan sangat memanfanfaatkan kuliah untuk meningkatkan mutu mereka. Mungkin saja memang ada mahasiswa yang menjalani perguruan tinggi hanya untuk gaya hidup, tapi saya kurang setuju apabila ada pernyataan yang menyatakan bahwa kebanyakan mahasiswa jaman sekarang hanya berorientasi pada gaya hidup.
    Terkait pertanyaan terakhir, saya kurang setuju. karena tidak semua mahasiswa mengedepankan gaya hidup. Bahkan ada mahasiswa yang pure menjalani aktivitas kemahasiswaanya dengan serius. Contohnya saya sendiri. Menjadi mahasiswa bukan ajang untuk gaya hidup buat saya, menjadi mahasiswa adalah sebuah tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas diri saya sendiri dan juga untuk meningkatkan kualitas SDM bangsa ini.

  13. Rekreatif atau Kreatif? menuru saya yang sudah berpengalaman membuat program kreatifitas mahasiswa itu dua-dua ya ada pada saat kita membuat suatu pkm, mengapa demikian karena disitu kita di tuntut untuk membuat suatu hasil karya yang baru dan unik yang belum pernah di buat dan di publish oleh orang maka sanagt butuh pemikiran yang kreatif untuk menuangkan hasil pemikiran kita kedalam suatu ide yang cemerlang sehingga nantinya hasil karya kita akan di uji pada saat terpilih menjadi salah satu hasil karya yang dipilih oleh dean juri,dan di cek sudah ada apa belum dan juga di diskusikan dengan tanya jawab disitulah kita dapat menjawab pertanyaan ya dengan apa yang telah kita buat dalam program kreatifitas tersebut :D

  14. assallammualaikum wr.wb
    menurut saya tidak semua mahasiswa khususnya mahasiswa gunadarma yang hanya mengedepankan gaya hidup karena dari niat kita dari awal adalah menuntut ilmu bukan untuk mengedepankan gaya hidup. mungkin pendapat saya bagaimana kreativitas mahasiswa bisa di tingkatkan yaitu mungkin banyak faktor yang harus dilakukan. dan dalam kreativitas pkm seperti ini mungkin teman-teman yang lain bilang kurang adanya publikasi yang luas tentang fungsi ya pkm yang tahu tentang pkm ya hanya yang bener-bener niat saja dan yang sering bermain internet. jika boleh saya mengusulkan untuk meramaikan sebuah pkm kenapa setiap softskill di kampus, setiap dosen yang masuk ke kelas memberikan arahan tentang pkm dan apa keuntungannya jika kita mengikuti pkm dan setiap softskill itu kan mempunyai pembahasan kenapa pembahasan itu yang di kembangakn di sebuah pkm jadi dosen bisa memmbagi dari 1 kelas menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok mendiskusikan pembahasan yang mau di bahas.jika kita ikut pkm karena softkill itu menurut saya pas banget karena softskil itu wajib di kerjakan jika ingin mendapatkan nilai. di sini bisa terlihat kerjasama dosen dan mahasiswa untuk menunjukan kemampuan lain selain kita hanya bisa menjawab ujian nah disini menurut saya yang kurang klo hanya diterusin yang hanya di postkan di studentsite. mungkin pepatah mengatakan ada yang belajar tanpa di suruh dan ada belajar yang harus di paksa dan itu tidak ada salahnya di dunia pendidikan menurut saya. karena disini tujuan kita menuntut ilmu untuk menjadi lebih baik.
    terima kasih :)

  15. Menurut pendapat saya,jika kita berbicara tentang kreatif,pastinya para mahasiswa khususnya di lingkungan Universitas Gunadarma memiliki tingkat kreativitas yang berbeda-beda.Tingkatan kreativitas tersebut tergantung bagaimana pribadi mahasiswa tersebut untuk mengembangkannya.Adanya program PKM dari Dirjen DIKTI untuk mengasah kreativitas mahasiswa merupakan salah satu cara untuk mengembangkan kreatifitas,namun mengapa mahasiswa yang mengikutinya masih tergolong sedikit?Menurut saya karena kurangnya informasi yang diberikan kepada mahasiswa sehingga mungkin mahasiswa tersebut tidak mengetahuinya.
    Aktifitas mahasiswa di lingkungan kampus juga dapat meningkatkan kreatifitas , misalnya dengan adanya UKM,ataupun matakuliah yang menuntut adanya kreativitas.Karena kreativitas merupakan suatu hasil dari pemikiran dan kerja keras individu,mendapatkan suatu reward serta respon positif merupakan hal yang seharusnya bukan?Hal itu pula yang masih minim ada di lingkungan sekitar.
    Masalah mahasiswa itu lebih mengedepankan gaya hidup atau bersifat rekreatif saja menurut saya,tidak semua mahasiswa hanya menjadikan waktu kuliahnya untuk memamerkan gaya hidupnya,meskipun ada yang seperti itu..Tapi masih banyak juga mahasiswa yang benar-benar belajar dan memngembangkan kreativitasnya,pendapatnya untuk mencapai prestasi dan mengaktualisasikan dirinya untuk menjadi apa yang ia inginkan.Intinya,kreativitas itu muncul dari dalam diri sendiri,dengan meningkatkan motivasi internal dan dukungan dari lingkungan sekitar semua program kreativitas akan berjalan lancar dan semakin banyaknya mahasiswa Gunadarma yang kreatif dan mampu mengembangkan dirinya.

  16. okay….
    setujulah dengan gagasan mengembangkan kreatif dengan rekreatif…
    namun untuk pengadaan acaranya para mahasiswa/i agar diberikan kepercayaan bantuan dana secara penuh dan tetap diawasi penggunaannya oleh pihak rektorat…
    semua manusia itu berpotensi..
    namun kini banyak potensi-potensi yang hilang dan terbengkalai oleh kurangnya modal…
    acara rekreatif ini sangat lebih baik bila diperankan oleh para mahasiswa/i yang berbeda (angkatan,jurusan,n topik) setiap acaranya agar acara selau fresh dan tidak monoton dan pengembangan kreatifita seluruh mahasiswa/i bisa merata.
    Adapun yang telah mengikuti acara sebelumnya, bisa berbagi pengalaman/menjadi mentor bagi mereka yang baru akan mengikuti acara tersebut.

  17. Menurut saya, tidak semua Mahasiswa lebih mengedepankan gaya hidup atau bersifat rekreatif saja. Masih banyak Mahasiswa-Mahasiswa kreatif yang berpotensi menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi sesama manusia. Jika belum hari ini, mungkin di hari esok. Dan yang lebih terpenting, terus ada pengarahan dari Dosen, dukungan Pemerintah, dukungan pihak Kampus, serta informasi dari berbagai media agar setiap Mahasiswa dapat termotivasi untuk membuat suatu karya kreatif yang berasal dari ketulusan hati sehingga tidak hanya bertujuan untuk memperebutkan hibah dari PKM tersebut, tetapi motivasi awalnya adalah ingin membuat suatu karya yang bermanfaat bagi orang banyak.

  18. menurut saya program kreatifitas mahasiswa yang di adakan setiap tahun adalah kegiatan yang rekreatif.kenapa saya brpendapat seperti itu,karena setiap orang memiliki kreatif yang berbeda” engga semuanya yang ada di PKM UG sama dengan apa yang tiap orang miliki.dalam hal ini harus ada penyuluhan iformasi mengenai kegiatan PKM yang ada di Universitas Gunadarma.secara dapat dilihat programnya sudah bagus dan menarik tetapi dalam segi informasi/pemberitahuan kepada mahasiswa masih kurang sehingga peserta yang ikut berpartisifasipun jumlahnya sedikit.dalam hal kegiatan PKM ini menurut saya setiap orang dapat menuangkan kreatifitas’nya dan dapat menjadi mahasiswa yang aktif dan kreatif.:)

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image