Pencegahan Terjadinya Pelanggaran Kode Etik

Jika pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai pembuatan kode etik penggunaan Hi-Tech, pelanggaran yang paling mungkin terjadi beserta sanksi yang diberikan, maka untuk artikel terakhir ini akan membahas mengenai cara pencegahan terjadinya pelanggaran kode etik tersebut, dengan kasus yang masih sama yaitu pada media sosial.

Pada pembahasan kasus kode etik sebelumnya yaitu tentang update informasi yang menyinggung SARA, pembajakan hak intelektual dan lainnya. Berikut adalah beberapa saran yang bisa dilakukan untuk mengurangi terjadinya pelanggaran :

®     Tidak melanggar hak orang lain

Pada point ini yang dimaksud dengan hak orang lain adalah, merk atau instansi lain. Misal tidak membuat fakta yang merugikan pihak tersebut, atau dengan sengaja ‘menjatuhkan’ merk itu sendiri. Jika hal ini terjadi, maka kasus bisa berlanjut ke jalur hukum.

®     Tidak sembarangan dalam memposting suatu artikel

Jika kita mengupdate suatu artikel yang berisi gambar, video atau lainnya pastikan tidak mengandung unsur pornografi karena akan adanya kemungkinan media sosial tempat kita mengupdate artikel tersebut akan di blog

®     Memasang filter pada jaringan internet agar terhindar dari serangan/attack dari tangan-tangan yang usil

®     Memahami benar bahwa ada UUD yang jelas mengatur tentang pelanggaran kode etik tersebut dan mempunyai sanksi terhadapnya

 

 

 

Artikel ini juga dipublikasikan pada personal web saya di http://siwiramadhani.info/2012/05/pencegahan-terjadinya-pelanggaran-kode-etik-4/

Siwi Iswanti Ramadhani (12108283) – 4KA15

Etika & Professionalisme TSI (Prof. Dr. I Wayan Simri Wicaksana, S.Si, M.Eng)

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image