Pelanggaran Etika di Berbagai Bidang Sains dan Teknologi

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang pelanggaran etika, ada baiknya kita mengetahui makna dari etika itu sendiri. Etika berasal dari kata “ethikos” dari Bahasa Yunani Kuno yang berarti “timbul dari kebiasaan”, sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Manusia hidup sebagai makhluk individu dan juga makhluk sosial, dimana manusia mampu berdiri sendiri dan melakukan hal-hal yang bersifat individualis, namun di samping itu juga manusia sebagai makhluk sosial memerlukan interaksi dengan lingkungannya, di sinilah etika tersebut diperlukan dalam kesehariannya. Menurut Keraf, 1991: 23, Etika terbagi menjadi 2, yaitu : Etika Deskriptif dan Etika Normatif. Etika Deskriptif adalah etika yang mendeksripsikan atau menjelaskan secara jelas, kritis dan rasional berbicara tentang fakta dan apa adanya mengenai perilaku manusia tersebut. Dapat dikatakan penghayatan nilai dalam norma ini memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis. Dan Etika Normatif adalah etika yang menerapkan bagaimana seharusnya sikap manusia yang idealisnya terjadi, jadi dengan norma ini manusia dapat menentukan baik dan buruknya tindakan yang akan ia lakukan. Dalam kasus ini saya akan membahas tentang pelanggaran dalam bidang teknologi. Banyak sekali kasus yang terjadi dalam bidang ini, dikarenakan kemajuan teknologi yang semakin pesat maka akan banyak juga efek yang ditimbulkan. Beberapa contoh kasus pelanggaran itu adalah :

1. Cyber Crime

Adalah aktifitas kejahatan yang dilakukan pada dunia maya dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan. Beberapa contoh kasusnya dimulai dari penyebaran virus, malware, penipuan, sampai cyber sabotage and exortion, dan masih banyak contoh-contoh lainnya. Beberapa alasan mereka (para pelaku cyber crime) melakukan tindakan ini adalah untuk iseng, mengetest sistem keamanan pada jaringan komputer orang-orang dsb. Solusi yang kita dapat dari masalah ini antara lain, untuk penyebaran virus kita dapat menggunakan anti virus untuk memproteksi sistem keamanan pada PC. Jangan sembarang menginstall software pada PC. Atau jika kita melakukan transaksi pada melalui internet, telitilah terlebih dahulu agar tidak terjadi penipuan. Dan untuk cyber sabotage and exortion kita harus meningkatkan security pada jaringannya.

2. Pencurian Pulsa

Maraknya ‘pencurian pulsa’ yang dikeluhkan konsumen terhadap para ‘provider nakal’ membuktikan salah satu adanya pelanggaran etika dalam kasus ini. Kurang informatifnya berita menjadi salah satu alasan mengapa beberapa konsumen sering mengeluhkan hilangnya pulsa tanpa mereka sadari. Alasan beberapa provider melalui operator yang sering dimintai keterangan oleh konsumen adalah ‘demi peningkatan kualitas layanan’, lalu apakah dengan ‘pengingkatan kualitas’ tersebut kita sebagai konsumen yang harus dirugikan? Di sinilah kita sebagai konsumen harus pandai dan bijak dalam mengatasinya. Solusi yang dapat kita ambil dari kasus ini adalah kembali ke diri kita masing-masing bagaimana kita harus teliti dalam memilih provider, dan jika telah terlanjur menjadi korban biasanya konsumen bisa mengadukannya kepada cyberlaw.

3. Skimmer

Belakangan sering terdengar kabar tentang beberapa nasabah yang mengeluhkan pencurian saldo melalui mesin ATM. Skimmer yang diketahui sebagai alat pencuri data nasabah yang ditelakkan pada mulut mesin ATM. Cara kerja Skimmer cukup mudah, alat ini memiliki bentuk mirip dengan lubang ATM pada umumnya dan memang ditempatkan untuk menutupi lubang ATM tersebut. Karena bentuknya tidak mencurigakan banyak korban yang terkelabuhi. Jika korban terlanjug memasukkan kartunya, maka si pelaku dengan mudah memiliki kartu ATM yang sama dengan yang digunakan oleh si korban. Selain memiliki kartu ATM yang sama dengan korban, pelaku pembajak hanya perlu mengetahui password pelaku dengan menggunakan kamera CCTV yang terlebih dahulu diletakkan pada tempat yang strategis, sehingga pelaku dengan mudah mengetikkan PIN ATM korban. Alasan pada pelaku sangat mudah terlihat, untuk menguntungkan dirinya sendiri mendapatkan uang milik orang lain. Solusi yang dapat diberikan kepada korban yaitu lebih waspada di setiap mesin ATM yang dikunjungi, periksa terlebih dahulu apakah ada kejanggalan atau bisa menanyakannya kepada petugas yang berjaga dan gantilah PIN ATM secara berkala.

 

Artikel ini juga dipublikasikan pada personal web saya di : http://siwiramadhani.info/?p=68

Siwi Iswanti Ramadhani (12108283)

Etika & Professionalisme TSI (Prof. Dr. I Wayan Simri Wicaksana, S.Si, M.Eng)

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image