Proyek Alarm Lemari Es

     Agar alat ini bisa berfungsi, beri tegangan sebesar sembilan volt yang sifatnya DC yang berasal dari adaptor ataupun dari sebuah baterai. Tegangan ini secara otomatis akan mengalir ke setiap komponen yang ada di PCB. Tegangan masukan dapat melalui saklar (switch) ataupun LDR (Light Dependent Resistence). LDR di rangkaian ini berfungsi sebagai saklar otomatis. Bila LDR tidak mendapat cahaya sama sekali maka arus dapat kita alirkan melalui saklar(switch) yang sifatnya Single Pole Single Throw (SPST). Saklar disini berfungsi sebagai inputan pengganti bila LDR tidak berfungsi.

      Bila LDR mendapat cahaya maka energi yang berasal dari cahaya akan berubah menjadi tegangan yang akan mengalirkan arus ke resistor 3, dioda 1, resistor 1 , dan trimpot 1. Di rangkaian ini resistor 1 dan trimpot 1 harus dirangkai secara seri setelah itu dirangkai secara paralel dengan resistor 3.

      Disini muatan listrik disimpan terlebih dahulu dan apabila kapasitor sudah terisi penuh dengan muatan, baru kapasitor mengalirkan muatan ke kaki input IC 4093 (pin 5). Konstanta waktu inilah yang menyebabkan adanya waktu tunda antara interkasi saklar atau LDR dengan buzzer. D1 merupakan dioda zener yang digunakan untuk membatasi tegangan yang masuk pada kapasitor. Pada rangkaian ini, kita menggunakan IC CMOS 4093 yang bertipe NAND. Jadi nilai output diberi inverter. Setiap tegangan yang masuk ke kaki – kaki input, tegangan diubah menjadi logika 0 atau 1. Untuk tegangan yang berasal dari Vcc diberi logika 1 (tegangan tinggi) dan tegangan yang berasal dari ground diberi logila 0 (tegangan rendah). Pertama – tama, input masuk dari NAND1 (pin 5 dari R3 dan pin 6 dari C1 yang terhubung dengan ground). Maka output dari NAND1 ini adalah 1. Pada output NAND1 dihubungkan dengan R2 (Resistor 1M) ke C1 sehingga membentuk rangkaian osilator. Osilator ini membuat NAND1 mengalami osilasi, yang menyebabkan amplitudo gelombang naik turun. Kemudian output dari NAND1 diteruskan ke kedua input NAND2 menghasilkan outputnya (pin 3) berlogika 0. Kemudian dari pin 3 diteruskan ke input NAND3 (pin 9) dan masuk input baru (pin 8 ) dari C2 (Kapasitor 10n) yang terhubung dengan ground, dan menghasilkan logika 1. Dari output NAND3 ini, terjadi pembagian arus ke R4 (Resistor 10K) beserta T2 (Trimpot 20K) dan kedua input N4 (pin 12 dan pin 13) yang terhubung ke salah satu kaki buzzer. NAND4 menghasilkan ouput (pin 11) yang berlogika 0. Dan output NAND3 yang bernilai 1 tadi juga terhubung ke kaki lain dari buzzer.

Karena adanya perbandingan tinggi rendah tegangan di kedua kaki buzzer, maka buzzer bisa mengalirkan tegangan sehingga bisa mengeluarkan output berupa suara yang berdenyut karena adanya osilator tadi. Kegunaan C3 disini adalah sebagai muatan cadangan.

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image