TUGAS 2 ETIKA PROFESI

TUGAS 2 ETIKA PROFESI

Nama : Jack Joe
NPM : 31409795
Kelas : 3ID03

1. Jelaskan perbedaan pokok antara moral dengan etika, berikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari!

Jawab:

Moral dapat diartikan sebagai semangat atau dorongan batin dalam diri seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Moral atau moralitas ada dalam diri seseorang karena berdasarkan pada nilai-nilai tertentu yang diyakini oleh orang tersebut sebagai sesuatu yang baik atau buruk, sehingga orang tersebut dapat membedakan mana yang patut dilakukan dan mana yang tidak sepatutnya dilakukan.

Berdasarkan asal katanya, etika dapat berarti kebiasaan, watak, cara bergaul dan cara berperilaku yang baik. Etika merupakan pola perilaku atau kebiasaan baik yang dimiliki seseorang atau organisasi dan dapat diterima oleh lingkungan sosial di mana orang atau organisasi tersebut berada. Etika dapat juga diartikan sebagai nilai-nilai normatif yang dimiliki seseorang atau sebuah organisasi sebagai suatu kelaziman yang dapat diterima umum dalam interaksi dengan lingkungannya.

Berdasarkan pemahaman di atas, dapat disimpulkan bahwa moral atau moralitas lebih cenderung berkaitan dengan nilai-nilai yang diyakini dan menjadi semangat dalam diri seseorang atau suatu organisasi untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Moralitas dapat menjadi landasan atau hal yang melatarbelakangi etika seseorang atau suatu organisasi. Sedangkan etika lebih ditunjukkan dalam tindakan nyata yang mencerminkan nilai-nilai perilaku yang dimiliki seseorang atau suatu organisasi tertentu dalam interaksinya dengan lingkungan.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:
Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan istilah etika banyak dikembangkan dalam suatu sistem organisasi sebagai norma-norma yang mengatur dan mengukur profesionalisme seseorang. Misalnya Etika Kedokteran, Etika Jurnalistik, Etika Hukum dan sebagainya. Moral merupakan dorongan batin untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Misalnya, ada seorang pasien ingin melakukan aborsi dan meminta penanganan medis oleh seorang dokter. Dalam etika kedokteran ada beberapa hal yang mengatur tentang aborsi terhadap seorang pasien. Ada ketentuan-ketentuan yang mengatur pada kasus seperti apakah kandungan seorang pasien boleh digugurkan atau diaborsi. Tetapi sang pasien berjanji akan memberikan bayaran yang sangat banyak kepada dokter tersebut jika dia mau mengaborsi kandungan sang pasien meskipun melanggar etika kedokteran. Di sinilah moral dokter tersebut diuji, apakah dia memiliki dorongan batin yang cukup kuat untuk tetap mematuhi etika kedokterannya atau justru melanggarnya.

Referensi:

http://af008.wordpress.com/etika-etiket-dan-moral/

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=18&ved=0CFwQFjAHOAo&url=http%3A%2F%2Ftendik.kemdiknas.go.id%2Fid%2Fdownload%2Fdoc_download%2F50-etika-organisasi-pemerintaha&ei=dlV4T6HSNYm0rAeO-NGeDQ&usg=AFQjCNEV0oAgXxG6uDfzvtK-AeFHqnJMlg&sig2=BpqQoOtIGXl5jWe0IGzNmQ

2. Jelaskan perbedaan pokok antara paham kantianisme dan utilitariansime! Berikan contoh masing-masing! Paham mana yang lebih banyak dianut oleh para profesional/Insinyur di bidang keteknikan? Mengapa?

Jawab:

Paham kantianisme merupakan paham yang memandang suatu permasalahan secara tegas, objektif, dan memandang setiap orang sebagai subyek moral. Menurut paham ini, setiap orang harus diperlakukan sebagaimana mestinya, bila seseorang benar maka harus dibela hak-haknya dan diperlakukan sebagai pihak yang benar, bila seseorang salah maka harus dihukum namun tetap tidak melanggar hak-hak dasarnya sebagai manusia dan tidak mempermalukannya.

Contoh paham kantianisme:
Seorang pengedar narkoba yang tertangkap pihak kepolisian maka harus dihukum. Bagi seorang penganut paham kantianisme, pengedar narkoba tersebut harus dihukum tepat sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Bila tidak dihukum, penganut kantianisme akan merasa hal tersebut adalah hal yang salah dan sama seperti menghukum orang yang tidak bersalah. Proses hukum yang dilakukan juga merupakan tanda bahwa setiap pihak (baik pihak yang benar atau pun pihak yang salah) diakui sebagai subyek moral yang memiliki hak untuk dibela jika benar dan berkewajiban untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum jika berbuat salah.

Paham utilitarianisme tidak mengutamakan siapa yang benar dan siapa yang salah. Paham ini berpusat pada pemenuhan manfaat bagi banyak orang. Menurut paham ini, suatu keputusan harus diambil berdasarkan asas manfaat. Orang yang berpikir berdasarkan pemahaman ini dalam mengambil keputusan akan berpedoman pada alternatif manakah yang dapat memberikan manfaat yang paling banyak bagi seluruh pihak.

Contoh paham utilitarianisme:
Seorang pengedar narkoba yang tertangkap pihak kepolisian maka harus dihukum. Bagi seorang penganut paham utilitarianisme, pengedar narkoba tersebut harus dihukum agar masyarakat sekitar tidak menjadi korban atau menjadi pemakai narkoba. Manfaat yang diperoleh akan lebih besar bila si pengedar narkoba tersebut dihukum. Bahkan jika hukuman yang diberikan sangat parah (misalnya penjara seumur hidup atau hukuman mati) maka hukuman tersebut tetap dibenarkan. Hal ini berdasarkan pemikiran bahwa akan jauh lebih bermanfaat dan berdampak positif jika seorang pengedar narkoba dihukum, daripada beresiko menimbulkan korban-korban pemakai narkoba yang baru.

Paham yang lebih banyak dianut oleh para profesional atau insinyur di bidang keteknikan adalah paham utilitarianisme. Hal ini disebabkan karena paham ini berpedoman pada pemikiran manfaat manakah yang lebih besar. Para profesional dan insinyur di bidang keteknikan umumnya lebih mengutamakan pengambilan keputusan yang dapat memberikan manfaat yang paling banyak bagi semua pihak dengan pengorbanan sekecil-kecilnya.

Referensi:
Wattimena, Reza A. A. Filsafat dan Sains sebuah Pengantar. Jakarta: Grasindo.

3. Jelaskan yang dimaksud dengan dilema moral, beri contoh dalam kejadian dalam kehidupan sehari-hari!

Jawab:

Dilema moral dapat diartikan sebagai situasi dimana seseorang dihadapkan pada dua alternatif pilihan dimana tidak ada jalan keluar yang memuaskan pada masalah tersebut. Dilema moral merupakan keadaan serba salah, di mana terdapat dua pilihan yang seimbang, sehingga seseorang sangat sulit dalam mengambil keputusan.

Contoh dilema moral dalam kehidupan sehari-hari:
Seorang dokter sedang menangani seorang perempuan yang akan melahirkan. Tetapi kondisi kesehatan perempuan tersebut sangat lemah oleh karena sesuatu hal dan proses melahirkan justru membahayakan keselamatannya. Berdasarkan analisis medis dari sang dokter, hanya salah satu saja yang dapat diselamatkan, yaitu sang perempuan tersebut atau anaknya saja. Suami dari perempuan tersebut kemudian diminta oleh dokter untuk mengambil keputusan, istrinya yang diselamatkan ataukah anaknya yang diselamatkan. Pada kondisi ini, timbullah dilema moral dalam diri sang suami tersebut. Bagaimana pun dua-duanya sama-sama bernyawa, sama-sama berharga baginya, tetapi dia harus memilih yang manakah yang akan dipertahankan untuk tetap hidup oleh sang dokter.

Referensi:

http://bidansiapsiaga.blogspot.com/2011/08/pengambilan-keputusan-dalam-menghadapi.html

4. Salah satu syarat untuk menjadi profesional adalah dimilikinya kompetensi dalam bidangnya. Sehubungan dengan hal tersebut jelaskan kompetensi utama dan kompetensi penunjang yang harus dimiliki oleh Sarjana Teknik Industri Indonesia!

Jawab:

Kompetensi utama yang harus dimiliki oleh Sarjana Teknik Industri Indonesia pada dasarnya adalah keterampilan analitis dan keterampilan memecahkan masalah. Seorang Sarjana Teknik Industri di dalam dunia kerja berperan sebagai pemberi solusi untuk masalah-masalah yang ada di perusahaan. Oleh sebab itu, tentunya dibutuhkan suatu pola pikir yang kritis dalam menganalisis dan memecahkan masalah. Selain itu, keterampilan dalam memanfaatkan segala ilmu yang dimiliki untuk memberi solusi bagi suatu masalah juga merupakan kompetensi utama bagi Sarjana Teknik Industri Indonesia.

Kompetensi penunjang merupakan kompetensi yang dapat membantu proses implementasi kompetensi utama. Kompetensi penunjang bagi seorang Sarjana Teknik Industri Indonesia pada intinya dapat disebut sebagai soft skills yang sangat diperlukan dan penting untuk dapat mengimplementasikan kompetensi utama. Kompetensi penunjang yang tergolong ke dalam soft skills antara lain kemampuan berkomunikasi, kemampuan untuk berpikir kreatif, kemampuan dalam bekerja secara team, keterampilan dalam memanfaatkan teknologi informasi, penguasaan bahasa-bahasa asing, serta memiliki etika dan moral yang baik sehingga dapat mendukung kompetensi utama yang dimiliki.

Referensi:

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=24&ved=0CDEQFjADOBQ&url=http%3A%2F%2Fwww.ie.its.ac.id%2Fdownloads%2Fabstrak%2FKP_1604_Ratih.doc&ei=4WZ4T92_DoPJrQeV76ioDQ&usg=AFQjCNE9m97k7k7eW-YraP4g7RTTD01S8g

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=11&ved=0CB8QFjAAOAo&url=http%3A%2F%2Fwww.bksti.org%2Fdownload%2Fcategory%2F4-kurikulum-inti.html%3Fdownload%3D32%253Astandard-minimum-lab.-teknik-industri&ei=WGV4T6XtDIfNrQfXxMCGDQ&usg=AFQjCNHwcWStN9Tx2L4RAz0t00IlZnmjlA&sig2=X0F5Pg8qAXLbcoAe_S3eIg

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image