Proyek Pembuatan Alat di Dalam Praktikum Sistem Digital Pada Jurusan Sistem Komputer

Sistem Digital adalah suatu sistem yang berfungsi untuk mengukur suatu nilai yang bersifat tetap atau tidak teratur dalam bentuk diskrit berupa digit-digit atau angka-angka, contohnya adalah berupa bilangan integer maupun pecahan. Dan dalam sistem digital juga memerlukan suatu gerbang logika.

Gerbang logika adalah suatu rangkaian yang mempunyai suatu keluaran (output) dengan 1 atau beberapa masukan (input). Sinyal keluaran akan terjadi apabila terdapat kombinasi – kombinasi sinyal masukan tertentu yang berupa logika nila 0 dan 1. Gerbang – gerbang logika tersebut pun beragam, yaitu :

0 Gerbang Logika Dasar

  1. AND
  2. OR
  3. NOT

o Gerbang Turunan

  1. NAND
  2. XNOR
  3. NOR
  4. XOR

o Gerbang Universal

  1. .NAND
  2. NOR

 

Selain itu di perlukan juga rangkaian logika kombinasional yaitu gerbang logika dan rangkaian logika sekunsial yang di kenal sebagai rangkaian flip flop. flip flop dapat di golongkan berdasarkan cara penyimpanannya, yaitu :

  1. RS flip flop
  2. JK flip flop
  3. D flip flop
  4. T flip flop

 

Di Universitas Gunadarma, khususnya pada Fakultas Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi jurusan Sistem Komputer. Mahasiswa/i Sistem Komputer akan mendapatkan sebuah Praktikum Sistem Digital di semester genap, tepatnya pada semester 4. Praktikum tersebut terdiri dari 2 kali materi mengenai Sistem Digital, 5 kali praktikum dan terakhir ujian. Praktikum tersebut bertujuan agar mahasiswa/i sistem komputer dapat mengerti dan mempelajari tentang bahasa mesin dengan bantuan perangkat yang berada di laboratorium yaitu Analog to Digital Converter dan Digital to Analog Converter. Di laboratorium sisdig juga di praktikan tentang cara kerja memory, Mulai dari RAM, ROM, DRAM, PROM, EPROM dan EEPROM.

Praktik di dalam laboratorium Sistem Digital tidak hanya itu. Di dalam laboratorium SisDig juga di praktikan cara membuat rangkaian digital menggunakan komputer dengan menggunakan bantuan sebuah software. Software tersebut adalah Xilink ISE 9.2 yang dapat membantu dan mempermudah pengerjaan user untuk mengetahui nilai output dari rangkaian. Dengan software ini user dapat melihat gelombang yang di hasilkan oleh rangkaian yang di buat pada Xilink ISE 9.2.

 

Dan setiap akhir praktikum, pada jurusan sistem komputer ada suatu proyek alat yang harus di buat oleh setiap mahasiswa/i dengan berkelompok untuk menuntaskan seluruh praktikum yang telah di lakukan. Pada praktikum Sistem Digital, proyek alat yang di buat oleh mahasiswa/i masih berhubungan dengan sistem digital. Salah satu contoh alatnya adalah alat pengusir nyamuk.

Alat pengusir nyamuk tersebut di buat berdasarkan suara yang di keluarkan oleh jangkrik, yang di kemas dalam bentuk digital. Konsep dari alat pengusir nyamuk tersebut di dapat dari teori, bahwa serangga seperti nyamuk dapat menghindar akibat frekuensi suara kisaran di atas 20kHz dalam bentuk ultrasonik. Maka di gunakanlah sebuah komponen elektronika  yaitu buzzer yang dapat mengeluarkan suara, untuk menggantikan jangkrik tersebut

 Pembuatan alat pengusir nyamuk membutuhkan komponen – komponen elektronika yang diperlukan dari rangkaian alat pengusir nyamuk tersebut. Dan membutuhkan papan PCB sebagai alas agar seluruh komponen menyatu sesuai pada rangkaian yang ada. Papan PCB adalah sebuah papan yang beralaskan tembaga, gunanya untuk membuat jalur yang di dapat di lalui oleh komponen – komponen elektronika. Untuk membuat jalur sesuai pada rangkaian yang ada diperlukan FeCL(feri cloride), yaitu sebuah zat kimia yang dapat melarutkan tembaga pada papan PCB.

Sebelum papan PCB di larutkan dalam zat kimia tersebut, ada baiknnya jalur di periksa kembali. Karena setelah proses pelarutan yang biasa di sebut Hatching, tembaga yang telah larut tidak dapat di kembalikan lagi seperti semula.

 Setelah jalur siap di Hatching, hal yang perlu di siapkan adalah melarutkan terlebih dahulu zat kimia FeCL(feri cloride) dengan air panas pada sebuah ember kecil yang dapat menampung besar papan PCB. Dan usahakan kapasitas air yang di gunakan hanya sampai papan PCB terendam oleh larutan kimia tersebut. Jika air yang di gunakan terlalu banyak, maka proses pencairan tembaga pada papan PCB pun akan semakin lama. Di anjurkan untuk menggunakan sarung tangan di saat berada dalam proses Hatching, karena zat kimia tersebut dapat menyebabkan iritasi pada kulit .

 

Apabila papan PCB sudah terendam oleh larutan, tahap selanjutnya ialah menggoyangkan ember secara perlahan untuk membantu proses lunturnya tembaga. Dan untuk mengetahui PCB sudah selesai di larutkan atau tidaknya, adalah dengan mengangkat PCB pada cahaya seperti lampu maupun matahari. Jalur yang berhasil di buat setelah proses Hatching akan terlihat jelas ketika di lihat menggunakan cahaya. Setelah PCB berhasil pada tahap Hatching, bilaslah papan PCB tersebut menggunakan air bersih dan keringkan.

Pada tahap selanjutnya ialah melubangi papan PCB dengan menggunakan mini drill sesuai dengan penempatan dan ukuran Komponen pada jalur yang telah di buat. Setelah itu komponen – komponen tersebut harus di solder agar menempel dengan jalur tembaga. Lalu pasang kabel – kabel yang di perlukan untuk pengoperasian alat tersebut. Jika sudah, alat tersebut dapat di uji coba menggunakan catu daya dengan besaran yang di perlukan oleh rangkaian tersebut.

Visit my blog : http://iiam.blogdetik.com

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image